Catatan Seorang chef part 10

8

 

yayan14

 

MAHKOTA DEWA

Kemarin ketemu si Nenek yang lagi mengeluh sakit kepala. Saya memberinya minum dan sebutir obat. Setelah agak pulih, beliau bercerita tentang hobby dan profesinya sebagai pengobat tradisional Melayu.
Konon di rumahnya tersedia banyak tumbuhan berkhasiat. Beliau juga berjanji akan datang untuk menghadiahkan sebatang pohon berkhasiat itu untuk saya.

Benar, barusan beliau datang bersama anak dan mantunya, membawa sebatang pohon Mahkota Dewa dalam sebuah pot untuk saya.
Beliau menjelaskan bahwa pohon itu adalah kiriman dari saudaranya di Indonesia. Dengan bangga beliau juga menerangkan bahwa pohon itu sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.

Selain membawa pohon Mahkota Dewa, beliau juga membawa dua botol air rebusan berwarna hijau kecokelatan. Beliau menyarankan saya untuk meminum segera, selagi masih hangat. Baik untuk membuang angin dalam badan kita, mencegah sakit magh, dan membuat enak tidur..!
Bersama beberapa orang teman, kami menyantap air ramuan tradisional itu. Soal rasa, jangan ditanya, selain tercium aroma yang khas, pahitnya juga luar biasa..! Hehehe..! Ya, inilah air jamu..!

Tidak berselang lama setelah meminum air itu, kami mulai merasakan khasiatnya. Serentak kami diserang gejala buang-buang angin, namun hebatnya, punggung dan pundak kami yang sebelumnya terasa pegal dan sakit, kini kembali segar. Repotnya, perut kami yang baru saja terisi menu makan siang, kini sudah mulai lapar lagi..!
Hahaha..! Kami hanya bisa tertawa dengan nafsu makan kami yang sedikit aneh. Semoga kami tidak dilanda ngantuk berat..!

Subhanallah, baru saja kami berharap demikian, tiba-tiba kantuk pun menyerang kami. Akhirnya kopi pun segera tersaji. Menikmati kopi dalam suasana hujan, perut kenyang dan mata ngantuk, sungguh sesuatu banget. Kami jarang sekali melewati perpaduan suasana seperti itu. Hehehe..!
Terima kasih Nek untuk jamu dan tanaman obatnya. Sangat bermanfaat. Terima kasih Tuhan untuk segala nikmatMu. Sesungguhnya, Engkaulah Maha Segalanya. Alhamdulillah..

MAY DAY SHOCK
Berkejaran dengan waktu yang amat sempit, telah menjadi warna dalam hidup saya. Semuanya terasa sangat biasa. Sepanjang malam saya telah menahan kantuk dan lapar demi menuntaskan tanggung jawab pekerjaan, sukses..!
Namun ketika ingin memanjakan diri setelah kelelahan sepanjang malam dan juga setelah menempuh perjalanan Langkawi-KL, saya sangat terkejut ketika duduk di sebuah restoran kopitiam untuk sekedar mendapatkan secangkir kopi dan sepotong sandwich. Sang waitress bilang gini; ” would wait for one hour, please..?”

Hahaha..! Luar biasa, mendengar kalimat itu, yang terbayang dalam ingatan saya bukanlah makanan yang yang saya order, melainkan rute penerbangan KL-Langkawi yang juga sekitar satu jam, perjalanan darat KL-Putrajaya, dan kurang lebih sepuluh kali steak yang bisa saya buat..! Hehehe..!
Namun setelah sadar bahwa sekarang hari Jumat yang jatuh bertepatan dengan hari buruh, saya kembali menjadi maklum. Selain mungkin banyak karyawan yang libur, juga banyak restoran yang tutup, serta pengunjung yang membludak. Inilah warna KL setiap kali melewati libur beruntun.
Sabar hati, ku tunggu kopi dan sandwichku..!

yayan13

KETIKA ARTIS DIPANDANG SEBAGAI SEBUAH PROFESI, BUKAN SEKEDAR CELEBRITIS..!
Barusan saya kedatangan beberapa orang artis Malaysia. Kami membahas rencana kerja untuk pagelaran sebuah event akbar di Kuala Lumpur. Saya diminta oleh kementerian Tourism of Malaysia untuk menghelat hajatan tersebut.
Tidak terasa, pembicaraan berlangsung hingga lebih dari satu jam. Mereka sangat antusias ingin memberikan segala yang terbaik. Ketika pandangan saya dilihat berbeda pun, mereka berusaha terus untuk mencari titik kesamaannya. Sangat positif thinking..! Alhasil, diskusipun berbuah manis, kami menelurkan sebuah design pagelaran yang lebih jelas untuk segera dipresentasikan pada hari Senin mendatang.

Setelah mereka pulang, saya tersadar bahwa rekan diskusi tadi adalah para artis terkenal di Malaysia, tapi kenapa saya tidak menemukan dan tidak merasakan aura keartisan mereka. Kami merasa sama-sama sebagai pekerja yang sedang berusaha untuk menciptakan sebuah karya yang sempurna. Mereka datang menghadap saya dengan menanggalkan keartisannya. Apakah ada hubungannya dengan hari Buruh ya..? Hahaha, yang jelas, saya memang bukanlah seorang artis..!
Gemuruh Buruh, Jangan Pernah Luruh..!

GOMBAL
Saya tidak tahu persis apa makna sejati dari kata gombal yang telah lama kita dengar dan bahkan mungkin telah sejak lama secara sadar ataupun tidak sadar telah sering kita ucapkan atau ungkapkan.
Kita juga mungkin sulit menyatakan apakah kita seorang penggombal atau sebaliknya, korban rayuan gombal.
Ada yang bilang, konon gombal sering diucapkan oleh mereka yang terampil berbicara. Tapi siapa yang bisa menjamin kebenarannya, karena adakalanya seseorang yang menjadi korban gombal menyebutkan bahwa si pendiamlah yang sesungguhnya sangat potensial untuk menjadi seorang penggombal ulung.

Di keluarga kami, anak sulung adalah sosok sempurna untuk menggambarkan bahwa dia adalah seorang pujaan. Berpenampilan cool, tutur bahasa yang sangat teratur, cerdas, mampu menangkap ujung pembicaraan lawan bicaranya lebih cepat, sistematis, dan segala ciri yang terbaik ada pada dia. Begitupun dengan anak ketiga yang kata tetangga kami adalah sebagai anak paling rupawan. Keduanya mewarisi kharisma yang melebihi kami (saya anak kedua, serta adik-adik saya, anak keempat dan kelima).
Tapi tahukah anda jika gombal adalah sebuah pembawaan yang lebih sering dimiliki oleh mereka yang tidak mewarisi ciri-ciri unggul sebagaimana saya gambarkan pada kedua sosok saudara saya tadi. Meskipun mereka pinter dan cerdas, namun nyatanya mereka tidak menguasai keterampilan untuk meluluhkan hati lawan bicaranya.

Pertanyaannya, jika tujuan gombal adalah untuk meluluhkan hati, apakah kita perlu kata-kata yang berlebihan..? Jawaban saya, tidak..!
Saya berpengalaman sejak masih duduk di bangku SD membantu abang saya menyusun kata-kata dalam setiap surat cintanya.
Begitupun waktu masih SMP, ketika perusahaan keluarga kami diambang kebangkrutan, saya menjadi orang terakhir yang sebelumnya mungkin tidak diperhitungkan untuk angkat bicara.
Waktu itu di tengah forum karyawan yang hendak mengundurkan diri, saya pernah bicara bahwa kepergian mereka jangan sampai menggoreskan kenangan luka. Jika kami harus melepasnya, maka hal itu sebagai bentuk nyata dari kecintaan kami pada mereka.
Kami tak ingin membiarkan mereka menderita bersama. Kami ingin melihat mereka bahagia. Jika kelak kami sudah kembali bahagia, pintu hati dan cinta kami akan selalu terbuka untuk menerima kepulangan mereka dan mereguk kebahagiaan bersama kami lagi.

dedenew2

 

Tidak disangka, ucapan yang tidak pernah saya sadari itu telah menjadi titik balik bagi kebangkitan perusahaan keluarga kami. Mereka mengurungkan niat untuk mengundurkan diri, sebaliknya malah menitipkan kehidupan diri dan keluarganya pada perusahaan keluarga yang sedang oleng.
Maka mulailah kami dengan budaya kerja baru yang dilandasi oleh rasa saling cinta. Saya didaulat menjadi presiden direktur dalam usia yang masih sangat belia.
Saya bukan manager hebat, bahkan diawal jabatan saya, saya harus mengungkapkan secara jujur tentang ketidakmampuan perusahaan dalam membayar hutang yang sudah jatuh tempo.
Saat itu, hal seperti ini sangat memalukan, bahkan paman saya sendiri menyebutnya sebagai sebuah aib perusahaan. Berbekal tekad dan cinta, saya bertemu pihak bank dan menjelaskan rencana dan tujuan perusahaan untuk tahun-tahun berikutnya. Nyatanya, mereka bisa mengerti dan mau menerima alasan penundaan pembayaran hutang tersebut. Lega..!

Kini, dizaman yang semakin kompleks, skema serupa ternyata telah menjadi trend bisnis. Kini masyarakat mulai akrab dengan istilah reschedullling atau penjadwalan kembali hutang.
Hasilnya, Garuda Indonesia yang hampir kolaps, terbukti mampu kembali bangkit dan menggeliat juga berkat skema penjadwalan hutang. Hehehe..!

Saya yakin, orang yang memulai inisiatif ini di Garuda Indonesia, pasti punya kemampuan menggombal yang sangat tinggi. Semoga kelak saya bisa belajar darinya.
Kembali ke urusan gombal. Melihat wujud nyata dari tujuan yang sebenarnya, maka gombal bukanlah sesuatu yang harus dilarang, tetapi harus senantiasa dijaga, jangan sampai berlebihan dan juga jangan pernah kekurangan. Menggomballah sesuai keadaan dan keperluan.
Ingat, tujuan menggombal adalah untuk meluluhkan hati, bukan mengelabui..!
Jangan tabu dan malu, mulai saat ini apa salahnya jika anda menggombali isteri atau suami anda. Jika tujuannya baik, saya yakin kita akan memetik manfaat dari setiap kata gombalnya. Selamat mencoba..

By Patku Yayan@Indocuisine
Gamabr by Google, patku Yayan dan Patsus Dede Sherman

Share.

8 Komentar

  1. Kita adalah bangsa Nusantara yg diadopsi oleh negara bernama Indonesia seperti halnya kita diadopsi oleh Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dimasa lampau. Keselamatan bangsa Nusantara merupakan yg utama. Jika Negara/kerajaan yg mengadopsi kita sudah tidak mampu lagi membawa kebaikan bagi kita, maka perlu dilahirkan negara/kerajaan baru seperti halnya kita melahirkan kerajaan Sriwijaya, Majapahit dan Indonesia dan juga kelak melahirkan negara ntah dengan nama apa sesuai kesepakatan bangsa Nusantara kita ini.

  2. GOMBAL dipandang sebelah mata, tapi manfaatnya sangat besar sekali.
    kegunaan gombal adalah membersihkan barang/sesuatu yang kotor.
    bersyukurlah jika manusia masih mempunyai sikap mental seperti GOMBAL.

  3. Gombal bagian dr seni of bacot.. bila tepat hasilnya positif, syg selama ini namanya kdg sering disalahartikan bkn sbagai bagian dr power.

    Ketika krisis melanda, Semangat n daya juang jadi terungkit kembali.. Mental Kstaria !

  4. Gombal harus berani berkotor-kotor untuk memperbaiki citra yang lain.
    Gombale Mukiyo….. 😀

Leave A Reply