Six Air Force Core Competencies:

39

Narayana Wisnu Says:

Pemahaman tentang Kudaya Udara akan jadi lebih komplit apabila kita memahami apa kompetensi inti (core competencies) yang harus dimiliki oleh Angkatan Udara suatu negara. Berikut ini saya akan sampaikan 6 kompetensi inti Angkatan Udara yang diterima secara umum di dunia.
Ini materi Seskoau lho
Belum sempat diterjemahkan, tapi silakan didiskusikan sesuai pemahaman patsus sekalian. Monggo…..

10833786_10203373334558143_928151237_n

Six Air Force Core Competencies:
1. Air and Space Superiority. Defined as control over what moves through air and space, air and space superiority prevents adversaries from interfering with operations of air, space or surface forces, and assures freedom of action and movement. It allows friendly forces freedom from attack and freedom to attack. Using this Air Force competency, the Joint Force can dominate enemy operations in all dimensions.

2. Global Attack. The ability of the Air Force to attack rapidly anywhere on the globe at any time is unique. Air Force long-range bombers and ICBMs have played a vital role in deterring nuclear war. The Air Force will maintain the bomber and land-based ballistic missile legs of the Triad while preparing to undertake further reductions as circumstances require. The AF will also sustain its commitment to support the nuclear requirements of the theater CINCs.
Additionally, Air Force short and long-range attack capabilities continue to support deterrence of conventional warfare by providing versatile, responsive combat power able to intervene decisively when necessary. With the drawdown in permanently forward-based assets, the AF is increasing the role of expeditionary forces to maintain its global engagement capability.

3. Rapid Global Mobility. This competency provides the nation its global reach and underpins its role as a global power. When an operation must be carried out quickly, airlift and aerial refueling will be the key players. These forces will be in great demand by future Joint Force Commanders for tasks such as building an air bridge for joint forces, enabling multi-national peace efforts, or speeding tailored support to forces already on the scene. Rapid deployment will remain the future Joint Team’s most reliable combat force multiplier.

4. Precision Engagement. The essence of the Air Force’s core competency of Precision Engagement lies in the ability to apply selective force against specific targets and achieve discreet and discriminant effects. The nation needs the precise application of military capability to meet policy objectives. The AF’s Precision Engagement competency provides the nation with reliable precision, an ability to deliver what is needed for the desired effect, but with minimal risk and collateral damage.

5. Information Superiority. While Information Superiority is not the Air Force’s sole domain, it is, and will remain, an AF core competency. The ability of the future Joint Team to achieve dominant battlefield awareness will depend heavily on the ability of the Air Force’s air and space-based assets to provide global awareness, intelligence, communications, weather and navigation support. The AF plans to exploit the technological promise of Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) for a variety of missions.

6. Agile Combat Support. Agile Combat Support is recognized as a core competency for its central role in enabling air and space power to contribute to the objectives of a Joint Force Commander. Effective combat support operations allow combat commanders to improve the responsiveness, deployability, and sustainability of their forces. The efficiency and flexibility of Agile Combat Support will substitute responsiveness for massive deployed inventories. The AF has adopted the concept of time-definite resupply, which is a fundamental shift in the way we support deployed forces and one which will reduce total lift requirements. But in order to provide this capability, command and control must be improved. Agile Combat Support’s essential contribution to air and space combat capability complements the Joint designation of Focused Logistics as an operational concept.

10833895_10203373331718072_1544315374_n

Rohmat Sidik Riyadi Says :
Selamat siang rekan-rekan dan para Patku semua.
Sebelumnya mohon maaf kepada ndan Narayana, karena saya lancang menterjemahkan artikelnya..(maaf ya ndan).
Kalo ada terjemahan (dan pasti banyak) yang salah mohon dimaafkan, maklum baru belajar sich…semoga bermanfaat bagi rekan2 semua
Ini sekilas terjemahan artikel ndan Nara yang seri 1 tentang Kemampuan Utama AU sbb :

Enam Kompetensi /Kemampuan Utama Angkatan Udara (AU) :
1. Superioritas Udara dan Ruang Angkasa. Didefinisikan sebagai kemampuan mengawasi atas apapun yang bergerak di udara dan ruang angkasa, superioritas udara dan ruang angkasa mencegah musuh mengganggu operasi kekuatan udara, ruang angkasa atau permukaan, dan menjamin kebebasan bertindak dan bergerak. Hal ini membuat pasukan kawan bebas dari serangan musuh dan bebas untuk menyerang musuh. Dengan menggunakan kemampuan AU ini, gabungan kekuatan (AD, AU, AL) dapat mendominasi operasi musuh dalam semua dimensi.

2. Serangan Global/Menyeluruh. Kemampuan AU untuk menyerang dengan cepat semua tempat di dunia setiap saat adalah unik. Pembom jarak jauh AU dan ICBM telah memainkan peran penting dalam mencegah perang nuklir. Angkatan Udara akan mempertahankan bomber dan rudal balistik berbasis darat sambil mempersiapkan untuk melakukan pengurangan lebih lanjut sesuai kebutuhan. AU juga akan mempertahankan komitmennya untuk mendukung peraturan senjata nuklir sesuai teater CINCs. Selain itu, kemampuan serangan jarak pendek dan jangka panjang AU terus mendukung pencegahan perang konvensional dengan menyediakan kekuatan tempur responsif yang serba guna, mampu untuk bertindak tegas bila diperlukan. Dengan penarikan aset permanen ke garis depan, AU meningkatkan peran pasukan pemukul untuk mempertahankan kemampuannya terlibat secara global.

3. Mobilitas Global Yang Cepat. Kemampuan ini membuat Negara memiliki jangkauan global dan mendukung perannya sebagai kekuatan global. Ketika operasi harus dilakukan dengan cepat, pesawat angkut dan tanker akan menjadi pemain kunci. Kekuatan ini akan diminati oleh Panglima Gabungan tentara masa untuk tugas-tugas seperti membangun jembatan udara untuk pasukan gabungan, memungkinkan upaya perdamaian dunia, atau mempercepat dukungan yang sesuai untuk pasukan yang sudah tempat tugas. Penugasan yang cepat ke lokasi akan membuat kemampuan tempur Pasukan Gabungan yang serbaguna tetap paling dapat diandalkan dimasa depan.

4. Penentuan Target Yang Tepat. Inti dari kemampuan utama AU dalam penentuan target yang tepat terletak pada kemampuan untuk menerapkan kekuatan selektif terhadap sasaran tertentu dan mencapai efek yang maksimal dan korban yang sedikit. Negara membutuhkan penerapan yang tepat ini dalam kemampuan militernya untuk memenuhi tujuannya. Kompetensi AU dalam menentukan target yang tepat membuat Negara memiliki ketelitian yang dapat diandalkan, kemampuan memberikan apa yang dibutuhkan untuk menimbulkan efek yang diinginkan, tetapi dengan jaminan risiko dan kerusakan minimal.

5. Keunggulan Informasi . Meskipun keuanggulan informasi bukanlah domain satunya AU, selalu, dan akan selau, sebuah kemampuan utama AU. Kemampuan Pasukan Gabungan masa depan untuk menguasai medan perang secara dominan akan sangat bergantung pada kemampuan aset udara dan ruang angkasa milik AU dalam memberikan dukungan penguasaan, data intelijen, komunikasi, cuaca dan navigasi secara menyeluruh. AU berencana untuk mengeksploitasi teknologi Unmanned Aerial Vehicles (UAV) yang dipromosikan untuk berbagai misi.

6. Dukungan Tempur Yang Kuat. Dukungan tempur yang kuat diakui sebagai kemampuan inti atas peran sentral AU dalam menyediakan kekuatan udara dan ruang angkasa untuk berkontribusi sesuai tujuan Panglima Pasukan Gabungan. Operasi dukungan operasi tempur yang efektif memungkinkan komandan pertempuran untuk meningkatkan kecepatan bertindak, penempatan pasukan, dan kelanjutan gerak pasukan. Dukungan tempur yang efisien dan fleksibel akan menggantikan pengerahan arsenal tempur secara besar-besaran. AU telah mengadopsi konsep waktu yang tepat untuk mengirim bantuan/dukungan yang diperlukan, yang merupakan perubahan mendasar dalam cara kita mendukung pasukan dikerahkan dan akan mengurangi total kebutuhan angkatyang harus dikirim. Tetapi untuk memberikan kemampuan ini, perintah dan pengawasan harus ditingkatkan. Peranan inti dari dukungan tempur yangkuat untuk melengkapi kemampuan tempur udara dan ruang angkasa disebut Konsep Operasional Logistik Terpusat.

10859297_10203367205364917_4114906_n

Penjaga Langit Timur Says :

Wah lengkap dan jelas sekali…Ijin, Six Air Force Core Competencies diatas sepertinya sangat sulit untuk kita capai dengan asumsi keterbatasan anggaran, kami tidak yakin itu bisa tercapai sampai masa MEF terakhir kita di tahun 2024 nantinya. Di sisi lain sistem pertahanan udara kita harus tetap di running 24 jam/hati dalam setiap tahunnya (ops sepanjang masa) untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Apakah dengan fakta ini kita akan meningkatkan kmampuan soft power kita? Ijin pencerahan…

WEHRMACHT says: Kalau saya lebih suka sea superiority…kalau angkatan laut kita kuat otomatis udara di atas armada akan dikuasai….untuk negara kepulauan cocoknya pertahanan laut dan dan anti aircraft darat yang diperkuat...kekuatan udara musuh gak akan berarti banyak tanpa pesawat tanker…kalau kita bs membunuh tanker mereka kemenangan sudah di tangan kita….fokus armada udara rusia adalah bagaimana membunuh tanker musuh agar tidak ada pesawat nato yang bisa pulang dengan selamat mengingat daratan pedalaman rusia begitu luas dan jauh dr pangkalan terdekat nato…artinya kekuatan udara kita tidak perlu banyak namun efektif menghancurkan center of gravity musuh…pesawat musuh kan gak mungkin mendarat di laut…nah ALRI akan menjadi striking force utama negara kita untuk mengantarkan bara api perang ke negara musuh sedangkan AURI menjadi defender negara kita dr serangan udara musuh…

Narayana Wisnu Says :Air dan Sea superiority itu jalan bareng, tidak bisa berdiri sendiri.Sesuai Renstra, keenam kompetensi inti AU diatas akan terintegrasi penuh di akhir MEF III, ,Saat ini kita masih fokus untuk membangun deteren secara fisik, sembari mempersiapkan infrastruktur untuk network centric air force management system.Pengganti GPS memang sedang didesain oleh anak negeri, nanti akan jadi masterpiece program inhan dalam negeri. Ini belum termasuk drone endoatmospheric yang juga bagian dari program mata elektronik kita.

 

Diskusi By ;Patku Narayana Wisnu,Patsus Rohmat Sidik Riyadi,Patsus Wehrmarct dan Patsus PLT

Foto By : Patsus Citox

Share.

39 Komentar

  1. wow….ijin nyimak trimakasih atas ilmunya buat para sesepuh siapapun anda saya yakin bangsa Indonesia pasti bisa menghadapi tantangan di masa depan….

    • Pengusaha Coto Makassar on

      AssaLamu ALaikum WaramatuLLahi Wabarakatuh , SeLamat Pagi dan SaLam sejahtera Saudara2 yang diridhoi Tuhan YME , Semangaaat Pagi dan SaLaaaam Komando , B-) (y) ~o) , terimakasih atas iLmu dan informasinya Bung Narayana Wisnu , dan Terjemahan dari bung Rohmat , dan Diskusi serta Sharing Dari Bung Wehrmact dan PLT , iyaaaa Enam inti kompetensi yang Harus dimiLiki Angkatan Udara Suatu negara , enam inti ini saLing saLing berkait satu dengan Lainnya , dan ALHAMDULiLLAH Negara kira Negara Kesatuan NKRI Jauh hari teLah mempersiapkannya demi menjaga KEDAULATAN Negara kita!!! Mari kita diskusikan SAUDARA – SAUDARiKU daLam koridor NiLai Etika dan Sopan – Santun , tempat ini terbuka bagi Anda yang mencintai negara kita NKRI , khusus Makassar saya tunggu persaudaraan anda untuk bergabung , saya tunggu 😉

  2. ini dorongan buat pemerintah untuk melanjutkan MEF sesuai dengan renstra yang telah di susun sebelumnya. Kalau perlu semua arsenal dipercepat pengadaannya agar tidak ada kesempatan musuh untuk coba-coba membuat rusuh di bumi pertiwi ini.

  3. batin nimbang on

    jadi air & sea superiority harus sejalan ….

    saya dengar TNI sudah mengajukan calon pengganti pesawat F5… adakah info tentang calon pengganti f5 tersebut?
    maaf bila lancang…

  4. untuk membuat strong kayaknya memang alusista Rusia jagonya, dikombinasi alusista Jerman pasti makin nggegirisi

  5. Fantastis, gado gado itu maknyus, aneka macam bumbu dan bahan, bisa pedes, setengah pedes, manis, bahkan sangat pedes.

  6. indra syahferi on

    Jadi untuk mef 2 ini kok enggak kedengaran ya bung nara gaungnya, tidak seperti mef 1 kemarin ya, apa sekarang tni enggak jadi tuh terusin program yg sangat baik yg dari pak sby, kok sekarang jokowi enggak ada gaungnya lagi ya, apa udah rubah lagi caranya, tidak pakai model mef lagi ya, bung nara.

  7. amin semoga terlaksana program lis A1nya negara aman rakyat sejahtera, apakah list a1 akan tetap jalan seiring dengan pemerintahan yang baru bung Nara?

  8. Aku rasa kita hrs memperkuat payung udara dulu,dalam hal ini radar & rudal jarak jauh.Baru kemudian au bertindak mengejar & menghancurkan.Baru kemudian pembersihan & penyerbuan kedaerah musang.Hal ini hrs disesuaikan dgn kecepatan & ketepatan.Sorry oot.Ditunggu list yg sdh datang.wslm bg.

  9. Wah ini yg aku tunggu! Bravo! Two thumbs up!
    Setelah article garuda ular yg bikin jenuh..@Naga samudra yg terbang di angkasa itu belum tentu garuda, bisa jadi ular yg menyombongkan keterbatasan dan ilmu yg sedikit, yang merayap & bersembunyi di tanah belum tentu ular bisa jadi garuda yg malu dan bersyukur star nikmat Sang Pencipta tapi merasa ibadah kurang lagi penuh cacat.
    Ganti kata Bangga dengan BER SYUKUR, dengan BerSyukur nikmat akan ditambah karena itulah Janji TUHAN kita semua, berBangga hanya menyebabkan kesombongan yg akan mendatangkan murka TUHAN. Bersyukur menjadi Bangsa Indonesia! Bersyukur mempunyai pengawal langit TNI AU..Insyallah tambah kuat!

    • “”@Naga samudra yg terbang di angkasa itu belum tentu garuda, bisa jadi ular yg menyombongkan keterbatasan dan ilmu yg sedikit, yang merayap & bersembunyi di tanah belum tentu ular bisa jadi garuda yg malu dan bersyukur star nikmat Sang Pencipta tapi merasa ibadah kurang lagi penuh cacat.”””

      Itu kan Ungkapan sesepuh sebelah yang anda kutip yaa Bung Black Hawk Down.,
      Garuda tidak pernah Melata dan Ular tidak akan pernah Terbang Tinggi
      Karena Qodla dan Qodratnya berbeda,,
      Jadi Maaf membolak balikan kata diatas “Kutipan ” anda itu saya anggap PENYESATAN ,
      Makasih

  10. Garudadidadaku on

    luar biasa… 😀 kekuatan terpadu antara matra darat,laut & udara seyogiany slg mensuport 1 sama lain….antara k3 ny tdk bs dpisahkn antara 1 sama lain…slah satu contoh kcil bila qt berperan sebagai agresor pun…membutuhkan kekuatan pendaratan pasukan yg mumpuni…kaprang eskorta maupun kasel yg mmpuni untuk mengawal lpd pengangkut pasukan….penghancuran obvit lawan membutuhkn kekuatan bomber yg dikwal oleh fighter….kekuatan udara pun bs sbgai pendukung gerakan pasukan didarat…& sebalikny..serangn udara baik fighter maupun bomber membutuhkan bantuan dri serangan sistem hanud lawan…dlm hal ini sistem hanud lwan bs dlumpuhkn lwt sabotase satuan elit yg ada didarat…mungkin ini slh satu pertimbangan kekuatan 3 matra harus bnr2 terpadu & terorganisir….penggabungan k3ny mmpu mnciptakan serangan besar yg cepat & efektif..
    maaf analisa pribadi saja..mungkin kbnyakan main game empire :mrgreen: ,,jd bnyk salahny.,siap dikoreksi..bila para kwan2 ada yg mw menambahkn atw mluruskn..
    @patsus citox…izn copas kalenderny… 😛 kbtuln drumh blm punya kalender baru 2015 :mrgreen:

      • Garudadidadaku on

        hahahaha….alhamdulillah wawai kiay… :mrgreen:
        gmn kbar kiay wehr yg guanteng kyk sekuteng???? wawai……?? :mrgeen:
        biasa kiay….sibuk jualan pulsa…ngonot duit…..modal nikah…ikam agow nikah thn 2015.. :mrgreen:
        Lampung kpn kopdar ni kiay?? ngupei pai 😀

  11. “Saat ini kita masih fokus untuk membangun deteren secara fisik, sembari mempersiapkan infrastruktur untuk network centric air force management system.Pengganti GPS memang sedang didesain oleh anak negeri, nanti akan jadi masterpiece program inhan dalam negeri. Ini belum termasuk drone endoatmospheric yang juga bagian dari program mata elektronik kita.”
    Mudah2an selalu diberikan kemudahan, aamiin

  12. Menurut sy pemerataan kekuatan antara Darat Laut Dan Udara itu perlu. Tinggal nanti pada lini mana kekuatan itu lebih di dominankan. Selain itu kerjasama dengan instansi lain seperti Bakamla Dan Perhubungan perlu dilakukan terutama dalam bentuk berbagi informasi serta konektivitas fasilitas radar yang dimiliki.

    • Setuju bung AMX…..pemerataan berbasis kebutuhan…tinggal lihat ancaman mana yg lebih potensial…salam hangat bung 🙂

  13. Kompetensi amat bergantung pada personil yg mengoperasikan alatnya…sudah banyak pembuktian di berbagai palagan berjibun alat malah keok…kalah dgn yg dianggap inferior…pasukan Hanibal yg lebih kecil menghancurkan pasukan raksasa Romawi….Arab kalah dgn israel yg liliput di Perang 6 hari dan Yom Kippur…Vietkong yg terbelakang mwmpermalukan AS dlm perang Vietnam…TNI yg sederhana bikin frustasi Belanda dlm perang kemerdekaan…Pejuang Afghan yg gigih melawan Soviet…tdk ada orang yg bs membantah sejarah itu…Alat hanya sarana,bkn segalanya…

  14. indra syahferi on

    Correctly bung Web, tapi maunya kita kalau bisa the battle tidak terjadi di home land kita, dan jgn sampai kita gerilya seperti dulu lagi, lebih baik pertempuran itu terjadi ditengah lautan lepas dan di zona udara internasional, jauh sebelum musuh menyentuh daratan KITA tuh musuh harus sudah kita lumpuh kan, tanpa harus mengorbankan rakyat sipil kita.

    • indra syahferi on

      Terima kasih banyak kalau begitu bung tukang sapu, saya sangat bahagia mendengarnya dan bangga atas ketegasan dari para punggawa penjaga negri ini, sehingga saya dan banyak orang di republik ini akan bisa menata masa depan yg lebih cerah lagi karena ada tni yg sperti dulu yg diwariskan oleh panglima besar jendral sudirman yg dengan tulus menjalankan sapta marga tanpa mengharapkan bintang tanda jasa berjuang terus untuk keutuhan dan kehormatan bangsa adalah diatas segalanya.
      Amin ya robbal alamin.

    • TAK AKAN KAMI BIARKAN RAKYAT MEMIKUL SENJATA ? luar biasa kayak kata ini

      tapi klo boleh mengkritisi,perang modern adalah perang peradaban, penghancuran sebuah negara bukan lagi hanya dengan perang simetris akan tetapi lebih ke perang asimetris. kelihatannya lbh halus akan tapi daya rusaknya adalah luar biasa karena yg di serang adalah mentalitas

      dan indonesia agaknya kesulitan menghadapi perang asimetris berupa perang economi,perang politik,perang ideologi,perang budaya dll dengan model penyerangan secara langsung atau lewat proxynya di indonesia

      kalo sudah seperti ini,yg maju seharusnya bukan hanya alat negara akan tetapi semua element bangsa dibidangnya masing masing harus maju berdiri membentuk shaf yg lurus sebagai patriot garuda dengan pola sishankamrata di segala bidang baik with economi,politik,ideologi,militer,sosial budaya dll

  15. Izin Menyimak Para Warjager…Saya selama nie silent trs ikut menyimak paparan sesepuh baik dsni maupun dwarung sblh…Intix mnmbh wawasan ilmu ttg militer & Kejayaan Negeriku…Monggo dilanjut,Mf dr anak prbtsn Kalimantan Salam Semuax…

Leave A Reply