MENGENANG PERTEMPURAN 10 NOPEMBER 1945 SURABAYA, MASIHKAH JIWA DAN SEMANGAT JUANG KEPAHLAWANAN TETAP KOKOH DI HATI SANUBARI BANGSA INDONESIA???

2

MENGENANG PERTEMPURAN 10 NOPEMBER 1945 SURABAYA, MASIHKAH JIWA DAN SEMANGAT JUANG KEPAHLAWANAN TETAP KOKOH DI HATI SANUBARI BANGSA INDONESIA???

 

FB_IMG_1546399194890

Ir. Jusuf Mahdi, MM.

Sudah 75 tahun berlalu, terjadinya sebuah peristiwa besar yang membuka mata dunia tentang jiwa dan semangat juang sebuah bangsa dapat mengalahkan kekuatan yang didukung peralatan tempur canggih pasukan asing (Sekutu / Inggris yang diboncengi tentara Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia).

Perlawanan rakyat / Arek Suroboyo terhadap mereka di sebabkan oleh :

1. Penistaan dan penghinaan terhadap jati diri bangsa yang diminta untuk mengangkat tangan dan mengibarkan bendera putih datang menyerahkan senjata yang susah payah direbut arek-arek Suroboyo dari tangan tentara Jepang.

2. Pamflet yang disebarkan dari udara yang merupakan sebagai ultimatum pihak Sekutu / Inggris yang akan membumi hanguskan Surabaya bila tidak memenuhi tuntutan mereka.

3. Kesadaran tentang arti, inti, essensi dan makna kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 adalah sebuah nilai luhur kehormatan bangsa yang tidak dapat diganggu gugat oleh bangsa lain dengan cara apapun jua.

4. Kehormatan manusia sebagai makhluk Allah yang dikaruniai kemuliaan dan senantiasa berjalan di jalan Allah adalah suatu hal yang harus dipertahankan walaupun harus mengorbankan nyawa sekalipun. Inilah makna jihad, berjuang di jalan Allah sebagai perjuangan suci diri manusia.

Dari beberapa hal diatas maka jiwa kepahlawanan tertanam di hati sanubari arek Suroboyo yang terdiri dari berbagai suku, ras, etnis menyatu dalam tekad dan semangat untuk mempertahankan kemerdekaan dan kehormatan serta kebebasan sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Sejarah telah mencatat dengan tinta emas bahwa dari peristiwa 10 Nopember 1945 Surabaya ini menjadi tonggak perjuangan bagi seluruh rakyat dan bangsa Indonesia dimanapun berada bahwa kehormatan sebagai bangsa yang meliputi segala aspek dan bidang kehidupan harus menjadi kekuatan bangsa menghadapi berbagai ancaman dan tantangan hidup dan kehidupan.

75 tahun peristiwa heroik pertempuran 10 Nopember 1945 Surabaya telah berlalu .Kenangan tentang hal tersebut mulai tinggal jadi catatan sejarah karena para tokoh pelakunya sudah meninggal, tempat yang menjadi sentra pusat oengobar semangat arek Suroboyo a.l rumah radio Bung Tomo, Jembatan Merah tempat meninggalnya jenderal Mallaby dari pasukan Inggris, rumah sakit tempat para pejuang yang tertembak dirawat (RS di Bubutan dan jalan Pemuda) telah tiada, berganti menjadi gedung dan mall mewah, komplek markas tentara Belanda yang kemudian menjadi markas KKO di Gubeng pun telah menjadi mall yang dikelola dan dibangun oleh pengusaha etnis cina tanpa menyisakan adanya kenangan sejarah yang terkandung didalamnya.

Geberasi muda bangsa saat ini semakin kabur dan bias tentang sejarah perjuangan bangsa yang penuh nilai heroik, patriotisme yang telah dilakukan para pendahulu, pejuang bangsa yang tulus, ikhlas mempertahankan kehormatan dan jati diri sebagai bangsa.

FB_IMG_1544489704231

Dan jiwa, semangat juang ini telah luntur bahkan hilang dari para pemimpin yang dipilih rakyat dan mengemban amanah rakyat untuk mengisi kemerdekaan menuju adil makmur sejahtera, digantikan perjuangan demi kekuasaan dan duniawi untuk diri sendiri, kelompok dan golongan yang dengan segaka cara ditempuh untuk mendapatkannya. Maraklah suap, korupsi, penyalahgunaan wewenang dsb yang disindir oleh rakyat sebagai UUD (Ujung!;-ujungnya duit) yang disandang oleh para pemimpin.

Dalam menghadapi globalisasi yang penuh persaingan, perubahan trend yang berkembang, para anak cucu generasi penerus kita akan berat menghadapi berbagai tantangan hidup dan kehidupan. Hal ini akan semakin berat dirasakan bila jiwa dan semangat juang atau survive tidak dimiliki atau pada tatanan rendah. Hilangnya rasa kebanggaan sebagai bangsa, hilangnya rasa percaya diri bahwa mampu berbuat, wawasan kebangsaan yang tidak lagi terarah kepada nilai luhur yang telah dirumuskan oleh para founding fathers pada pembukaan UUD 1945, akan menyebabkan kegamangan untuk menghadapi hidup. Padahal dari nilai luhur pada Pembukaan UUD 1945 itu telah ada pedoman rohaniah dan jasmaniah untuk menjalani kehidupan sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, yang mampu bersama bangsa-bangsa lain di dunia menjalani kegiatan hidup.

Pada saat terjadinya pandemi Covid 19 ini yang melanda dunia termasuk Indonesia, maka dibutuhkan jiwa juang yang tinggi, tulus dan ikhlas terutama dari para petinggi negeri untuk bisa survive menghadapi masalah. Pengambilan keputusan dan kebijakan yang arif dan bijak, sinergis, berpihak kepada kepentingan rakyat adalah diperlukan sebagai tindakan utama bagi keselamatan rakyat. Bukan waktunya untuk saling berebut pengaruh, berebut mencari nama dan kepentingan dimana keselamatan masyarakat dan rakyat terabaikan. Belum lagi ada persoalan lain yang dihadapi rakyat berupa bencana alam, berupa banjir yang memporak porandakan daerah / kawasan yang ditempati masyarakat.

Maka sudah sewajarnya bila dari Surabaya kita gelorakan kembali jiwa dan semangat juang kepahlawanan untuk membuka pintu gerbang kemerdekaan, mengisi halaman dan rumah kebangsaan dengan suatu visionary strategical spiritual grand design yang akan mewujudkan cita-cita dan tujuan kemerdekaan sesuai apa yang dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945, sebagai eksistensi bangsa Indonesia dalam percaturan kehidupan dunia.

Kita harus mengubah nasib kita sendiri, sebab diri kita sendirilah yang menentukan akan dibawa kemana bangsa dan negara Indonesia ini kedepannya, terutama menjelang tahun emas 100 tahun kemerdekaan bangsa pada 2045 yang akan datang.

dedenew337

Semoga kita dapat memberikan karya dan bhakti terbaik yang bisa kita wariskan kepada anak cucu cicit generasi penerus yang kita kasihi, sayangi dan cintai agar mereka menikmati arti dan makna kemerdekaan yang sebenar-benarnya.

Walau keadaan apapun menerjang kita, tetaplah berjihad fisabilillah, berjuang di jalan Allah, demi untuk kebajikan, kebaikan dan kebenaran yang hakiki. Allah SWT mendengar doa dan Pinta manusia yang yakin dan berserah diri kepadaNya.

Semoga pengorbanan para pahlawan yang telah gugur sebagai Ratna Manikam penghias bumi ibu Pertiwi menjadi suri tauladan bagi generasi penerus bangsa, dan para pahlawan tersebut ditempatkan di sisi Allah dalam kemuliaan yang sejati.
jm,vssmatc,sby, 23092020.

 

Share.

2 Komentar

  1. Sejarah seharusnya bisa membuat bangsa ini mencapai kejayaannya. Dengan sejarah perjuangan para pahlawan kita baik yg melawan penjajah, merebut kemerdekaan, dan mempertahankan kemerdekaan bisa memberi semangat dan suri tauladan kpd generasi muda utk cinta kpd bangsanya. Dan pendidikan sejarah itu penting makanya kalau ada wacana utk menghapus pendidikan sejarah akan membuat generasi mendatang tidak tahu sejarah bangsanya. Setidaknya mereka sadar bahwa bangsa ini direbut atas jasa para pendahulu kita.

  2. gimana mau menghargai pahlawan yg udah gugur?yg masih hidup aja banyak yg nggk di perhatikan oleh negara…..harusnya para veteran itu dikasih tunjangan sesuai UMK…..itu kalau kita mau memikirkan para pejuang kemerdekaan…..