Lirik Kuno Navajo (8) : Sebuah ide yang brillian

54

Lirik Kuno Navajo (8) : Sebuah ide yang brillian
================================================

“Huuuuuffffhhhh……”

arman1

Peter membungkukkan badannya dan menyandarkan dahinya ke meja kerjanya sedikit di depan keyboardnya. Sudah 2 hari dia berusaha menemukan sesuatu yang berarti dari sinyal-sinyal yang direkamnya dari dekoder di ruang lab riset quantum. Hari itu pun dia masih terus berusaha keras meski jam sudah menunjukkan pukul 1.30 pagi. Namun semua upaya kerasnya itu terbentur pada keterbatasan sarana. Dekoder tersebut ternyata hanya mampu menerima sinyal sampai batasan frekuensi tertentu. Di samping itu kemampuan algoritma software yang digunakannya juga memiliki keterbatasan pendekatan matematis.

“Ah… jika saja aku bisa mengontak Martin….”

Peter teringat akan keponakannya Martin, putra dari kakaknya Alexander, yang memiliki kemampuan pemrograman yang luar biasa. Mereka pernah bekerja bersama-sama dalam suatu proyek penelitian.
Peter untuk menyelesaikan doktoral mikroseismik-nya sedangkan Martin untuk menyelesaikan pemrograman enkripsi sinyal bagi program sarjananya. Di situlah Peter bisa melihat kecemerlangan keponakannya itu.
Selain jago dalam pendekatan matematis dan pemrograman, Martin juga memiliki kepiawaian dalam meretas sistem, baik sistem berbasis jaringan maupun sistem berbentuk file tunggal. Sebagai kenang-kenangan pekerjaan mereka bersama, Peter mengoleksi beberapa skrip “berbahaya” milik Martin yang dapat digunakan untuk meretas sistem.

Sudah 16 bulan Peter tidak bisa mengontak Martin dan siapapun di dunia luar. Semua komunikasi keluar dilarang demi menjaga kerahasiaan proyek yang sedang dikerjakan. Di dalam situ hanya tersedia jaringan intranet dengan extranet yang terbatas. Akses internet keluar dibatasi hanya pada daftar tautan tertentu. Bahkan email dan pesan pribadi pun tidak bisa dilakukan. Peter hanya diijinkan mengirimkan dan menerima rekaman video dari dan ke istrinya sebulan sekali. Itupun rekaman tersebut dibatasi hanya maksimal 10 menit dan Peter tidak diijinkan untuk menceritakan pekerjaannya. Kalaupun dia memaksakan untuk menceritakan tentang pekerjaannya maka dipastikan tim penyaring akan mengedit dan membuang bagian itu sebelum dikirimkan ke Shannon istrinya.

Pekerjaannya memang penuh kerahasiaan karena berhubungan dengan satelit dengan kemampuan khusus. Divisinya “Terra Quark” bertugas menciptakan alat yang bisa memperkirakan kapan terjadinya gempa berdasarkan emisi radioaktif maupun elemen lain yang dilepaskan ke udara menjelang terjadinya gempa. Namun yang tidak dia pahami adalah jika hasil risetnya digabung dengan riset tim Quantum maka satelit tersebut tidak hanya bersifat pasif namun juga bersifat “aktif”. Satelit tersebut dapat melakukan “pemanasan” pada zona gempa sehingga memudahkan terjadinya gempa. Disinilah letak kebingungan dan kekhawatiran Peter. Untuk apa menciptakan sebuah alat yang bisa memancing gempa jika tidak akan dijadikan senjata?

Lalu apakah pemancar yang ada di ladang antena diatas bertugas untuk memancarkan gelombang “pemancing” sehingga terjadi gempa? Kemana? Tidak mungkin disini karena Peter tahu bahwa di daerah tempat lab tersebut berada bukanlah zona gempa. Lalu untuk apa memancarkan gelombang seperti itu? Dan jika yang dipancarkan adalah bukan gelombang seperti dugaannya maka apakah yang dipancarkan 2 hari lalu itu? Untuk apa dan kemana? Lalu apakah sebenarnya bentuk “X” atau “Y” yang samar tertangkap oleh antena yang kemudian dikirimkan ke dekoder dan terlihat di siaran TV di ruang lab quantum?

Begitu banyak pertanyaan memenuhi benaknya sampai sebuah suara mengagetkannya.

arman2

“Masih terjaga ya?”

Peter menoleh. Di ujung dekat koridor, rekan kerjanya Tawfeeq Al-Fawwaz tersenyum kepadanya sambil berjalan keluar dari arah dapur dengan membawa segelas kopi. Ahli graviti-magnetik berbadan tambun asal Mesir itu memang sangat suka kopi. Sehari-harinya dia mungkin lebih banyak minum kopi daripada air putih. Peter pernah mengingatkan tentang bahayanya kebiasaan itu namun dijawab dengan santai. “Kopi membuatku tetap terjaga sehingga aku bisa lebih cepat menyelesaikan pekerjaan ini. Tapi, baiklah, aku akan mempertimbangkan untuk berhenti minum kopi jika bisa keluar dari tempat ini dengan selamat.” Ketika Peter menanyakan maksud kata-katanya yang terakhir, Tawfeeq bilang dia hanya bergurau dan itu adalah sebuah hiperbolisme. Waktu itu Peter pun menganggap bahwa itu hanya candaan namun kini Peter menduga bahwa sebenarnya ada sesuatu yang serius di dalam kata-kata rekan kerjanya itu dan sepertinya dia tahu suatu rahasia namun tidak berani dikatakannya.

“Yah… begitulah. Kopi tengah malam?”, kata Peter.
Tawfeeq hanya tersenyum, “Keberatan saya bergabung?”
“Tidak sama sekali. Silahkan.”

Sebelum Tawfeeq mendekatinya, Peter menutup layar-layar program yang berhubungan dengan pengolahan sinyal-sinyal “misterius” dari dekoder yang sedang dikerjakannya. Setelah berada di dekat Peter, Tawfeeq menarik kursi yang berdekatan dengan workstation Peter dan duduk dengan santai.

“Mengejar deadline ya?”
“Yah… begitulah.”, Peter tidak ingin menceritakan yang sebenarnya. Dia teringat janjinya dengan Boghdan.
“Saya harap semuanya lancar.”
“Well… kamu tahulah bagaimana pekerjaan. Kadang lancar, kadang ada hambatan. Bagaimana denganmu? Mengejar deadline juga?” Peter berusaha mengalihkan fokus pembicaraan.
“Ah.. tidak. Aku baru saja sembahyang. Setelah kopi ini habis, aku akan mencoba kembali tidur.”
“Setelah meminum segelas kopi yang penuh begitu kamu berharap akan tidur nyenyak setelahnya?”, Peter merasa geli dengan ide itu.
“Hahaha… jika tidak bisa, aku akan memasang headset dan memutar lagu-lagu kesukaanku hingga jatuh tertidur kembali.”
“Ya. Ide itu lebih baik sepertinya. Siapa penyanyi kesukaanmu?”
“Kamu mungkin tidak mengenalnya. Dia Amr Diab, seorang penyanyi Mesir terkenal. Ah… andai saja ada caranya aku bisa mendengarkan radio-radio Mesir, hari-hari disini tidak akan terlalu membosankan. Juga dapat mengobati kerinduanku akan kota Alexandria.”

Peter terkesiap. Tiba-tiba saja sebuah ide muncul di kepalanya. Ya… benar! Mungkin itu solusinya! Aku harus lakukan itu sekarang juga.

Peter segera berdiri dan berpamitan kepada Tawfeeq.

“Terimakasih kawan. Saya harus ke ruang lab quantum sebentar.”
“Apa??? Di jam begini malam? Bukankah mereka semua sudah tidur? Atau ada pertandingan bola yang seru untuk ditonton disana?”. Tawfeeq ikut berdiri. Kebingungan.
“Tidak. Bukan karena itu. Terimakasih telah menemani.”

Peter berjalan bergegas menuju pintu keluar ruangan workstation.

“Apakah ada sesuatu yang salah yang kuucapkan?”

Pada saat itu Peter sudah hampir keluar dari ruangan kerja area workstation mereka.

“Tidak. Sama sekali tidak. Kamu justru telah memberi saya sebuah ide brillian…”
“Ide brillian?”, Tawfeeq semakin bingung. Akhirnya dia hanya mengangkat bahu, duduk kembali dan menghabiskan kopinya sendirian.

Peter sudah meninggalkan ruangan.

*********************

arman3

Ternyata ide yang diberikan oleh Tawfeeq benar-benar berguna. Peter pun mampu menemukan jawaban dari misteri sinyal-sinyal aneh yang direkamnya. Peter bahkan menemukan lebih dari sekedar solusi yang dicarinya.
Ide apakah itu dan untuk apakah sebenarnya sinyal-sinyal tersebut dipancarkan?

Sabar ya… jawabannya ada di edisi berikutnya dari serial “dongeng” ini.
Salaam…

By patsus Namraenu Biro Jabodetabek
Gambar ilustrasi by Google dan Patsus Citox

Share.

54 Komentar

    • Salam patriot buat semua.
      Menunggu khayalan bersambung Navajo menjadi Dayak Borneo.Danger Zone dari perbatasan.n berharap Hoax Corner mengangkat tema Anti Tank n Manpads made in Indonesia.mungkin bisa jadi imaji kami bwt dikawinkan dengan bentor,ato motor matic yg kita pake kerja.buat gerilya.demi Indonesia.jika ada yang berani macem2.

  1. salam kenal buat semua dari SR…
    ditunggu 2minggu lanjutannya bersambung lagii…. ya…
    tidur lagi kalo gitu…… he he….

  2. Udah bisa ditebak bung namraenu ini….pas seru2nya pasti ada kalimat tubikontinyut…xixixixixixi
    Terlanjur bikin kopi…

    • Hehehe… :-D Kan biar penasaran bung Jeepers.
      Salam hangat kopi pagi untuk anda selalu bung.
      Terimakasih telah mampir. ^_^

      • Makasih bung nam udah disempetin ngebales komen sy,cuman penasaran nih apa yg lg bisa dilakukan peter dengan ide brilliannya?? Apa ikut2an cari sinyal trus ndengerin siaran radio mesir atau ganti channel ke radio dangdut…hehehe,atau dia teringat dengan alexander saudaranya…xixixixixi

        Btw,sy ucapkan selamat atas kehadiran anggota keluarga baru..semoga menjadi anak yg sholeh-sholihah serta berbakti kepada kedua orangtua,dan menjadi patriot sejati bagi NKRI..!!

      • Hehehe… :-D
        Aamiiin YRA. Terimkasih atas doanya bung Jeepers.
        Jawaban pertanyaannya sudah dimuat kok di edisi selanjutnya.

  3. terima kasih bung Namraenu telah berkenan melanjutkan dongengnya.
    jadi satelit yang bisa mengakibatkan gempa.. apakah ada kaitannya dengan tsunami Aceh dan gempa di Xinjiang…

    • lamaddukelleng on

      nah itu dia bung ndane, tsunami aceh ? sejatinya hoax saja atau benar percobaan nuklirnya
      penjajah indian? semoga bung namraenu bisa buka clue sedikit

    • Bung Ndane dan bung Lamaddukelleng,,,
      Mereka memang punya banyak cara “kreatif” dalam merusak atau menghancurkan pihak-pihak yang dianggap tidak sejalan. Salah satu cara “kreatif” tersebut ya penggunaan nuklir. Mereka tidak segan-segan menggunakannya jika dirasa memungkinkan. Curangnya mereka melarang pihak lain menggunakan senjata yang sama dan teriak-teriak soal bahayanya penggunaan senjata pemusnah massal jika mereka ada di pihak yang dirugikan. Dari jawaban ini tentu bisa ditarik kesimpulannya kan?

      • lamaddukelleng on

        trims bocorannya bung namraenu, ini yang saya suka sama bung namraenu tidak lepas tangan dengan komentator yang penasaran seperti saya , mubarak sudah dapat momongan baru, semoga diberkati Allah, amin.

  4. Ehmm.. Amr Diab yaa. We Malo, Wahashtini..dll. syair lagunya memang indah. saya termasuk penggemar lagunya. Kalau putri saya ngeFans sama Halla al Turk. :)
    ditunggu kelanjutan ceritanya bung Nam. Salam Patga.

    • Wah kita sama dong pak.
      Saya juga penggemar lagu-lagu Timur Tengah dan Amru Diab adalah salah satu favorit saya.
      Siaap. Kelanjutannya sudah ada kok yang akan membahas tentang “Messiah palsu”.
      Salam Patga… ^_^

  5. Wah… sudah dimuat? :-O
    Terimakasih bung Naga Samudera.

    Rekan-rekan sekalian, mohon maaf kalau serial ini baru tayang kembali. Selama dua minggu lalu saya memang tidak aktif karena istri saya baru saja melahirkan dan, yah buat yang sudah punya anak, tau sendiri kan bagaimana rasanya kalau baru punya bayi yang baru lahir? :-)

    Saya bisa memaklumi kalau banyak rekan-rekan yang bingung atau tidak sabaran dengan alurnya serial ini. Memang begitu kalau membaca cerita bersambung. Harus bersabar dan usaha extra dengan membuka-buka lagi edisi sebelumnya. Sekarang jauh lebih mending lho… tinggal ketik “Navajo” di kotak “Cari” lalu tinggal dibaca satu-per-satu. Jaman saya kecil dulu, saya bahkan sampai harus menggunting dan mengkliping bagian koran atau majalah yang memuat cerita bersambung favorit saya setelah satu keluarga sudah tidak membacanya lagi.

    Ayolah… mari menjadi generasi patriot yang sabar dalam berusaha, tidak mudah menyerah dan kreatif dalam mencari solusi. Kakek-buyut kita saja banyak yang menggunakan bambu runcing dalam mempertahankan kemerdekaan kan? Masa generasi mudanya banyak yang bingung hanya karena oersoalan “beginian”?

    Kalau masih tidak sabar juga, yah sudah, nanti beli aja novelnya ya kalau sudah terbit biar puas bacanya bolak-balik. Hehehe… :-D

    Dan sebagai bocoran dikit, di edisi 10 – 12 akan ada kisah tentang kakaknya Peter, Alexander yang mencari keberadaan adiknya. Lalu di edisi 14 akan terlihat secara samar hubungan serial ini dengan kita bangsa Indonesia. Di edisi 15 tentang upaya Peter melarikan diri. Lalu di edisi 16, ….. ah silahkan diikuti sendiri deh ceritanya bagi yang masih berminat. :-)

    Semoga bisa dipahami ya. Salaaam… ^_^

    • wkakakakaakakakaa…[email protected] sangat lihai membuat orang terus penasaran dan termotifasi unuk mengetahui akhir cerita ini….takut pemirsax jadi kecewa maka di bukalah dikit bocoran tiap episode kelanjutannya….hehehehehehehe,nice
      ohhh iya,selamat menimang momongan baru bung,semoga anda dan keluarga sehat selalu,good job brother

    • Selamat atas momongan baru bung Namreanu.Semoga selalu sehat dan kelak berbakti pada orang tua nusa dam bangsa.Amin. btw… dongengnya di panjangin dikit bung… heheee

    • Aamiiin YRA. Terimkasih atas doanya bung MSet, bung Merah Putih dan bung Cirlider.
      Maaf tidak bisa membalas satu per satu komentarnya.

  6. kim kardhasian on

    Asu memang bangsa biadab..
    Mereka membuat bom thermo nuklir dan menggunakan nya secara suka suka.tapi kl negara lain yg Coba mengembangkan senjata tsb di cecar hbs2an.Contoh negri tmn saya yg nama nya jg kim di korut.pemanasan global juga hasil ulah usa biadab dan mereka berdalih bahwa pemanasan global terjadi karna Polusi dan efek rumah kaca.padahal itu efek dari teknologi tesla/harrp ciptaan mereka yg merusak lapisan udara.imho lo ya.cmiiw.

  7. Wadow bung Nam, edisi d yang dah ditulis dah sampe 16..padahal ini baru 8 lho bung. Makin pingin beli novelnya nih…hehe. Salam Patga bung

  8. ISMEDS BECKHAM on

    Selamat bung nam..anda dah jadi seorang bapak, semoga anak ,istri & anda diberikan kesehatan bung..!! Btw anak keberapa bung nam.??

  9. misteri dibalik nama “INDONESIA”

    Pernahkah kita menghitung angka dari
    kata “INDONESIA”???
    SUBHANALLAH, akan di dapat keajaiban. , Mari, kita hitung.
    Abjad = Urutan Angka
    I : 9
    N : 14
    D : 4
    O : 15
    N : 14
    E : 5
    S : 19
    I : 9
    A : 1
    Dari semua angka, yang muncul hanya
    angka “1 9 4 5″, tentu ini bukan kebetulan. Ini adalah kehendak dan karunia dari Allah SWT.
    Nah coba kita jumlahkan semua angka dari
    kata “INDONESIA”, jumlahnya “90”. Dalam Al- Quran, Surat ke 90 adalah Surat Al-Balad yang artinya “NEGERI”. Tentu ini bukan suatu
    kebetulan, ini semua karunia yg luar Biasa !!
    Mungkin ini juga jawaban thd Hadist
    Rasullullah yg mengatakan bahwa akan ada
    negeri di atas awan bernama Samudra, yg di
    kelilingi air dan menghasilkan banyak ulama, ternyata negeri itu adalah INDONESIA
    Wallahuallam bis showab. NKRI harga mati.

  10. Salam kenal bung, selamat atas kelahiran anak anda, lanjut di tunggu cerita selanjutnya, dan episode km sinar kudus nya dimana yah

  11. Wow makin seru bung Namraenu critanya … apalagi sampai jilid 16? Mungkin mencoba merangkum crita danger zone dan hoax corner, apakah mungkin ya di negeri kita ini sudah punya anti dot dari kisah Navajo nya bung Namraenu? Mengikuti kisah – kisah bagaimana mengatasi radar Jindalee aushit … atau bisa menghilangkan lokasi dari google map atau google earth … saya yakin kita sudah punya antidot sang Navajo ya ..
    bukan begitu bung Namraenu dan bung Hadna? hehe .. maaf hanya analisa tukang servis keliling ..
    monggo dibabar ya pencerahan dari bung Namraenu dan bung Hadna ….

    • Tenang bung, spt kisah yang sudah²… pada akhirnya penjahat nya tertangkap oleh sang detektif walo dg penuh susah payah.. Mana tepuk tangannya…. :D

      • Tukang Ngitung, PhD. on

        Di sebelah aja ya nak. Di sini sudah ada bung Yayan, bung Namraenu, bung Hadna, bung PS.

        Biar ada serial di masing2 blog yang jadi kekhasan masing-masing. Lagipula gaya tulisan saya terlalu cuek dan vulgar. Xixixi…aliran cuekiyah (nggak peduli itu resmi maupun ghoib)… xixixi

        • Bujang Palembang on

          oklah om
          saya nurut aja
          saya termasuk penggemar om phd,
          n sll nunggu artikel yg cuekiyah
          hehehee
          salam hangat om phd

Leave A Reply