Natal dan Bahasa Jerman

17

Natal dan Bahasa Jerman

dedenew471

Pada tahun 1964, saat saya duduk di awal tahun pertama kelas satu SMA, semua murid diwajibkan memilih satu bahasa asing (Jerman atau Perancis) di samping Bahasa Inggris yang memang sudah menjadi mata pelajaran tetap.

Di kala itu saya memilih untuk mengambil pelajaran Bahasa Jerman ketimbang Bahasa Perancis. Mengapa saya memilh Bahasa Jerman? Karena ayah saya kebetulan di akhir tahun 1960-an berkesempatan mengikuti “Jurnalistik Trip” ke Jerman atas undangan Kedutaan Besar Jerman Barat di Jakarta.

Ayah saya membawa banyak bacaan dan buku-buku dengan gambar-gambar indah tentang Jerman. Tentu saja sebagian besar dari buku tersebut berisi mengenai promosi wisata di Jerman Barat dengan memperkenalkan beberapa kota yang memiliki potensi besar bagi tujuan turis.

Kota Koln, Heidelberg, Hamburg, Berlin, Munich dan lainnya digambarkan dalam banyak foto-foto yang waktu itu masih berwarna hitam putih.

Singkat kata saya kemudian tertarik dan bermimpi bahwa pada satu saat saya akan berkesempatan juga mengunjungi Jerman.

Demikianlah saya mulai belajar Bahasa Jerman di kelas satu SMA di Jakarta. Kebetulan sekali guru saya, seorang lelaki setengah baya yang baru saja pulang dari Jerman, kalau tidak salah atas dukungan “Goethe Institute”, memperdalam Bahasa Jerman dan mengajar Bahasa Jerman bagi siswa di luar Jerman, “Deutsche Sprache fur Auslander”.

Pada hari pertama ia mengajar di kelas yang dilakukannya adalah benar-benar sesuatu yang out of the box dan sangat di luar dugaan para murid semua. Ia hanya mengatakan bahwa , mari kita belajar bersama Bahasa Jerman dengan cara yang mudah. Sementara itu ia langsung menuliskan di papan tulis, yang saat itu masih berupa black board dengan kapur tulis.

Tulisannya bagus sekali dan semua murid tidak ada yang mengerti karena yang ditulisakannya adalah naskah dalam Bahasa Jerman.

Selesai menulis, ia bertanya kepada murid-murid, apakah ada yang tahu tentang lagu “malam kudus”? Tentu saja hampir semua menjawab tahu atau mengenal dengan baik lagu malam kudus, walau murid yang beragama Kristiani hanya beberapa orang saja.

Sang guru pun langsung menjelaskan bahwa bahasa Jerman itu “gampang” karena semua vokal dalam bahasa Jerman dibaca sama dengan vokal bahasa Indonesia. A dibaca a, i dibaca i dan seterusnya… a-i-u-e-o. Ada beberapa pengecualian memang, yaitu bila e ketemu dengan u maka dibaca “oi” dan bila e bertemu dengan i dibaca “ai”.

Setelah itu, kami semua murid diajak menyanyikan lagu malam kudus dengan membaca naskah yang tertulis di papan tulis. Maka bergemalah kelas Bahasa Jerman dengan alunan lagu malam kudus dengan lirik kata-kata Bahasa Jerman. Sebuah metoda yang sangat “cerdas” dari seorang guru Bahasa Jerman dalam mengawali belajar bahasa asing di awal mata pelajarannya.

Otomatis, dengan tanpa terasa sang guru sudah berhasil, minimal menarik hati para murid untuk segera tertarik dalam belajar Bahasa Jerman. Sebuah logika yang sederhana, bahwa bila kita belajar menyanyi dalam bahasa asing, maka paralel dengan itu muncul rasa ingin tahu tentang apa arti dari kata-kata yang terkandung dalam lirik lagu tersebut.

Semua murid merasa senang karena sudah dimulai dengan menyanyi lagu yang iramanya sudah sangat dikenal, dan membaca lafal Bahasa Jerman yang ternyata vokalnya sama dengan bunyi vokal dalam Bahasa Indonesia.

Sampai sekarang ini, sudah bergulir lebih dari 50 tahun lalu, saya masih hafal lagu malam kudus dalam Bahasa Jerman yang berjudul “Stille Nacht Heilige Nacht” itu. Ternyata naskah asli dari lagu malam kudus adalah berasal dari “Stille Nacht Heilige Nacht”, Bahasa Jerman yang diciptakan pada tahun 1818 oleh Frans Xaver Gruber dan Joseph Mohr, yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa di seluruh dunia. Dalam bahasa Indonesia menjadi “Malam Kudus”.

 

Inilah nasah aslinya tersebut :

Text : Joseph Mohr, 1816
Melody : Franz Xaver Gruber, 1818

Stille Nacht! Heilige Nacht!
Alles schläft; einsam wacht
Nur das traute heilige Paar.
Holder Knab im lockigten Haar,
Schlafe in himmlischer Ruh!
Schlafe in himmlischer Ruh!

Stille Nacht! Heilige Nacht!
Gottes Sohn! O wie lacht
Lieb´ aus deinem göttlichen Mund,
Da schlägt uns die rettende Stund´.
Jesus in deiner Geburt!
Jesus in deiner Geburt!

Stille Nacht! Heilige Nacht!
Die der Welt Heil gebracht,
Aus des Himmels goldenen Höhn
Uns der Gnaden Fülle läßt seh´n
Jesum in Menschengestalt,
Jesum in Menschengestalt

Stille Nacht! Heilige Nacht!
Wo sich heut alle Macht
Väterlicher Liebe ergoß
Und als Bruder huldvoll umschloß
Jesus die Völker der Welt,
Jesus die Völker der Welt.

Stille Nacht! Heilige Nacht!
Lange schon uns bedacht,
Als der Herr vom Grimme befreit,
In der Väter urgrauer Zeit
Aller Welt Schonung verhieß,
Aller Welt Schonung verhieß.

Stille Nacht! Heilige Nacht!
Hirten erst kundgemacht
Durch der Engel Alleluja,
Tönt es laut bei Ferne und Nah:
Jesus der Retter ist da!
Jesus der Retter ist da!

musium6

Kuala Lumpur 24 Desember 2016

Selamat Hari Natal!
Oleh Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim
Gambar oleh Google dan Patsus Dede Sherman

Share.

17 Komentar

  1. Waw…luar biasa …
    Yang tersurat..Pa Chappy…adalah tipikal yang keinginan tahuan yang tinggi… bahkan sampai kenegri sebrang…, ternyata Indonesia dan jerman erat hubungan sejak lama…ga tau mulai kapan…

  2. Selamat Natal buat teman2 yg merayakan.
    Tuhan beserta kita, Tuhan memberkati INDONESIA.

    Salam Mr. Marsekal
    Salam rekan2 PatGa

  3. salam hormat Marsekal….

    ….untuk slalu membiasakan diri bertindak out of the box….
    ….Indonesia dan Jerman laksana kembar siam yg terselimuti kabut misteri….

  4. Selamat Natal buat yang merayakan. Trimakasih panglima Chappy. Anda sudah sedikit memberikan kesejukan di forum ini.. karena di luar sana kita sedang menghadapi ketidak harmonisan hanya karena perbedaaan keyakinan. Sebagai saudara.. harusnya kita belajar menerima perbedaan.

    Tidak pernah yang namanya perang saudara itu membawa kebaikan.
    Maka bersatulah bangsaku….
    Salam dalam damai Natal.
    Bukankah Yesus/Isa itu milik kita bersama bukan?

    • Ijin melintas pak,Weleh2,,,lha piye kie kodinge alus banget,nyampe pusing saya…..salam hangat buat pak cheppy
      #mumpung liburan asyk nie kalau mancing….apalgi yg dipancing yg suka bikin keributan….hehehe

  5. yah terkadang kebenaran dari masing2 agama harus ditegaskan agar tdk bercampur atas nama tolerasi dan mengganngu kerukunan umat beragama.setiap ucapan yg diucapkan oleh muslim dipertanggungjawabkan dikemudian hari.

  6. Kenapa Kompas sewot sih, pakai kalimat melawan perintah President, helicopter Leonardo AW 101 bagus dan beda dengan Cougar nya PT DI.. pantaslah di pilih TNI AU.
    Korps Brimob tidak punya satu senjata pun buatan PT Pindad is ok wae….

    • Sluku-sluku Bathok on

      @defcon 3

      Serius bang AW lebih bagus dari EC-725?

      Lalu kenapa matra laut hepi-hepi aja gak dibelikan KILO yang (kata sebagian orang)….lebih gahar dari CBG?