PROFIL PRAJURIT

8

Profil Prajurit adalah Rubrik baru di web Patriot Garuda yang kita cintai bersama ini, Rubrik ini akan mengangkat sosok Prajurit, Tentara Nasional Indonesia dari Tamtama, Bintara hingga Perwira, Juga mengangkat profil Para Purnawirawan TNI, yang jiwa Prajuritnya terus melekat sampai akhir hayat
Selain Profil Prajurit akan ada Rubrik baru juga dengan nama ” Istri Seorang Prajurit ” yang mengangkat sisi humanis seorang wanita sebagai istri yang mendampingi tugas seorang Prajurit sampai akhir hayat,
Rubrik rubrik ini mencoba memberikan inspirasi kepada generasi muda dan anak Bangsa .

musmar1

PROFIL PRAJURIT edisi Pertama
Patriot Garuda berkesempatan mewancarai salah satu Perwira Menengah terbaik di Surabaya yaitu Komandan kodim 0830 Surabaya Utara Letkol Inf Ahmad Fikri Musmar, SE.  Predikat terbaik kami sematkan karena salah satu prestasi nya yaitu terpilih dua kali menjadi Komandan Upacara, yaitu saat menjadi Komandan Upacara HUT RI ke 70 Thn di Grahadi dan menjadi Komandan Upacara HUT TNI ke 70 Thn di lapangan Kodam V Brawijaya.
Dua Upacara tersebut di Inspekturi oleh Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo. Terpilih menjadi Komandan Upacara di HUT RI ke 70 Thn melalui saringan yang ketat, diperebutkan delapan Perwira menengah yaitu dua Pamen TNI AD, dua Pamen TNI AU, dua Pamen TNI AL dan dua Pamen Polri
Hampir 25 persen kekuatan TNI ada diJawa Timur dengan kekutan 84.225 prajurit yang berasal dari TNI AD,TNI AU DAN TNI AL, Sehingga menjadi Komandan Upacara pada HUT TNI ke 70 Thn di Lapangan Kodam V Brawijaya adalah prestasi tersendiri bagi seorang Fikri Musmar.

 

PROFIL
Fikri Musmar Lahir di Prabumulih Sumatera Selatan 23 Mei 1976 dinaungi Shio Naga Tanah, anak ketiga dari 5 bersaudara dari pasangan orang tua yang sederhana dari kalangan pendidik (Guru) sang ibu H Marwiyah Rifa’i adalah seorang guru ngaji di sekolah sekolah Madrasah , yang juga penyandang gelar Juara Nasional MTQ pertama pada tahun 1968, Sang bapak H. Mustofa HZ, yang juga dari kalangan guru akhirnya meniti karir di Pertamina dengan memulai jabatan rendah hingga mencapai jabatan Manager, keputusan berkarier di Pertamina adalah saat diputuskan untuk berhijrah ke kota Prabumulih dari kampung halamannya, berdasarkan mimpi sang ibu yang melihat gambar dua Kuda Laut disuatu tempat. Saat berhijrah ke kota Prabumulih sang bapak tidak langsung bisa bekerja di Pertamina, selama menunggu seleksi masuk menjadi pegawai sang bapak menjadi penjaga Perpustakaan disebuah sekolah SMP , ketabahan dan KETEKUNAN dalam berkarya dan berkehidupan kedua orang tuanya menurun kepada Ahmad Firi Musmar sehingga dijadikan pedoman dalam belajar dan berkarier kelak

Musmar Muda lulus dari SMP Negeri Lirik Rengat Kab Indragiri Hulu Riau dengan NEM Tertinggi, masuk ke SMA Negeri 3 Palembang menjadikan dirinya sadar bahwa Pendidikan di daerah mesti ada ketertinggalan dibandingkan dengan pendidikan di kota, menjadi pemegang NEM tertingi di SMP nya tidak menjadikan dia hebat dan menonjol di SMA dikarenakan siswa siswa yang lain juga pintar pintar dan bahkan lebih pintar, Musmar muda harus mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan agar tetap bisa bersaing dengan teman temannya yang lain, yang mendapatkan pendidikan di kota dengan kualitas yang lebih baik, Dia ingat pedoman orangtuanya “Tekun” agar bisa bersaing mencapai prestasi, Hal tersebut terbukti musmar muda di SMA terpilih menjadi Pengibar bendera Pusaka di Istana Negara pada tahun 1993 mewakili Provinsi Sumatra Selatan setelah melalui seleksi yang ketat dan berat

musmar7

Menjadi PASKIBRAKA ISTANA
Musmar Muda pada Juli tahun 1993, terpilih menjadi Anggota Pengibar Bendera Pusaka di Istana Negara memperingati 48 Thn Kemerdekaan Indonesia. 54 putra putri terbaik negeri ini, dikarantina untuk persiapan upacara perayaan Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945. Mereka menjalani latihan ketat dari para pembina dan pelatih Paskibraka agar upacara bendera di hadapan Presiden Soeharto saat itu berjalan lancar.

Seorang pemuda dari Sumatera Selatan Ahmad Fikri Musmar berhasil mencuri perhatian para senior karena kekurangannya hingga akhirnya dia terpilih menjadi pengibar bendera merangkap Komandan Pleton 8.
Pengalaman ini menjadi hal yang paling berkesan bagi Fikri Musmar. Waktu itu ada 54 anggota Paskibraka dari 27 provinsi di Indonesia. Saat baru masuk karantina, mereka dilatih kecakapan baris berbaris.

“Dari 54 orang itu kalau yang barisnya nggak benar kan dipisah, dari 54 berkurang menjadi 15 terus 10 lalu 5 dan terakhir sisa 1 yang paling jelek baris berbarisnya. Dan yang satu itu saya,” kata Ahmad Fikri Musmar
Fikri harus menjalani latihan sendiri dan terpisah dari teman-teman yang lain. Selama satu hari penuh dia mendapat latihan intensif.
“Dilatih tangannya nggak boleh begini, angkat kakinya kurang. Itu satu hari penuh dan rasanya malu,” ucapnya.

Insiden itu membuat Fikri dikenal oleh para senior dan pelatih. Meski malu, Fikri menjadikan hal itu sebagai pelajaran dan membuatnya lebih giat berlatih.
“Pelajarannya di saat saya gagal jangan pasrah terus maksimalkan dan berusaha lebih baik,” katanya.
Semangat belajar itu akhirnya membawa Fikri terpilih dalam kelompok 8 yang bertugas untuk mengibarkan bendera. “Begitu seleksi jadi pengibar, malah jadi Komandan Pleton 8 pengibaran bendera pagi,” ucap ayah 1 anak ini.
Bendera Merah Putih pusaka dilipat oleh Musmar dan 2 temannya di Istana sebelum upacara pengibaran bendera

Hal lain yang membekas dalam diri Musmar adalah soal disiplin.
Para Paskibraka dilatih untuk tepat waktu, kuat mental, fisik dan tanggung jawab. Selain itu juga rasa cinta Tanah Air melekat di hatinya.
“Seperti kemarin saya jadi komandan upacara di Surabaya. Begitu selesai pelaksanaan saya langsung ketemu adik-adik Paskibraka, saya sampaikan semangat Merah Putih dan perjuangan bangsa meraih kemerdekaan,” katanya.

Selama waktu seleksi sampai 16 Agustus, seorang anggota calon Paskibraka dinamakan “CAPASKA” atau Calon Paskibraka. Pada waktu penugasan 17 Agustus, anggota dinamakan “PASKIBRAKA”, dan setelah 17 Agustus, dinamakan “PURNA PASKIBRAKA”.
Lambang Anggota Paskibraka adalah bunga teratai.
– Tiga helai daun yang tumbuh ke atas: artinya paskibraka harus belajar, bekerja, dan berbakti
– Tiga helai daun yang tumbuh mendatar/samping: artinya seorang paskibra harus aktif, disiplin, dan bergembira

Artinya adalah bahwa setiap anggota paskibraka memiliki jiwa yang sangat mulia. dan mengapa Lambang Anggota Paskibraka dilambangkan dengan Bunga Teratai. Karena Bunga Teratai tumbuh di lumpur dan berkembang diatas air yang bermakna bahwa anggota Paskibraka adalah pemuda dan pemudi yang tumbuh dari (Orang Biasa) tanah air yang sedang bermekar/berkembang dan membangun.

musmar6

HIKMAH Menjadi Seorang PASKIBRAKA
Pelajaran yang diterima di Paskibraka itu terus diterapkan dalam kehidupan Fikri Musmar . Usai tamat SMA dia memilih masuk Akademi Militer pada Thn 1994 dan lulus tahun 1997. Lalu mengikuti pendidikan kecabangan Infantri di tahun 1998 , sekali lagi pengalaman menjadi yang terbaik di daerah belum tentu bisa terbaik di tingkat Nasional. Pendidikan di Jawa lebih unggul dibandingkan di daerah pada saat itu, Ahmad FikriMusmar lulus AKABRI di peringkat 75 an diantara 350 an lebih siswa Taruna, dengan nomer akademis 258, Dipendidikan Kecabangan Infanter Musmar mengejar rankingnya menjadi ranking ke 36 dari 180 siswa, berlanjut dipendidikan pendikan lainnya Musmar terus mengejar ranking , di Pendidikan Komando musmar lulus Ranking 2 dari 36 siswa, dipendidikan Sandi Yudha musmar menyodok ranking 2 dari 10 orang. saat mengikuti pendidikan Sekolah lanjutan Perwira (Selapa) mendapat ranking 13 dari 200 siswa, dan saat mengikuti pendidikan SESKO AD mendapat ranking 6 dari 269 siswa.

Mengejar Ranking terus dilakukan untuk menjadi yang terbaik dengan pedoman tabah dan Tekun, dari orang tuanya, disela ketertinggalan Pendidikan didaerah ( Sumatera) dibanding di Jawa saat itu,
Sejak lulus dari Akademi Militer pada Thn 1997 hingga 2015 dihabiskan meniti karier di Komado Pasukan Khusus (KOPASSUS) berbagai jabatan disandang mulai menjadi Danton, Dan Tim Intel Ops, Pasi Ops, Wadanyon, Pabandya Ops. Danyon, komandan Sekolah Sandi Yudha hingga akhirnya menjadi Dandim setelah mengikuti Susdandim

musmar4

BERKELUARGA
Musmar sebagai Perwira pertama mengejar prestasi menjadikan diri nya agak lupa dalam urusan asmara, dan mencari pendamping hidup, disaat sudah menjadi Kapten Senior dan hampir mengikuti Selapa Musmar yang saat itu sudah berumur 30 Thn akhirnya mendapatkan tambatan hatinya, berkenalan dengan gadis Betawi Sunda putri seorang Wiraswata, pada Bulan Maret 2006

Musmar sekali berkenalan dan menyatakan cintanya hanya membutuhkan waktu dua minggu, dan menyatakan ingin membina rumah tangga ditempuh dalam masa satu bulan pacaran, Musmar mengatakan bahwa dia tidak mencari seorang pacar tetapi mencari seorang Istri, beruntung sang Tambatan hati gadis cantik yang bernama  Ira Sulaeman 25Th, tidak menolak dan menerima pinangan sang Kapten Muda tersebut,
Kapten Musmar memberanikan diri melamar sendirian dihadapan kedua calon mertuanya pada bulan April 2006, Satu bulan kemudian pada bulan Mei orang tua sang Musmar datang melamarkan anaknya.
Mereka berdua melakukan pernikahan pada 5 Agustus Thn 2006 dan pada Tahun 2007 langsung dikaruniai seorang Putri diberi nama ” Zafira Shakila” yang berarti kemenangan dari seorang yang cantik dan menawan
Keluarga muda yang bahagia dengan seorang putri hanya berkumpul sebentar karena Musmar harus bertugas di Papua pada Thn 2008 meninggalkan anak dan istrinya.

Bertugas dari Kopassus hingga 2015. Karier Fikri semakin moncer dan kini ditugaskan menjadi Komandan Kodim 0830/Surabaya Utara. Diangkat “Bulan Juni lalu” , baru 4 bulan tugas di Surabaya.
Latihan disiplin saat Paskibraka yang diajarkan berguna hingga sekarang, sehingga musmar menjadi seorang militer itu sudah melekat dan biasa, Pelajaran Ketabahan dan Ketekunan dari orang Tua sangat membantu dalam belajar dan mencapai karier ”

Demikian saat dipercaya menjadi Komandan Upacara di dua event penting Musmar mempersiapkan diri dengan baik, persiapan fisik dan mental dilakukan selama dua minggu untuk mendapatkan hasil yang terbaik untuk Nusa dan Bangsa

musmar5

Pesan dan Kesan
Menjadi seorang Prajurit dan Perwira lulusan Akademi Militer adalah salah satu pilihan karier bagi generasi muda sekarang, Banyak kesan yang salah beredar di masyarakat bahwa untuk menjadi seorang Taruna harus membayar dengan nominal yang besar, atau kesan bahwa bahwa menjadi seorang Taruna hanya untuk orang Kaya dan Sangat Pintar, itu tidak sepenuhnya benar,

Letkol Inf Ahmad Fikri Musmar penyuka angka lima ini, mengatakan Dirinya adalah seorang Remaja dari daerah luar Jawa dengan segala ketertinggalannya yang mengikuti seleksi menjadi Paskibraka Nasional dan mengikuti seleksi Taruna tanpa harus membayar sepesepun, semua dilakoni dengan berbekal mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan ketabahan dan Ketekunan, Musmar hanya sekali mengikuti ujian masuk AKMIL dan menjadi pendaftar pada gelombang terakhir, karena kesiapan diri yang baik dia bisa melewati seleksi tingkat daerah dari 700 peserta hingga terseleksi 75 orang mewakili Sumatera selatan. Hingga Pantukir di Magelang menyisakan 25 orang masuk ke Taruna TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polisi , dari 25 orang yang terpilih 7 orang masuk di AKMIL TNI AD,
Jangan berkecil hati dan persiapkan diri untuk berkarier di militer dan jangan percaya terhadap bujuk rayu calo yang membujuk rayu bisa memasukan dengan menyogok sejumlah uang,
Fikri Musmar menyatakan dirinya masuk tentara tanpa membayar sepeserpun dan tidak mempunyai koneksi Tentara karena dalam keluarganya tidak ada yang berkarier di militer

Yang Kedua untuk generasi Muda dari kalangan atas (berada)  Musmar menyampaikan bahwa berkarier di Tentara adalah salah satu pilihan untuk menyalurkan jiwa petualang yang positif dan mendapatkan pelatihan Disiplin, Leader ship, Jiwa Pemimpin dan Managerial untuk menjadikan sebagai Pemimpin dalam bidang apa saja, dari sistim pendidikan di Militer dan bisa menambah ilmu dari mana saja mengembangkan potensi diri. Musmar Sendiri menambah keilmuan ekonomi dengan menyandang gelar S1 Sarjana Ekonomi management dari Unkris Jakarta pada Thn 2010.
Banyak purnawirawan TNI yang sukses dalam berbisnis karena menerapkan ilmu yang didapat dari militer

Dalam Bidang apa saja baik itu militer dan lain lain harus ditambahi dengan Rumus TEKUN, banyak orang pintar , jujur, Kuat dan lainnya kurang berhasil dalam pendidikan dan kariernya dikarenakan kurang TEKUN seperti yang diajarkan oleh orang tua Musmar.
“ Bhirawa Anoraga “ Gagah Perkasa Sakti mandra guna tapi tetap rendah hati ,, ucap Letkol inf Ahmad Fikri Musmar dalam menutup sesi wawancaranya

“ Prajurit Indonesia bukanlah prajurit sewaan, bukan prajurit yang menjual tenaganya karena hendak merebut sesuap nasi dan bukan pula prajurit yang mudah dibelokkan haluannya karena tipu dan nafsu kebendaan. Tetapi prajurit Indonesia adalah dia yang masuk ke dalam Tentara karena keinsyafan jiwanya, atas panggilan Ibu Pertiwi dengan setia membaktikan raga dan jiwanya bagi keluhuran bangsa dan negara ” (Amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman)

Hari sudah beranjak sore kami admint mendapatkan pengalaman dan kisah baru dari sosok Profil seorang Prajurit , semoga menginspirasi bagi generasi muda dan anak bangsa ,.,sampai jumpa dalam profil Prajurit yang akan datang

By Admint YPG
Gambar by Admint YPG dan Dok Pribadi

Share.

8 Komentar

  1. Setuju
    “ Prajurit Indonesia bukanlah prajurit sewaan, bukan prajurit yang menjual tenaganya karena hendak merebut sesuap nasi dan bukan pula prajurit yang mudah dibelokkan haluannya karena tipu dan nafsu kebendaan. Tetapi prajurit Indonesia adalah dia yang masuk ke dalam Tentara karena keinsyafan jiwanya, atas panggilan Ibu Pertiwi dengan setia membaktikan raga dan jiwanya bagi keluhuran bangsa dan negara ” (Amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman)

Leave A Reply