ETIKA & MORAL DALAM BERNEGARA

7

ETIKA & MORAL DALAM BERNEGARA

deddy96

Etika dan Moral adalah dasar utama dari penyusunan sistem hukum dan peraturan dalam perikehidupan bernegara. Etika bisa berasal dari tata nilai luhur, adil, bijak, benar yang dijunjung dan disepakati bersama oleh komunitas dengan nuansa : adat, agama, pemikiran yang jernih, hati yang bersih dan musyawarah mufakat.

Mengingat bahwa elemen masyarakat yang menjadi “Warga Negara” mempunyai keberagaman yang majemuk atas dasar : adat, suku, etnis, agama maupun budaya, maka keputusan terbaik yang harus dihasilkan adalah suatu keputusan yang mampu mengakomodasi semua kepentingan baik masyarakat mayoritas maupun minoritas atas kesepakatan dalam “Dewan Musyawarah Negara”.

Para tokoh dan pemimpin yang berani mengajukan dirinya sebagai wakil dari masyarakat secara otomatis “terikat dalam integritas moral dan etika suri tauladan kepemimpinan”. Selama yang bersangkutan bisa memenuhi prasyarat dan kriteria yang disepakati maka wajib hukumnya bagi setiap warga bangsa mendukung kepemimpinannya. Sebaliknya bila yang bersangkutan telah mengingkari “integritas kepemimpinan”, maka akan lebih baik dan terhormat bila yang bersangkutan mengundurkan diri atau bila terpaksa diminta turun lewat mekanisme yang disepakati.

Bagaimana bila calon pemimpin justru dianggap tidak punya integritas secara etika dan moral kebangsaan ? … apakah layak diteruskan proses pengajuannya ? … dan bagaimana bila kita sudah tahu ketidak layakan yang bersangkutan tetapi mekanisme aturan baru tetap saja memaksa melantik yang bersangkutan ? …

Rasanya ada yang salah atau dibuat salah atas aturan etika kepemimpinan di negeri ini, dan itu kewajiban kita semua untuk membenahi dan mengawalnya secara konsisten “demi bangsa dan negara”. Tidak boleh lagi ada kata “demi partai atau golongan” apalagi “untuk transaksional kepentingan yang menguntungkan pribadi atau golongan”.

Lihat satu persatu wajah pemimpinmu, dukung yang pantas didukung … kritisi yang pantas dikritisi … ganti yang pantas diganti …

Tidak bisa kita menyiksa nasib bangsa dan negeri ini 5 tahunan akibat syahwat kekuasaan dari orang-orang yang tidak kompeten sebagai pemimpin tetapi diuntungkan oleh aturan yang justru menjauhkan dari “etika dan moral kebangsaan”.

Dan itu masih bertebaran disekeliling kita …
Dari tingkat RT/RW hingga puncak kekuasaan tertinggi di negeri ini. Mari kita benahi kembali negeri ini dengan semangat yang benar, kalau perlu jangan malu mengembalikan : UUD 1945 yang asli. Karena negeri ini juga punya pengalaman buruk di masa lalu, dan Dekrit Presiden berhasil menyelamatkan negeri ini dari kehancuran yang lebih parah.

Sebagai WARGA NEGARA INDONESIA, sudah sepatutnya anda sekalian setia kepada :

PANCASILA
UUD 1945
BHINEKA TUNGGAL IKA
INDONESIA RAYA

Saya bangga menjadi BANGSA INDONESIA dan WARGA NEGARA INDONESIA … “semoga anda juga” …

Pantang hancur negeri ini oleh kekuatan asing ataupun anak negeri yang berkhianat pada ibunya Pertiwi …

MERDEKA !!! …

WAH KEMARIN ITU NGGAK PAHAM SASMITA TO KAMU ITU …

Kan sudah ada status “The Domino Effect”, lha nekat di stop dengan sekat ngawur beresiko pengalihan arah rebahan … ya melompatlah si biji domino sekarang menghantam 3 lokasi berbeda …

Terus bagaimana harus meghentikannya … ya tambah susah 3 kali lipat lah ini … secara teoritis … ini SUDAH GAME OVER … ALIAS TAMAT … ALIAS : PASRAH O AE WES …

Status :

Ngajari para Junior mainan The Domino Effect …

Jangan pernah spekulasi di situasi kritis …

Melihat sparing partner rebah tak berdaya …

Pancen wes wayahe mati Nogo ne bekne yo …

Kapok kon kehilangan mainan …

Naga dibunuh Bima Nusantara …

Naga dibunuh Ksatrya Eropa …

Naga dibunuh Lady Samurai Jepang …

GAME OVER …

deddy95

BENCANA DARI SISI SPIRITUAL DAN AKADEMIS

Pada tanggal 03 Desember 2016 bertempat di “de Resort Hotel” Mojokerto, Yayasan MAJAPAHIT BARU mengadakan dialog kebudayaan dengan tema : Membaca fenomena gempa di Nusantara dengan kacamata Metafisika dan Pakar Gempa.

Dialog dilakukan secara terbatas dilingkungan budaya MAJAPAHIT an dengan narasumber :

M.Ng. Indra Moesaffa, SH., MH., MM.
(Ketua Yayasan Majapahit Baru)

Dr. Danny Hilman Natawidjaja
(Geolog dan Pakar Gempa)

Prof. Ki Jatikusumo
(Budayawan Jawa Timur)

Tjahja Tribhinuka, ST, MT.
(Arsitek dan anggota Majapahit Baru)

Dan saya diminta oleh mas Indra Moesaffa dan mas Supri Saja Rahayu untuk jadi moderatornya guna menjembatani dialog dua bidang yang sangat berbeda yaitu spiritual metafisika para budayawan untuk saling mencari sinkronisasi dengan hasil riset akademis yang dilakukan para pakar gempa.

Beberapa hal baru ternyata memperkaya kedua belah pihak, dan diharapkan para peserta dan akademisi menerima informasi baru yang dapat digunakan sebagai pertimbangan (second oppinion) dalam mendeteksi potensi bencana berikutnya.

Sebab Indonesia ini adalah sarangnya bencana, karena sebagai negara yang punya jumlah gunung berapi aktif paling banyak didunia (penyebab gempa vulkanik), lokasi pertemuan benturan beberapa lempeng bumi yang juga menghasilkan gempa tektonik dan tsunami, banjir maupun tanah longsor.

Dipicu oleh adanya petunjuk masif berupa wisik spiritual yang diterima secara hampir bersamaan oleh beberapa sesepuh adat, membuat sesuatu kegelisahan yang ingin dimintakan jalan keluarnya.

Para budayawan berupaya mengorek semua data kebencanaan yang terekam dalam karya sastra kuno, menelaah kembali 40% dinasti kerajaan Nusantara yang lenyap bukan karena peperangan tetapi oleh bencana besar.

Mas Danny selaku pakar gempa membukakan data akademis tentang riwayat gempa di kawasan, teori maupun hasil riset atas bencana (gempa dan tsunami). Memang ternyata ada beberapa pandangan teori versi akademis yang memberi garis tebal atas potensi gempa besar di selat Sunda yang disebut SUNDA MEGATHRUST. Dalam simulasi gempa dan efek tsunaminya oleh Dr. Gegar Prasetya : mampu merusak kawasan cukup luas dengan amplitudo gempa “diatas 9 Skala Richter”, bahkan kalau itu terjadi dapat mengirim gelombang tsunami menenggelamkan 3/4 kawasan Jakarta setelah 3 jam dari awal gempa berlangsung.

Bencana pada intinya adalah bagian dari keperkasaan Tuhan atas semesta raya. Hal yang tidak bisa dihindari tetapi dengan ilmu pengetahuan dan firasat yang diberikan alam : manusia harus bisa membawa dirinya kearah wilayah aman untuk keselamatan nyawa dan assetnya.

Mas Danny sebagai bagian Tim Penyusun Peta Gempa Nasional juga memberi kami data baru, adanya patahan aktif yang patut diwaspadai. Bukan seperti dalam buku “Sabdopalon dan Nayagenggong Nagih Janji” yang mendiskripsikan pecahnya pulau Jawa jadi dua oleh gunung Merapi (pecah antara Barat dan Timur), patahan aktif yang didata Tim Peta Gempa justru memetakan dari Surabaya ke Cepu ke Semarang ke Pemalang hingga Cirebon yang diberi nama Patahan Kendeng Utara yang bisa merobek pulau Jawa Utara-Selatan.

Semua yang hadir tentu saja tercekam akan potensi bencana itu, tapi sesungguhnya kita ini membahas dua ilmu pengetahuan yang dipertemukan guna mencari tindakan terbaik apa yang bisa dilakukan pada saatnya nanti.

Peta gempa nasional yang akan direvisi tahun ini juga atau 2017 (walau kadar ancamannya diturunkan eskalasinya menurut mas Danny), diharapkan mampu memberi gambaran potensi ancaman baru untuk diantisipasi ahli bangunan merancang bangunan tahan gempanya.

Ada pula pandangan dalam forum agar bisa kiranya pemerintah diberi masukan, untuk memindahkan ibukota ke wilayah aman atau paling tidak melakukan “mirroring database pemerintahannya” di lokasi lain. Karena dari petunjuk spiritual maupun simulasi akademis, Jakarta akan mengalami hempasan cukup telak dan bisa melumpuhkan fungsi pemerintahan dalam jangka waktu lama.

Dialog ditutup dengan kesepakatan, para pihak yang hadir akan berupaya mengumpulkan data berdasarkan kemampuan dan bidang yang dikuasainya untuk dibahas dalam pertemuan berikutnya.

deddy94

BALADA ORANG-ORANG ANEH

Belakangan ini banyak muncul orang-orang ANEH disekelilingku, ada yang aku kenal … ada pula yang sekedar aku tahu …

Tiap hari menebar rasa iri dan benci, lupa tata krama, mengejek isi semesta dengan penuh nafsu …

Tak jelas apa maksudnya itu, karena dibayarkah ataukah sekedar menumpuk rasa bangga semu. Kehilangan derajat kemanusiaannya berubah jadi anjing penggonggong tanpa lagi punya rasa malu …

Lupa bahwa anjing itu hewan yang paling layak di adu, sementara sang tuan bertepuk tangan dibalik kelambu. Hilang akal, hilang derajat, hilang teman, hilang kerabat. Dan sang anjingpun bangga bertarung, menggonggong hingga ajal menjemputmu …

Dan saat pengadilan akhir nanti tiba …
Maafkan teman, bila aku harus bersaksi atas sesatnya perbuatanmu. Mengamini hukuman yang dijatuhkan menyiksa jiwa ragamu …

Sebab di mata ku kamu bukanlah lagi manusia tetapi anjing serakah yang sombong menepuk dadamu. Lupa bahwa takdir hidupmu mengukir semesta dengan indahnya perbuatanmu, lupa bahwa kebaikan adalah perhiasanmu …

Selamat datang di neraka jahanammu, yang tak akan pernah tuntas dalam 1.000 kali reinkarnasi kelahiranmu …

MEREKA YANG BERTARUNG MEMBELA ORANG DAN GOLONGANNYA SENDIRI, TETAPI BERPALING KETIKA NEGARA DAN ADAT MEMBUTUHKANNYA ..

 

PEDANG PEMBUNUH NAGA

Ternyata selama ini “mataku terkaburkan”, setelah mendaki ke lereng penyucian jiwa (Pronojiwo) di sisi selatan gunung Mahameru guna meminjam “Pedang Pembunuh Naga” kepada sang Hyang Bhatara Ismaya guna mengatasi semua kejadian ini.

Beliau malah menyatakan bahwa dari 5 pusaka itu satu sudah berada di gedong pusaka keluargaku. Terperangah aku mendengarnya, karena dari puluhan pusaka yang ada tidak satupun leluhur pendahuluku memberitakan ada pedang pembunuh naga disana.

Sang Hyang Bhatara Ismaya kemudian berdehem dan bercerita, bahwa leluhur kita di era Mataram Kuno, Sriwijaya, Kahuripan, Dhaha, Singhasari memang terpaksa berhadapan frontal dalam pertarungan kaum naga. Mereka menerima petunjuk yang sama dari semesta raya bahwa kaum naga tidak bisa dibunuh dengan senjata apapun buatannya manusia. Mereka hanya bisa musnah bila ditelan oleh naga lain yang lebih besar, dan Nusantara memiliki SANG HYANG ANANTABOGA yang akan mampu menelan semua naga di semesta ini.

Naga pengusik Nusantara yang paling berbahaya adalah naga kembar, yang satu bernafsu menjajah dan lainnya bernafsu memperkaya diri dengan merusak bhumi Pertiwi. Mereka akan mengacak-acak dan menunggangi : PERSATUAN BANGSA dan AGAMA sebagai alat berkuasa. Tapi Sang Hyang Bhatara Ismaya menghibur bahwa tidak pernah sejarah kaum naga mampu menghindar dari raja naga Nusantara : Sang Hyang Anantaboga yang mampu menelannya sekejap menenggelamkan dalam semesta raya.

Karenanya para dinasti pendahulu diwarisi sisik dan taring Sang Hyang Anantaboga untuk ditempa menjadi pusaka pedang pembunuh naga. Itu adalah alat penghambat sebelum keperkasaan Sang Hyang Anantaboga yang sedang bertapa di 3 pertemuan samudra terbangun guna memenuhi dharmanya : menelan para naga angkara murka yang berani mengusik wilayah kekuasaannya bernama Nusantara.

Segera sesampai dirumah, aku buka gudang pusaka dan mencari pusaka mana yang sesungguhnya dimaksud. Rupanya yang ini, berupa keris dengan ukuran besar (satu setengah kali ukuran keris pada umumnya) : SANG HYANG NAGA SUNGSANG KUMALAJATI. Ada Wiku/Rsi dan Pohon Beringin (Agama dan Persatuan) yang diancam oleh dua naga kembar dan datang naga lebih besar menelan kedua naga kembar itu.

Dan … mari sekarang kita mulai …
Menelan naga kembar bak cacing lemah yang berani mengusik tanah para Dewa bernama Nusantara …

INI CERITA FIKSI ILMIAH …
NGGAK USAH DIPIKIR TERLALU DALAM ATAU DIKOMENTARI …

deddy93

PEDANG GIGI IKAN HIU

Ketika era jaman batu, manusia mempersenjatai dirinya dengan alat berburu ataupun alat perang yang berasal dari batu maupun tulang yang dibentuk tajam. Itu yang hidup didaratan.

Mereka yang dipesisir lain lagi ceritanya, mereka menggunakan “gigi ikan hiu yang terkenal tajam itu” dan “ekor ikan pari”.

Saya pikir itu hanya digunakan era jaman batu sebelum logam banyak dipakai sebagai senjata dan alat berburu. Tetapi saya keliru besar, setelah rekan kurator dari museum asing berdiskusi … ternyata senjata pedang gigi ikan hiu ini masih digunakan hingga “SAAT KINI” di berbagai belahan bumi dan katanya termasuk wilayah kita di Nusantara.

Gilanya lagi, pedang dari gigi ini sangat tajam bak gergeraji dan mempunyai racun alami (???) yang mampu membuat lemas mahluk yang tergores olehnya … ilmu baru lagi ini selain pusaka logam yang saya pelajari … bahasa kerennya ORGANIC WEAPONS mungkin ya .

SECUPLIK KISAH KERIS PERANG

Diciptakan dari logam terbaik yang kuat menahan benturan, tanpa harus merusak wilahnya. Dirancang sangat runcing untuk menikam dan tajam bagian sisinya untuk menyayat atau memotong.

Konon logamnya harus solid berpori rapat supaya bisa dialiri tenaga dalam oleh pemegangnya. Agar mampu menusuk dan memotong dengan tenaga yang luar biasa besarnya diluar nalar.

Wilahnya ditempeli dengan logam pamor guna memperindah motif sekujur badan, tapi punya maksud rahasia bahwa besi pamor itulah yang menyerap racun dan bereaksi kimia ketika terkena darah. Menjadi bagian yang amat mematikan.

Konon reaksi dari darah dan racun serta kimia logam akan meninggalkan jejak mirip karat ditubuh sang keris perang. Semakin banyak korban yang tumbang olehnya, maka semakin banyak jalur darah menghiasinya.

Bila keris perang dibuat sesuai pakemnya, getar kematian yang melekat ditubuhnya akan sangat menakutkan. Karena setiap kali minum darah korbannya, dia akan mampu bergerak sendiri bak ketagihan mencari korban berikutnya.

Keris perang sejati harus senantiasa diupacarai, sebab sebagai sesama ksatrya kita harus menghormati nyawa lawan yang terenggut. Diyakini bahwa ada kekuatan SANG HYANG melekat disana, kekuatan mengakhiri takdir kehidupan mahluknya.

Itulah alasan para ksatrya meletakkannya di Gedong Pusaka secara khusus. Sebab pantang pusaka perang dikeluarkan sembarangan atau dipamerkan, setiap kali keluar gedong pusaka tujuannya harus jelas : mengakhiri takdir kehidupan mahluk lain yang bersilang jalan dengan dharma sang ksatrya.

Pusaka perang hanya berdharma pada kepentingan Adat dan Nusa Bangsa (negara), pantang digunakan bagi kepentingan pribadi ataupun keluarga.

deddy92

Jaya – Jaya – Wijayanti
Oleh : Deddy Endarto Wilwatikta untuk JANGAN ENGKAU PAKSA KAMI MENGELUARKAN YANG SATU INI DARI GEDONG PUSAKA PINGITAN
Gambar Deddy Endarto Wilwatikta dan Google

Share.

7 Komentar

  1. Konon ceritanya pulau jawa dulu selalu terjadi bencana dan wabah penyakit. Setelah aji saka menumbalnya selama ratusan tahun rajah tersebut akan berkurang fungsinya lalu datanglah syehk syubakir untuk menumbal lagi memakai rajah kalacakra di gunung tidar, mungkin khasiatnya sudah mulai berkurang sekarang sehingga mengakibatkan bencana akan terjadi lagi di pulau jawa salah satunya mungkin meletusnya gunung slamet yang akan membelah pulau jawa di jawa barat dan tengah.

    Senjata yang paling sakti di pulau jawa yang terkenal setahu saya keris nagasrasa yang berasal dari lidah nagasrasa.

  2. naga yg di maksud itu apa negeri tiongkok, mungkin negara ini perlu meniru jepang & korsel lihat sj presiden park mengundurkan diri krn skandal korupsi demi stabitas ekonomi & keamanan warga, syng skali kakak tua jepang pelit memberikan katana (T.o.T alutsista) utk memenggal kepala sang naga tiongkok, jk seseorg menghina suku, ras & kenyakinan agama seseorang lalu dia minta maaf dg mengatasnamakan kita negara Pancasila & Bhineka Tunggal Ika, itulah kalimat sakti Pancasila & Bhineka Tunggal Ika digunakan sbg pembelaan diri

  3. naga kembar oh naga kembar….. yg satu teramat kasar tutur katanya… yg satu sangat halus…. Yg kasar memecah belah persatuan,,, yg satu mau berpura menolong agama….
    Naga kembar oh naga kembar…

  4. Keris sebesar satu setengah kali keris biasa… Keris biasanya panjangnya sekitar 40 cm, kalau dikali 1,5 jadi 60 cm. Itu masih kecil bila dibandingkan dgn keris yg ditemukan di Kalimantan (1,5 m) dan di Binjai (1,7 m)

Reply To ihsan Cancel Reply