MENYINGKAP ANCAMAN TERHADAP NEGARA DAN RENCANA KONTIJENSINYA

6

fgd-upn6

Dalam rangka HARI ULANG TAHUN TENTARA NASIONAL INDONESIA KE 71 Thn

Kami  Patriot Garuda bekerjasama dengan UPN Veteran JATIM dan Gerakan Bela Negara JATIM  Membuat Focus Group Discussion (FGD)

dengan tema

MENYINGKAP ANCAMAN TERHADAP NEGARA DAN RENCANA KONTIJENSINYA “

Yang  diadakan pada Tanggal 15 Oktober 2016 di Gedung Pasca Sarjana Kampus Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jl Rungkut Madya Surabaya

 

LATAR BELAKANG Focus Group Discussion (FGD)  :

Panglima TNI Berkeluh

Sepanjang sejarah pemerintahan RI, boleh jadi baru kali ini seorang Panglima TNI berkeluh kesah. Sebuah keluh-kesah yang bisa ditafsirkan positif tapi bisa juga negatif. Kelu- kesahnya Panglima TNI terletak pada tidak pernah adanya pasokan info dari kalangan intelejens, tentang apa yang menjadi ancaman bagi Indonesia. “Sejak saya Kolonel…”, kata Gatot Nurmantyo, Jenderal bintang empat dengan menekankan , bahwa keringnya pasokan info itu sudah berlangsung lama. Pernyataan itu disampaikan Panglima TNI dalam wawancaranya dengan majalah “Forum”, bertepatan dengan tibanya HUT TNI Tahun  ini.

Dengan merujuk pada pangkatnya dulu yang empat tingkat di bawah pangkatnya sekarang, hal ini menandakan, ketiadaan pasokan informasi penting itu sudah cukup lama dia pandang sebagai sesuatu serius. Mungkin hal itu terjadi sejak era pemerintahan SBY(2004 -2014) atau bahkan sewaktu masih di era kepresidenan Megawati Soekarnoputri ( 2001 – 2004) Kalau demikian keadaannya, sangat gampang mencari sebab musababnya. Tinggal kita tanya saja kepada para Jenderal yang pernah memimpin BIN (Badan Intelejens Negara). Seperti Hendropryono (era Megawati) atau Sjamsir Siregar, Sutanto (eks Kapolri) dan Marchiano Norman, semuanya di era SBY.

 

Tujuan Focus Group Discussion (FGD)

Mengenal dan mengetahui Contigency Theory yang terbagi

  1. Teori Konflik
  2. Teori Kontijensi
  3. Teori Penanganan Masalah
  4. Teori Ancaman

Dengan mengenal Contigency Theory sehingga mengetahui Persepsi ancaman dari state dan non state, ancaman militer dan non militer kepada NKRI

Nara Sumber akan dibagi dengan 3 pokok Bahasan yaitu:

  1. Memetakan Potensi Ancaman konflik dan Kontijensinya
  2. Bagaimana Menangani potensi Ancaman (How To Solve The Problem)
  3. Tanda dan Eskalasi Ancaman

 

Sehinga bisa ditarik kesimpulan dalam FGD apa saja potensi ANCAMAN TERHADAP NEGARA DAN RENCANA KONTIJENSINYA untuk kita berikan kepada DPR RI , KEMEHAN, dan MABES TNI.

 

SUSUNAN ACARA Focus Group Discussion (FGD)

08.00 – 08.30                       Tanda Tangan absen kehadiran Panitia

08.30 – 08.40                       Pembukaan dan Menyayikan Lagu Indonesia Raya

08.40 – 08.50                       Sambutan Ketua Panitia

08.50 – 09.00 .                     Doa

09.00 – 09.10                       Sambutan Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya

09.10 -09.20                        Sambutan Danrem 084 Bhaskara Jaya

ACARA POKOK

09.20 – 10.05                       Pembicara I Kolonel P (Purn ) Ir, Jusuf

dengan materi “ Memetakan Potensi Ancaman konflik dan Kontijensinya

10.05 – 10.50                       Pembicara II Dr. Ir. Zaenal Abidin, MS “ Tanda dan Eskalasi Ancaman Terhadap Negara “

10.50 – 11.35                       Pembicara III  Kolonel Mar Budi Santoso MAP dengan Materi” Bagaimana Menangani potensi   Ancaman (How To Solve The Problem)

11.35- 12.50                        Paparan Penanggap dan Tanya Jawab

12.50 – 13.00                       Penutupan menyanyikan Lagu Padamu Negeri

13.00 – selesai                    Potong Tumpeng  oleh Wakil Masyrajat JATIM diberikan ke DANREM 084/ BJ dan  Makan siang

 

PESERTA Focus Group Discussion (FGD)

Peserta akan dihadiri oleh Anggota Majelis Patriot Garuda, Pejabat Sipil dan Militer (FORPIMDA)  Komponen Mahasiswa . perwakilan dari Organisasi Masa, Organisasi Pemuda, BEM Universitas Universitas di JATIM dan lain lain yang berjumlah sekitar 90 Orang

fgd-upn4

PEMATERI PERTAMA

DISAMPAIKAN PADA FOCUS GROUP DISCUSSION
PATRIOT GARUDA BEKERJA SAMA DENGAN GERAKAN BELA NEGARA
DI PASCA SARJANA UPN VETERAN
SABTU, 15 OKTOBER 2016

MENYINGKAP ANCAMAN TERHADAP NEGARA DAN RENCANA KONTIJENSINYA
OLEH : KOLONEL LAUT ( PURN.) Ir. JUSUF MAHDI, MM.

ANCAMAN DAN TANTANGAN YANG SEBENARNYA.

Peri – Kemanusiaan dan Peri – Keadilan.

Mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia

Untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia , yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab , Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan, serta dengan mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

ANCAMAN
YAITU USAHA YANG BERSIFAT MENGUBAH KEBIJAKSANAAN YANG DILAKUKAN SECARA KONSEPSIONAL (TERENCANA DAN TERARAH), BAIK MELALUI TINDAK KRIMINAL MAUPUN POLITIS.
ANCAMAN DIBEDAKAN MENJADI DUA, YAITU ANCAMAN MILITER DAN NON MILITER.
DAPAT BERASAL DARI INTERNAL ATAUPUN EKSTERNAL.

ANCAMAN MILITER
DARI INTERNAL (DALAM NEGERI) BERUPA :
* GERAKAN SEPARATISME
* PERUSAKAN LINGKUNGAN SECARA BESAR-BESARAN
* SABOTASE DARI DALAM NEGERI
* AKSI TERORISME
* KONFLIK HORIZONTAL DAN KOMUNAL
* PEMBERONTAKAN BERSENJATA
* AKSI KEKERASAN DAN KEJAHATAN YANG BERBAU SARA

DARI LUAR NEGERI BERUPA :
* AGRESSI, SPIONASE, SABOTASE
* PELANGGARAN WILAYAH
* AKSI TEROR JARINGAN INTERNASIONAL

ANCAMAN NON MILITER
DARI INTERNAL (DALAM NEGERI) BERUPA :
* KEMISKINAN
* KEBODOHAN
* KETERBELAKANGAN
* NARKOBA
* IDEOLOGI EKSTREM

ANCAMAN DARI LUAR NEGERI BERUPA :
* PENGARUH ARUS GLOBALISASI
* JARINGAN NARKOBA INTERNASIONAL
* PROPAGANDA DARI MEDIA ASING

ANCAMAN DARI TERMINOLOGI BAHASA ADALAH :
SEGALA SESUATU YANG DAPAT MENIMBULKAN BERBAGAI SEBAB, AKIBAT DAN KEADAAN KEPADA SESEORANG , BAIK SECARA INDIVIDUAL, KELOMPOK, ORGANISASI DENGAN BERBAGAI EFEK DAN DAMPAKNYA

DAMPAK DAN EFEK ANCAMAN
RASA GELISAH, RESAH, TAKUT, KUATIR DLSB
RASA TAK NYAMAN, TERGANGGU, TERANCAM
BERPIKIRAN CURIGA, NEGATIF DLL
MERASA TIDAK TENANG, TIDAK AMAN DLL
TRAUMATIK, DEPRESSI, INSOMNIA , SAKIT, DLL
PSYCHOLOGICAL EFFECT
MENGASINGKAN DIRI, TERASING DLSB

ANCAMAN SECARA UMUM MELIPUTI BIDANG DAN ASPEK KEHIDUPAN

  1. IDEOLOGI
  2. POLITIK
  3. EKONOMI
  4. SOSIAL BUDAYA
  5. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
  6. MILITER, PERTAHANAN, KEAMANAN
  7. INDUSTRI
  8. KETAHANAN NASIONAL

ANCAMAN MANUSIA MASALAH DAN KONFLIK
SKALA ATAU PORSI KECIL
SEDANG ATAU BESAR
MENYANGKUT DIRINYA SEBAGAI INDIVIDU, TEAM, KELOMPOK, ORGANISASI DLSB

Masalah adalah sebuah hal yang menyangkut berbagai keadaan yang harus dihadapi manusia dimana dibutuhkan suatu cara untuk menyelesaikannya atau untuk bisa keluar dari permasalahan yang ada

Dari mana datangnya masalah ? Masalah bisa datang dari :
1. Dirinya sendiri
2. Dari orang lain
3. Dari keadaan dan lingkungan sekitarnya
4. Dari alam dan fenomenanya
5. Datang dengan sendirinya

fgd-upn5

KONTIJENSI
DALAM MENYELESAIKAN MASALAH HARUS DICARIKAN SOLUSI YANG DIPILIH UNTUK DIGUNAKAN SEBAGAI LANGKAH TINDAKAN
DENGAN MEMPREDIKSI PERKEMBANGAN SITUASI, KONDISI, TREND DLL HARUS DISIAPKAN BEBERAPA ALTERNATIF TINDAKAN.
TINDAKAN CADANGAN ITU DIGUNAKAN APABILA TINDAKAN UTAMA TIDAK DAPAT DIGUNAKAN.
INILAH YANG DISEBUT DENGAN TEORI KONTIJENSI

Mengelola konflik ( Managing Conflict )
Manusia dalam hidupnya pasti akan berdampingan dengan orang lain ( Makhluk Sosial )
Dia memerlukan orang lain sebagai MITRA dalam melakukan kegiatannya
Dalam kemitraan tersebut tidak tertutup terjadinya suatu perbedaan yang akan memicu terjadinya gesekan antara satu dengan lainnya
Terjadinya gesekan tersebut dikenal dengan istilah konflik ( conflict ) dimana bila dibiarkan akan berubah menjadi pertentangan yang akan semakin tajam dan besar.

Konflik didefinisikan sebagai hubungan antara pihak-pihak yang saling terkait yang melihat tujuan-tujuan dan nilai-nilai yang berbeda dimana melihat pihak lain sebagai pihak yang mempunyai potensi untuk mengganggu (keinginan mereka ) dengan kesadaran.
( Linda Putnam & Scott Poole ).

Konflik dipandang dari sudut pandang Ilmu Komunikasi adalah terdapatnya 2 pihak yang berbeda.
Sedangkan dari sudut pandang Ilmu Psychologi adalah lebih berkonsentrasi / memfokuskan kepada diri individu.
Sebelum terjadi konflik pasti ada BIBIT-BIBIT konflik, semakin besar bibit maka akan semakin besar pula konflik yang terjadi.
Namun kita tidak terlalu mempermasalahkan kedua sudut pandang tersebut sebab garis besar yang umum kita ketahui adalah bahwa aspek penting dalam Konflik meliputi adanya :
* 2 Pihak yang saling berbeda
* adanya ketergantungan antara satu sama lain
* terdapatnya ketidakcocokan
* adanya proses-proses tertentu
* adanya hasil ( outcomes)
* adanya bukti dan fakta yang dapat dirasakan

Komunikasi yang buruk akan memperparah konflik sebab akan menimbulkan masalah dan pertentangan, kehilangan kepercayaan, pengambilan keputusan yang buruk, orang saling tidak mau berbicara sehingga tidak terdapat penyelesaian masalah dan pada akhirnya akan makin memperburuk keadaan.

BIBIT KONFLIK AKAN SEMAKIN MEMBESAR ( ESKALASI KONFLIK ) BILA :
– TIDAK SEGERA DISELESAIKAN
– DIBIARKAN TANPA DIPERHATIKAN
– DIABAIKAN DAN DIANGGAP REMEH, BIASA, WAJAR, SESUATU YANG MUDAH, DLL.
– BISA DITANGANI DI LAIN WAKTU ATAU DI LAIN KESEMPATAN
– DIANGGAP BUKAN TUGAS KITA ATAU TIDAK AKAN MELIBATKAN KITA
– RASA TIDAK PEDULI TERHADAP ORANG LAIN, TERHADAP PERMASALAHAN ATAU HAL-HAL ANG TERJADI
– APATISME, CUEK, EGOIS, MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI, DLL.

Beberapa hal yang berkembang tentang konflik :
1. Terjadi karena kelemahan manajerial dan kepemimpinan ?
2. Terjadi karena lemah dan rentannya keorganisasian?
3. Bila dibiarkan apakah selesai dengan sendirinya ?\
4. Apakah konflik selalu membawa hal yang negatif atau merusak ? 5. Adakah konflik membawa hal yang positif ??
6. Arti Konflik : Perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat, oposisi, konfrontasi yang bersifat agresif, penyimpangan pikiran, tidak tercapainya tujuan

AKIBAT DARI ADANYA KONFLIK :

  1. PERTENTANGAN
  2. PERMUSUHAN
  3. PUTUSNYA TALI SILATURAKHIM
  4. KEHANCURAN
  5. SAKIT, GILA, MENGURUNG DIRI, STRESS, BUNUH DIRI, DLL.
  6. MAKIN MAJU DAN EKSIS
  7. TERMOTIVASI UNTUK BERUBAH DAN BERSAING

Cara dan sikap dalam mengelola Konflik
– Gunakan pandangan yang sehat
– Gunakan perasaan yang positif
– Sebagai suatu itikad yang baik
– Berperilaku konstruktif
– Serious dalam melakukan kegiatan
– Berkeyakinan bahwa kita bisa menyelesaikan masalah
– Taqwa kepada Tuhan YME , sabar, ikhtiar, ikhlas

SELAMAT BERJUANG, NKRI, PANCASILA DAN UUD 1945 NASKAH ASLI
HARGA MATI !!!

fgd-upn-3

PEMATERI KEDUA

Materi Dari Kolonel Mar Budi Santoso, MAP

Mengenai ISue Global yang diantaranya sbb;
Keamanan Global
Pergeseran isu keamanan global setelah berakhir perang dingin adalah ancaman tradisional dan non tradisional

- EKonomi dan Perdagangan
Ekonomi perdagangan berjalan secara tidak adil, ingin menjadi pemenang dan menguasai ekonomi dunia

Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial
Bangsa di dunia ingin keluar dari kemiskinan dan kesenjangan sosial, namun hingga kini justru melahirkan kemiskinan baru dan rentang kesenjangan yang semakin lebar

Pembangunan Internasional
Berakar dari tatanan neoliberal yang menggeser paradigma a state-led development ke arah a market driven development

Globalisasi dan Krisis Dempkrasi
Fenomena banyak wajah yang membawa implikasi negatif terhadap demokrasi, bahkan menciptakan otorisasi kekuasaan ekonomi trans-nasional

- Lingkungan Hidup : Energi dan Pemanasan Global
Kebutuhan energi semakin meningkat sementara persediaan semakin menipis. Energi dan pemanasan global sangat berpengaruh keamanan global, pangan global dan global governance

- Terorisme Global
Terorisme tidak lepas dari peran Amerika Serikat sebagai negara super power dalam mendesakkan kepentingan dan isu internasional, termasuk terorisme

- Hak Asasi Manusia
Semua isu memberikan peluang terhadap terjadinya pelanggaran HAM, terutama setelah muncul konsepsi HAM di bidang ekonomi dan sosial budaya

- Nasionalisme dan Konflik Etnik
Nasionalisme suatu bangsa tidak bisa disama ratakan menjadi satu wadah globalisasi, ada penyempitan di antara nasionalisme ke gerakan etnis yang berbahaya

- Polifesisasi Senjata Nuklir
Di satu sisi ingin menghentikan senjata nuklir namun di belahan dunia lain muncul keinginan untuk memiliki senjata nuklir

- Global Governance
Akibat globalisasi ekonomi untuk menjawab tantangan berkembangnya pusat kekuasaan, otoritas serta kompetensi baru di luar kerangka negara/bangsa

- Korupsi dan Money Laundring
Semakin marak dan melibatkan banyak aktor hingga melewati batas nasional, telah dimanfaatkan oleh tindak kejahatan trans national untuk mewujudkan keinginan mereka

- Kejahatan Human Tafficking
Pergeseran konsep keamanan tradisional menuju non tradisional, menjadi isu dalam perdagangan manusia, bahkan menembus batas antar negara

– Feminisme dan Kesetaraan Gender
Pergeseran tatanan global dalam melakukan hubungan internasional dan politik dunia menjadi pendorong peran dan kesetaraan gender

– Liberalisasi Pendidikan Tinggi
Perdebatan untuk menjawab apakah liberalisasi pendidikan tinggi menguntungkan atau sebaliknya merugikan jika dikonsep sebagai internalisasi pedidikan tinggi

– Kejahatan Drugs Trafficking
Perdagangan ilegal narkoba yang merajalela akan membahayakan umat manusia berusia produktif secara global

– Privatisasi air
Meningkatkan harga jual air sehingga menguntungkan pemilik modal, namun merupakan ancaman bagi kondisi sosial masyarakat karena tidak semua orang bisa mengakses air bersih

fgd-upn9

ISU KAWASAN REGONAL
– Kawasan Asia Timur
Tiongkok dengan kekuatan ekonomi dan jumlah penduduk, digunakan menunjang teknologi senjata militer telah digunakan untuk mengusik kepentingan negara-negara Asia Tengara yang berbatasan

– Kawasan Asia Selatan
India menerapkan liberalisasi ekonomi, mengembangkan teknologi informasi untuk mendukung sistem pendidikan generasi muda yang dapat diunggulkan
– Kawasan Pasifik Selatan
Australia aktif meningkatkan perannya berusaha menjadi bagian dari Asia, Gerakan Persaudaraan Melanesia dapat merangsang timbulnya separatis di Indonesia Timur
Asia Tenggara
memiliki kemajemukan etnik, geografis, geostrategi dan geopolitik menimbulkan perbedaan pandangan atas berbagai masalah yang bisa menimbulkan sentimen rasial

KONDISI NASIONAL
ASTRA GRATA terbagi menjadi dua yaitu
TRI GATRA
Geografi
Demografi
Sumber Daya Alam

PANCA GRATA
Idiologi
Politik
Ekonomi
Sosial budaya
Pertahanan Keamanan

Transformasi Sumber Daya Nasional
Transformasi sumber daya manusia menjadi prajurit TNI (komponen utama), menjadi warga negara yang siap melaksanakan bela negara secara fisik dan kekuatan pendukung upaya pertahanan negara sesuai profesi, serta perlindungan masyarakat

Transformasi sumber daya alam / buatan, flora, fauna, bahan tambang, sumber energi dan sumber daya lainnya yang memiliki nilai strategis, baik di darat, laut dan dirgantara menjadi cadangan material strategis dalam rangka mendukung logistik wilayah sebagai logistik tempur

Transformasi sarana prasarana nasional menjadi komponen cadangan dan pendukung dalam rangka perlawanan bersenjata maupun tidak bersenjata

Transformasi iptek nasional dan industri strategis menjadi kekuatan pertahanan negara untuk memproduksi barang dan jasa, penelitian dan pengembangan dalam rangka mendukung kebutuhan pertahanan/alat utama sistem senjata

Transformasi wilayah negara dengan menata ruang wilayah nasional menjadi bentuk tata ruang yang mampu mendukung terselenggaranya upaya pertahanan negara secara efektif dan efesien

Bersambung

fgd-upn1

Oleh Yayasan Patriot Garuda
Gambar Patsus Dede Sherman dan YPG

Share.

6 Komentar

  1. Joss, lngkap bgt. Kuda troya tlh masuk k jantung NKRI db tgh bersiap mngeluarkn pasukannya. Smg dpt dcgh tepat wktu

    Klo ad, share soft copy materi FDG nya..

  2. Mohon maaf bung Admin, istilah fgd bagi saya yg pernah nguli di perusahaan market research adalah menggali keunggulan dan kekurangan sebuah produk berdasarkan pengalaman user ( konsumen) untuk selanjutnya menjadi masukan bagi perusahaan produk bersangkutan. Fgd dilaksanakan diruangan yg nyaman dan tertutup dilengkapi rekaman audio video dan tanpa penonton. Narasumbernya user atau konsumen suatu produk, berjumlah 4-9 orang dipandu 1 orang moderator yg bertugas mengarahkan beberapa pertanyaan\tema, memoderasi fgd dan memastikan alurnya sesuai tema. Lama fgd 1-2 jam. Jadi yg aktif bicara adalah konsumennya. Dan tentu saja pulangnya mereka dikasih uang transport hehe..

Reply To m.amin Cancel Reply