untuk PERTIWI JAYATI

28

untuk PERTIWI JAYATI

deddy84

Jangan pernah jadi KSATRYA BERMENTAL TEMPE dan DURHAKA, yang membiarkan ibu nya PERTIWI dijajah dan diperjual belikan serta diperkosa kedaulatannya.

Dan memilih diam agar selamat, menolak membela ibunya karena tidak memberikan keuntungan bagi dirinya, keluarga dan golongannya.

Dikutuk semesta raya wahai engkau anak negeri yang melacurkan ibunya Pertiwi, semoga menjadi racun udara yang kau hisap, berubah jadi kotoran apa yang kau makan, dan berubah menjadi air mendidih apa yang kau minum.

Kalau ada diantara mereka … kalian bekas muridku di Puri Ksatryan, jangan pernah menghadapku lagi. Akan kukirim saudaramu yang tahu artinya dharma guna menghadapimu dan menghukummu karena berani melanggar sumpah ksatryamu. Hadapi utusanku dan terimalah dengan lapang dada apa yang menjadi karma burukmu

deddy85

untuk KADANG URUSAN DUNIA ITU TIDAK HARUS DISELESAIKAN OLEH KSATRYA TAPI ATAS BANTUAN SANG HYANG BHATARAKALA

Dari kemaren-kemaren kan juga sudah jelas petunjuk leluhur kepada kita.

Bila ada kekuatan besar melebihi keperkasaanmu hendak mengacaukan Nusantara, maka yang terbaik adalah LANGKAH PANGIWO. Karena jelas kekuatan lawanmu mampu melakukan bloking disemua lini guna melindungi kepentingannya.

Apakah sesungguhnya “langkah pangiwo” itu ?, langkah pangiwo adalah keputusan meninggalkan tata cara duniawi yang bisa diputar balikkan manusia dan menyerahkan urusan kepada keperkasaan Tuhan yang maha sempurna. Memohon keadilan dengan segera, melindungi yang benar dan mematikan yang salah.

Tapi sebelum melakukannya, ada baiknya kalian periksa niatanmu. Bila saja niatan itu tidak tulus dan mengandung ego sedikit saja, maka kalian akan jadi bagian sasaran Sang Hyang Bhatarakala yang sengaja dilepas dari pingitannya guna memangsa angkara murka.

Karena hasil akhirnya adalah “kematian yang mensucikan semesta”, jadi ….. tetaplah dijalannya dharma guna menjadi ksatrya payungnya alam raya ..

deddy86
.
ADA YANG KONYOL DALAM SEJARAH KERAJAAN MAJAPAHIT (WILWATIKTA) YANG SECARA LUAS DIAJARKAN DI SEKOLAH-SEKOLAH KITA …

Saya katakan konyol, karena merupakan kesalahan akibat ketidak telitian analisa dan diulang-ulang secara sistematis dalam materi kurikulum akademis sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) walaupun banyak ditemukan bukti baru yang seharusnya merubah paradigma lama.

KESALAHAN KESIMPULAN PERTAMA

Dalam kesimpulan atas runtuhnya kerajaan Majapahit, disebar luaskan bahwa itu terjadi karena Raja Hayamwuruk dan Mahapatih Gajahmada dianggap telah gagal melakukan regenerasi kepemimpinan sehingga menyebabkan pertikaian hingga Majapahit runtuh.

Kenyataannya yang ditemukan bukti arkeologis dan sejarah dilapangan, bahwa Raja Hayamwuruk adalah raja ke-4 Majapahit. Dan Mahapatih Gajahmada berkuasa mendampingi raja ke-3 dan raja ke-4 saja. Perlu anda ketahui bahwa selama Majapahit berdiri memiliki 14 (empat belas) orang raja. Sehingga dibawah Dyah Hayamwuruk masih ada 10 orang generasi raja.

Jadi amat tidak bijak sekaligus ngawur sekali, apabila ada kesimpulan keruntuhan Majapahit akibat ketidak mampuan kedua tokoh melakukan regenerasi kepemimpinan.

KESALAHAN KESIMPULAN KEDUA

Kerajaan Majapahit (Wilwatikta) disimpulkan berdiri dalam waktu yang singkat saja. Dan hanya berpengaruh lokal dan regional.

Kenyataan yang ditemukan dalam bukti arkeologis dan sejarah, bahwa Kerajaan Majapahit (Wilwatikta) berdiri selama 234 (dua ratus tiga puluh empat) tahun. Berdiri pada 12 Nopember 1293 di hutan Tarik, kemudian ibukotanya digeser ke pedalaman : Trowulan. Ibukota di Trowulan runtuh pada tahun 1478 akibat pertikaian kekuasaan internal dan kemudian ibukota Majapahit dipindahkan ke Dhahanapura. Ibukota di Dhaha runtuh akibat serangan dari Kesultanan Demak Bintara yang dipimpin oleh Sultan Trenggono (cucu dari Raden Patah) pada tahun 1527.

Selama beribukota di Trowulan telah melahirkan 12 orang raja, dan ketika di Dhaha melahirkan 2 orang raja. Banyak pihak berpendapat bahwa ketika di Dhaha tidak lagi menggunakan nama Majapahit, tetapi bukti yang ada menjelaskan bahwa raja Dhaha menerima beberapa tamu utusan asing diantaranya utusan Portugis : Tom Pierez tahun 1511 dengan tetap memakai tanda kebesaran Majapahit. Hal itu juga diperkuat dalam tulisan laporan perjalan sang tamu yang tersimpan di museum negaranya.

KESALAHAN KESIMPULAN KETIGA

Pendiri kerajaan Majapahit (Wilwatikta) dan para rajanya bernama gelar BRAWIJAYA.

Pada berbagai inskripsi sejarah yang ada, bahwa pendiri Majapahit Raden Wijaya telah mengambil rajakula RAJASAWANGSA atau mengklaim sebagai anak keturunan Rajasa sebagai penguasa dinasti Singhasari. Beliau juga memperistri putri Sri Kertanegara sebagai raja terakhir Singhasari.

Dalam perkembangan berikutnya ternyata generasi raja dibawahnya banyak yang justru lahir dari selir, dan itu tidak dapat lagi melegitimasi Rajasawangsa yang mensyaratkan perkawinan kekerabatan diantara keluarga Rajasa.

Hingga akhirnya diputuskan oleh raja ke 8 : Sri Kertawijaya untuk tidak menggunakan lagi rajakula Rajasa tetapi menggunakan rajakula baru WIJAYAWANGSA atau anak keturunan Raden Wijaya. Sebagai penguasa utama bergelar BHATARA membawahi raja bawahan bergelar BHRE, kombinasi kosa kata BHATARA WIJAYA inilah yang kita kenal sebagai BRAWIJAYA. Tidak muncul dalam prasasti ataupun dokumen kenegaraan tetapi hanya dalam Serat Babad Tanah Jawi dan sejarah tutur dikalangan masyarakat.

Disimpulkan bahwa raja ke 1 sampai ke 7 adalah berajakula RAJASAWANGSA dan raja ke 8 sampai ke 14 berajakula WIJAYAWANGSA atau BRAWIJAYA.

… bersambung besok untuk membahas kesalahan persepsi lainnya

deddy87

G A R U D E Y A

Dalam telaah ilmu ksatrya yang pernah saya pelajari, perjuangan terberat yang dilakukan oleh ksatrya sepanjang sejarah adalah pada konteks cerita Garudeya.

Dimana sang Garuda harus melakukan dua perkara berat : Menggugat keputusan para Dewa di Kahyangan dan Mengambil air suci Perwitasari. Menggugat para Dewa karena berlaku tidak adil kepada ibunya, seorang lugu yang taat beribadah tetapi harus menerima nasib buruk hanya karena dewa lebih menganak emaskan saudara tirinya para Naga yang ketika memuja dewa menyuguhkan persembahan bunga aneka rupa. Dan mengijinkan para Naga memperbudak ibu sang Garuda. Mengambil air suci Perwitasari dilakukan Garuda dengan keteguhan hati apapun resikonya (air suci abadi minuman para dewa, yang jelas akan dipertahankan para dewa), karena itu yang jadi kesepakatan syarat bagi Garuda guna membebaskan ibunya dari perbudakan saudara tirinya sang Naga.

Tidak ada satupun senjata para dewa mampu melukainya, tidak ada satupun para dewa mampu menahan niat dan perkasanya. Karena tubuh sang Garuda terlindungi oleh cahaya kemilau “dharma suci pengabdian anak kepada ibunya”. Bahkan Sang Hyang Wenang akhirnya mengabulkan kedua niatan Garuda, dan memerintahkan dewa Wisnu secara khusus mendampinginya. Agar kemarahan sang Garuda (garudhakrodha) tidak menghancurkan indraloka dan tepat mengenai para dewa keblinger saja.

Di akhir cerita, atas keperkasaan dan ketulusan pengabdian Garuda atas hukum semesta : Garuda dianugrahi sebagai warga kahyangan dan derajat setinggi dewa, tetapi keluhuran budi pekertinya menolak dan hanya bersedia menjadi tunggangan dewa Wisnu saat dibutuhkan guna memenuhi tugasnya menjaga semesta raya.

Garuda sudah menjalankan : DHARMA BHAKTI PUJA PERTIWI. Dharma tertinggi seorang anak dengan mempertaruhkan semua kesaktian dan nyawanya demi seorang ibu yang hendak dilepaskan dari perbudakan. Berani melawan kemapanan birokrasi para dewa yang ternyata didalamnya ada dewa keblinger yang menyebabkan ibunya dijajah para Naga. Garuda dengan tulus membuka dadanya menerima hantaman senjata sakti para dewa, berharap kalau lakunya salah dia akan mati saat itu juga tetapi bila lakunya benar akan senantiasa dalam perlindungan Sang Hyang Wenang.

Garuda yang tidak pernah dipandang oleh para dewa kini triwikrama (melakukan tiga langkah besar perubahan) menjadi GARUDAMUKHA, sosok yang dianugrahi keutamaan oleh Sang Hyang Wenang dan justru harus ditauladani oleh para dewa agar tidak mengulangi kesalahannya.

Ribuan tahun ajaran GARUDAMUKHA ini menyesaki hati dan nurani para ksatrya di Jawa Timur sebagai ilmu wajib pemerintahan dan bela negara. KAHURIPAN – DHAHA – SINGHASARI – MAJAPAHIT adalah empat kerajaan yang berpondasikan ilmu ini dan mampu menjadi pemimpin konfederasi kerajaan Nusantara di eranya.

Apakah ilmu tersebut masih ada ? Dan apakah negara INDONESIA modern masih membutuhkannya ?

Ya jelas kita masih membutuhkannya, karena sampai kapanpun kaum Naga yang hendak memperbudak ibu Pertiwi itu juga ada. Dan hanya ksatrya semacam Garuda ini yang mampu mendobrak kegilaan pemutar balikan hukum semesta, bersenjata keyakinan yang tajam dan bertameng pada ketulusan yang kokoh. Ilmunya masih berdegub kencang di sini, lokasi tempat berlatih lahir dan batin berupa candi, goa, gunung, air terjun dan lautan luas juga masih ada dan tidak berpindah tempat.

Yang jadi pertanyaan … Apakah masih ada seorang ksatrya yang sanggup memainkan DHARMA GARUDAMUKHA di era materialisme yang menghalalkan segala cara seperti saat ini ???

Tidak usah menengok kekiri atau kekanan mencari sosoknya, cobalah tengok hatimu sendiri. Apakah dirimu mau berkorban dan mampu membebaskan ibumu Pertiwi dari segala bentuk penjajahan …..

Selamat menjalankan DHARMA BHAKTI PUJA PERTIWI

Jaya – Jaya – Wijayanti

dedenew456

Oleh Patsus Deddy Endarto Wilwatikta untuk BERKACA KEMBALI PADA ILMU GARUDAMUKHA YANG JADI SYARAT UTAMA BAGI PEMIMPIN NUSANTARA
Gamabr Google dan Patsus Dede Sherman

Share.

28 Komentar

  1. Nusantara Raya on

    Aku masih dengan bangga mengucap aku mental TEMPE.
    Masalah??????
    Aku leturunan pembuat TEMPE dan mental ku adalah mental TEMPE. Dr jaman sebelum majapahit ada. Ilmu TEMPE adalah karya adiluhur leluhur kami. TEMPE identitas kami.
    Terus kalau aku mental TEMPE masalah bagi anda sang penulis?????
    Fu×k….
    Emosi juga akhirnya. Pake peribahasa yanh lebih BERADAB bung!!!!!

  2. Nusantara Raya on

    Sudah biasa mabok kecubung. Yang penting tidak merugikan orang lain. 3hari 3malam nyungsep di kolong tempat tidur.
    Maaf bung semua. Jika tdiak sependapat masalah TEMPE silahkan hak masing2. Khilaf para pendahulu yang mengekpresikan kata2 yang berkonotasi jelek kepada MENTAL TEMPE mohon bisa dihilangkan, walaupun pelan.
    TEMPE tetap mendunia.
    Dan Mental ku TEMPE.
    Kan kucoba membuktikan ke dunia, ku majukan Indonesia tercinta ini dengan MENTAL TEMPE ku.
    Semoga Allah meridoi….
    Salam perjuangan

  3. Hehehehe…
    Bung nusantara raya iki podo wae karo bung Penggemar Tempe opo yo..?.. Ono opo to karo tempe.?? Menjadi pengrajin tempe dan mendapatkan nafkah dari tempe bukan berarti harus sensitif dgn kata tempe yg digunakan sbg kiasan kat dalam berkomunikasi.
    Kan sdh pernah dbahas masalah penganan tempe..lha rakyat nusantara klo gak makan tempe bukan bangsa nusantara namanya.. hehehehe…siapa org di Indonesia yg ga pernah makan tempe..?? Pasti semua pernah dan sering makan tempe..baik tempe goreng, mendoan maupun keripiknya..slow bung..
    Sbg kiasan dalam sebuah artikel kita hrs bijak memahaminya.. Bukan bermaksud merendahkan makanan tradisilonal kita sendiri namun kata2 kiasan ini lbh kepada mengkritik generasi muda dan rakyat Indonesia serta para ksatrianya utk bangun dan bertindak menjalankan darmanya, bukankah sukarno juga pernah mencetuskan perumpamaan ini..? Saya yakin beliau bahkan lbh nasionalis dibanding kita..
    Kita hrs tau latar belakang diucapkannya kiasan tsb..
    Jika kita boleh bertanya..Apakah tempe secara harfiah merp keadaan kondisi mental seseorang..?
    Tempe sbg makanan adl sumber protein nabati yg berguna bagi tubuh dan merupakan makanan tradisonal bangsa ini.
    Mengapa dijadikan kiasan oleh bung Karno..?? Krn pada saat itu rakyat bangsa ini byk yg msh ragu berjuang, tunduk dan nrimo pada perlakuan belanda dan blm bersatu utk mengusir penjajah shg perlu suatu kata yg mewakili bangsa ini utk menngelorakan semangat dgn menyentil makanannya sehari2…maka dicetuskanlah suatu kiasan utk mewakili mental bangsa yg merp makanan ssehari2nya ini agar bangkit melawan penjajahan dan bertindak sbg rakyat yg ingin merdeka.. Dan dalam artikel ini kata tsb digunakan utk menggambarkan mental para ksatria yg hanya berdiam diri mencari selamat sendiri tanpa mau membela bangsanya walau melihat bangsanya di hancurkan dan diperkosa kedaulatan di depan matanya.
    Sekali lagi ini kata kiasan dan bukan tempe sbg makanan tradisional kita..
    Jika ada yg mengatakan tempe sbg makanan yg merugikan kesehatan maka kita bisa mendebatnya dari sisi kandungan protein dan gizinya, bukankah di negara samiri dan jepang saat ini tempe menjadi makanan favorit dan memiliki nilai jual yg tinggi..?? Mudah2an tempe bisa diakui dunia sbg kekayaan makanan tradisional bangsa ini.
    Adios# memang kita hrs bijak dalam mengartikan makna dari suatu kata shg tdk mudah tersulut emosi yg tdk perlu..

    • Nusantara Raya on

      Trims bung BW.
      Sekali bukan masalah beda pendapatnya. Saya juga menyebutkan, khilaf dr pendahulu kita yang (mungkin)merasa geram pada waktu itu.
      Tapi alangkah seyogyanya stigma dan konotasi jelek terhadap kata mental TEMPE juga harus dibenahi.
      Ucapan dan tulisan bisa menjadi “doa” yang sangat maha dahsyat ketika sang ILLAHI mengAmini.
      Seolah kita menghakimi makna TEMPE ketika dipadukan dengan kata mental menjadi makna yang jelek. terasa kita meludah ke atas untuk jatuh dimuka kita sendiri, nggak lucu bukan?
      Dalam kamus bahasa Indonesia juga tidak ada kata mental tempe. Dan seyogyanya tidak usah dipakai.
      Sekalian aja kalau penulis mau ungkapan konotasi jelek lebih baik menggunakan kata pengecut, supaya tidak menghakimi kata tempe.
      Tempe adalah ilmu logika dengan berbagai macam ilmu yang dikandungnya dan bukan ilmu teori lagi.
      Tetap TEMPE di hati dan akan mendunia.
      Salam perjuangan

    • Penggemar tempe on

      Pdhl aku nek wis weruh tempe pupu loro tak silakke wekekekek…..
      Bung bw Saya beda dgn bung nusantara raya.
      Bung bw ada pertayaan
      saya beranggapan bhw tni sprti sdh tak berdaya menghadapi prahara bangsa ini. Tni seprti berteriak melawan tp tanganya terikat.
      Saya berfikir jika tni yg kuat saja sprti sdh tak mampu melawan lalu bgmn dgn kami rakyat yg lemah. Ataukah memang kita sama2 hanya bs melihat tanpa bs melawan kejahatan trhdp bangsa ini. Saya tdk yakin bahwa bangsa ini sdh merdeka. Maaf bung kalo ada kata yg salah dlm menyampaikan tp memang demikianlah jeritan hati saya sebagai rakyat

      • Hehehehe….
        Sehat selalu bung@PT… Jika melihat posisi TNI saat ini anda pasti mengerti.. Apalagi jika melihat statement panglima di ILC.. TNI sejak reformasi tdk memiliki fungsi politik apapun.. Bukankah saya sdh pernah mengungkapkannya..?? Dwi fungsi abri sbg salah satu instrumen TNI dlm kehidupan sosial politik di parlemen dicabut dan TNI hrs kembali ke barak dan hanya menjadi alat negara utk menghadapi musuh dari luar.
        Bagaimana jika musuh menghancurkan dari dalam menyusup ke sendi2 negara melalui parlemen dan pemegang kekuasaan..?? Dgn pola proxy war dan asimetris spt sekarang lewat amandemen UUD 45 dan pelemahan Pancasila serta penghancuran mental moral generasi muda via narkoba, miras pornografi, LGBT,gaya hidup hedonis. Materialis dgn bertameng HAM dsb..
        Wilayah negara utuh..tapi dalamnya (rakyat+kehidupannya) keropos dan hancur.. Hanya tinggal menunggu waktu hilangnya negara itu dari peta dunia dan menjadi bancakan para begundal dan kembali bangsa ini diperbudak setelah merdeka.
        Di saat TNI secara konstitusi hanya sbg alat negara maka tdk mengherankan mereka hanya mampu mengelus dada dan menghimbau para pemangku kekuasaan dan rakyat utk aware thd kondisi bangsa.. meilihat kehancuran sedikit demi sedikit dilakukan oleh para begundal dgn bantuan para kompradornya di negeri ini mereka hrs bekerja extra mengamankan negeri ini dgn kaki dan tangan terikat uu konstitusi.
        Pada saat bangsa ini mulai bergejolak disitulah TNI memiliki wewenang utk turun tangan melindungi dan mengamankan negeri ini dgn terlebih dahulu menyadarkan komponen masyarakat utk ikut bela negara,.
        @bung Nusantara Raya..sudahlah tdk perlu dipertajam ungkapan yg hanya bersifat kiasan.. Toh ini juga bukan bagian dari SARA yg sgt sensitif.. bukankah dgn begitu kita akan selalu sadar bahwa tempe adl kekayaan kuliner bangsa kita..?? Coba kalo ada negara lain yg mengklaim pasti rame..hehehehe
        @bung Chak.. Lha piye ane disangka yg hapus komen ente..admine ndan NS di mariiii..ane mah cuma apa atuh..xixixixixi..tp ya ojo kasar2 karo sedulur dhewe..kecuali bersifat adudomba dan fitnah kita kupas tuntas kulitnya hehehehe..
        Adios#semoga Allah Swt melindungi bangsa ini dan membangunkan seluruh rakyat bangsa ini utk sadar akan bahaya yg mengancamnya..

        • Penggemar tempe on

          Trmksh bung bw.
          Berbuatlah sesuatu wahai para patriot.
          selamatkan indonesia.
          Pimpinlah kami berjuang jika masa itu telah tiba

    • Nusantara Raya on

      Maaf juga bung Chak. Saya akhirnya juga tidak membaca. Karena di awal sudah ada tulisan tebal yang bikin mata ini jadi tidak berselera untuk membaca.
      Kalo didunia nyata melihat bentuknya aja langsung selera ngeces saya.
      Tetap aja TEMPE lebih logika drpd cerita mistik.
      Tempe dihati tempe mendunia.
      Salam perjuangan

      • Mohon maaf, Menurut saya anda hanya berniat ingin mengaburkan isi tulisan ini bung. Dari masalah ajaran dharma sebagai patriot bangsa ke masalah makanan. Tujuannya adalah mendorong orang untuk tidak membaca tulisan ini. Tetapi terus terang akibat tulisan anda di depan yang bertanda kutip, saya malah terdorong dan rasa ingin tahu untuk memahami dan menghayati tulisan ini hingga saya bisa dengan mudah menganalisa dan mengisi komentar saya disini,

      • kalau nggak membaca yaa sudah gak usah memperkeruh dengan komen yang tidak menyentuh esensi dari artikel ini,,”

        Silahkan buat artikel tentang mental Tempe dan menurut pemikirian anda , nanti kita muat,, seberapa besar member disini yang menanggapu tulisan anda,,
        terimakasih

  4. Klu bisa diumpamakan pak karno mungkin bisa diibaratkan garuda pda jaman dlu klu skrang kira2 siapa y yg bsa diumpamakan garuda dan dewa wisnuny…?
    #artikel yg mantap bung dedy…

  5. Jony khoer IOI on

    “Sikap dan watak kita kadang tak terasa di susupi kedengkian”,,dan itu sudah masuk kategori yg akan di telan ‘bathara kala’.

  6. Sudah saatnya para ksatria negeri ini terpanggil untuk menyumbangkan dharma bhaktinya dalam menjaga bangsa ini dari ancaman sang naga yang satu demi satu sudah tercium amisnya untuk membelenggu dan menguasai tanah garuda ini.

    Para Dewa di kahyawangan sudah semakin tamak dan rakus. Akibat terbelenggu dari ketamakkan atas kekayaan dan kekuasaan maka Dewa kahyangan memuluskan dan mengijinkan sang naga untuk berkuasa dan menjadi tuan di negeri ini dimana sang garuda malah menjadi terjajah dan budak di negeri sendiri. Keadaan ini mirip sekali di masa penjajahan hindia belanda.

  7. Tahun 1468 terjadi PEMBERONTAKAN besar2an di Majapahit, yg dipimpin oleh BHRE KERTABHUMI. ALASAN memberontak dikarenakan BHRE KERTABHUMI TIDAK SETUJU KEBIJAKAN raja (SRI PRABU SURAPRABHAWA) mengangkat saudara2nya yg beragama Islam menjadi Pejabat Kerajaan.contoh Kabupaten Gresik, Demak dll(Kawasan pesisir utara) krn mayoritas rakyatnya beragama Islam, maka diangkatlah Bupati2(Saudara2 raja) yg beragama Islam.
    ,….Raja SRI PRABU SURAPRABHAWA kalah dan lari ke DAHA(kediri) mangkat tahun 1474 dan digantikan anaknya DYAH RANAWIJAYA.
    …..Jadi Kerajaan Majapahit TERPECAH menjadi 2 dan MEMPUNYAI 2 raja:
    1. BHRE KERTABHUMI yang berkuasa di WILWATIKTA.
    2.DYAH RANAWIJAYA yg berkuasa di daha (kediri).
    ,…Ternyata BHRE KERTABHUMI hanya BERKUASA KURANG dr 4 tahun dan TERBUNUH dalam PEPERANGAN ,Sebab pada tahun 1478 DYAH RANAWIJAYA menyerang WILWATIKTA secara BESAR2AN dan dibantu oleh saudara2nya yang beragama Islam.(bupati2 pesisir utara).
    ,….BHRE KERTABHUMI adalah PAMAN dari DYAH RANAWIJAYA hal ini diterangkan di Serat PARARATON dan juga di Serat KANDHA.
    Hal ini juga di kuatkan oleh pakar arkeolog HASAN DJAFAR dalam buku”MASA AKHIR MAJAPAHIT,GIRINDRAWARDHANA DAN MASALAHNYA”.
    ,…..Jadi JIKA Majapahit RUNTUH karena DISERANG kabupaten DEMAK ini TIDAK MASUK AKAL SEHAT.ini digunakan VOC utk MEMECAH BELAH umat Hindu VS Islam.
    ,….Kerajaan Majapahit itu BESAR terdiri dari RATUSAN KABUPATEN, dan HANCUR hanya diserang 1 KABUPATEN(Demak),…helloooooo,………………..xixixixixi,…………………

  8. satu niat untuk keutuhan NKRI
    satu hati untuk keyakinan NKRI menjadi negara beragama
    satu langkah pikir untuk kemajuan menjaga NKRI
    satu serempak langkah untuk kebersamaan membangun NKRI
    satu serempak langkah sebagai patriot NKRI

  9. Kitalah putra putri pertiwi yg dsbt ksatrya itu….. ksatrya bkn cuma berperang fisik… jadilah kesatrya pembela NKRI dg caramu… kemampuanmu… jika kemampuan kita hanya bisa berkata pd lingkungan sekitar,, bicaralah…. jika hanya bs berkata pd sahabatmu berkatalah…. jika kita hanya bs berdoa,, berdoalah,, doa kn para ksatrya selalu dlm lindungan Tuhan….

    kelak kita akn lihat garudeya itu muncul di depamu membantumu ketika kemarahannya sdh tdk bs di bendung…..

    • Hehehehe…
      Benar bung @evers.. Saat ini kita sbg rakyat hrs membantu dan membela negeri ini utk menghadapi perang proxy dan asimetris di kalangan masyarakat dan lingkungan kita.. Mengcounter dan meluruskan berita2 negatif dan menyesatkan yg dibuat oleh para buzzer dan media bayaran komprador.. Krn sasaran dan target mereka memang melemahkan ketahanan bangsa dan rakyat indonesia itulah pesan yg disampaikan oleh panglima dgn contoh perang candu di china dulu..
      Pesan yg tersirat bahwa degradasi moral dan nasionalisme dikalangan rakyat dan generasi muda Indonesia sdh masuk dalaam skala membahayakan bagi kelangsungan bangsa ini..
      Adios# jadilah ksatria nusantara yg patriotik dgn terus mengcounter upaya dan muslihat jahat para komprador melalui media2 bayarannya dilingkungan kita krn sdh begitu byk org disekeliling kita bahkan mungkin keluarga kita yg terhanyut dalam propaganda mereka..

  10. Ending yang jleb menusuk jiwa, Mampukah diri ini melakukan DHARMA BHAKTI PUJA PERTIWI ??? gundah resah gelisah

    Garuda dalam jurang ancaman Naga, Para Dewa Mabok, Kahyangan terlelap, semoga situasi ini dapat menjadi lonceng yang memanggil para ksatria sejati.

    Sejarah Majapahit yang baru dan lebih gamblang smoga dapat dicantukam dalam kurikulum pendidikan nasional.

    Jayalah NKRI

  11. Penggemar tempe on

    Jika memang sdh waktunya trjd maka biarkanlah terjadi agar kita mengetahui siapa yg sesungguhnya yg murni membela negri

  12. Melihat secuil bagian wilwatikta di Segaran saja sudah berdegub….bunyi nyaring dan tameng dan pedang beradu gak pernah lupa….teriakan..”Tandya” derap pasukan Bhayangkara….masih melekat..

    bagaimana mereka berlatih ilmu kelautan, kesamaptaan, dan keprajuritan dari ujung Balai p=Prajurit sampai dengan Ujung Segaran.

    Merinding,,,terkesiap………

    lalu termangu….bahwa..kapan bangsa ini akan seperti itu kembali….sadar..ternyata saya masih berdiri diujung Segaran..

    lalu bergeseer sedikit ke Gerbang bajang….luar biasa dahsyatnya Aroma Ksatria….ketika kita melangkah melalui gerbangnya….

    silakan datang ke Kotaraja Majapahit, dan rasakan nikmatnya kekuatan para ksatria

    *mingslep