ULAR MUSUH GARUDA

57

Menulis Ulang Tulisan Pak Satrio

ULAR MUSUH GARUDA

Menyambung artikel saya terdahulu yang berjudul Garuda yang mulai bangkit, kita coba ulas seberapa bahaya ular terhadap garuda dan ibunya.

Kita mengetahui bahwa Garuda mempunyai seribu saudara tiri berbentuk ular, Saudara lain ibu garuda ini mendukung penjajahan atas ibu Garuda, dan para Ular tetap bertekad mewujudkan penjajahan atas ibu Garuda (Indonesia) yang sudah pernah diselamatkan dan dilepaskan oleh Garuda dari penjajahan.. Paling Tidak para Ular mewujudkan terus berlangsungnya Penjajahan putih di Indonesia.

Tidak semua dari seribu ular itu menjadi Jahat ketengan. Diantaranya ada yang menjadi NAGA. Beberapa menjadi Naga yang terkenal adalah Basuki, Ananta dan Taksaka.

Ada kisah Naga Taksaka pernah diutus Sang Srenggi,(Putra Samiti) yang mengutuk Raja Parikesit yang melecehkan ayahnya. Dalam kitab Mahabharata diceritakan bahwa saat Maharaja Parikesit dari Hastinapura pergi berburu, ia kehilangan jejak buruannya dan masuk ke sebuah kediaman brahmana/pertapaan. Ia bertanya kepada seorang pertapa bernama Samiti yang sedang duduk bermeditasi karena hanya pertapa tersebut yang ia temui.

Pertapa tersebut diam membisu saat Parikesit bertanya. Karena marah, sang raja mengambil bangkai ular dengan panahnya dan mengalungkannya di leher Samiti. Putra Samiti, yaitu Sang Srenggi, merasa marah atas perbuatan tersebut. Atas penjelasan Sang Kresa yang mengetahui kejadian yang telah terjadi, Sang Srenggi mengutuk Raja Parikesit agar beliau mati digigit ular tujuh hari setelah kutukan diucapkan. Samiti kecewa pada anaknya yang telah mengutuk Raja Parikesit. Akhirnya ia pergi menemui raja tentang perihal kutukan tersebut, namun Raja Parikesit malu dan lebih memilih melindungi diri dari kutukan.

Pada hari yang ketujuh, naga Taksaka pergi ke Hastinapura. Di sana Sang Raja Parikesit dilindungi dan dijaga oleh para brahmana, prajurit, dan ahli mengobati bisa. Agar mampu menjangkau dan menyerang Sang Raja, Naga Taksaka mengubah wujudnya menjadi ulat dan masuk dalam buah jambu. Lalu ia menyuruh naga yang lain untuk menyamar menjadi brahmana dan menghaturkan jambu tersebut. Pada saat Sang Raja menerima buah jambu dari brahmana yang menyamar tersebut, Naga Taksaka kembali ke wujud semula dan mengigit Raja Parikesit. Karena gigitan Sang Naga yang sakti, Maha Raja Parikesit terbakar sampai menjadi abu.

Analogi kisah diatas yaitu Pola penyusupan Naga/ular ini akan menarik bila dianalogikan kondisi Indonesia sekarang.

garuda ular

PENYUSUPAN ULAR ULAR
Ular ular di Indonesia tahu tidak akan terjadi lagi Penjajahan secara Fisik terhadap Indonesia sehingga mereka mengkondisikan Indonesia tetap terjajah secara putih, dan mereka akan menyusup disegala sendi untuk mewujudkan penjajahan putih tersebut. Ibaratnya, Indonesia dibiarkan utuh Cangkangnya saja tetapi isinya akan disedot untuk dihabiskan.

Ular ular akan menyusup disegala sendi seperti di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosoial budaya, militer, keamanan dan agama (IPOLEKSOSBUDMILAG) di Indonesia. Para ular tidak ingin melihat Indonesia merdeka seutuhnya, berdaulat terhadap segala sumber dayanya dan bersatu dengan kebhinekaannya. Para Ular ini jelas saudara Garuda dalam artian sebangsa dan satanah air, namun sudah dirasuki paham paham asing baik dari Timur maupun dari Barat, yang mempunyai kepentingan kepentingan tertentu terhadap kepentingan negara sponsor untuk mencekik sumberdaya Indonesia. Ya, bahasa kasarnya ular ular ini adalah seorang komprador penghianat bangsa,

Para ular untuk menjaga keamanan jati diri dan operasinya biasanya memakai sistem jaring compartementasi. Sasaran banyak antara lain di : Pemerintahan, Perusahaan Umum, Departemen/Kementerian, Organisasi Politik, Organisasi Sosial, Organisasi Massa, Organisasi Pemuda, Pelajar, Mahasiswa, Organisasi Agama dan Aliran Masyarakat dan lain sebagainya.

Para patriot kadang tidak menyadari di lingkungan sekitarnya bahkan kawan seperjuangannya adalah seorang ular. Mereka secara sengaja berdomisili di daerah sasaran atau membaur dalam masyarakat. Para Ular tidak memikirkan kepentingan nasional yang ada adalah kepentingan diri sendiri sehingga mereka bisa menggalang sasaran sehingga dengan sukarela ataupun terpaksa, telah menjadi boneka dari penggalangannya dan secara tidak langsung akan mendatangkan bencana di tanah airnya.

Pada tingkat ideologi dan pemikiran Para Ular gencar melakukan penggalangan hingga lahirnya para nasionalis sepuhan yang dipersiapkan untuk menerima suksesi, yaitu para nasionalis yang diprogram untuk memimpin Indonesia dalam bayang-bayang Ideologi pada penggalangnya (Negara asing). Para nasionalis semacam inilah yang sejak jaman penjajahan hingga sekarang selalu mengganjal dan bahkan tidak segan-segan memblokir berbagai gerakan untuk memajukan NKRI.

1982049_1541075242803298_870700970402055895_n

JURUS JURUS ULAR MELEMAHKAN INDONESIA
Pencerai-beraian Sasaran
Penghancuran sasaran dilakukan oleh para Ular yang telah mendapatkan kepercayaan dari lingkungan yang menjadi sasarannya, dengan jalan menimbulkan berbagai ketegangan, konflik sosial, ataupun politik. Pertentangan minorotas dan mayoritas yang dibuat semakin meruncing, menggalakkan ekstremitas agama, aliran golongan, organisasi dan partai. Unsur-unsur itu digiring kedalam suasana perang urat syaraf sehingga akan melahirkan pertentangan massa, pertarungan fisik yang berkembang menjadi kekacauan.

Atau secara halus melakukan pembusukan struktural, pengacauan sistem moneter, sistem politik dan sistem sosialnya, sehingga secara sistematis negara akan rontok dengan sendirinya.

Harga diri telah hilang, sedangkan kepercayaan diri sirna pula, bahkan terhadap pemimpin masyarakat dan negara. Permusuhan, perkelahian, bentrokan antar suku, golongan, agama dan ras yang disertai dengan kekerasan terjadi di mana-mana, masyarakat pecah, partai-partai pecah, persatuan apa saja pecah, organisasi pecah bahkan bisa bubar. (lihat kasus konflik beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah, serta Asia). Inilah contoh pencerai-bearaian yang dilakukan para Ular yang pernah terjadi di suatu negara yang rakyatnya bermental jajahan, dan para pemimpinnya juga sudah terkontaminasi mental penjajah dan penindas.

Para Ular akan mengajari kita cara cara intimidasi, insinuasi dan tuduh-menuduh, mengutamakan kepentingan pribadi, kelompok, golongan dan partai yan tidak mengindahkan nilai-nilai kejujuran, mengajari akan terus ber-KKN. Kolaborasi-kolaborasi para ular terus dilakukan dengan mengobarkan provokasi kepada rakyat tentang adanya gerakan dari kelompok garis keras, ekstrem kanan, ekstrem kiri, komprador, antek nekolim, borjuis, teroris, hasutan terhadap buruh yang digiring untuk berdemontrasi dan melakukan pemogokan dengan dalih perbaikan nasib, yang ujung ujungnya untuk mengahancurkan dari dalam segi segi ekonomi, membuat kerusakan sistemik yang dimulai dari hulu, dari lapisan puncak piramida pemrintahan yang merembes hingga pada eselon terbawah.

Di legislatif para Ular sudah menyusup siap menjegal Undang undang yang menguatkan NKRI, dan melemahkan kepentingan asing. Para wUlar berusaha membut undang undang yang lebih pro terhadap negara sponsor. Mereka lupa bahwa mereka dipilih oleh rakyat.

Pengingkaran
Tujuan pengingkaran ialah agar setiap individu bangsa INGKAR terhadap para pemimpinnya, baik pemimpin masyarakat maupun pemimpin bangsanya. Pengingkaran itu diharapkan bisa melanda pemimpin agama, mengikat lagi terhadap agama, orgnisasi dan ideologi politiknya, dan Akhirnya tidak lagi peduli kepada negara dan bangsanya. Jika misi itu berhasil, maka massa akan menjadi liar, seakan terlepas dari segala ikatan. Tiada lagi rasa cinta kepada tanah air yang dikaruniakan Tuhan kepadanya, tiada belas kasiha kepada bawahan, dan perintah atasan tak ada yang menghiraukan. Rakyat tidak percaya lagi kepada agama, pemerintah, ideologi, politik partai, loyalitasnya luntur dan patriotismenya lenyap.

Pengarahan Sasaran
Yang dimaksud dengan pengarahan pangarahan masyarakat dan para pemimpinnya kepada fait accompli/keadaan yang harus diterima, yaitu menerima kenyataan yang ada kondisi Indonesia (setelah dilakukan langkah-langkah penggalangan oleh para Ular jaringan penetrasi penggalangan secara terselubung). Namun demikian pengarahan secara terbuka harus dihindari, karena menyinggung perasaan masyarakat dan memancing kemarahan massa. Jika hal itu dilakukan juga, sudah hampir pasti akan mendapat tantangan yang hebat dari masyarakat. Sebenarnya kekacauan masyarakat itulah yang kemudian dapat memberi arah tersendiri kepada tujan penggalangan, sehingga dukungan massa dan dukungan orang-orang yang berpengaruh dapat diperoleh.

Penggeseran
Yang dimaksud dengan penggeseran ialah menggeser kedudukan pemimpin/tokoh masyarakat dan pemimpin pemerintahan dengan menggunakan kekuatan atau paksaaan yang dilakukan secara terbuka, untuk digantkan dengan yang baru, yang sealiran dengan ideologi negara sponsor.

Indonesia, sering dijadikan korban revolusi sosial, hal ini dikarenakan ketidakberdayaan rakyatnya yang tidak punya sumber daya, melainkan (belakangan ini) kurang terbiasa menekuni suatu proses, kurang menekuni IPTEK, kurang menekuni penelitian dan pengembangan, sebagaimana orang-orang Barat dan orang-orang Asia Timur.

Rakyat Indonesia sudah terlalu lama menekuni budaya instan, yang hanya mementingkan hasilnya. Caranya biarlah orang lain yang memecahkan, cukup ambil yang gampang saja. Sektor pendidikan, secara umum kurang mendapat perhatian. Apalagi mendapatkan aneka IPTEK harus datang ke pihak-pihak mantan penakluknya. Yang lebih besar lagi pengaruhnya adalah budaya mistik dan budaya-budaya lain yang mengabaikan keunggulan faktor kompetensi yang berbasis prestasi. Karena itu mereka tidak banyak mengenal lapangan, tidak terampil, tidak waspada dan under estimate, tidak berjuang dengan harta dan jiwanya. Meskipun pada awal kiprahnya rata-rata memiliki idealisme yang memadai, namun pada saat karirnya menanjak, pengikutnya bertambah, maka bayangan kemapanan mulai menggoda dan turut mewarnai kehidupannya. Pihak asing menaklukkan Indonesia dengan merusak budaya-adat istiadat, memecah belah, memecah belah persatuan dan para pemimpin.

Indonesia pelan dan pasti dijauhkan dari nila nilai luhur bangsa timur dan jati diri bangsa yang sudah ditanamkan oleh founding father pendiri bangsa ini, Mengganti Pancasila memang belum dilakukan tetapi mengandamen UUD 1945 sudah dilakukan dengan alasan tuntutan reformasi.

UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sejak tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945, dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959.

Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen), yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Penggabungan Sasaran
Yang dimaskud dengan penggabungan ialah mengabungkan negara sasaran kepada negara sponsor setelah berhasilnya penggeseran, yaitu perebutan kekuasaan dan penggulingan pemerintahan pemerintahan (lihat kasus-kasus yang berkembang saat ini belahan dunia seperti Timur Tengah dan Indonesia sendiri). Disamping pemimpin pemerintahan, pemimpin masyarakatnya pun juga diganti. Mereka kini menjadi boneka dan begundal asing. Yang dulunya keroco kini menjadi coro. Mereka rela negaranya menjadi satelit negara lain. Masyarakatnya dipimpin oleh tokoh-tokoh pembohong, penjilat, pengeruk keuntungan, penindas rakyat dan jika perlu menjual negaranya sendiri (lihat kasus yang berkembang di negara ini saat ini). Rakyatnya pun kian tidak berdaya, hanya menjadi pengikut saja, tiada lagi bantahan dan protes, tak ada lagi patriotisme dan perlawanan.

Ular terus selalu ada di Indonesia dan bergerak dinamis mengikuti perkembangan kemajuan Indonesia, bahaya Laten Ular selalu ada dan bergerak di lingkungan sekitar kita dan kita akan sulit menentukan dengan pasti siapa di sekeliling kita adalah ular.

Yang sekarang kasat mata hasil kerja dari ular membelenggu Indonesia dan WAJIB diperangi adalah: Terorisme, Narkoba dan Koruptor.

Sistem pendidikan yang baik untuk Generasi muda diharapkan bisa mendidik dengan baik, dengan iman yang indah dan berjiwa nasionalistik kepada generasi muda sehingga bisa merubah generasi kedepan Indonesia untuk menjadi Indonesia jaya dengan masyarakatnya yang adil dan makmur.

Tetapi di lingkungan pendidikan juga banyak tersusupi ular ? dan bagaimana pemimpin kita kedepan ? atau dengan Upacara pengorbanan Ular, ?

garuda ular1

SARPAHOMA
Putera Raja Parikesit adalah Raja Janamejaya. Ia diangkat menjadi raja pada usia muda. Saat Sang Utangka datang menghadap Sang Raja, ia menjelaskan penyebab kematian ayah Sang Raja, yaitu digigit Naga Taksaka. Untuk membalas dendam, Sang Raja mengadakan Sarpahoma atau upacara pengorbanan ular. Ia mengundang para brahmana untuk mendukung upacara tersebut. Namun firasat para brahmana mengatakan bahwa kelak upacara tersebut akan digagalkan oleh seorang brahmana.

Saat upacara berlangsung, api dinyalakan. Beberapa saat kemudian, ribuan ular dengan berbagai bentuk melayang, seolah-olah ditarik menuju lokasi upacara dan sampai di sana mereka ditelan api upacara yang berkobar. Banyak ular yang masuk ke dalam api membuat api semakin berkobar disebabkan oleh lemak ular-ular tersebut.

Taksaka yang berada di Nagaloka merasa cemas lalu mengutus Sang Astika untuk memohon agar Raja Janamejaya membatalkan upacaranya. Sang Astika bersedia melakukannya lalu turun ke bumi. Naga Taksaka lalu mencari perlindungan kepada Dewa Indra. Badannya sudah ditarik oleh mantra-mantra suci agar lenyap dalam api pengorbanan, sehingga ia memegang ujung pakaian Dewa Indra erat-erat. Namun mantra diperhebat sehingga tubuh Dewa Indra bergoyang, dan ia takut jangan-jangan ikut masuk ke tungku pengorbanan. Akhirnya Dewa Indra melepaskan Naga Taksaka.

Sementara itu Sang Astika turun ke bumi dengan pakaian brahmana dan menghadap Raja Janamejaya. Sang Astika datang dengan takzim dan memuji keagungan Sang Raja. Raja Janamejaya terkesan dengan sikap Sang Astika dan menyanyakan apa yang dikehendakinya. Sang Astika lalu menjelaskan dampak buruk penyelenggaraan upacara tersebut dan memohon agar Sang Raja segera menghentikannya. Atas ketulusan Sang Astika, Sang Raja mengabulkan permohonan tersebut. Naga Taksaka hampir ditelan api pengorbanan Sang Raja, namun nyawanya tertolong berkat mantra Sang Astika. Upacara pengorbanan pun dibatalkan dan Naga Taksaka kembali ke Nagaloka.
Sarpahoma apakah efisien untuk Indonesia ?.

Diolah dari berbagai sumber
By:Patku Satrio Suroboyo
Foto by Patsus Dede Sherman dan Patsus Citox

Share.

57 Komentar

  1. syaifullah mufdhor on

    jangan diberi ruang,jangan diberi kesempatan(peluang),apalagi memberi mereka makan!
    maka sih ular akan pergi atau bahkan MATI dengan sendirinya!

  2. Ular bisa jadi berbentuk agen asing yg menyusup ke institusi pemerintah
    Ular bisa jadi berbentuk anak bangsa yg rakus dgn kepentingan diri dan golongan
    Ular bisa jadi berbentuk individu yg berjuang untuk masyarakat tapi dgn cara yg salah/sesat
    Ular bisa jadi berbentuk pegawai yang mengejar nama sehingga kepentingan rakyat dan negara di injak injak
    Ular bisa jadi berbentuk penghianat negara yang mengadu domba sesama anak bangsa biar orang asing campur tangan
    Ular bisa jadi berbentuk kita sendiri yang mengejar nafsu serakah keduniaan hingga kita lupa membangun ekonomi negara
    Ular bisa jadi berbentuk iman kita yang sesat dengan mengatas namakan jihad demi kepentingan kepercayaan yang membabi buta

    Imho

  3. bangkitlah garuda.. bawa negeriku tercinta terbang menjadi mercusuar dunia..
    jika hanya sarpahoma yg mampu bembasmi ular ular sy kira itu layak untuk di lakukan..
    seberapapun besar pengorbanan itu pasti itu yg terbaik untuk NKRI.

  4. Ular ada yang berbisa untuk membunuh tetapi ada pula yang mencekik perlahan-lahan untuk membunuh.. ular yang mencekik inilah yang sedang berusaha membunuh negeri ini

  5. Sy kira ular tersebut jgn terlalu di pojokkan…berilah kesempatan dan ampunan untuk dia dan biarkan dia pergi…suatu saat ia akan berguna untuk kita…jika ia berterimakasih ia akan mengajak ular lainnya untuk menyerah…jika ia khianat ia akan menunjukkan tempat ular lainya bersembunyi karena tentu saja kita lepaskan ular itu dengan ikatan yg kendur sehingga dapat kita awasi….jika kita terlalu kejam dan membuat ular itu terpojok bs jadi si ular akan nekad dan melawan habis habisan…mungkin kita akan bs menghabisi ular itu tp kita jg akan menderita korban yg tdk perlu….selain itu kita kehilangan kesempatan untuk menghabisi ular lainnya…seperti cerita sarpahoma yg dibatalkan di atas yernyata sang raja cukup welas asih…a

    • Memanfaatkan energi musuh untuk menghabisi musuh yg lain yah bung Wehr @ dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara tidak ada kamus “menghabisi” tapi menyadarkan.dari 1000 musuh pasti ada sebilangan kecil yang bisa di didik dan menjadi teman,tapi sisanya ini yg butuh pencerahan dan perhatian ekstra.tapi walau begitu kesetiaannya juga perlu di waspadai.

      • Tepat bung Lek umar….persuasif…lebih ampuh ketimbang main bom dan umbar peluru yg akan mewariskan dendam tak berkesudahan…pilih pilih tebulah mana yg bisa kita bina jdan mana yg harus kita binasakan…. :mrgreen:

        • jika kita harus membinasakan, kita pasti membinasakan saudara kita sendiri bung…..dan yang muncul adalah dendam dianatar anak bangsa….maksud ya bung…

          • Jika bkn kita yg membinasakan kita yg dibinasakan..bkn maksud sy untuk ngompori pemusnahan…tp memang perang adalah jalan terakhir…perpanjangan dr diplomasi yg gagal…tp ingat semboyan kita,demi negriku tercinta bersekutu dengan iblis pun akan aku lakukan…maksud juga ya bung…

  6. Sekarang ini pihak asing memanfaatkan aset lokal yamg sebelumnya telah mereka bina, aset lokal ini juga warga negara indonesia sendiri loh, mereka patut untuk kita waspadai, jika kita sanggup mari coba kita dekati lalu diajak kejalan yang benar.

  7. Kenyataannya garuda tunduk Dan mendukung kebijakan raja kodok…
    Raja kodok tameng dan tempat bernaung para ular…

  8. Pembunuh ULAR dan Penjaga GARUDA.

    “Biarkanlah saya memberikan apa2 yg kutinggalkan kepada kalian,Sesungguhnya TELAH BINASA ORANG2 SEBELUM KALIAN disebabkan tuntutan mereka dan penentangnya kepada nabi2 mereka,Karena itu aku memerintahkan suatu perkara kepada kalian maka laksanakanlah perintah itu dengan semaksimalnya”.(HR.Bukhari riwayat Abu Hurairah)

    “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yg KAMU TIDAK AKAN SESAT selama kamu berpegang teguh kepada keduanya yaitu KITAB ALLAH DAN SUNNAH RASULNYA”.(HR Malik)

    “Dan sungguh telah kami tulis didalam zabur sesudah kami tulis dalam Lauh mahfudz,Bahwasanya BUMI INI DI PUSAKAI hamba-hambaku YANG SALEH”.{QS.Al Anbiya 105)

    “Dan ketahuilah mereka mengatur tipu daya dan allah juga mengatur tipudaya dan ALLAH ITU SEBAIK-BAIK YG MENGATASI TIPU DAYA”.(QS.Al Anfal 31)

    Mudah2an allah selalu memberi kita petunjuknya agar menjadi orang2 yg saleh…amin

  9. selama diri sendiri tidak mengakui tunduk pada ular,saya ga peduli,saya akan tetap memberikan yg terbaik buat sang garuda sesuai dgn kapasitas saya sendiri yg sekedar sales cat…sebagai bukti cinta pada sang garuda..ga peduli ma kodok atau lalat,urusan yg itu bukan untuk kapasitas saya

  10. membunuh ular tidak semudah yg kita bayangkan,,,apalagi ularnya dalam bentuk berbagai demensi,,,yg perlu kita lakukan adalah memutus mata rantai si ular sehingga lama kelamaan ular akan mati,,,

  11. Mari bentengi diri dengan berbagai pembelajaran dan pengetahuan kewiraan,waspada terhadap lingkungan sekitar dan basmi setiap ular meskipun masih bibitnya agar tidak menimbulkan kerusakan2 yg lebih besar kedepannya….

  12. semoga sang garuda di berikan kekuatan ,,biar bisa menghilangkan racun2 yg ada pd ular agar tdk menyebarkan kejahatan dan kembali ke jln yg benar…NKRI JAYA !!!

  13. Saya kawatir bila ternyata lembaga-lembaga tinggi negara digunakan sebagai alat tawar-menawar untuk agenda para ular yang kesemuanya itu muaranya pelemahan. Institusi-institusi hukum hendaknya diisi oleh orang-orang yang profesional dan berintegritas, bukan titipan penguasa ataupun penyandang dana, sehingga hukum itu benar-benar tajam bagi siapa saja yang bersalah. Bila hukum hanya sebagai alat kekuasaan maka kehancuranlah yang didapat, oleh sebab itu rakyat yang pintar adalah rakyat yang peduli dan bergerak untuk maju memperbaiki carut marut bangsa dengan segera.

  14. mungkin untuk membasmi ular agak sulit, dengan menyekat ruang lingkup para ular agar tdk menyebar ke pos2 yg laen,

  15. Ular” makin merajalela.. tanpa sadar semakin keliatan sepak terjang mereka untuk membuat negara ku ini lemah..

  16. Heemmmm,,,….

    Terima kasih Patku Satrio telah mengingatkan bagi para kaum muda negeri ini untuk selalu waspada.
    Semoga ada yg mengingatkan didalam setiap lembaga dinegeri ini, bahwa akan sangat mahal hargahnya apabila para penyusup menguasai kursi komando.
    Sebentar lagi akan ada pergeseran di kursi komando seragam coklat, semoga ada opsi lain bukan hanya satu yg diajukan. Dan lagi pucuk pimpinan di “senopati” juga seperti itu, banyak yg menyayangkan hal itu apabila benar – benar terjadi.

    Yg bisa kita lakukan hanya waspada, saling menjaga dan mengingatkan.

    Salam.. . .

  17. para ular sudah bersiap menerkam dari belakang,,,
    mereka akan menimbulkan rasa pesimis, pudarnya rasa cinta tanah air, tidak adanya rasa menghargai di tengah2 perbedaan yg ada,,
    skrg blm terlambat untuk memupuk rasa nasionalisme di generasi penerus skrg,,
    mampukan mereka untuk mengenal tanah air sendiri sehingga menimbulkan rasa cinta tanah air,,

    apabila nilai2 dari Pancasila tertanam dan menjadi pegangan di tengah2 masyarakat niscaya bumi Ibu Pertiwi akan semakin kokoh hadapi setiap gejolak yg ada,,

    • indra syahferi on

      Bung bung semua, bukan kah kita punya lembaga intelejen negara, kenapa itu tidak dimaksimalkan tugas dan fungsinya sebagai pengcounter ular ular yg banyak berkeliaran di Indonesia, bukankah bin itu di bentuk sebagai badan negara yg mestinya paling tahu di mana sarangnya ular ular tersebut dan segera dapat mengeliminir kerusakan pada Republik ini

  18. tukang fotocopy on

    Ular” makin merajalela.. tanpa sadar semakin keliatan sepak terjang mereka untuk membuat negara ku ini lemah..

  19. timur_nusakambangan on

    Sebelum koment aq mau ksh jempol dulu buat artikel ini….
    minoritas vs mayoritas.
    contoh kecil tp nyata…..
    mau tdk mau suka tdk suka masyarakat kita pada umumnya yg saya temui sdh tertanam jiwa trbut. Contoh bgmana masyarakat mayoritas kita sering menyebut cino dan cino padahal mereka wni.
    cino vs pribumi smpai kpn benih2 ular tsbut hilang dr bumi Indonesia?
    Iya contoh yg paling menonjol adalah isu SARA yg bs meletus sewaktu2 spt bom waktu. Itulah cerdiknya ular untuk memecah persatuan dan kesatuan Indonesia.
    Secara umum siasat ular sudah dijelaskan di artiket diatas.
    Sarphoma perlu diadakan, bgmana caranya?
    Hukum seberat2nya para koruptor kalo perlu dimiskinkan n kalo perlu lagi di hukum mati.
    kasus narkoba dihukum mati saya sgt setuju sekali.
    SENAYAN jg hrs bersih2… amandemen UUD 1945 itu adalah hasil karya para ular yg dgn cerdiknya menyusup smpai ke senayan.
    dll contoh betapa cerdiknya para ular.
    ttg extrimis agama itu jg cerdiknya para ular, dan sesuatu yg mungkin jg bila baju para missionaris di tanah ujung timur mereka adalah susupan para ular jg.

  20. dan saat ini yang perlu kita lakukan adalah menegakkan lagi pancasila sebagai pusaka bangsa ini, yang selama ini sedikit demi sedikit tapi pasti telah di hilangkan dari sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara oleh anasir2 ular. Sudah seharusnya kita berdaulatkan lagi pancasila dlm negri ini. PANCASILA BERDAULAT BANGSA SELAMAT.

  21. Kalau sudah terjajah secara sendi2 kehidupan bernegara :ideologi,politik,ekonomi,sosial,budaya,hankam-militer,lewat ular2 lokal perpanjangan tangan kepentigan asing…hasilnya tentu pengkebirian kemandirian bangsa ini…,bangsa ini dijadikan budak di negeri sendiri,menjadi masyarakat yang konsumerisme,sangat bergantung thd asing…,sda dikuras oleh asing habis2an….maka saatnyalah sarpahoma harus dilakukan demi menyelamatkan ibu pertiwi dari kejatuhan yang lebih parah lagi…,salam patriot garuda!

  22. semaikan benih cinta tanah air,pupuk &sirami dgn rasa bangga trhadap ibu pertiwi dan jadilah buah2 patriot garuda yg selalu siap tuk Indonesia tercinta

  23. Tugas qt smua untuk truz memupus skp skeptis dan apatis anak bngsa negara trcnta qt,agar rncna para ular untuk meruntuhkan ibu pertiwi gagal
    krna kalau bkn qt smua siapa lgi..

    • disaat pancasila itu tinggal cangkangnya maka klo nilai sekarang yg di ajarkan maka bagaikan memberi racun cap madu pada anak kita,kelihatanya baik tapi merusak,

      pancasila sebagai dasar negara dan pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di belokkan

      proses pendemokrasian jaman suharto telah melahirkan sekulerisasi,liberalisasi,kapitalisasi dijaman sekarang,sehingga semangat kebersamaan,gotong royong,berdikari,jasmerah,penolakan atas neokolonialisme yang di gaungkan jaman sukarno berbalik 180 derajat di jaman sekarang dan pintu masuknya adlh jaman suharto.

      dimana mereka masuk kepemerintahan,masuk kemiliter masuk ke parlemen,masuk bin,kepolisian,dll di semua lini.

      dan kita sekarang melihat,bangsa indonesia seperti bangsa yg tidak punya ruh,menjadi bangsa yg bingung

      klo mau merubah semua itu secara perlahan,ajarkan pancasila sesuai keinginan founding father bangsa ini dan sesuai nilai bangsa ini.

      rubah aturan aturan atao kebijkan kebijakan yg pro asing,ajarkan kembali pmp dan p4 di sekolah dan di masyarakat,agar pancasila menjadi ruh yg mengisi jiwa jiwa yg kosong.

      jangan biarkan bangsa ini terus mengekor,karena sebuah bangsa yg rela mengekor kepada bangsa lain tidak akan pernah memimpin

  24. Ular sekarang memang sudah merasuki setiap sendi kehidupan…sebagai contoh..dalam perusahaan yg di modali orang asing,,peraturan kerja sangat ketat dan cendrung memaksa..karyawan di suruh kerja 10 sampai 11 sehari dan tidak di beri istirahat yang cukup demi mencapai target perusahaan..walaupun melanggar undang2..dan kalau ada yg berani melaporkan maka siap2 lah menjadi pengangguran..sehingga semua hanya tunduk tanpa berani berbuat apa2.seperti budak yg harus tunduk dgn semua perintah majikannya..dan di situlah kita seperti merasa kebebasan kita sudah tidak terasa..dgn imbel2 telah di byar haknya sesuai gajinya masing..maka kita seperti budak di rumah sendiri..m’f sdikit curhat dari seorang buruh..

  25. Jadikan Nilai luhur Pancasila sebagai pedoman jati diri kita,
    Kita bentengi diri kita akan paham Optimis terhadap bangsa ini, kita yakin, kita sanggup, akan kemampuan diri kita, para saudara2 dan Khususnya para Hulubalang Negeri tercinta kita ini,

    Kita mulai dari diri kita sendiri, agar tidak mudah terhasut, dibodohi, dan dikendalikan,…
    Dengan begitu, para ular akan sulit untuk menerobos dan mengontrol fikiran kita.
    Salam Patriot.

  26. artikel ini terus memberikan pesan dan peringatan bahwa memang ular sdh melilit disendi2 kehidupan bangsa dan negara ini…menanankan nilai luhur dari pancasila merupakan cara yang ampuh menghancurkan ular tersebut.

  27. Sistem Politik seolah hnya memihak kpentingan asing. Tni seperti hanya berjuang sendiri melawan kuatnya penjajahan gaya baru.

  28. jagung liang anggang on

    Ularnya seribu….garuda cuma satu,kita di sini perlu tongkat nabi Musa yg berubah jadi ular besar dan memakan ular ular musuhnya Garuda

  29. ketidaktahuan dan ketidakpedulian kita adalah anak dan cikal bakal ular yg dapat di gunakan oleh musuh bangsa. mari kita terus belajar dan peduli terhadap nasib bangsa ini.

  30. Indonesia Banget on

    Bung Satrio, Sedih banget rasanya membaca artikel ini. karena saya merasa saat ini, ular-ular tsbtelah sukses dalam segala misinya. Entah mengapa hati kecilku mengatakan demikian. Semua Lembaga, Instansi, Organisasi dsb telah berada di genggaman para ular. Hal demikian sangat kentara di Negara yang sama-sama sangat kita cintai ini.
    Apakah ada cara untuk mengatasi masalah yang terus menggorogoti kesehatan Bangsa ini?? Sebagai Rakyat kecil yang mencintai negara dan bangsanya, saya sangat sedih melihat kenyataan ini.

  31. mari kita kedepankan BHINEKA TUNGAL IKA utk melawan para ular, hanya dgn persatuanlah kita dpt mengalahkan ssemua rencana jahat para ular utk menggoyahkan keutuhan NKRI…

  32. yg perlu di lakukan adalah menyederhanakan partai,sehingga maksimal 3 partai setelah itu dorong masuk patriot garuda masuk parlemen dan pemerintahan,jalin hubungan yang erat dan berdayakan patga ekonomi,patga cendekia dan patga militer

    pelan tapi pasti ular akan tersingkir

  33. dulu kemerdekaan diraih setelah ada persatuan dan kesatuan, begitu juga dengan menghadapi ular dan menggapai kejayaan negeri harus disertai persatuan dan kesatuan
    keep one Indonesia!!!

Leave A Reply