Menata Watak dan Karakter Bangsa (Nation Character Building) secara implementatif.

5

Menata Watak dan Karakter Bangsa (Nation Character Building) secara implementatif.

Ir. Jusuf Mahdi, MM.

papa popeye

 

 

Dalam berkehidupan, baik secara individu, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara, ternyata faktor Moralitas dan Mentalitas adalah menjadi kekuatan utama untuk mencapai keberhasilan menuju terwujudnya cita-cita dan tujuan hidupnya, yaitu tujuan kemerdekaan berupa kesejahteraan lahir-bathin, berkemampuan dan mandiri. Oleh sebab itu lagu kebangsaan Indonesia Raya mencantumkan kalimat : “Bangunlah jiwanya.., bangunlah badannya…., untuk Indonesia Raya…!!”

dedenew385

 

 

Pembangunan watak dan karakter bangsa ini harus dimulai sejak dini, yaitu ketika anak-anak mulai kenal bermain, maka permainan tersebut harus mengandung unsur kebersamaan, semangat juang, survival, tak kenal menyerah, kemandirian, kreatifitas, inovasi, dan lain sebagainya.

 

Di masa lalu, anak-anak berusaha bermain dengan menggunakan dan memanfaatkan apa yang ada di sekeliling atau sekitarnya. Mereka membuat kereta dari kulit jeruk Bali, kuda-kudaan dan senjata dari pelepah pisang, membuat dari bambu, anak perempuan masak-masakan menggunakan ontong pisang, eggrang yang menghasilkan keberanian, membuat sesuatu yang merupakan kreatifitas dan inovasi dlsb, dimana semua itu melahirkan rasa kebersamaan, persatuan, kesatuan, kepedulian dan kepercayaan diri.

 

 

Anak-anak bermain perang-perangan secara tak disadari adalah bentuk menimbulkan rasa cinta tanah air, rasa bela negara dan mendidik timbulnya jiwa Patriot, Ksatria dan Bhayangkari bagi negara dan bangsa.

 

Saya tidak akan dapat menyebutkan berbagai macam permainan anak-anak, baik anak lelaki maupun perempuan yang tersebar di seluruh bumi Ibu Pertiwi. Silahkan para pembaca mengkilas balik ke masa kecil dan remaja anda, untuk mengenang kembali bermacam permainan, yang sekarang ini sudah tidak dikenal lagi oleh generasi anak cucu kita.

 

Yang tak kalah penting adalah menampilkan anak-anak tersebut dalam bentuk yang terselip dan tersirat pesan halus untuk cinta tanah air. Ini telah ditampilkan dalam warna seragam anak sekolah SD yang berwarna putih dan merah. Seragam Pramuka, Palang Merah Remaja, dan lain sebagainya.

dedenew372

 

Juga bacaan dan ceritera untuk anak juga harus dikemas dalam bentuk yang dapat menimbulkan imaginasi positif, mengasah nalar kepercayaan diri, kemampuan, kemandirian serta ketrampilan membuat peraga permainan dari apa yang ada dusekelilingnya. Di Jepang pakaian anak sekolah model matros, nama tokoh komiknya pakai nama Sailor…, antara lain Sailor Moon, Sailor Mars, Sailor Venus, dll. Ini untuk menanamkan jiwa maritim, karena negara Jepang adalah negara maritim.

 

Penanaman pemahaman tentang inti dan essensi serta makna KERJA perlu diberikan secara dini kepada anak-anak dan generasi anak bangsa, bahwa KERJA adalah :

 

1. Anugerah, yaitu bahwa Allah memberikan amanah kepada manusia, dan dengan semua bagian tubuhnya dia melakukan kegiatan uuntuk menunjang dan menopang hidup dan kehidupannya.

 

2. Ibadah, yaitu bahwa dengan bekerja maka manusia melakukan ibadah bagi dirinya untuk mendapatkan nilai kemuliaan, dimana tolok ukur untuk menjadi mulia adalah melaksanakan ketentuan Allah yang berupa kebajikan, kebaikan, kebenaran. Disinilah diperlukan peran iman dan takwa manusia ykepada Allah Swt, penciptanya.

 

3. Karya, yaitu bahwa manusia dalam bekerja harus menghasilkan sesuatu yang baik, bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, rakyat, sesama, semesta, nusa, bangsa, negara dan agamanya, dan karyanya itu akan menjadi sebuah karya yang monumental sebagai pertanda bahwa hidupnya tiadalah sia-sia.

 

4. Pelayanan dan Pengabdian, yaitu bahwa kerja yang dilakukan manusia merupakan pelayanan dan pengabdian bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, sesama, nusa, bangsa dan negara nya.

 

5. Kehormatan, yaitu bahwa dengan kerjanya itu manusia layak dan pantas mendapatkan kehormatan dari professinya, profesionalismenya, dharma dan bhaktinya serta hal lainnya yang mengangkat citra dirinya.

5 Hal tersebut diatas saling berhubungan satu sama lain yang dapat digambarkan sebagai sebuah Bintang yang sudut-sudutnya berada dalam Lingkaran.

Arti-Lambang-Pancasila-Sila-Pertama

 

Materi Nation Character Building sebagai pembentukan manusia Indonesia seutuhnya harus merujuk kepada siklus kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, dimana berpola sebagai berikut :

Allah menciptakan segala sesuatunya, alam semesta beserta seluruh isinya, termasuk makhluk manusia yang mengemban amanahNya sebagai pemimpin di muka bumi yang diberikan kelebihan dari makhluk ciptaanNya yang lain berupa akal, pikiran, kalbu / hati nurani. Maka manusia harus berkehidupan dalam ketentuan Allah Swt dan berada dalam tatanan kebajikan, kebaikan dan kebenaran, selalu beramar makruf nahi mungkar, memiliki jiwa Patriot dan Ksatria.

 

Manusia yang hidup dan berkehidupan sebagai makhluk sosial, memerlukan orang lain sebagai mitranya, yang membentuk tatanan keluarga, masyarakat, bangsa dan memerlukan tempat melaksakan kehidupannya yaitu negeri tumpah darahnya, bangsa yang memiliki tujuan hidup jauh kedepan yang dinamakan sebagai Wawasan.

 

Dalam menghadapi hidup yang penuh tantangan maka manusia harus mengetahui kemampuan dirinya. Dia akan berkemampuan bila mengenal Jati Diri nya, siapa diri yang sebenarnya dan peran apa yang disandangnya dalam menjalani kehidupan. Dengan Jati Diri ini manusia tahu mau apa, kemana, untuk apa, dll di masa depan.

 

Tentunya manusia dalam hidup dan berkehidupan pasti menghadapi Masalah , yang menjadi AGHT (Ancaman, Gangguan, hambatan dan tantangan) yang harus diselesaikan, agar tidak menimbulkan Konflik yang melanda diri, keluarga, orang lain, masyarakat, nusa, bangsa dan negaranya.

dedenew423

 

Maka manusia harus mencari solusi dari semua problema yang dihadapinya dengan sebuah Problem Solving yang tepat, cepat dan jitu.

 

Dan dari lingkaran siklus diatas, kita kembali kepada Allah Swt, karena apa dan bagaimanapun upaya manusia hanya Allah lah penentu segalanya. Manusia tiada daya dihadapanNya. Demikian gambaran sederhana pola pembinaan dan pembentukan watak dan karakter bangsa, bahwa

“Success of the organization depend on the men behind the guns, but the most important thing depend on the morality and mentality of the men…!!”

 

 

oleh : Kolonel Laut (purn) Ir. Jusuf Mahdi, MM. Visionary strategical spiritual Nation Character Building Center, Surabaya, 21 Desember 2018.

 

Gambar : Patsus Dede Sherman

 

Share.

5 Komentar

  1. pencari kebenaran on

    Mungkin disini lebih tepat untuk mengungkapkan apa yang ingin saya sampaikan.
    Man-made weaponized disaster itu tentu ada, tapi bila sampai beranggapan semua gempa diatas 5.0 SR dan merenggut korban ratusan jiwa sebagai rekayasa manusia, lalu gempa alami itu tidak mungkin lebih dari 3.0 SR dan hanya menimbulkan korban luka itu sama saja menafikan keagungan/kemurkaan Allah dan merendahkan ilmu, baik ilmu bumi maupun sejarah. Apakah letusan Krakatau 1883 itu ciptaan manusia? lalu Letusan Toba pada zaman kuno itu apalagi, dan terletak pada 3 lempengan benua tentu akan menciptakan gempa bumi besar dan kecil. Yang berpendapat seperti itu juga sebaiknya membuat petisi untuk membubarkan BMKG dan semua Fakultas Ilmu Bumi di ITB, UGM,etc.
    Jika yang terlintas di pikiran ketika mendengar adanya berita gempa bumi yang menimbulkan kerusakan besar ialah ulah manusia/negara asing/mosthatedforeignnation, itu berarti menandakan seseorang memiliki kepercayaan semua kejadian yang merusak dirinya hanya mungkin terjadi oleh hasil sabotase orang lain, tidak mengakui atau lupa akan teguran dari Tuhan bahwa dirinya telah kebablasan,(yah kalau atheis bagian yang ini dilewat saja), dan itu sangat berbahaya bagi rakyat & negara kita.
    Jangan sampai melupakan sila pertama Pancasila.

  2. Sepakat bung, intinya kita mesti terus berbenah diri….

    Untuk menjadi terbaik dimata Alloh swt… Mulai dari pembangunan karakter di keluarga kita,

  3. Krakatau itu sering muntah2 emang. coba tahun ini intensya mulai bulan apa coba tapi tidak ada dampak signifikan pada pesisir dua wilayah. statement dari pihak resmi ada yang mengatakan kmaren karna pas saat pasang air laut di bulan purnama. ( memang aneh dan sangat aneh ). ada kok pihak resmi yang menyarankan kejadian kmaren harus di kaji intents ( karna memang sangat aneh ).

  4. Ane sih yakin bung semua yang terjadi atas ijin Allah….tp ane juga aneh seperti bung @dragunov kalau pihak² terkait malah mengatakan harus hati² dijelaskan apakah ada retakan atau tidak…..toh gempa Jogja tidak menimbulkan sunarmi….maaf atas pemikiran yang awam ini,bukan maksud menonalak kehendak Allah,tapi ada sebagian manusia yang mencoba seperti Tuhan….maaf kan lah daku…

  5. Ganti Pemimpin yang benar benar Pemimpin terlebih dahulu..

    Ada benar nya, perang perang an di masa kecil secara gak langsung membuat saya mencintai dunia militer hingga saat ini..

    Allah Maha Mengetahui, Manusia boleh berskenario namun illahi yang menentukan nya..