Nagari Dharma Bhakti Dharmaputra

7

Nagari Dharma Bhakti Dharmaputra

deddy125

untuk NASIONALISME KEBANGSAAN DI ATAS BHUMI BERNAMA NUSANTARA

Era para pendahulu kita menuliskan tinta emas sejarah telah usai. Tugas kita yang belum selesai membaca sejarah itu dengan benar, karena berbagai faktor yang memburamkan jejak sejarah masa lalu itu. Maka tugas kita yang utama ada dua, pertama memahami dan mendokumentasi kembali jejak sejarah masa lalu, kedua adalah menulis tinta emas sejarah generasi kita sendiri sebagai penanda capaian peradaban di era ini. Keduanya sangat penting artinya sebagai warisan bagi anak keturunan berikutnya.

Dari sebagian banyak elemen semisal : kesenian, kerajinan, budaya, bangunan, filsafat, keagamaan, sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik dan pemerintahan, ternyata yang paling penting adalah TATA NILAI NASIONALISME KEBANGSAAN. Karena elemen vital itu akan menjadi roh bagi pengabdian kita di semua bidang. Maka ajarkan anak turunmu mencintai negeri ini dan menghormati leluhurnya yang pernah berjuang untuknya, maka mereka tak akan pernah terjajah di masa depan. Sebaliknya bila elemen lain dari yang kasar sampai terhalus kalian ajarkan tetapi lupa kalian tanam bibit Nasionalisme Kebangsaan di nuraninya, maka saya jamin kalian akan menjadi golongan yang menangis di alam kubur kelak saat melihat anak turunmu memecah belah negeri ini dan menggusur seluruh kebesaran milik leluhurnya.

 

JEJAK PERADABAN LOGAM MASA LALU NUSANTARA

Nusantara adalah kawasan yang sangat kaya akan peninggalan peradaban masa lalu, sebab di kawasan yang terkenal sangat subur inilah peradaban masa lampau disemaikan.

Banyak peradaban harus jatuh bangun karena peperangan ataupun bencana, telah memperkaya catatan panjang sejarah dan meninggalkan jejak berupa artefak atau situs sejarah yang tidak bisa dibantah lagi keberadaannya.

Deddy Endarto
Pemerhati Sejarah & Budaya Jawa Timur

Peradaban di Nusantara diduga oleh para ahli berusia sangat tua, ada yang berpendapat ratusan ribu tahun umurnya. Hal itu dibuktikan dengan temuan artefak dan situs manusia purba yang tersebar hampir merata di kawasan ini (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua).

Penggunaan teknologi didalam peradaban purba Nusantara ternyata sudah cukup maju. Ini bila kita memeriksa artefak : batu, logam, tembikar ataupun batu mulia dalam perhiasannya. Juga di bidang ilmu pengetahuan guna dapat bertahan dalam hidup, misal peralatan rumah tangga, alat bidang pertanian dan peternakan, senjata, pengobatan dan banyak lainnya.

Salah satu unsur teknologi yang dianggap sangat penting adalah penguasaan atas teknogi logam. Karena dari penguasaan bidang logam telah membuat efek domino yang cukup berarti bagi bidang-bidang lainnya. Teknologi logam di Nusantara disumbang oleh ketersediaan material dalam jumlah besar yang disediakan oleh gunung-gunung berapi yang ada.

Keunikan yang terjadi justru ditemukan pada teknologi pemrosesan logam baik pemilihan jenis, komposisi campuran hingga tanur peleburannya, Dimana setiap area wilayah adat tertentu mempunyai rumusannya (pakem) sendiri. Ujian bagi ilmu pengetahuan modern adalah ketika meneliti teknologi logam peradaban masa lalu. Hasil penelitian justru mengungkapkan adanya material yang diduga tidak ada di Nusantara dan bahkan mengandung material logam yang berasal dari ruang angkasa (meteorit).

Ketika membahas tanur peleburanpun, kembali ilmu pengetahuan modern harus berpikir keras guna mengungkap keberhasilan para pendahulu mencapai suhu tanur sangat tinggi yang dalam era modern sekalipun masih sangat sulit dicapai dalam skala industri menengah yang padat akan teknologi.

Cerita legenda tentang peradaban masa lalu di Jawa Timur yang sampai ke saya pribadi, konon pendahulu kita mampu membuat lorong magnetis di beberapa puncak gunung tertentu. Yang berfungsi seperti tabung pengaman bagi meteorit yang jatuh ke bumi agar tidak habis terbakar oleh gesekan atmosphere saat masuk ke bumi dari ruang angkasa.

Bila saja penemuan artefak alat logam berkandungan meteorit hanya beberapa saja, mungkin saya akan abaikan cerita legenda itu. Tetapi tidak demikian yang ditemukan dilapangan, banyak area adat di Nusantara sudah menggunakan meteorit sebagai bagian karyanya. Dan itu menantang ilmu pengetahuan modern mencari jawaban atas teknologi masa lalu yang telah hilang.

Saya ucapkan selamat kepada Komunitas LANDHEP AGUNG, yang telah mengupayakan ebook ini dan menyebar luaskan bukti digital atas karya masterpiece dari pendahulu kita di bidang teknologi logam. Semoga anak keturunan berikutnya tergugah untuk mampu berkarya sama hebatnya dengan leluhurnya.

deddy121

Mengapa … ADA YANG MEMAKSAKAN KEHENDAK DI TUBAN … menebus kekalahan yang memalukan ratusan tahun lalu ??? … apakah sejarah bisa diputar balikkan ??? … ataukah harus mengalami kembali kejadian memalukan seperti yang sudah digariskan ???

KAMBANG PUTIH adalah monumen semesta … ketika bangkai-bangkai mengambang memenuhi takdirnya, ketika nafsu ingin menguasai terhantam kerasnya arti sebuah NASIONALISME KEBANGSAAN ..

 

RIBUTO MANEH SOAL RECO NING TUBAN

Kuwi perkoro awale kan bengkerangan antara PEMKAB. TUBAN ambek Pengurus Klenteng soal IJIN to mas/mbak … ra onok hubungane karo agomo liyan dan politik.

Kuwi nate dikon mandek proyek e ping 3 karo Pemkab. TUBAN kon melengkapi ijin dan kajian lingkungan (masyarakat, budaya, lintas agama dan lainnya) sing durung onok. Tapi nekat ae diterusno yo dadine ribut ngene iki … ben belajar kabeh soko kasus iki …

Sak iki melebar gak karoan isue ne, sing bingung akhire Pemerintah dan Negara. Mendinginkan suasana … patung dikemuli STATUS QUO.

Ngenteni keputusan rapat bersama …
Dadi nek sampeyan kabeh melebarkan masalah yo tanggung jawabmu dewe2

Meredam sementara gejolak yang ada, patung ini harus ditutup dengan kain putih karena juga tidak berijin.

Dikarenakan beritanya meluas secara nasional, ada baiknya Pemkab. TUBAN berkoordinasi dengan Pemprov. JATIM maupun Pemerintah Pusat dalam memutuskan kebijakannya.

Karena bila konflik horisontal pecah, itu tidak akan sepadan dengan harga patung yang cuma 1,5 milyard dan keteledoran pengurus klenteng tidak menghiraukan perintah Pemkab Tuban untuk menghentikan pembangunannya dahulu.

Semoga semua pihak dapat menahan diri serta menemukan jalan keluar terbaik dalam menjaga keutuhan toleransi dan nasionalisme.

deddy123

Tata Krama Bhumi JAWA :

Jangan pernah menghadap penguasa di bhumi JAWA membawa senjata yang tidak bersarung dan terikat erat oleh tali pangruwat penunjuk rasa hormat, apalagi membawa senjata secara terbuka yang terlihat sisi tajamnya …..

Bisa menggelinding segera kepalamu tertebas tajamnya pedang amarah dari para pengawal Dharmaputra bersama langkah pertamamu menjejak lantai pendopo sitihinggil istana …

Bergetar balairung istana terpapar oleh murka sang Sri Maharaja Kertanegara …..
Saat melihat dua duta kerajaan Tartar yang hendak menghadap dengan dikawal empat pengawal bersenjata tajam tanpa penutup mendekat ke balairung …..

 

Penjajahan gaya baru itu memakai alat : Ekonomi, Budaya, Ilmu Pengetahuan dan Agama.

Cara melawannya adalah dengan mengembalikan kesucian martabat alat yang dipakai lawan melalui pemahaman yang benar.

Hakekatnya TIDAK ADA KEBENARAN YANG MENDUA … TAN HANA DHARMA MANGRWA …

deddy122

DIRGAHAYU NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA KE 72 (17 Agustus 1945 – 2017)

Kemerdekaan negeri ini bukanlah hasil pemberian, tetapi melalui perjuangan yang berdarah-darah. Dibasahi dengan keringat dan air mata, ditebari ribuan jiwa para pejuang bangsa.

Sejarah berkata, bahwa bangsa ini pernah dijajah oleh nafsu ingin menguasai dari kaum kolonial yang bertopeng “perusahaan (VOC)” yang menggunakan alat “ekonomi, budaya, bahkan agama” guna memecah belah suku bangsa Nusantara agar bisa dikuasai.

Maka tidak ada jalan lain kecuali perang memperjuangkan kemerdekaan yang merupakan hak hakiki kehidupan anugrah Tuhan YME kita perjuangkan hingga titik darah penghabisan.

Ketika kemerdekaan sudah tercapai, kembali lagi sejarah berputar dititik yang sama. Kita akan tetap diuji oleh nafsu liar kaum penjajah yang ingin menguasai semua sumber daya yang ada. Apakah kita akan terpuruk pada lubang yang sama ? Dijajah oleh perusahaan yang mampu merebut hak hajat hidup rakyat yang seharusnya dikuasai dan dikelola negara. Ataukah kita kembali dipecah belah dengan alat ekonomi, budaya bahkan agama yang seharusnya pantang dikotori nafsu liar manusia.

Saudara sebangsa dan senegara …
Adalah kewajiban kita semua untuk menjaga kedaulatan dan martabat negara dari segala bentuk ancaman apapun juga. Pantang bagi kita untuk menggadaikan masa depan anak keturunan kita dan mencabik rasa NASIONALISME KEBANGSAAN warisan para pejuang pendahulu kita.

Saat ini lawan kita bukan hanya siap perang dengan senjata, tapi mereka juga sudah masuk menginfiltrasi kedalam pembuluh darah kebangsaan kita. Bak virus yang menggerogoti dari dalam tubuh bangunan negara tercinta. Mereka sudah pandai mengadu domba bertopeng pada “Toleransi dan Kebhinnekaan” yang kita agungkan, demi mencapai tujuannya merampok sumber daya alam dan meruntuhkan semangat kebangsaan yang ada.

Mereka berani memasang gambar profil berhiaskan bendera Merah Putih dan mengaku orang yang paham Pancasila di media sosial. Tapi pada kenyataannya, mereka tidak memasang bendera sang saka dwiwarna didepan rumahnya karena dianggap merusak arsitektur rumah mewahnya. Mereka tidak menyimpan uang di negeri ini tapi diluar negeri karena menghindari pajak, sekalipun mereka bersuara keras menuntut negara memenuhi infrastruktur untuk bisnisnya. Kita sedang berjuang melawan penjajahan dari luar dan dalam saat negeri ini berusia 72 tahun.

Maka tidak ada kata yang paling patut untuk kembali “Tegakkan Kedaulatan Berbangsa dan Bernegara dari semua rongrongan yang ada”. Negeri ini punya PANCASILA, negeri ini punya INDONESIA RAYA dan juga BHINNEKA TUNGGAL IKA yang amat perkasa.

Jangan pernah menjual kedaulatan negeri ini, kehormatan dan martabatnya, juga nasionalisme kebangsaannya. Sekalipun hendak ditukar harta, tahta dan kenikmatan dunia lainnya. Tidak pernah ada kata “Toleransi ataupun Kebhinnekaan” bila yang mereka maui adalah ancaman terhadap eksistensi negara dan bangsa.

Selamat hari kemerdekaan NKRI untuk saudara sebangsa dan senegara. Semoga Tuhan YME senantiasa melindungi dan membantu perjuangan kita dalam menjaga, membangun dan mencapai tujuan didirikannya NKRI … Negara dan Rakyat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan PANCASILA …

MERDEKA … MERDEKA … MERDEKA …

deddy126

Oleh : Deddy Endarto Wilwatikta
Gambar oleh Deddy Endarto Wilwatikta

Share.

7 Komentar

  1. Jadi ingat replika kapal Majapahit yang bernama “Spirit of Majapahit” yang pembangunannya digagas Kemenko Kemaritiman dan berlayar tahun 2016. Yang saya anehkan, kapal Majapahit ini cenderung sederhana dari replika kapal Borobudur yang bernama “Samudra Raksa” (penjaga laut). Coba search keduanya dan bandingkan, kalau sudah Anda akan lihat bahwa replika kapal Majapahit justru lebih sederhana di banding kapal Borobudur. Dimensi tdk terlalu beda, SR 18 meteran sedangkan SoM 20 meter. Padahal, secara historis dari segi waktu terpaut 5 abad (Borobudur abad 8, Majapahit abad ke-13). Coba Anda pikir, apa iya dalam rentang waktu selama itu tidak ada progress teknologi perkapalan?

    Yang bikin kesal lagi, ada model kapal Majapahit di Malaysia justru mirip kapal Borobudur (dengan cadik). Padahal, waktu ekspansi majapahit sudah ada kapal yang bernama Jong/Jung. Di luar negeri, kapal ini disebut “Junk”, tetapi yang dikreditkan sebagai penciptanya adalah bangsa China. Tidak sedikit ahli sejarah yang berpendapat, sebenarnya bukan China yang menciptakan Junk tapi orang Jawalah yang pertama kali menciptakan. Mengutip catatan Diego de Couto dari buku Da Asia :
    “Orang Jawa adalah orang-orang yang sangat berpengalaman dalam seni navigasi, sampai mereka dianggap sebagai perintis seni paling kuno ini, walaupun banyak yang menunjukkan bahwa orang Cina lebih berhak atas penghargaan ini, dan menegaskan bahwa seni ini diteruskan dari mereka kepada orang Jawa. Tetapi yang pasti adalah orang Jawa yang dahulu berlayar ke Tanjung Harapan dan mengadakan hubungan dengan Madagaskar, dimana sekarang banyak dijumpai penduduk asli Madagaskar yang mengatakan bahwa mereka adalah keturunan orang Jawa.”

    • pemburu rajawali on

      Mayoritas penjelajah nusantara adalah jawa bukan berarti etnis lain tdk punya andil.. Di dalam angkatan Laut Majapahit pun ada byk letnan laut dari bugis,makasar,palembang,aceh jg negeri sebrang blm lagi angkatan darat serta brigade khusus majapahit yg di bentuk Patih Gajah mada..sayang lembar sejarah itu msh blm bsa direbut dari arsip negri utara.

      • pencari kebenaran on

        masalah sejarah mumet bung autoveron. Banyak yang bilang columbus pertama ke amerika, tapi ada pula yg bilang china kuno sudah duluan pada 1421, ada lagi yang bilang dulu kerajaan rama kuno punya nuklir segala lagi. Mungkin tu kapal “junk” tu duluan jawa yg bikin, mungkin china, tergantung siapa yang buktinya lebih komplit. Mendingan jangan terlalu fokus pada kedigdayaan masa lalu sampai lupa kedigdayaan masa depan (bukannya gak boleh sejarah masa lalu negeri). Soalnya di Al-qur’an juga tegas disebut kejayaan digilir pada beragam bangsa, bahkan yang kafir sekalipun

  2. pemburu rajawali on

    Kadang gregetan dg sang Munafik.. Mengaku Indonesia berasas Pancasila tapi Merobek Negara dan melempar sang Garuda. Terlalu lama menghitung minimum collateral Damage sdg damage effect nya sdh hampir mendekati level 3..

    Wake Up Shiruken.. Dont think too long hehehe!!

    #kebut fill up isi gudang, retrofit isi gudang,test isi gudang.. Abis itu apa yak?xixixi