DARI MADU DAN RACUN, HINGGA KE KERTAS DAN BATU BARA, KITA PUNYA..!(Catatan Seorang Chef Part 37)

36

DARI MADU DAN RACUN, HINGGA KE KERTAS DAN BATU BARA, KITA PUNYA..!

citoxnew15

Sering terharu bila melihat postingan seorang sahabat yang sering menampilkan aktifitas mobil pintar di daerahnya. Dan lebih terharu manakala melihat antusias anak-anak didiknya yang begitu tinggi terhadap berbagai bahan bacaan..!

Saya telah menjelajahi hampir seluruh wilayah di negeri tercinta Indonesia. Saya juga beruntung karena pernah mengenyam pendidikan dan kehidupan di kota Bertuah, Pekanbaru-Riau, tempat dimana kertas-kertas yang saat ini mungkin sedang berada dalam genggaman anda itu berasal. Di negeri Riaulah, perusahaan kertas dan bubur kayu terbesar dunia berdiri. Jangan tanya bagaimana rusak dan remuknya wajah hutan di negeri yang kaya akan minyak bumi ini. Nasib yang hampir sama juga dialami oleh negeri-negeri lainnya di Kalimantan. Bedanya, karena SDA Kalimantan yang paling dominan adalah mineral dan hasil tambang serta galian, maka bopeng di wajah bumi Kalimantan mungkin lebih parah..!

Mari kita renungkan..!
Dari Riau kita telah mampu menghasilkan bubur kayu dan kertas yang melimpah..! Namun nyatanya, kita masih kekurangan begitu banyak buku dan bahan bacaan di sekolah-sekolah dan perpustakaan.
Ini bukan omong kosong, saya adalah salah-satu saksinya. Dulu sewaktu sekolah, saya sering berbohong pada ibunda bahwa buku saya hilang, semata-mata karena ingin menolong teman-teman lain yang tidak terbeli buku. Hingga akhirnya kebohongan itupun terbongkar, dan kemudian ibunda selalu menyengajakan diri untuk membeli buku keperluan saya dalam jumlah yang lebih.

Pun dengan nasib koran-koran bekas yang menumpuk di rumah. Beberapa teman selalu berpesan agar jangan membuang koran-koran bekas itu. Semula saya percaya dengan alasan teman saya yang konon kertas itu untuk ibunya yang berjualan di pasar. Setelah bertemu dengan ibunya secara langsung, beliau bercerita bahwa sejak anaknya kalah dalam persaingan ranking di kelas dari saya, kini menjadi sangat rajin membaca koran-koran bekas dan majalah yang saya berikan. Beliau sangat berterima kasih, karena dari koran itu pulalah anaknya bisa menjawab pertanyaan akhir dalam sebuah ajang lomba cerdas cermat yang diikutinya. Dengan lantang dan penuh percaya diri, dia menyebut nama Pangdam III Siliwangi saat itu, Mayjend TNI Arie Sudewo..! Hehehe..! Bangga dan terharu banget..!

Kini, setelah sekian tahun berlalu, ternyata kekurangan akan pemenuhan kebutuhan buku-buku pelajaran dan ilmu pengetahuan itu masih berlangsung. Tentu bukan kesalahan si pemilik pabrik kertas dan bubur kayu terbesar itu..! Tapi setidaknya, sudah saatnya kita merasa malu dan terdorong untuk berpikir lebih kreatif agar mampu mengubah setiap kertas yang kita hasilkan menjadi buku-buku dan bahan bacaan serta sumber pengetahuan yang lebih bermanfaat. Di tangan bangsa yang konsumtif, mungkin kertas-kertas itu hanya akan menjadi sebatas komoditas. Tapi di tangan bangsa yang kreatif, kertas itu akan dan harus menjadi bahan bacaan dan sumber ilmu pengetahuan yang berkualitas..! Sungguh, sebuah tantangan yang tidak kalah besar..!

Kita adalah pengekspor batu bara terbesar di dunia..! Dan kita juga dilimpahi oleh sinar matahari, angin dan panas bumi yang jumlahnya juga amat besar..! Namun nyatanya, hingga kini, negeri ini masih kekurangan energi listrik. Beberapa kota bahkan seringkali mengalami pemadaman lampu..! Jangan tanya daerah pelosok, yang mungkin lebih sering padam, atau jangan-jangan belum ada listrik sama sekali..! Sungguh sebuah ironi yang menyayat hati..! Semoga kelak, kita semua akan terbuka dan terketuk hatinya akan segala kekurangan yang masih ada. Mari kita membenahinya bersama..!
Saya yakin, kita pasti bisa..! Indonesia pasti jaya..!
Ada banyak hal yang di negeri sendiri dianggap biasa, namun sesungguhnya, di mata dunia amatlah luar biasa. Saya adalah salah-seorang diantara saksi yang ada..! Apakah anda juga menyaksikannya..?

dedenew165

SEMALAM DI KUALA LUMPUR

Perjalanan rally bagi saya sudah menjadi warna kehidupan dan pekerjaan. Jangan tanya bagaimana capek dan lelahnya perjalanan ini, karena rasa itu sudah pasti dimiliki oleh siapapun. Namun yang menjadi tantangannya adalah bagaimana kita mampu bertahan dalam kelelahan dan kebosanan yang seringkali datang membelenggu..? Hehehe..! Terkadang justru inilah yang membuat saya merasa bahwa Tuhan telah dan akan selalu datang untuk memanjakan..!

Tadi pagi saya meeting di Kuala Lumpur, siangnya masih sempat istirahat, dan kini sudah standby di KLIA untuk kembali ke sarang baru saya di tempat nun jauh di sana. Ada sedikit yang membuat saya sedikit berat melakukan perjalanan kali ini. Sewaktu meeting tadi, entah sengaja atau kebetulan, posisi duduk 9 orang manager perusahaan itu dibuat berhadap-hadapan dengan saya. Tentu saja saya merasa terhenyak karena kesembilan orqng manager itu dulunya adalah mantan assistant saya. Delapan tahun yang lalu, bahkan beberapa diantaranya ada yang menolak untuk menjadi assistant saya..! Maklum, saya hanya orang Indonesia..! Mungkin kurang membanggakan jika ada sahabat mereka yang menanyakan tentang atasannya..! Hehehe..! Jujur, kenangan itu tidak mudah luntur dari ingatan saya. Tapi sudahlah, karena nyatanya kemudian mereka mampu menjadi sahabat, anak buah dan adik angkat saya..! Begitulah mereka membahasakan saya pada sahabat dan keluarga-keluarganya, konon saya adalah abang angkat mereka..! Tersanjung..! Terima kasih untuk semuanya..!

Ya, kini 9 dari 28 manager yang hadir dalam meeting tersebut adalah mantan anak buah saya. So far, saya termasuk individu yang dinilai cukup produktif dan sukses menelurkan manager-manager baru yang berkualitas dan mampu menjadi andalan perusahaan. Tentu saja kebanggan itu bukan hanya milik saya, tetapi juga milik boss saya yang selama ini tidak pernah lelah meyakinkan semua pihak akan potensi dan kemampuan saya, bahkan tidak jarang harus pasang badan untuk saya demi mempertahankan keberadaan saya..! Ini juga membuat saya amat tersanjung, dan terima kasih..!

Seusai meeting, saya bermaksud menikmati kopi di lobby area, betapa kagetnya saya karena disana puluhan keluarga dan kerabat dari manager-manager itu telah menunggu kehadiran saya. Rupanya issu pengunduran diri saya sudah merebak luas, dan konon pula mereka tak ingin kehilangan saya..! Ah, terasa betapa sesaknya nafas di dada ini…! Bagi mereka ternyata saya telah menjadi abang yang baik, adik yang baik, anak yang baik, paman yang baik, guru yang baik dan pemimpin yang baik..! Hehehe..! Lagi-lagi hati ini merasa tersanjung..! Terima kasih, semoga semua ucapan itu menjadi doa yang baik buat saya..! Aamiin..!

Ketika mereka menanyakan akan menjalani profesi apa setelah kembali ke Indonesia, saya kembali menjawab dengan jawaban lama saya, bahwa saya akan menjadi gubernur..!
Hahaha..! Mereka terbahak, jawaban itu sudah lama mereka dengar, maklum selama ini saya selalu menjadi orang yang terlibat langsung dalam beberapa jamuan kenegaraan beberapa pemimpin negara di dunia yang sedang melawat ke Malaysia dan beberapa negara Asean lainnya. Untuk memupuk rasa percaya diri pada setiap diri anak buah saya, saya sering mendorong mereka untuk tumbuh dan berperan sebagai seorang pemimpin yang minimal menduduki posisi sebagai gubernur..! Dari sanalah, panggilan sebagai calon gubernurpun menjadi kian melekat dan menjadi trademark diri pribadi saya. Semoga diantara kalian ada yang bisa menjadi gubernur betulan..! Aamiin..!

Sekarang disini, di KLIA, saya telah bersiap meninggalkan Kuala Lumpur..! Mega event pada hari Selasa dan Rabu besok, telah menunggu..! Bekerja dari pagi hingga ke pagi, telah menjadi specialisasi saya..! Siapa mampu melewatinya, maka dia akan menjadi manager yang tangguh dan kokoh..! Ucap seorang sahabat, setengah berpromosi..!
Hehehe..! Terima kasih dan sukses selalu..! Salaam…

dedenew166

THANK YOU, JAPAN FINMIN..!

Berawal dari sebuah resignation letter alias surat pengunduran diri saya dari perusahaan tempat saya bekerja saat ini, yang dikirimkan beberapa waktu lalu, ternyata malah berbuntut panjang. Orang-orang dari kantor pusat di Tokyo telah beberapa kali mengirimkan staf-staf seniornya untuk merayu saya agar mengurungkan niat pengunduran diri tersebut. Setelah beberapa lama agak mengambang, saya pikir bahwa segalanya telah usai, dan permohonan saya akan segera dikabulkan, namun ternyata belum..!

Seminggu lalu utusan dari kantor pusat pun datang lagi, kali ini agak nyeleneh. Mereka membawa beberapa staf ahli dari Kementerian Keuangan/Finmin Jepang. Kaget banget, karena semua alasan pengunduran diri saya yang selama ini diperdebatkan, ternyata mereka share dengan para ahli keuangan tersebut. Singkatnya, mereka tertarik dengan segala uraian ide dan konsep pembangunan infrastruktur dan ekonomi koperasi modern yang baru rampung saya buat. Mereka sangat berminat dengan berbagai formula yang saya sodorkan. Mereka bilang sangat canggih dan belum pernah ada. Mereka merayu untuk bergabung dalam team mereka, namun saya jawab bahwa semua yang saya pikirkan hanya akan saya abdikan pada bangsa dan negara saya, Indonesia..!

Sepontan, mereka berdiri hormat..! Luar biasa, ternyata sikap nasionalisme di mata orang Jepang adalah sesuatu yang amat mulia dan agung..! Semoga sikap demikian juga akan tumbuh pada diri bangsa Indonesia..! Aamiin..

Beberapa hari ini kami terus membahas berbagai pemikiran dan inisiatif yang mengarah pada terbentuknya dunia yang lebih dan semakin liveable, sebuah visi dan misi mulia yang sedang dibangun oleh bangsa Jepang saat ini. Saya mengerti kenapa mereka menginginkan saya bergabung bersama mereka. Ternyata ada sebuah kesamaan yang amat mendasar dan original diantara kami. Konsep pembangunan ekonomi koperasi modern yang saya paparkan, dianggapnya sangat layak untuk dijadikan sebagai tulang punggung bagi misi mulia mereka. Yang membuat terharu, mereka mengungkapkan segala harapannya dengan diiringi isak tangis dan derai air mata..! Ah, andai saja pejabat di Indonesia memiliki jiwa, hati dan perasaan seperti mereka disaat menyusun berbagai kebijakan untuk rakyat, betapa indahnya negeriku..!

Setiap hari dirayu, dan setiap hari pula saya menepisnya dengan alasan yang sama, akhirnya barusan mereka menawarkan kerjasama dan berbagai bantuan jikalau kelak saya telah memulai menerapkan ide-ide saya. Bahkan diujung pembicaraan, mereka juga bersedia menerima saya dalam team mereka, sekiranya nanti merasa diabaikan oleh pemerintah Indonesia..! Hehehe…
Terima kasih Finmin….

By Patku Yayan@Indocuisine
Gambar by Patsus Citox dan Patsus Dede Sherman

Share.

36 Komentar

  1. Berarti bung yayan kembali ke Indonesia bukan mau jadi Gubernur, tapi bakal jadi menteri 🙂 hehehe… jadi penasaran dengan “konsep” yang dibuat bung yayan sampe bikin orang2 Jepang rela datang untuk menebar rayuan…

  2. Rasa Nasionalisme yg mulai hilang dari generasi kita..
    Salam hangat bung, tetaplah menjadi bagian dari bangsa ini.. Indonesia

    • Indonesia Banget on

      Tetapi kesalahan itu tidak mutlak dari generasi muda, melainkan ada urun kesalahan dari generasi tuanya.

      • Dulu ada penataran P4 (PANCASILA dan UUD45)
        Sekarang REVOLUSI MENTAL.
        sebenarnya P4 dan REVOLUSI MENTAL sama atau berbeda?
        Kalau BELA NEGARA itu, bela negara indonesia(rakyat sendiri) atau BELA NEGARA asing dan aseng?
        Apakah itu hanya teori saja atau teori + praktek?
        Gagal paham saya….(maklum orang Ndeso).

  3. Kalau Om yayan jadi Gubernur ahh tebak tebakkan nama aslinya nih hehehe, seorang patriot tidak akan berhenti berjuang tetaplah optimis dengan Indonesia Raya

  4. kira-kira bung Yayan mau jadi gubernur apa ya? Gubernur daerah, gubernur BI,atau gubernur Lemhanas??
    tebak2 buah durian

  5. Selamat datang (kembali) ke pelukan Ibu Pertiwi yang telah lama menanti anaknya yang berada dirantau orang. Ibu pertiwi sangat senang & bangga atas pencapaian selama ini. Saat nya Ibu pertiwi melihat karya bung@Yayan di bumi sendiri..

  6. Alhamdulillah patga bisa dibuka kembali…o kaerinasai yayan san..Indonesia sangat membutuhkan patriot seperti anda..kami rindu Indonesia jaya..Indonesia no tame ni gambarimashou

  7. Sekian lamanya enggak bisa di akses akhirnya terbuka juga, heheh maklum kangen sama artikel dan penulisnya yang tidak henti-henti membuat saya kagum dengan karya ilmiah nya

  8. kami tunggu rencana mulia bung Yayan utk ikut berkontrobusi langsung trhadap negeri ini, tp,,, catatan chefnya gmna? apa dilanjut dgn “catatan seorang Gubernur/menteri” salam Patriot Bung

  9. apa ini berkaitan dgn paket kebijakn tentang UMKM, sehingga Bung Yayan balik tuh jadi menteri atau deputi hhee…

  10. ass.wr.wb.
    maaf saya mau tanya,
    Apa sih arti dan makna bela negara?
    Kalau menurut saya bela negara itu cukup ikut menyukseskan pembangunan,
    mungkin caranya bisa dengan bekerja tanpa korupsi, tidak mencemari lingkungan, mengajar anak2, menyalurkan ilmu, tidak suka berbuat onar, ikut ketertiban umum, dls.
    Tapi kalau yg dimaksud bela negara dengan ikut latihan militer ya keknya males deh hehehe,,,,,
    karena saya dulu pernah daftar militer saat saya masih remaja/pemuda dan kenyataannya saya gak keterima karena nilai akademik saya kurang, tapi ya sudah hehehe :v
    jadi kalau untukku bela negara cukup ikut menyukseskan pembangunan saja.

  11. Sepertinya diedisi kali ini bung yayan sedang galau hehehe… semoga sekembalinya ke indonesia bung yayan selalu menanamkan optimisme nya yang sudah melekat pada diri anda, karena memang tidak mudah untuk menembus birokrasi dinegeri ini.

    Terimakasih bung yayan.

  12. Hehehhehehehehe…salam hangat bung Yayan semoga sehat selalu.. Kangen kali ane baca artikelnya bung.. Sampe 3x sehari macam makan obat ane buka patga ra keto tulisane…hehehhehehe lha..lha..sedulurku kabeh ini… pasukan goibiyah wal ngitungiyah malah pada parkir disini…weleh..weleh..top dah monggo dilanjutken ngupinya di mari..xixixiixiiixixixixixi….salam sehat selalllaauuu bung2 semua..

  13. Bung Yayan….apapun profesinya, saya masih akan sangat menantikan sekali buah pikir, pengalaman, sudut pandang unik dari bapak….. 🙂
    Bung Yayan,,,jangan mudah dipatahkan pesimisme segelintir anak bangsa, kami cuma terkondisikan keadaan, tapi kami selalu selalu siap dengan perubahan yang baik, walaupun sedikit keras kepala…. 🙂
    Semoga sukses…..

  14. saya menanti kedatangan @bung yayan di tanah air … managemen koperasi modern sptnya cucok buat para calon nasabah dari kuiner spt ane bung.. xixixiiii.. salam bang…

  15. Selamat datang kembali ke pangkuan ibu pertiwi bung Yayan…semoga menjadi berkah bagi anda dan negara ini..amin.

  16. Sebuah konsep untk koperasi modern seperti apakah kiranya bung yayan? Kalo boleh dishare dan sekiranya bagus buat kemajuan bangsa ini saya siap ikut berpartisipasi dlm mengimplementasi dan menyebarkan konsep dari bung yayan jika sudah siap di jalankan.
    Untk bung admin mungkin bisa ditanyakan lbh lanjut konsep bung yayan,mungkin di antara pembaca setia patga kepengin belajar konsep tsb.
    Terima kasih

  17. “Setiap hari dirayu, dan setiap hari pula saya menepisnya dengan alasan yang sama, akhirnya barusan mereka menawarkan kerjasama dan berbagai bantuan jikalau kelak saya telah memulai menerapkan ide-ide saya. Bahkan diujung pembicaraan, mereka juga bersedia menerima saya dalam team mereka, sekiranya nanti merasa diabaikan oleh pemerintah Indonesia..! Hehehe…”

    BERARTI bangsa lain sudah banyak mengetahui ada oknum di pemerintahan atau orang Indonesia sendiri yang belum menghargai keahlian/kemampuan/ilmuwan bangsa sendiri…
    BERARTI bangsa lain mengetahui ada kelemahan bangsa ini dan berusaha mengambil manfaatnya…

  18. managemen koperasi di gras root sudah berjalan maka dari itu indonesia kuat, tetapi karena tidak terdata dengan baik karena proses pendataan malah membingungkan menjadi koperasi seperti kekuatan yang tidak bisa diukur tetapi nyata, buktinya tidak sampai 50% koperasi terdaftar di badan koperasi, hihihihi, padahal dana nya milyaran per koeprasi,

    BUMDES BUMDES tidak akan berjalan dengan bagus karena terlalu banyak pengerat yang sudah siap menusuk baik dari dalam maupun dari luar, dari mulai Desa sampai provinsi bahkan sampai pusat.

    PNPM yang sudah berjalan dengan bagus dan minim penyelewengan malah dihapuskan entah karena apa, padahal PNPM menurut saya adalah cikal bakal Pembangunan berjenjang dan terencana di tiap tiap desa,

    kepada bung yayang yang terhormat

    sekiranya boleh berdiskusi, boleh kiranya memberikan masukan, minimal kejadian kecil di setiap program bisa tereliminasir kesalahannya sehingga tidak terulang.

    terimakasih

  19. Selamat datang Bung Yayan, semoga lancar dengan rencananya ke depan. Mohon apabila berkenan bisa di share mengenai metode atau sistem koperasi yg akan dijalankan.
    Untuk garis besarnya saja kalo boleh… 🙂 Siapa tahu mungkin dengan ini semua yg sudah jadi anggota dan belum dalam Patga bisa berkumpul ke depannya.

    Salam…

  20. Selamat datang bung Yayan………jangan lupa untuk menceritakan “sebuah cerita” yang bung Yayan janji untuk menceritakannya setelah bung Yayan pindah fr Malaysia….btw,dulu bung Yayan berjanji saat masih aktif di JKGR…………saya tunggu lo bung………maturnuwun

  21. sekiranya nanti merasa diabaikan oleh pemerintah Indonesia..! Hehehe…
    Terima kasih Finmin….
    Apakah jepang MERASA diabaikan oleh pemerintah Indonesia???(kecewa)
    Apakah politik luar negri Indonesia yg bebas(NON BLOK) mulai condong ke arah cina???
    Apakah jepang akan pindah ke vietnam untuk investasinya???
    Bagaimanapun juga jepang masih memegang prinsip “The enemy of my enemy is my friend”
    mbuh ra-weruh….

  22. Welcome home bung. .bumi pertiwi ini menunggu amal bakti dari putra putri terbaiknya.mohon dibabar dimari konsep ekonomi koperasi modernnya agar bisa menjadi contoh untuk diaplikasikan dlm kehidupan sehari2.

Leave A Reply