CATATAN SEORANG CHEF Part 6

21

citoxnew24

SALAH-SATU ALASAN YANG MEMBUAT BANGGA JADI ORANG INDONESIA
Tadi waktu makan siang, ada salah-satu customer di salah-satu meja yang sedang dipukuli punggungnya. Semua orang melihat ke arah meja itu. Sebelumnya, kami berpikir bahwa dia keselek karena makanan, namun kemudian kami tahu bahwa dia menghidap penyakit asma.

Letak meja yang berhampiran dengan griller kitchen, sepertinya telah membuat dia terlalu banyak menghirup asap pembakaran dari sate, daging/steak dan seafood. Seketika kami pun agak panik, mengingat tak seorangpun yang membawa obat hirup untuk penderita asma.
Seorang bule mendekat dengan membawa tissu basah yang ditempelkan ke hidung penderita asma itu, kemudian memapahnya ke luar, persis disekitar air mancur dan taman gantung.
Dia menanyakan obat-obatan yang ada dalam kotak P3K kami.
Saya agak ragu untuk menyebutnya, selain obat dari dokter, saya juga menyimpan obat-obatan Indonesia yang dijual bebas.
Salah satu yang saya sodorkan adalah obat Nafa##n. Dia membaca komposisi obat yang tertera di sampulnya, kemudian mengangguk penuh yakin.
Obat itu pun diminumkannya..!

Alhamdulillah, tidak lama berselang, orang itu kelihatan tenang dan dapat tersenyum kembali. Kami pun merasa lega.
Si Bule mengucapkan terima kasih atas obat yang saya berikan.
Dia bilang, hanya di Indonesia, China dan India, kita bisa dengan mudah mendapatkan obat bebas dengan spesifikasi dan specialisasi yang jelas.
Walau sebenarnya kebijakan melepas obat bebas sangat berisiko, namun masih menurut dia, akan lebih berisiko jika negara-negara yang wilayahnya sangat luas tidak memiliki obat bebas.

Rasio antara luasan wilayah dan ketersediaan tenaga medis yang tidak merata, adalah penyebab mengapa obat bebas di Indonesia bisa benar-benar bebas beredar luas dan bisa diterima oleh pasar dan masyarakat.
Untungnya, negara-negara seperti Indonesia, China dan India, selain dianugerahi bahan baku yang melimpah, ternyata juga memiliki banyak tenaga ahli perobatan dan pengobatan yang tak terbilang jumlahnya.
Coba bandingkan dengan negara-negara di Afrika dan Amerika Latin..! Pungkasnya.

Setelah keadaan kembali normal, kami sedikit bercengkerama dan bertukar kartu nama. Betapa terkejutnya saya ketika melihat siapa sesungguhnya bule yang sedang berada di hadapan saya.
Ternyata dia adalah seorang ahli kimia perobatan Inggris dan guru besar di salah satu perguruan tinggi terkemuka.
Saya yakin, apa yang diungkapkannya tentang Indonesia adalah sebuah kejujuran dan ketulusan. Saya bangga..! Thanks Prof..!

citoxnew26

MENYEMAI MIMPI
Kami sedang menikmati liburan, ketika suatu pagi ayahanda mengajakku berkuda menuruni perbukitan di area perkebunan milik keluarga. Sesampainya di sebuah jalan, kami menikmati pemandangan bukit yang masih berselimut kabut dan mengamati keseharian warga kampung yang mulai sibuk.
Tepat di atas sebuah jembatan saat kami melintasi sebatang sungai, tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara isak tangis yang nyaring terdengar.
Kami berhenti, menatap ke arah tepian sungai dengan air yang mengalir tenang.

Alangkah terkejutnya kami, karena warna air sungai telah berwarna putih susu. Kami segera turun menghampiri.
Di sana sudah ada sepasang suami isteri beserta kedua putranya sedang menumpahkan susu-susu dalam wadah yang dibawanya ke dalam sungai. Wajah mereka tampak sedih, bahkan sang isteri jelas terlihat amat terpukul dan tak kuasa menangisi susu-susu yang harus dibuangnya.
Mereka menceritakan nasib dan kisahnya pada kami.
Pagi itu, pihak koperasi menolak susu mereka yang dianggap sudah tidak layak karena tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan. Sedih, karena dengan demikian, maka lenyaplah sumber pendapatan mereka untuk hari itu.

Sejak peristiwa itu, aku menyaksikan ayahanda lebih banyak menyendiri di perpustakaan, dan sesekali menengok hewan-hewan ternak yang ada di sekitar kebun. Kalau sudah begini, biasanya adalah sebuah gelagat bahwa ayahanda sedang menyusun sebuah rencana..!
Benar, setelah beberapa bulan beliau kembali ke Eropa, pamanku menyusul ke sana. Sekembalinya ke Indonesia, paman tidak pulang sendirian.
Beliau ditemani beberapa orang bule dari Germany, French dan Holland. Bukan hanya itu, pamanku pun membawa oleh-oleh yang super banyak. Beberapa kontainer barang, sengaja mereka datangkan dari sana.
Setelah kembali mendapatkan kesempatan libur sekolah, aku menyengajakan diri datang ke kebun. Ada pemandangan baru yang sangat mengagumkan.

Di sana telah berdiri sarana diklat, lengkap dengan laboratorium, perpustakaan dan tenaga pembimbing serta penyuluh peternakan. Para petani dan peternak tampak fokus menerima penyuluhan dan bimbingan yang diberikan oleh para ahli yang sengaja didatangkan dari Bandung, Bogor dan beberapa negara luar.

Sejak saat itu, peristiwa pembuangan susu ke sungai sudah tidak pernah terjadi lagi. Kami bangga dan bahagia. Dari sini kami memetik sebuah kesimpulan, bahwa pendidikan dan pengetahuan adalah dasar bagi terwujudnya sebuah kehidupan yang lebih baik.
Pengalaman ini telah terpatri dalam hidupku, dan senantiasa kubawa kemanapun jua.
Hingga suatu ketika, aku harus melanjutkan pendidikan di Pekanbaru. Sebuah kota yang waktu itu masih sangat sepi, dimana batas-batas kota sangat jelas terlihat sekali.

Meski aku hanya seorang remaja SMA, namun banyak yang bilang bahwa aku sudah terlihat beda. Aku dikenal sangat akrab dengan sastrawan dan budayawan Riau, Syuman HS, serta cendikiawan Prof. Dr. Tabrani Rab.
Kelak, dari kedua tokoh inilah aku memahami sejarah Melayu Riau, sejarah Gerakan Pemberontakan PRRI/Permesta, serta struktur ekonomi nasional yang kala itu sangat bergantung pada sektor migas. Ya, dari bumi Riaulah, 65% minyak nasional dihasilkan.

Tapi tahukah anda, bagaimana keadaan kota Pekanbaru saat itu, yang notabene adalah ibukota provinsi Riau..? Keadaannya sangat memprihatinkan..!
Sebagai pendatang, saat itu aku hanya menemukan sebatang jalan raya yang layak disebut jalan, yakni Jalan Sudirman.
Selebihnya, aku terkadang salah menyebut dan sukar membedakan antara jalan dan gang, karena semuanya sempit dan hanya dilapisi aspal tipis yang tidak rata. Satu-satunya tempat hiburan keluarga, hanya di Suzuya Plaza, waktu itu belum mengenal istilah Mall.

Aku sekolah di salah satu SMA favorit, tapi jangan bandingin dengan sekolah serupa yang ada di pulau Jawa, gak adil..! Karena waktu itu belum ada laboratorium komputer, sehingga aku harus setia dan bangga dengan mesin ketik Oliveti, kesayanganku..!

Suatu hari, aku dijemput Prof. Tabrani untuk minum kopi di kawasan Pasar Bawah. Sepanjang jalan dia mencurahkan kekesalannya dengan sikap para pejabat di Jakarta, yang dalam penilaiannya telah dan selalu bersikap tidak adil terhadap daerah.
Belakangan aku tahu, bahwa beliau selalu menemukan kesulitan dalam mengurus perizinan bagi pendirian sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi. Sebagai putra daerah yang sukses tanpa uluran pemerintah, beliau sangat wajar kecewa. Semua niat baik untuk mengubah dan memperbaiki taraf hidup masyarakat Riau melalui perbaikan sektor pendidikan dan kesehatan, selalu mentah dan mendapat penolakan dari pusat, dengan alasan yang terkadang sangat menggelikan.
Lagi-lagi, prasyarat jumlah minimum penduduk kota dan ketiadaan akses pengawasan, selalu menjadi kartu As bagi pemerintah pusat untuk mementahkan setiap rencana mulia itu.
Di zaman Orba, kebijakan terkesan disusun untuk menghasilkan output yang bermuara di Pusat dan atau pulau Jawa.

Kami hanya bisa mengelus dada, menyaksikan pemuda-pemuda potensial yang teronggok karena ketiadaan sarana dan kesempatan.
Kami hanya mampu melihat ladang dan sumur-sumur minyak yang bekerja tiada henti dan senantiasa menyemai mimpi, menjelma menjadi sebuah kebanggaan, namun hampir tidak bisa memberikan harapan, apalagi perubahan..!
Ironis, di negeri yang menyumbangkan 65% minyak bagi bangsanya, tidak ada satupun universitas yang memiliki fakultas yang berkaitan dengan pertambangan minyak, bahkan hanya memiliki sebuah RSUD dan dua Rumah Sakit Swasta yang kualitasnya sangat jomplang dengan apa yang dimiliki oleh Jakarta dan kota-kota lain di pulau Jawa.

Tuhan Maha Adil, melalui tangan KuasaNya, angin reformasi bertiup kencang. Prof Tabrani menggaungkan semangat Riau Merdeka untuk menekan penguasa di Jakarta, agar memberikan keadilan dan perhatian yang lebih besar buat daerah.
Berkat perjuangan seluruh warga, akhirnya kini masyarakat kota Pekanbaru bisa menikmati kemajuan ekonomi yang pesat. Sekolah dan Rumah Sakit telah berdiri dimana-mana, bahkan Prof Tabrani pun telah membangun salah-satu universitas swasta terbesar yang dari dulu selalu diimpikannya. Kesejahteraan bukan sebuah mimpi, kita bisa mewujudkannya melalui jalur pendidikan, untuk meningkatkan kemampuan dan melahirkan kemauan..!

Terima kasih Prof., untuk segala petuah dan pengalaman yang telah diberikan..!

BY patku Yayan Supriatna
Gambar by Patsus Citox dan patsus Dede Sherman

Share.

21 Komentar

  1. Lek U-mar Mentaras on

    Negeri kaya minyak tapi tidak ada universitas perminyakan…..i like this statement.
    Sama juga dgn negeri “gemah ripah loh jinawi” tali beras malah ngimport….hemmmm

  2. timur_nusakambangan on

    Terimakasih Mr. Prof………
    Apakah setiap daerah yg kaya akan SDA baru bisa menikmati hasil dari SDA daerahnya setelah menggaungkan wacana memerdekakan daerah tersebut?
    Hhhhhhmmmmm……
    Semoga pemerintah pusat skg semakin bijak dalam pemerataan pembangunan sehingga tdk ada istilah lagi JawaCentris

  3. Sekarang Pekanbaru alhamdulillah sudah jauh berbenah.
    Cuma colonial mentality yang membuat bangsa ini menjadi materialistis masih mengakar kuat dibenak, hingga praktek korupsi mewabah sampai ke pelosok dan ceruk kampung.
    2 orang orang No.1 di Riau juga ikut bermain api korupsi, sangat ironis memang.
    Meski sekarang Riau khususnya Pekanbaru telah berkembang begitu pesat dalam semua lini tapi yang perlu di ingat bahwa selagi colonial mentality masih merasuki benak dan nurani maka sampai kapanpun akan sulit mencapai kesejahteraan dan kemakmuran hakiki.
    Mimpi boleh disemai, wangsit yang didamba akan terungkai tapi malangnya nasib jika igauan menyiksa badan.
    NKRI HARGA MATI, KORUPTOR MESTI DIHUKUM MATI.

  4. Semoga pembangunan pendidikan bisa dirasakan seluruh penduduk NKRI. Tulisan bung Yayan yang selalu mencerahkan.

  5. Sy penempatan kerja di daerah Kupang
    Disini masih terasa sekali jomplangnya antara di Jawa-Bali dg NTT
    Sangat terasa perbedaannya
    Semua serba mahal serba tidak ada
    Tp syukurlah 3-4 tahun terakhir pembangunan kian pesat
    Bener kata temen2 diatas semoga ke depan daerah2 di luar Jawa-Bali semakin di tingkatkan pembangunannya agar lebih merata dan mampu memberdayakan masyarakat lokal agar daerahnya semakin maju berkembang
    Sehingga terwujudlah pemerataan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

    Cukup sudah Timor Leste dan Sipadan Ligitan yg lepas
    Jangan ada lagi cerita2 daerah ingin merdeka karena masalah kemakmuran
    NKRI Harga Matiii!!!!

  6. Emang sihh Sipadan Ligitan dan Timor Leste lepas bukan karena tuntutan kemakmuran
    Tp yg sy tau sejarah berkata pemberontakan2 di daerah2 terjadi karena masalah keadilan pemerataan kemakmuran
    Semoga tidak ada lagi hal2 seperti itu kedepan
    Mari bersama2 membangun negeri tercinta ini
    Jayalah Indonesiaku

  7. Np website patriot garuda susah aq buka yach……pada hal aq ada di negeri dg akses internet tercepat di dunia.
    btw….ttep semangat patga patga yg ada…halangan akan membuat qt semakin solid dan mengkristal. Saat ini qt jd baja…tp moga Tuhan YME sedang meyiapkan anak2 cucu qt menjadi berlian terkeras…terkuat terbagus dan terindah di jagad raya.

  8. Assalmualaikum…. Ada hikmahnya pak harto lengser dan reformasi terjadi, muncul otonami,desentralisasi,pembagian kekayaan lebih proporsioal walau belum bener2 adil, jujur aja,dulu sy pikir indonesia ini dibangun hanya pulau jawa yg menikmati, sy asli putra kalimantan, kalbar tepatmya, kalimantan sudah berapa sumbang batubara,kayu, dan hasil tambang lain?tapi apa yg didapat kalimantan?jalan buruk,kualitas pendidikan dan kesehatan jelek dan lainsebagainya,…. untungnya belum ada niatan gerakan kalimantan merdeka dideklarasikan, kalau jadi bakal makin kacau indonesia, pesan saya untuk rekan2 patga yg punya akses ke para pembesar pembuat kebijakan, tolong sampaikanlah supaya lebih adil dalam membagi kekayaan, dana dll untuk daerah , lebih adil….. percayalah rakyat di daerah nggak muluk2 maunya,selama mereka merasa adil makmur nggak bakalan ada deh niat makar merdeka dan lain sebagainya…. Wassalamualaikum

  9. Provinsi Lampung dan Provinsi Banten adalah dua provinsi sebagai gerbang pulau Sumatera dan Jawa, jumlah penduduk kedua provinsi tersebut sekira 20jt jiwa dengan karakter alam hampir sama yaitu pertanian dan minim pertambangan. Otmatis penduduk kedua daerah ini hanya menyaksikan sliweran truk pengangkut hsl tambang yg mahal itu di angkut dari sumatera ke jawa. Masyarakat jg menyaksikan betapa makmurnya propinsi tetangga dampak dari pertambangan itu, dan betapa gemerlapnya jakarta dan jabar hingga menarik penduduk kedua provinsi tuk mengadu nasib di provinsi tetangga!! Dengan ketimpangan yg nyata itu terjadilah dampak kurang bagus bg kedua provinsi yaitu sebagai pengekspor “penjahat” di provinsi tetangga!! Oleh karena itu dengan kajian sosial, budaya, dan ekonomi para pemimpin sumatera. Dan banten sepakat mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun jembatan selat sunda (JSS) Dengan harapan kelak transfortasi akan semakin lancar, pengembangan dan pemerataan perekonomian, serta transformasi sosbud yg positif. Usulan di terima pemerintah pusat era SBY dengan kepres!! Namun ketika rezim berganti kepada yg “pro wong cilik” dan anti “Neolib” JSS di batalkan dengan alasan biaya yg terlalu besar (200t), waktu pengembalian modal terlalu lama (di atas 50th), Usulan JSS bukan dari rakyat tapi dari elit daerah, investor tidak ada dll. Masyarakat kecewa timbul tanya dan waksangka:
    1. pembangunan hanya untuk keuntungan pusat (model orba)
    2. Pembangunan di lakukan (di jual) kepada pemilik modal (Neolib)
    3. Usul pembangunan oleh daerah bukanlah usul rakyat daerah (apakah kenaikan BBM usulan dari rakyat?)
    4. Apakah daerah yg minim tambang di kucilkan oleh pusat???
    5. Apakah pembangunan TOL LAUT dpt memiliki dampak positif yg besar seperti JSS terutama tuk Lampung dan Banten?

    • Jika pembangunan JSS gagal… Maka Rumor yg selama ini beredar jika ada TEKANAN dr pengusaha pemilik kapal itu benar adanya…
      Selain musim mudik lebaran… Keuntungan utama pemilik kapal itu dr kendaraan yg menyebrang…. Sedangkan penumpang sepii di hari biasa… Kecuali hari libur sekokah N mudik lebaran….
      Soo kemana keberpihakan pemerintah bs kita lihat di sini….

  10. betul,pendidikan memegang peranan sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,negara yg kuat harus ditopang dengan sdm yg mumpuni juga

    akan tetapi untuk menciptakan sdm yang baik, punya integritas dan kapabilitas dibidangnya harus ditunjang dengan kemampuan finansial yg baik pula. dan yang tidak kalah penting adalah ekonomi,politik harus stabil

    • Fikri Tanizaki on

      Coba pantau aja langsung di militarynuts.com…cuma jangan heran mereka pede abis sama alutsista modern dan training2 yg mereka punya dan sangat memendang rendah kemampuan tni…sampai2 kaga bia bedain elbot yg blok 52 sama 25….xixixixixi

  11. Hingga hari ini bung… Pembangunan masih tinpang…
    Harusnya pulau jawa di jadikan prioritas terakhir dalam pembangunan… Agar pulau lain di luar pulau jawa bisa menyamai dulu spt pulau jawa… Sehabis itu baru setiap priode di lakukan perputaran prioritas pembangunan di setiap pulau besar…
    Ketimpangan yg sangat nyata adalah jalan untuk transportasi… Dan 1 hal lg,, jika suramadu bkn terletak di p jawa mustahil jembatan itu d bangun… Spt lamanya jembatan penghubung sumatra jawa…

  12. anak_andalas on

    minta tolong di angkat artikel tentang PRRI donnk…soalny saya anak sumbar dan kakek saya seorang pejuang PRRI jd apa yang di ceritakan oleh sejarah tidak seperti kenyataan n..dan PRRI di anggap sebagai pemberontak dan penjahat…
    trims….

  13. fikri tanizaki on

    Sebagian seruju dg bung AHA diatas..cuma sekarang saya rasa ketimpangan itu sedah sedikit berubah…secara pribadi gw berrharap pembangunan yv dilakukan pemerintah tidak lagi berorientasi ke jumlah dan kepadatan pendusuk…lha kalo kaya gitu cuma kota2d dan daerah2 yg kaya penduduk (seperti pulau) jawa saja yg menikmati pembangunan yg jor2an…sedangkan daerah yg kaya akan sda tapi pendusuknya jarang tidak kebagian….

    Mengenai artikel pertama diatas….saya sangat bangga dan besrsyukur bahwa istri saya sudah 12 tahun mengabdi di daerah terpencil sampai saat ini sebagai tks/t tenaga kesehatan…tanpa pamrih dan ikhlas menyumbangkan darma baktinya untuk negara dan rakyat….Alhamdulillah tahun ini baru diangkat jadi pns tanpa acara sogok menyogok lho…..hehehehe…ini membuktikan bahwa aparatur perekrutan pns sudah lebih baik walau ada aja oknum2 yg mancing2 ngasih bocoran yg kaga bener.

    mengenai pembanguan : jalan akaes desa sebagiaan sudah diaspal dan listrik sudah mulai masuk…….pam simas sudah berjalan…tower gsm dah berdiri….semakin menggairahkan masyakat desa yg notabene penghasil karet dan kelapa sawit….jayalah NKRI….

  14. Menurut saya, sebaiknya analoginya diubah utk memperbaiki masalah kependudukan di jawa krn banyaknya arus urbanisasi ke jawa sdh waktu daerah di luar jawa dibangun, proyek pemerintahan, bisnis dan industri diperbanyak di luar jawa. Bila ada pancingan maka orang akan dgn sendirinya berpindah. Utk merangsang swasta maka pmrth hrs giat bangun infrastruktur di daerah.

Leave A Reply