*Merajut Kembali Panji-Panji Nusantara* Bagian 12

23

*Merajut Kembali Panji-Panji Nusantara*
Bagian 12
_____________________________________

dedenew206

Pagar rumah adalah suatu batas kesabaran bagi anda untuk bersengketa.
Di situ ada privacy yang harus di hormati oleh orang luar dan pemilik rumah.
Pagar rumah adalah tanda batas hak kepemilikan tanah anda dan tanah tetangga.
Selain sebagai “kawasan larangan” untuk tidak di ganggu,pagar rumah juga menjadi tempat perlindungan dari para pencuri atau orang yang berniat tidak baik.
Begitu juga dengan tanah perbatasan negara, harga diri dan kedaulatan bangsa akan terasa di injak-injak bila ada negara tetangga atau negara asing yang lenggang kangkung bermain kucing-kucingan dengan NKRI.
Bisa saja karena tanah perbatasan ,maka kedua negara yang bertetangga akan berperang mempertahankan keegoan masing-masing.

Kasus kemarin pesawat tempur F-16 Turki yang menembak jatuh pesawat pembom taktis milik Russia Su-24 juga karena dalih melanggar wilayah perbatasan Turki – Syiria.
Karena mempertahankan prinsip masing-masing itulah yang membuat Russia marah besar dengan mengirimkan mesin perangnya yang canggih kapal penjelajah Moskow kelas dan Rudal penangkis udara S-400 ,berbagai alat Jamming electronic ke wilayah Syiria.selain itu juga pihak Russia juga menyeru untuk rakyatnya agar tidak berpergian ke negara Turki.
Apapun episode di Timur tengah setelah ini, maka sejatinya wilayah perbatasan atau pagar rumah ternyata menjadi isu yang sangat sensitif yang bisa melibatkan kedua belah pihak bersengketa atau berperang.

Kembali lagi ke Tanah air,
Pada tahun 1960-an, Indonesia bersama-sama China, Korea utara, India dan Pakistan belajar membuat Peluru Kendali ke Uni Soviet.
Rudal-rudal Uni Soviet tersebut di bawa ke Indonesia untuk di bedah agar orang Indonesia bisa mempelajarinya.
Tidak itu saja, pakar rudal Uni Soviet juga didatangkan ke Indonesia untuk membantu para Insinyur Indonesia.
Praktek lapangan dari para ahli rudal Uni Soviet ini dilakukan di Pameungpeuk Garut-Jawa Barat.

Awalnya Indonesia seperti siswa yang cerdas, maka munculah roket pertama yang diberikan nama KARTIKA 1.
Namun setelah roket itu berhasil di luncurkan, Indonesia memutuskan keluar dari sekolah, padahal Indonesia masih sekolah di bangku SD.
Alasannya karena Indonesia ditawari Beasiswa ke negeri Amerika Serikat dan di iming-iming kemewahan yang menggiurkan.

Sementara itu China, Korea Utara, India dan Pakistan terus melanjutkan sekolah dan kini menjadi Sarjana dengan nilai yang Fantastis.
Mereka berhasil membuat Peluru Kendali dengan hulu ledak NUKLIR.

Melihat teman-teman seangkatannya telah sukses, maka Indonesia pun telah berpikir ulang untuk kembali melanjutkan sekolahnya.
Dalam hatinya Indonesia sungguh rasa menyesal karena di kadali mentah-mentah oleh Amerika Serikat selama puluhan tahun.
Padahal hasil kesenangan dan kemewahan tersebut adalah harta Ibu pertiwi sendiri yang di curi oleh negeri Amerika Serikat.

Akan tetapi melihat situasi yang semakin gawat terutama setelah terlepasnya Timor-Timur dan Malaysia yang menikam dari belakang dengan menggondol pulau Sipadan dan Ligitan, maka Indonesia pun cepat-cepat sadar dari tidur yang panjang dan mulai bangkit.
Dalam hatinya, Indonesia berikrar ” Tidak ada kata terlambat untuk belajar” ( sambil menunduk tersipu malu ).

dedenew211

Namun apa daya, Guru Indonesia yang telah mengajarnya membuat Peluru Kendali di tahun 1960-an tersebut telah meninggal dunia ( Uni Soviet ).
Tapi untunglah ,ada teman pelajar seangkatan Indonesia yang mau membantu.

“Sudah…….. Sekarang belajar membuat Peluru Kendali jarak pendek aja….. ,gak usah macam-macam dech…… Nanti bolos sekolah lagi…… !!” ujar negara China.

Maka Indonesia pun memasuki kelas Sekolah lagi di bawah bimbingan China.
Adapun materi pelajaran yang disampaikan oleh negara China antara lain :
-Alih Tehnologi Rudal dari proses awal, perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, up-grade rudal dan pelatihan.
-Produksi dan pemasaran bersama atas produk persenjataan tertentu, antara lain Peluru Kendali C-705.

Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan negara China telah membangun pabrik Peluru Kendali C-705 di Indonesia.
Dalam skema Joint Production ini akan terdapat Transfer Of Technology ( ToT ) untuk membantu Indonesia dalam penguasaan Tehnologi Rudal.
Di harapkan dengan adanya ToT ini selanjutnya pihak peneliti dan Industri lokal bisa mengembangkan Rudal dengan performa yang lebih baik di banding C-705 untuk menunjang kebutuhan Alusista TNI.

Untuk di ketahui, baik Indonesia ataupun China tidak terikat dengan Missile Technology Control Regime ( MTCR ) yang melarang perpindahan / Transfer Of Technology yang berkaitan dengan Platform tanpa awak yang mampu membawa muatan 500 kg dalam jarak 300 km.
Sehingga kedepannya kerja sama ini bisa dilanjutkan untuk Platform yang lebih jauh dengan ukuran yang lebih besar seperti C-803 atau bahkan C-805 yang berjarak jangkau 500 km.
Sementara Rudal C-705 sendiri adalah hasil pengembangan dari Rudal C-704 yang bentuknya mirip miniatur C-604.

Pengembangan Rudal baru ini berfokus pada tiga hal :
-Elemen mesin, hulu ledak dan Sistem pemandu.
Desain modular dari mesin baru meningkatkan jangkauan Rudal yang sebelumnya berjarak jangkau 75-80 km menjadi sampai 170 km,dengan jarak efektif 140 km jika didukung Sistem target di balik cakrawala ( OTHT ).

Rudal C-705 di persiapkan untuk mengandaskan kapal perang lawan yang berbobot hingga 1500 ton ( Light corvette class).
Daya hancur yang dihasilkan rudal ini bisa mencapai 97% , Ideal untuk menenggelamkan kapal.
Rudal C-705 ini menggunakan pemandu Inersia dan GPS untuk Fase jelajah dan pemandu radar aktif untuk Fase Terminal.
Pada Fase Terminal, Rudal akan mencapai target dan menghujam ke target ( Homing ).
Maka kedepannya juga akan dikembangkan pemandu TV dan IR ( Infra Red ) untuk mengatasi kemungkinan salah sasaran dan target yang berkategori “Siluman “.

Dari kerja sama ini, diharapkan produsen dan peneliti dalam negeri bisa mendapatkan Ilmu praktis tentang material casing, seeker/sensor,guidance dan motor roket.
Jika Ilmu itu bisa dikuasai maka akses untuk mengembangkan Rudal murni buatan dalam negeri bisa lebih mudah.
Karena Transfer Of Technology ( ToT ) merupakan jalan pintas untuk meraih kemandirian di bidang Alutsista.

Kerja sama Rudal C-705 ini sangat penting bagi Indonesia karena sangat strategis.
Melalui Rudal ini, Indonesia akan mengembangkan kemampuan Rudal Cruiser RX-420 yang di targetkan memiliki jangkauan 300 km lebih.
Jika Technology CRUISER telah dimiliki oleh para pakar Indonesia, tidak mustahil daya jelajah RX-420 bisa ditingkatkan lagi naik ke kelas RX-550 yang berjarak jangkau 500 km lebih atau bahkan level RX-750 yang berjarak jangkau 700 km lebih.

Dengan Transfer Of Technology, maka pengembangan RKX ( Roket Kendali Eksperimental ) dan RKN ( Roket Kendali Nasional ) dapat dipercepat dan hambatan-hambatan segera di atasi.
Selain itu diharapkan juga bisa mengakses sisi Software dari Rudal itu yaitu Algoritma Navigasi dan Algoritma pencarian sasaran yang bisa digunakan bukan hanya untuk rudal antu kapal tetapi juga rudal anti pesawat maupun rudal serang darat.

Efek dari kerja sama ini bisa membuat kita bermandiri di bidang Alutsista khususnya Rudal.
Dengan produksi secara mandiri, maka negara-negara lain tidak akan mudah mengetahui jumlah pasti Rudal yang kita produksi dan yang kita miliki sehingga bisa meningkatkan DETTERENCE EFFECT ( daya gentar ) yang di miliki oleh TNI yang akhirnya mampu memperkuat kedaulatan Negara Republik Indonesia.

lekumar15

Maka diharapkan munculnya Rudal versi Militer Indonesia ini, akan menggentarkan negara-negara tetangga dan negara-negara MUSANG yang mencoba mengganggu kedaulatan Indonesia.
Mereka akan berpikir puluhan kali untuk menyerang jika pertahanan Rudal Indonesia bisa dikembangkan secara optimal.
Dan juga, dengan Rudal-rudal produksi dalam negeri tersebut maka akan bisa menjadi KUBURAN buat mereka di negeri GANDA MAYIT ini bila ada yang berani mencoba mengganggunya.

By Lek Umar Mentaras biro Kuala Lumpur
Foto by Google dan Patsus Dede Sherman

Share.

23 Komentar

  1. lanjutkan terus para patriot Bangsa demi Sang Ibu Pertiwi #Merdeka dan Berdikari dlm Rudal, Indonesia Jelas Bisa.

  2. kita masih setingkat SD ya dlm ilmu peroketan..teman seangkatan udh lulus S2..hehehe bocah tua nakal jgn bolos sekolah lg..belajar yg rajin..kamu pasti bisa berhasil doa ibu pertiwi selalu mengiringi..

  3. Hehehehheehhe… Mantap..!!! Akan sangat mengerikan wajah pertahanan RI dalam 10 tahun kedepan.. Semua bergerak paralel dan saling sambung menyambung.. Apa yg terlihat hanya sekian persennya saja.. Yg tdk terlihat dan terekspos luar biasa tentunya… Xixixiixixixixixi… Sangar bin mengerikan…!!! Hanya 1 yg harus perlu di jaga… Jgn sampai asu dan kroconya mengebiri dan menghancurkan lagi semua progres ini spt thn. 60an… Tanda2nya mulai kelihatan…waspadalah dgn semua pergerakan sosial dan politik saat ini.. Bersarulah Indonesia.. Byk para setan yg tdk menginginkanmu besar dan jaya…Salam sehat selalu rekan2 patga..

  4. Tetap semangat walau mulai dari 0 lg , semoga cepet lulus belajar, sahabat sejati adalah sahabat yg ikhlas memberi kan ilmunya, bukan menjerumuskan. Bravo indonesia.

Leave A Reply