Prajurit Perbatasan (Catatan Admint Part 19 )

62

*”ADA ISU KUDETA DI BALIK IMPOR SENJATA POLRI”*

FB_IMG_1506754417686

Impor senjata semi militer oleh Kepolisian RI yang dilontarkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak berdiri sendiri. Ada banyak isu dan kepentingan yang bertumpuk di dalamnya. Salah satu yang paling mengemuka dan membuat marah TNI ada isu kudeta. Impor senjata pun dimaknai sebagai upaya penguatan institusi lain untuk mengantisipasi gerakan TNI.

Blow up impor senjata semi militer jenis Stand-alone Grenade Launcher (SAGL) jauh dari kepentingan politik sebagaimana sudah ditulis sebelumnya. Isu ini sengaja dicuatkan sebagai bentuk ketersinggungan TNI terhadap isu kudeta. Mari kita lihat korelasi isu kudeta dan impor senjata semi militer oleh Kepolisian dalam perspektif yang lebih luas.

Sejak Presiden Joko Widodo dilantik, isu adanya polarisasi di tubuh TNI sudah mengemuka. Kemenangan Prabowo Subianto- rival Jokowi di Pilpres 2014, di kantong-kantong TNI, seperti Kompleks Kopassus Kartosuro Jawa Tengah, menjadi titik api yang terus membesar karena ketegangan-ketegangan politik yang mengikuti perjalanan kekuasaan Jokowi-JK. Setiap kali ada rongrongan ke Istana, semua orang lantas menoleh kepada TNI dengan penuh rasa curiga.

Jaminan Presiden Jokowi tidak akan mencopot Panglima TNI di tengah panasnya situasi menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 dan diikuti dengan kunjungan ke kesatuan-kesatuan elit TNI seperti Kopassus, Kostrad dan Marinir, ditafsirkan sebagai upaya Presiden meredam isu “gerakan” TNI. Meski Presiden mengimbanginya dengan kunjungan ke Markas Brimob- kesatuan elit Kepolisian, tetapi rumor itu tetap mengemuka dan terus menjadi perbincangan di kalangan elit politik. Beberapa tindakan Panglima TNI yang seolah berada di luar garis komando Presiden, termasuk saat memutuskan kerjasama militer dengan Australia, kian menguatkan rumor tersebut.

Tekanan lebih kencang ketika Jenderal Gatot sering melakukan kunjungan ke sejumlah ulama dan membuat kebijakan pemutaran kembali film G30S/PKI di barak-barak militer. Pada saat bersamaan sejumlah partai politik yang berada di kubu Prabowo, terutama PKS dan PAN, selain tentunya Gerindra, terus berupaya memanasi Jenderal Gatot dengan isu PIlpres 2019.

Partai-partai pendukung pemerintah, utamanya PDIP, beberapa kali terlihat “selip lidah” sebagai ekspresi kekuatiran terhadap langkah Panglima TNI. PDIP tidak ingin elektabilitas Gatot semakin moncer karena nantinya bisa menjadi batu sandungan manakala terjadi hal-hal di luar prediksi. Kasus “pembelotan” Susilo Bambang Yudhoyono di Pilpres 2004 masih membayang dan susah untuk dilupakan.

Jenderal Gatot bukan tidak tahu dirinya dijadikan sasaran tembak oleh kekuatan lain. Gatot mulai membentengi dirinya dengan lebih mengoptimalkan peran Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Ketika mendapat laporan adanya impor senjata semi militer oleh Kepolisian dalam jumlah besar, feeling militer Jenderal Gatot mulai curiga.

Keberadaan senjata semi militer di luar kendali TNI membuat Gatot tidak nyaman karena sangat mungkin ada skenario buruk di lingkar dekat Presiden. Itu sebabnya Gatot tidak melapor ke Presiden. Gatot memilih mengumpulkan jenderal-jenderal purnawirawan untuk meminta dukungan moril karena tengah menghadapi kekuatan besar.

Di depan Menko Polhukam Wiranto, mantan Gubernur Lemhannas Agum Gumelar, Prabowo Subianto, wapres ke-6 Try Sutrisno, Laksamana (Purn) TNI Purn Widodo AS, dan Laksamana (Purn) Agus Suhartono, mantan Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, mantan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno dan jenderal-jenderal lainnya, Gatot membeber soal impor senjata semi militer tersebut. Gatot seolah tengah meminta izin andai nanti dirinya menggerakan pasukan.

Tindakan Gatot membuat geger dan memang itu tujuannya agar publik tahu situasi yang tengah dihadapi. Gatot menduga impor senjata semi militer ditutup-tutupi karena ada tujuan lain. Perlu dicatat, polisi memberitahukan adanya impor SAGL yang ketiga kepada BAIS TNI setelah senjata tiba di Bandara Soekarno- Hatta, alias setelah lontaran Gatot di depan purnawirawan jenderal TNI.

Untuk lebih jelasnya, mari kita urutkan kejadiannya. Panglima membeber adanya impor 5,000 senjata ilegal dan mengancam akan menyerbu Kepolisian jika memiliki senjata yang bisa menembak tank tempur, pada tanggal 22 September 2017 saat melakukan pertemuan dengan para jenderal purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Sementara kargo senjata SAGL pesanan Kepolisian melaluia PT Mustika Duta Mas tiba menggunakan pesawat Maskapai Ukraine Air Alliance dengan nomor penerbangan UKL 4024, Jumat 29 September 2017, pukul 23.30. Proses penurunan senjata dilakukan sekitar 2 jam. Senjata kemudian disimpan di gudang kargo bandara.

Setelah itu barulah Kepolisian, dalam hal ini Komandan Korps Brimob Irjen Pol Murad Ismail meminta rekomendasi pengeluaran senjata dari bandara kepada Kepala BAIS TNI Mayjen Hartono. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto prosedurnya memang seperti itu. “Barang masuk dulu ke Indonesia kemudian untuk dikarantina dan dicek BAIS TNI. Lalu dikeluarkan rekomendasi TNI,” ujar Wasisto.

Dari sinilah dugaan adanya kontra intelijen muncul, minimal BAIS TNI melakukan penyelidikan sendiri sehingga tahu akan ada kiriman senjata dari luar negeri yang tentu saja belum dilaporkan pihak Kepolisian kepada BAIS TNI. Informasi yang didapat BAIS tersebut kemudian hanya disampaikan kepada Panglima TNI. Buktinya, Menko Polhukam tidak mengetahuinya sehingga ketika isu ini mencuat Wiranto membuat pernyataan keliru dengan menyebut senjata yang dimaksud Gatot adalah senjata pesanan BIN ke PT Pindad.

Mengapa Gatot begitu tersinggung atas impor senjata SAGL? Pertama karena SAGL merupakan senjata semi militer yang bisa menembus tank lapis baja ringan. Kedua, Jenderal Gatot merasa TNI tengah dicurigai sehingga ada upaya pihak tertentu melakukan penumpukan “senjata berat” sebagai langkah antisipasi. Ketiga, puncak kegeraman atas kondisi TNI secara umum TNI paska gerakan reformasi 1998.

Seperti kita ketahui bersama, sejak dipisah dari TNI, Kepolisian tampil sangat dominan. Jika awalnya hanya di wilayah publik, belakangan Kepolisian juga menjadi hero di medan “tempur” karena TNI harus kembali ke barak sesuai amanat gerakan reformasi. Sekedar contoh, dalam siaran langsung penggrebekan teroris yang diserta baku tembak dan letusan bom, tidak tampak adanya prajurit TNI yang diperbantukan (BKO). Kehadiran sejumlah tentara di lokasi penggrebekan tak ubahnya penonton. Ada kesan polisi sengaja menghilangkan peran TNI karena Brimob- pasukan elit kepolisian, bisa menanganinya.

Situasi ini berlanjut pada peristiwa-peristiwa kecil yang menohok para prajurit TNI namun mungkin tidak disadari Kepolisian. Saat melakukan pelanggaran di wilayah sipil, semisal melanggar rambu lalu-lintas, prajurit-prajurit TNI merasa diperlakukan bak warga sipil biasa. Memang benar itu wilayah kekuasaan, domainnya, Kepolisian dan yang berlaku adalah undang-undang sipil. Tidak boleh ada pengecualian perlakuan karena hukum berlaku sama kepada semua warga negara. Tetapi rasa hormat sebagai sesama alat negara, mestinya tetap ada sehingga tidak memancing sentimen korps.

Tidak hanya di level bintara dan tamtama, di tingkat elit pun, banyak perwira TNI yang mulai “gelisah” dengan peminggiran peran TNI. Selama ini sikap itu cenderung disimpan dan hanya dibicarakan di kalangan internal. Adalah Jenderal Gatot yang akhirnya berani mengemukakan “ketidaksukaannya” secara terbuka. Beberapa kali Gatot seperti sengaja memilih sikap berbeda dengan Kepolisian. Isu makar, penanganan demonstran dan lainnya pun di jadikan panggung. Terakhir, tanpa basa-basi Gatot langsung “menyerang” institusi Kepolisian melalui isu impor senjata api yang dituding ilegal.

Kini polemik seputar pembelian SAGL sudah selesai. Jalan tengah yang diambil di mana senjata dengan amunisi karet dan asap diserahkan kepada Kepolisian, tetapi amunition castior 40 mm, 40 x 46 mm round RLV-HEFJ yang diyakini bisa menghancurkan kendaraan lapis baja ringan, ditahan oleh TNI dan hanya bisa dikeluarkan atas seizin Panglima TNI.

Dari pemaparan ini jelaslah mengapa kasus impor senjata oleh Kepolisian sangat sensitif karena adanya kecurigaan, ketidakpercayaan, elit politik terhadap TNI. Permohonan Panglima Gatot kepada Presiden Jokowi agar tidak meragukan kesetiaan TNI yang disampikan di depan ribuan tentara saat peringatan HUT TNI, hendaknya bisa menjadi pegangan. Kita harus percaya pada integritas dan loyalitas TNI. Orang-orang di sekitar Presiden jangan memberikan masukan yang keliru, apalagi sampai berpikir untuk membuat pertahanan sendiri, yang terpisah dari komando TNI. Jangan pernah berpikir seperti itu karena harganya akan sangat mahal.

Salam @yb.

https://www.kompasiana.com/yonbayu/59d853c47ac6650b64428fb2/ada-isu-kudeta-di-balik-impor-senjata-polisi

IMG-20171016-WA0045

*Cipta Kondisi*

Akhir akhir ini ada pihak tertentu yang sedang berusaha untuk memprovokasi TNI dengan masyarakat serta berusaha untuk menjatuhkan CITRA TNI dimata Publik..

Adapun DESAIN STRATEGI yang mereka buat utk menjatuhkan CITRA TNI sbb :

1.Mengapload video2 oknum TNI yang bertindak diluar disiplin

2. Melakukan tindakan2 provokasi untuk memancing amarah TNI dengan melakukan sikap Arogansi, sikap Ekstrim dan Sikap menantang terhadap personel TNI yang sedang mengendarai mobil/ motor dan/atau sedang melakukan suatu aktivitas tertentu sehingga personel TNI emosi dan marah maka terjadi perkelahian ataupun penganiayaan dari hal tersebut maka mereka berusaha untuk di Upload di medsos guna untuk mencoreng Citra TNI di mata masyarakat.

3. Ini adalah bentuk penciptaan kondisi yang terorganisir secara terarah, terencana serta Profesional sehingga SASARAN MEREKA apabila telah terjadi suatu tindakan yang negatif yang dilakukan oleh Personel TNI terhadap orang lain maka *TUJUAN MEREKA TERCAPAI*

Oleh sebab itu
hati hati dalam menghadapi segala BENTUK PROPAGANDA BARU yang dilemparkan oleh lawan tersebut dan itulah wujud PROXY WAR yang saat ini sedang kita alami…

WASPADALAH WASPADALAH….

ingatkan ke anggota, rekan2, teman2 TNI kita agat tidak terpengaruh oleh Provokasi yang diciptakan oleh lawan…

Memang benar TNI lagi sebagai target
Setelah Islam …

Ingat benteng terakhir bangsa
Pancasila
Islam
TNI

Pancasila sudah dipinggirkan
Islam , disekulerkan, diradikalkan. dan diintolerankan
TNI penjaga pagar NKRI akan dilemahkan

Agar asing dan aseng bisa bancakan di negeri yang kaya ini

TNI selau dihati rakyat

Semoga bermanfaat

Prajurit Perbatasan

IMG-20171015-WA0050

KEPADA YTH,
BAPAK KOMPOL ABDULMUBIN SIAGIAN

beberapa hari ini komentar bapak sangat VIRAL di FB tetang pernyataan bapak bahwa TNI diperbatasan indonesia kerjanya hanya makan dan tidur..
Jujur saya sangat kecewa dengan pernyataan itu.. Hati saya sangat sakit membaca komentar bapak.. Seandainya bukan karena lorengku.. Sudah ku teteskan air mata ini karena komentar bapak yang terasa perih bagi saya..

Saya adalah salah satu prajurit yang pernah diberi kepercayaan oleh negara untuk menjaga perbatasan RI – Papua New Guinea antara tahun 2014 s.d. 2015…
11 bulan bukan waktu yang singkat untuk hidup diperbatasan pak..
Kami rela meninggalkan satuan tercinta kami demi tugas yang mulia ini..
Meninggalakan keluarga kami..
Meninggalkan kehidupan modern ditengah kota ,menuju hutan belantara dan perkebunan kelapa sawit di perbatasan papua..
Saya masih sedikit beruntung karena Pos penjagaan saya masih dekat dengan pemukiman warga dibanding rekan rekan saya yang lain yang ditempatkan di pos tanpa pemukiman hanya babi hutan dan burung kasuari yang lalu lalang di sekitar mereka..
Disana kami tidak bisa sebebas dikota menggunakan listrik dan air bersih..
Listrik sangat terbatas pak.. Air bersih pun demikian..
Kami tidak bisa bebas memilih makanan disana pak.. Apa yang tersedia didapur dan dikebun itulah yang kami masak.. Bahkan kami sering makan Ransum yang rasanya sudah sangat ennek dileher..

Sekali lagi pernyataan bapak bahwa TNI diperbatasan kerjanya hanya makan tidur sungguh membuat luka dihati kami..
Kami disana memang butuh makan pak.. Butuh tidur juga tapi itu bukan kerjaan kami pak..
Kami tak bisa makan seenak yang bapak makan.. Dan tidak bisa tidur sepulas tidur bapak..

Disana kami bukan sekedar menjaga perbatasan dari para pelintas batas dari negara tetangga.. Tapi kami masuk ke sekolah sekolah untuk mengajar menggantikan peran Guru yang kekurangan disana..
Kami masuk kedesa desa terpencil yang jauh dari jangkauan pemerintah untuk memberikan pengobatan gratis menggantikan peran Dokter yang hampir tidak ada didaerah sana.
Kami ikut andil melakukan pembangunan disana pak..
Kami merangkul masyarakat disana dan menanamkan rasa nasionalisme kecintaan terhadap indonesia..
Kami yang mensweeping miras miras ilegas diperbatasan..
Kami yang turun kemasyarakat berbagi dan sharing tentang cara bercocok taman yang baik dan benar agar dapat meningkatkan taraf hidup mereka yang diperbatasan untuk lebih baik..

Dan rekan rekan saya kadang keluar masuk hutan selama berhari hari atau bahkan berminggu minggu dengan bekal yang terbatas dan seadanya hanya untuk mencari dan mengamankan Patok Batas dan memastikan patok tsb tidak bergeser..

Sekali lagi 11 bulan bukan waktu yang singkat hidup diperbatasan pak..
Kerinduan dengan keluarga hanya terobati dengan telepon seluler yang signalnya kadang ada kadang hilang..

Disana tidak senyaman kota besar pak..
Kaki kami tidak sembuh sembuh dari kutu air yang menyerang..
Bukannya kami tidak mengobatinya.. Tapi obatnya tidak mempan karena bakteri dan kutu airnya sangat ganas..

Belum lagi penyakit malaria yang menyerang rekan rekan kami yang berada di pos tertentu yang malarianya sudah tidak diragukan lagi keganasannya.. Bahkan mereka membawa penyakit itu sampai hari ini yang kapan kapan saja bisa kambuh kembali..

Tapi semua kesulitan dan ketidaknyaman itu bukan kendala bagi kami..
Karena kami bangga dengan tugas negara yang tidak semua orang diberi kesempatan itu..

KERJA KAMI BUKAN MAKAN TIDUR PAK..
TAIP KAMI GARDA TERDEPAN DI PERBATASAN INDONESIA..

Dan perlu bapak tau.. Bahwa hubungan kami TNI dengan polisi yg ada disana terjalin dengan baik.

Trimsh Wasallam
By Prajurit TNl

Dirangkum oleh Patsus Naga Samudra
Gambar oleh Patsus Dede Sherman

Share.

62 Komentar

  1. pemburu rajawali on

    Salute utk para Ksatria. Dikira enak jaga perbatasan? Mbok itu orang di taruh di hutan dg bekal seadanya trs di suruh pulang ke posko.. Nyasar ga ya.. Hehehe

    • Bakulo Wajaro on

      Hehehehehe
      Waladalaahhh ta kira aku neng ngarep… wis ono kumendan rembes toh…nganggo afterburner yo somplak sikilku nengmburi kang…wwkekekek
      Adios#wes ta mojok wae.. ngenteni kompor mleduk

    • Coba chek kantornya si dul mubin itu, dah pasti ada tempat ngorok seharian dg pasilitas kulkas, ac, tv, dll.
      Sesekali dia suruh survivsl ke perbatasan, mungkin dah semaput sedari awal.

  2. Bakulo Wajaro on

    Hehehehehe
    Mantap..!!! Hormat dan salut utk anda semua patriot dan bhayangkari bangsa yg sebenar benarnya…
    Biarlah mereka bicara krn mereka tdk pernah merasakan apa itu pengorbanan dan jiwa korsa…
    Tetaplah menjadi garda terdepan bangsa yg selalu dirindukan kehadirannya..bukan yg justru dihindari dan di jauhi keberadaannya
    Adios#bersiaplah merah putih memanggil

  3. Klo ane lbh fokus ke duta mas nya slaku penyedia, iya klo cuma ngedrop yg di Soeta, lha klo ditempat lain jg, krn banyaknya jalur tikus di negeri ini, ndilalahnya lg trnyata dia ntu langganan utk pngadaan di institusi tsb dan gak cuma senjata, tp yakin ajalah TNI pasti sdh antisipasi

  4. Sependapat dengan ulasan di atas bahwasannya kekuatan negara ini ada 3 pancasila, islam dan TNI. Pancasila sbg pemersatu, Pekik takbir dan jiwa jihadis umat islam dlm mengusir penjajah dan PKI serta penjaga negeri ini yaitu TNI memang sudah mulai dilemahkan. Polisi memang sdh seharusnya berbenah diri dari masalah pemecahan kasus yg banyak politisnya, sbg gudangnya korupsi dan sbg aparat sipil memang tdk diperbolehkan memakai senjata militer adapun bila kedepannya hrs berhadapan dgn sipil bersenjata berat spt separatis cukup memperbantukan TNI dll operasinya dan sptnya sampai saat ini saya belum pernah melihat rakyat kita melakukan kriminal memakai sebuah “Tank”. Jadi buat apa membeli senjata anti tank, orang awam pun pasti bertanya2, apakah utk menghadapi tank TNI krn memang yg punya tank di negeri ini cuma TNI saja.

  5. Ada lagi yg lebih parah kang. Isu yg coba diruncingkan agar timbul chaos.
    Protes anti kata pribumi. Dari sini kelihatan bodohnya para penghianat, mereka kepancing dan mabok potas dgn kata2 “pribumi”.
    Malu disebut pribumi, kalo nggak mau jd pribumi jgn jd bangsa indonesia. Bangsa indonesia = pribumi yaitu manusia yg telah menyatu dengan bumi yg disebut indonesia.
    Mereka yg tak ingin menyatu dgn bumi indonesia, lingkungan indonesia, rakyat indonesia (tak mau jd pribumi), namun berusaha nguasai dn merebut harta indonesia mereka adlh kolonialis/penghianat.

    • termasuk yang korupsi juga penghianat kan?ingin merebut harta bangsa/rakyat?juga mafia tambang yang dengan sengaja meng up harga minyak untuk konsumsi dalam negeri juga yang jual papua ke pispot dng label mafia berkeley kan bung?kudu disikat

      • Yg disikat dulu, yg menjual pispot utk kepentingan pribadinya, dgn perjanjian abal2 (Menipu negara). menjual kedaulatan dgn melegalkn asing utk miliki property di tanah air nkri.

        • benar bung…ane paling gedeg perampasan sda oleh mafia tambang (pribadi maupun kumpulan), spt minyak di aceh emas di papua dan pembodohan generasi untuk mencegah bangsa indonesia maju dan menyadari anugrah sda yang begitu berlimpah

  6. pemburu rajawali on

    @bw wkwkwkwk.. Ngakak dadi ne
    Loh kata Pribumi itu menunjukan,mewakili semua manusia yg lahir dari rahim ibu yg lahir jg besar -makan-minum-wafat di negeri ini, mosok lsg Stroke! Hehehehe.

    Tenang bung Asbun, jika mrk yg berkantor di depan Mall Kalibata sdh mencium,menggonggong jg menggigit maka tak kan lepas buruannya… Jadi biarkan mrk bermain sinetron yg mrk buat sendiri dan kita lihat bagaimana akhir sinetronnya.

    #kadang mrk yg menyandang pangkat lupa akan Cita-cita nya saat masuk akademi, lupa bagaimana mrk diajarkan utk mengabdi, lupa bagaimana menjaga-menghargai nyawa rekan2 nya, lupa dg Sumpah Setia di atas Kitab Sucinya bahkan lebih gila lg mrk kadang lupa Bahwa Dia adalah Warga Negara Indonesia yg karena salah ucap,salah sikap dan salah memihak maka Anak cucu nya yg akan menderita..

    Bagaimana jadinya jika Heavy Munition yg jd incaran? 000* jika di tambah angka di depan lalu di tambah dg bilangan yg di belakangnya 00 lalu di sandingkan simbol ukuran dimensi apa tdk bikin gerah,gelisah dan curiga..

    #belajar berhitung

  7. pemburu rajawali on

    Pola Air America berbaju Air Ukxxxx
    Pola geser logistik udara mujahidin gagal di terapkan hehehe..

    #Al Qassam sj berani ucapkan Ultah bagaimana yg di syria,afgan,iraq,libya, yaman coba..

    Apa efek main api bocah nakal dg paman nya? Tujuan bagian dunia mana yg jd incaran?

    #schock wave incoming.. Hold on tight.

  8. cut nyak dhien on

    sungguh menyedihkan bangsa ini, terlalu banyak pengkhianat, oportunis, tetapi kami umat islam bersama TNI akan menjaga bangsa dan negara kami, sebagaimana syuhada para pendahulu kami,

  9. bung PR, bung BW …
    mencoba membuka yang link berita yang disampaiakan bung Cut Nyak Dien di atas …. hmmh .. kebetulan saja brigade al qassam mengucapkan hut TNI .. atau kenapa ya bung? monggo dirembesin ..

  10. Well it’s not over yet. America akan membuka 39 documents tentang G30S pki. 1965 – 1966. Satu document sudah dibuka tentang…..

  11. lihat acara di salah satu TV swasta
    Nelayan jakarta udah kaya berlayar di negara lain..diikuti costguard(itu boat logo garis dua udah kaya bakamla/costguard) laut negrinya sendiri koq dilarang pihak keamanan REKLAMASI…negara dalam negara kah??
    Masih bisa disebut negara berdaulat
    Apalagi poros maritim dunia…? MIMPI SIANG BOLONG

  12. Pengamat Dadakan on

    Reklamasi……pijakan warga negara aseng dan asing….. lucukan pejabat negeri ini satu menteri “memboikot” reklamasi (akhirnya kena tendang) ~ dari sipil dan menteri penggantinya “mati2an membela” ~ dari militer..jenderal lg….hmmmm…YANG NASIONALIS YG MEMBELA PRIBUMI YG MANA ?????

  13. Semua pejabat,klo bicara masalah kebijakan pasti semuanya ngomong untuk masyarakat.demi bangsa dan negara,demi kesejahteraan rakyat.Tapi gak tau untuk masyarakat yang mana?bangsa dan negara yang mana?
    Rakyat hanya dijadikan sebagai topeng aja untuk menyembunyikan agendanya.
    Kalo emang mau jujur untuk masyarakat,seharusnya reklamasi itu di hentikan.Toh masyarakat Jakarta gak setuju dengan reklamasi,tapi pemerintah pusat ngotot untuk meneruskannya.Jadi demi siapa ????

  14. Reklamasi secara ijin sudah menyalahi aturan sehingga sebetulnya negara bisa mengambil alih reklamasi tersebut untuk kepentingan negara misalnya untuk pangkalan militer. Yang saya takutkan dari reklamasi selain sudah merugikan nelayan, penduduk jakarta yang tidak mempunyai akses lagi ke teluk jakarta, kerusakkan alam jakarta, jabar dan banten dan banjir yang akan melanda jakarta akibat tersendatnya aliran air akibat lautnya ditimbun tanah juga dari sisi pertahanan karena strategi kuda troya dari cina yang sudah diterapkan oleh cina thd negara lain. Dari sisi kewibawaan hukum di mata masyarakat akan menurun karena ketidak konsistenan dalam penegakkan hukum.

  15. http://www.youtube.com/watch?v=kTZUcSjF5ys

    ………………..Banyak dan ada ormas yang dalam aktivitasnya yang ternyata mengembangkan faham atau mengembangkan ideologi dan ajaran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesi tahun 1945, DAN HAL INI TIDAK TERMASUK DALAM FAHAM ATHEISME, KOMUNISME LENINISME MARXISME YANG BERKEMBANG CEPAT DI INDONESIA………………

    ada yang salah dengan kata kata inikah…???

    *Gosoksilindr kuningan makin kincling

    • Biasanya pembuatan mercon(BP) dengan system basah, jadi ya tidak mungkin meledak/terbakar. kecuali mercon sudah jadi/kering siap dipasarkan. misalkan 1 karung mercon dibakar ledakanya seperti tembakan senapan mode auto dan ,tidak meledak bersamaan. sehingga ada jeda waktu bagi karyawan untuk menyelamatkan diri.
      mungkin lebih jelas ditanyakan ke kang KJM karena beliau ahlinya.

  16. ……………..Dan Selamat Sore Bapak , Silahkan Tehnya…..
    menelisik runutan beberapa peristiwa signifikan beberapa hari ini…saya nunggu cilukba nya bung @PR, Bung @BW..dana para Punggawa yang sore ini berhimpun…..

    Sinetron terus naik tayang Bung…..

    #nyilemgosok kuningan

  17. Pk.16:00 saya dapat kiriman video dari tkp pabrik mercon durasi 1:53 menit,melihat korban yg 100% jadi arang dan lainnya lagi tubuh korban 80% jadi abu sepertinya bukanlah akibat dari bubuk mercon.

  18. pemburu rajawali on

    @kjm hehehe.. Mercon tetap lah bahan peledak hanya kekuatannya minim. Ya klo yg d tangerang dilihat dri Blast Radius jg blast damage ada kecurigaan terdapat komponen high explosive dsna. Biarlah puslabfor bekerja dan biarkan BKO bekerja toh nanti terungkap.

    Shock wave part 2 air and sea..
    Grid 3a,3b,3c
    Wah kohanudnas akan semakin sibuk begitu jg eastern fleet

  19. Tiap kali indonesia punya mainan baru dari….. pasti bakalan di test nih sama kurawa, bung PR, Bung PS, Bung BW, siap siap nih akhir taun… test ternya makin gurih….

    • Hehehehehhe
      Bung galudra ..iso wae.. Tester gon weruh tenan po yo wis duwe klonengan.. Sila takon bung PR ksatria lintas trisula xixixixixixixi…
      Adios# eta terangkanlah

    • @bung PR…, apakah pengiriman 3 kapal induk paman beserta unit pendukungnya ke pasifik merupakan “shock wave part 2″ yang pernah bung PR singgung, terus apa tni udh siapin kejutan buat mereka…hehehe….terima kasih.

    • pencari kebenaran on

      kok PKR yg baru gak kelihatan dipasangin CIWS (dulu katanya mau dipasngin oerlikon millenium). masa banyak beli buat pangkalan tapi ini cuma 2 buat PKR gak ada?

  20. hoo..pantes….
    hla stok kok cuma segitu wae…plate..kok nambah terus angkanya…
    ini ternyata..bung BW sama bung PR yang di ketapel ke sana sini..

    ohohohooh

    #FIFO..first in First Out…

    #gosok kincling

  21. pemburu rajawali on

    Kunjungan muhibah saja kok..
    Pastinya sdh diantisipasi rombongan lenong di pasifik toh ada hiu yg nongkrong disana.

    Amiieennn bung Moday.. Selamat Pagi
    Salam Patriot.

    #mari ngupi dulu!

Reply To KJM Cancel Reply