Patriotisme pasti akan ada Cobaan

72

Sepenggal kisah anak muda..

Faisal rahman1

“Nak Bapak tidak punya harta yang diwariskan untuk mu, belajarlah yang rajin mumpung Bapak masih kuat bekerja untuk sekolah mu”,

Walaupun sudah dua puluh tahun lalu saat pertama kali mendengarnya tapi air mata ku selalu basah ketika teringat masa itu. Kalimat yang menyadarkan dari masa kanak kanak ku ketika masih duduk dibangku kelas enam sekolah dasar, beberapa hari setelah kelulusan ku aku hanya terdiam dan berpikir meresapi kata-kata itu. Akhirnya aku memberanikan diri setelah makan malam untuk mengutarakan pendapat, aku ingin merantau kepulau jawa untuk melanjutkan sekolah.

Diatas kapal Pelni KM Kalimutu begitu penuh sesak penumpang, bau pesing dan pengap tercium dari sudut sudut kamar mandi, setiap penumpang berlari berebut tempat tidur, Kapal siap berangkat, Saya menyempatkan diri berdiri disamping pagar anjungan melambaikan tangan untuk orang yang saya cintai. Kapal mulai meninggalkan dermaga lambaiyan tangan sudah menjadi bayangan, dalam hati kecilku aq berbisik ” aku akan kembali, darma bhakti akan ku persembahkan, doakan aku para leluhur”

Tidak terasa tiga belas tahun sudah merantau, segudang kisah manis dan pahit terajut dalam lembaran hidup, begitu banyak guru, teman yang berjasa, idealisme semasa aktif dikampus kokoh tertanam dalam sanubari bekal untuk membangun negeri ini.

Seorang rekan kerja membawakan koran dengan mengucapkan selamat, saya diterima jadi calon pegawai negeri sipil, wadah pengabdian untuk berkontribusi membangun negeri ini saya rela gajih saya lima kali lipat lebih kecil dari yang saya dapatkan dari kantor sebelumnya..!!

Orang tua saya pernah berpesan

“janganlah silau dengan kesenangan dunia, jabatan dan keahlian akan ada ujianya, hiduplah sederhana, harta tak kan dibawa mati nak, jadilah orang yang bermafaat untuk keluarga, lingkungan dan Bangsa mu, jangan pernah kamu gadaikan jabatan, keahlian dengan duit atau materi pasti kamu akan binasa“.

Petuah ini selalu saya simpan dalam hati dan sering saya mengalaminya.

Faisal rahman2

 

 

Suatu hari seorang pedagang batu permata datang kekantor saya dengan senyum manis saya sambut, sekian lama kami ngobrol ternyata tamu saya punya maksud lain,

Dia menawarkan saya duit seratus juta cash dengan syarat saya cuma mengucapkan iya dan mengatakan itu jamrud asli yang akan dijualnya kepada calon pembeli, padahal itu bukan lah jamrud melainkan batu jenis beryl yang diberi pewarna tambahan hijau menyerupai warna asli jamrud.

Saya cuma tersenyum melihat tingkah kelakuan tamu saya dengan sopan saya menolak, “Terimakasih pak saya sudah digajih oleh Negara” jawaban singkat saya tersebut membuat mimik sang tamu jadi malu dan sampai sekarang pun tidak berani lagi untuk datang kekantor saya.

Bagi saya hidup adalah perjalanan panjang yang kita harus pertanggung jawabkan,

Patriotisme pasti akan ada cobaan dalam membangun Bangsa ini, besar kecil kontribusi kita akan ada makna perubahan walaupun tidak semua orang merasakan,

Kata siapa hidup itu mahal..? yang mahal hanyalah gaya hidup..!!

Semoga kita Para Patriot Bangsa, selalu memberikan yang terbaik untuk Bangsa, Kejayaan Indonesia ada ditangan kita semua para anak Bangsa, Dharma Bhakti tidak selalu harus dilihat dan dipuji.

Salam Hormat untuk Para Patriot Sejati.

faisal rahman3

By: Patsus Faisal Rahman,

Share.

72 Komentar

    • Amin, sama-sama Bung Kalijati. Mudah-mudahan kita bisa menyebarkan rasa Cinta Bangsa dan Negara untuk keluarga serta orang-orang disekitar kita, Salam Indonesia Jaya.

  1. “Dharma Bhakti tidak harus selalu dilihat dan dipuji” saya suka dengan kalimat ini.. Dua Jempol buat Patsus Faisal Rahman

  2. Membaca artikel di atas dengan kenyataan pemerintahan sekarang,sangat memprihatinkan, langkah langkah pengkerdilan bangsa (pembonsaian bangsa) lewat penjualan aset aset negara dan mengijikan asing untuk menginjak kepala bangsaku akankah kembali terulang ? sedih..sedih,adakah disini dari pemerintahan dapat memberikan saran langsung kepada pemerintah sekarang agar berhati-hati dalam bertindak dan berbicara?mau dijadikan apa rakyat bangsa ini?menjadi budak bangsa asing lagi?,apa sedemikian bangkrutnya negara ini hingga semua aset bangsa akan dijual? inikah revolusi mental itu?

    • Apa yang dirasakan bung Botol sama dengan apa yg saya rasakan, bukan bermaksud tidak mendukung pemerintah sekarang melainkan karena kita cinta negri ini, apa yang akan kita wariskan pada anak cucu kita kelak, jika semua harus dikuasai asing dan kita menjadi jongos dirumah sendiri. Entah apa yang ada dalam pikirannya atau memang disengaja, wallahu a’lam.. sehingga semua kebijakan selalu bertentangan, masih banyak cara lain yang lebih bijak dan terhormat dalam mengambil keputusan, yang lebih mengedepankan kepentingan rakyat.

    • Kita doakan semoga Para Pemimpin kita selalu diberikan Kekuatan dan Petunjuk dalam setiap mengambil keputusan untuk Bangsa Besar Indonesia. Tetap optimis Bung Botol, mari kita persiapkan diri kita dan keluarga untuk Dharma Bhakti untuk Ibu Pertiwi. Salam Hangat.

    • terimakasih kembali Bung Gilimeno, saya juga masih belajar dan masih perlu bimbingan rekan-rekan dan Para Patku disini. Salam Hangat.

    • Bhineka Tunggal Ika, yang menyatukan wujud yang beragam Bung Fikri Tanizaki, Mari kita bersama-sama berkontribusi untuk Indonesia Jaya dengan ilmu kita masing-masing. Salam Hangat.

  3. Artikelnya mengusik hati nurani dan membangkitkan rasa kebanggaan akan NKRI yang terkadang luntur karena korupsi dan perilaku wakil rakyat yang memalukan..
    Salam kenal Bung Faisal..

    • Salam kenal dan Salam Hangat Bung EA, tetap semangat dan optimis untuk Indonesia Jaya. Kelak anak cucu kita yang akan tersenyum Bangga dengan Perjuangan Para Patriot Sejati Indonesia.

  4. Jika ingin dapat kenaikan pangkat di organisasi TNI AD, maka wajib prajurit TNI AD memiliki Dan 1 Yoong Mo Do yang berasal dari KOREA SELATAN. Pencat Silat Indonesia yg sudah lahir ribuan tahun, dihitung dari usia situs gunung padang!, ngga dianggap penting oleh TNI AD sendiri. Pencak Silat yang sudah “battle proven” menggasak kublai khan, dipraktekkan oleh Kerajaan Kutai, Sriwijaya, majapahit, siliwangi, + kerajaan2 Islam Nusantara malah dianggap sebelah mata! Malah TNI AD mempopulerkan beladiri Korea!
    Tanya sama salah satu KOTAMA AD yang markasnya Di provinsi banten, bisa ngga prajurit sabuk hitam yoong.mo do mengalahkan JAWARA SILAT BANTEN! Master Yoong mo do dr Korea juga belum tentu bisa!!!

  5. Yes.. jangan sampai gadaikan harga diri kalian ke cukong!!! Jiwa dan seluruh tubuh anda terikat erat menjadi budak dan boneka kepentingan bisnisnya.. kasihan pribumoi bodoh

    • Bung Sennopati, Bangsa kita adalah Bangsa Pejuang yang hebat dan diakui dunia. Jiwa dan Raga tertanam dalam NKRI, mati satu tumbuh sejuta Patriot. mari kita tegakkan Marwah dan Kerhormatan Bangsa kita, Salam Hangat.

  6. Jaman tlh bercabang pnuh kelokan, yg tetap lurus tembok terjal siap menghadang didepan.. so inspiring, gaya hidup yg membuat jiwa mudah tergadai surga palsu duniawi.

    • Bener Bung Kasamago, gaya hidup yang membuat semua jadi mahal. Hedonisme dan matreliasme sudah “ditularkan” secara massive dalam berbagai kemasan yang indah tanpa kita sadari. Nilai luhur Pancasila menjadi benteng proteksi diri dan masyarakat kita yang harus digalakkan lagi. Salam Hangat.

  7. sigambal(raper) on

    Inikah yg dmksud revolusi mental…
    Atau keboprokan mental….
    Bru brp bln uda mau jualin aset…lau 5 thn apa yg yg bkln di jual…
    Mdh2an para pemimpin ngri ini mrbh pmkirn nya…jgn memikirkan ego dan keinginanya aja,jd rakayt yg dikorbankan,

  8. @dua kempol untuk patsus Faisal…..jujur kata kata diatas sama seperti yang pernah di ucapkan Bapak saya ketika saya kelas 1 SMP……tapi depannya bukan Nak, akan tetapi “LE” karna Bapak saya orang jawa…[email protected] ndan PS kapan kelanjutan Hiu kencana jilid 7 nya??????

    • Kasih orang tua sepanjang hayat, mudah-mudahan kita bisa membahagiakan orang tua kita selama hidup beliau, dan bisa mengajarkan kepada anak cucu kita nilai luhur yang sudah kita timba. Salam untuk keluarga disana Bung.

    • Terimakaih Bung, Perjuangan dan ujian belum berakhir Bung Timur Nusa Kambangan, semoga kita senantiasa diberikan kemudahaan dalam setiap aktivitas, Salam Hangat.

    • Maafkan saya jika membuat sampeyan bersedih, saya pun selalu menitikan air mata rasa syukur atas didikan yang beliau berikan. Salam Hangat Bung Werkudoro.

  9. revolusi mental adalah mencopot satu persatu atribut Islam dari panggung NKRI , mengikuti instruksi asing atau zionis ASU dan melayani cukong2 aseng lokal atau yang bermarkas di UPIL … memang Indonesia itu merupakan pasar yang sangat menggiurkan, dimana SDM nya yg mayoritas Muslim (ktp) sangat mantab untuk di perbudak (gaji kecil dan outserching pula serta disuguhi aneka kredit barang2) oleh aseng2 lokal dan yg dikendalikan dari UPIL, sedang SDA nya dikeruk habis oleh zionis ASU/asing habis2an, terutama freeport papua dan natuna dll … jadi menurut analisa saya yg awam ini … sampai kiamat pun kita pasti tetap dijajah asing dan aseng, kalau sistem pemilu kita tetap kayak gini … maaf bukan bermaksud SARA lho (saya sendiri berdarah campuran batak, cina dan jawa) .. tapi kenyataannya baru beberapa bulan memerintah rezim ini kok makin menyengsarakan rakyat kecil yg mayoritas Muslim tentunya … saya bukan membela Pak Prabowo atau simpatisan Pak SBY .. tapi melihat semua ini saya jadi RINDU sama MEREKA !!!

    • Bung M Amin, masa silam Bangsa kita memang penuh dengan lika liku yang dinamis, ingatlah masa itu akan berakhir Indah, Kita semua akan melihat lahirnya Kejayaan Indonesia sebentar lagi. Kita tetap mengkritisi Para Pemimpin kita dengan memegang norma dan kedamaian. Bersatu membangun Negeri yang salah kita luruskan yang Benar Kita Perjuangkan. Salam NKRI Jaya.

  10. guntur sasongko on

    Miris sekali melihat perkembangan sekarang ini, pemimpin negara tidak bisa ngayomi dan menjadi pemersatu bagi seluruh rakyat Indonesia dengan kebijakan2 yang tidak pro rakyat dan politik dagang sapi. Rindu dengan kerukunan dan persatuan seperti dulu saling bantu dan gotong royong serta saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama yang satu dengan yang lain. Saat ini ibu pertiwi menangis sedih melihat pemimpin negeri ini memperdagangkan negeri yang kemerdekaannya diraih dengan tumpah darah jiwa raga serta harta benda para pahlawan kemerdekaan.. Bersabarlah Ibu Pertiwi Kami siap membelamu dari para Pemimpin2 yang Dzolim..

    • Mantapppp, Mari kita hapus tangisan Ibu Pertiwi Bung Guntur Sasongko, Indonesia Jaya dengan Nilai Luhur Pancasila. Salam Hangat.

  11. Artikel yg menggugah dan bikin bangga….. patsus faisal rahman. jd ingat dengan almarhum kakek saat masih kecil mgkn umur 6 tahun, pernah bertnya saat diajak jalan2 ditengah sawah yg menghijau dg hamparan padi dan pematang sawah. “inilah yg bikin Indonesia dulu dijajah lee…. ingatlah kesuburan tanah nusantara ini. tp nanti tanah yg subur akan hilang dg sendirinya lek bumi iki wes tuwek ( bumi ini sdh tua )”, kenapa bisa begitu mbah..??? tnya saya. ” nanti kowe (kamu) akan tahu sendiri lee….”. Dan bener skr ini tanah pedesaan sdh tidak hijau lagi, lambat laun anak petani tidak meneruskannya dan membiarkan sawah2 bero dan rimbun oleh belukar ilalang.

    Salah siapakah ini semua??? kurang perhatian pemerintah kepada petani ato petani yg meninggalkan sawah ladangnya krn makin lama makin susah bercocok tanam dan menginginkan perubahan penghasilan????.

    • Patsus Mrongoss, terimakasih. Konon Katanya surga yang diturunkan Tuhan dibumi terletak di Indonesia, tanah yang subur, SDA melimpah ruah, lautan yang kaya akan biota dan mineral, Saya Bangga Jadi Orang Indonesia. Tentu Andapun Demikian..? Itu tugas kita semua sebagai anak Bangsa untuk memperbaikinya dan tidak perlu kita mencari siapa “kambing hitamnya”. Ditangan kita semua menjadikan Indonesia Makmur. Salam Hangat Bung. Cmiiw.

  12. Terimakasih Patku PS, mohon bimbingan dan pecerahanya untuk kami yang haus akan ilmu ini. Selamat Bertugas Ndan, Salam Hangat dari kami.

  13. Bung Bacan, Bung Yuda, Bung Kalijati. Terimakasih atas perhatianya, semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam Mengabdi untuk Bangsa dan Negara. Salam Hormat Bung.

  14. saya jadi teringat almarhum kakek yang gugur pada agresi militer belanda. sering saya di ceritakan oleh ke 2 orang tua bagaimana kakek berjuang tanpa pamrih.hanya ingin anak cucunya hidup bahagia di republik yang amat beliau cintai dri apapun yng ada didunia ini. terima kasih atas pencerahannya para patriot.

    • Salut dan Hormat untuk Beliau Bung Adrian, semoga beliau tersenyum dan bangga di syurga melihat anda meneruskan perjuangan beliau. Salam hangat.

  15. harus terus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara ini…menumbuhkan kembali jiwa patiotisme seluruh anak bangsa yang sdh mulai melupakan nilai luhur perjuangan bangsa

Leave A Reply