MISTERI BOLA PING PONG

46

BELAJAR BERPIKIR OUT OF THE BOX

Ceritaa yg baguuuus bangeet…# wajib baca#

pingpong

Kisah Misteri Seorang Anak dan Bola Ping Pong

Ada suatu anak laki laki

Di kelas 1 SD, si anak mendapat rangking 1. Sang ayah
menawarkan untuk membelikan tas baru sebagai hadiah,
tapi si anak meminta bola pingpong.

Sampai kelas 6 SD, si anak selalu rangking 1.
Sang ayah selalu menawarkan hadiah menarik seperti
sepeda, laptop dsb, tapi si anak selalu menolak hadiah
itu dan meminta bola pingpong.
“Untuk apa kaumeminta bola pingpong?, tanya ayah.
“suatu saat nanti
akan aku beritahu”, jawab anaknya.

Setelah lulus SMP dengan nilai tertinggi, sang ayah
menawarkan motor baru sebagai hadiah, tapi si anak
meminta bola pingpong saja.
“Untuk apa kau begini banyak meminta bola pingpong?, tanya ayah.
“suatu saat nanti akan aku beritahu, ayah…”, jawab anaknya.

Lulus SMA dengan nilai paling baik di sekolah favorit,
sang ayah menawarkan mobil pada anaknya, tapi si anak
masih meminta bola pingpong. Ketika ditanya,
jawabannya masih sama.

Lulus kuliah dengan hasil yang sangat baik dan diterima
bekerja di perusahaan ternama, sang ayah menawarkan
rumah mewah untuk anaknya, namun si anak masih
meminta bola pingpong sebagai hadiah.
Saat menikah
pun, sang anak masih memilih bola pingpong sebagai
hadiah.

pingpong2pingpong3

Setelah bertahun-tahun, sang ayah sakit dan
mendekati ajalnya, dia menelefon anaknya,
“sudah saatnya kau beritahu ayah, sebenarnya untuk apa
semua bola pingpong yang kau minta selama ini?, tanya
sang ayah terbatuk-batuk.
“Biar aku yang ke sana ayah, akan aku katakan semuanya”.

Di perjalanan menuju rumah sakit, si anak mengalami
tabrakan yang merenggut ajalnya dan tidak ada
seorang pun tahu apa maksud dari bola pingpong yang
dimintanya sejak kecil.

Maaf jadi ceritanya gak bisa diselesaikan.. karenanya
masih menjadi misteri..

Filosofi dan analisa pesan cerita tersebut diatas apa ya kira kira ?
Silahkan para member disini memberikan Analisanya dan komentarnya
Maaf untuk Komentar yang bercanda dan gak ilmiah akan kami delete
karena artikel ini salah satu pembelajaaran anak bangsa
Terimakasih

By Admint YPG
Gambar ilusutrasi by Google

Share.

46 Komentar

    • SD s/d Sarjana dan hingga menikah, si anak hanya meminta hadiah bola ping pong, bukan yang lain. Artinya si anak meminta sesuatu sesuai dengan keinginan-minatnya sendiri. Dia tidak mau menerima begitu saja apa yg didiktekan ayahandanya. Dia ingin tumbuh tanpa bayang-bayang kebesaran orangtuanya, dia ingin menjadi dirinya sendiri.

  1. Analisa nubie :

    1. Clue :

    – hadiah mewah
    – prestasi
    – bola pingpong

    Jawaban :

    Di zaman sekarang ini, kebanyakan orang tua mendidik anaknya dengan kemewahan, dengan segala fasilitas yang ada dan hadiah bila seorang anak mampu membuat bangga seorang ayah

    Figur orang tua lupa bahwa yang dibutuhkan anak sesungguhnya ialah suatu hal yang sederhana yang digambarkan sebagai bola pingpong, yakni kasih sayang dari orang tua

    Sebagai suatu contoh saya gambarkan sebagai berikut :

    Seorang anak pada cerita diatas selalu hanya meminta bola pingpong …

    Lalu apa hubungannya bola pingpong dengan kasih sayang orang tua ?

    Mari kita lihat fungsi bola ping pong tersebut, permainan ping pong baru bisa dimainkan oleh 2 orang atau lebih …

    Coba bayangkan bahwa 2 orang itu ialah seorang anak dan ayah pada cerita diatas…

    Lalu kita lihat bahwa seorang ayah terlihat bahwa ia hanya menawarkan atau memberikan fasilitas mewah …

    Dari situ bisa kita lihat dari sisi psikologi seorang anak atau apapun itu bahwa ia kesepian dan menginginkan sebetulnya bukan hadiah mewah tapi kasih sayang orang tua yang digambarkan sebagai bola ping pong . Agar seorang ayah dapat menyalurkan kasih sayangnya dengan mencurahkan waktunya untuk bermain dengan anaknya, sehingga twecipta suatu keharmonisan antara anak dan ayah dalam suatu keluarga

    Itu analisa nubie, maaf jikalau melenceng jauh,jelek ataupun terbelit belit

    Suwun :)

  2. Ketika 10 dipertemukan dengan 1 maka kebanyakan orang akan melihat dari sisi jumlahnya saja but is not about the value.. mungkin disini sang anak tidak menginginkan jumlah tetapi malah sebaliknya dia membutuhkan nilai (sesuatu) yang berada dibalik angka 1 tersebut. Karena bagi si anak tersebut bola pingpong itu lambang perwujudan dari ayahnya itu sendiri.. layaknya bola pingpong yang ketika pertama dipantulkan akan menghasilkan pantulan yang tinggi dan sampai pada suatu saatnya pantulan itu akan semakin mengecil dan pada akhirnya tidak memantul lagi.. dan jawaban dari cerita tersebut adalah sang anak hanya ingin berada bersama ayahnya walaupun iya tahu bahwa pada akhirnya sang bola pingpong tak akan lagi memantul.. dia hanya ingin melihat bola pingpong tersebut selalu memantul layaknya dia selalu menginginkan sang ayah disisinya. Yg jika dicerminkan pada persoalan bangsa dan tanah air intinya adalah dia hanya ingin selalu menjadi bagian dari bangsa itu sendiri walaupun bangsa dan tanah airnya bukanlah bangsa dan tanah air yang terbaik.

  3. Kasih sayang dalam kedekatan dan kebersamaan yg di berikan oleh seorang ayah kepada anaknya merupakan hadiah terindah daripada segala harta yg melimpah. Dari kecil di timang2 dan di lempar2 keatas seperti bola pompong menunjukan kasih sayang yg tulus dari ayah kepada anaknya. Perhatian tarik ulur di saat remaja hingga dewasa merupakan kasih sayang yg terbaik utk sang anak. Bisa di bayangkan jika sang anak dari keluarga broken home atau orang tua yg super sibuk yg tidak mendapatkan kebersamaan dan kasih sayang, pasti sang anak sedih karena tidak seperti anak sebayanya yg mendapatkan penuh kasih sayang. Tapi ini hanya pandangan saya, penulis lebih tahu jawaban yg terbaik. Salam NKRI Jaya.

  4. Timur_Nusa Kambangan on

    Saya pernah baca Analogi/Kisah/Cerita/Perumpamaan tentang Bola Pingpong, tapi sampai skg saya masih blm bisa menterjemahkan maksud dari Perumpamaan ini.
    Mungkin sedikit kesimpulan dari saya adalah ” Kasih sayang orang tua itu sepanjang masa sampai beliau menutup mata. “

  5. Assalamu’alaikum
    Kalau menurut pendapat saya bola pingpong adalah penggambaran pikiran kita atas suatu kejadian.
    Maka didapatkan kesimpulan yang berbeda” setiap individu.

    • Jika digambarkan dalam hal militer.
      Maka bola pingpong adalah informasi intelen, setelah itu di analisa semakin banyak pertimbangan maka semakin bertambah kebimbangannya.
      Sehingga lebih bagus kalau ceritanya mempunyai akhir yang jelas/sebuah keputusan atau tindakan.
      Kalau perintah atasan A maka jalankan A

    • Bola pingpong adalah kita.
      Ceritanya adalah kotaknya.
      Kadang kala kita sudah terbiasa dengan kebiasaan kita sehari” namun suatu ketika kita dihadapkan pada hal yang lain maka yang akan terjadi hal ketidak percayaan.
      Misal kita sudah merasa nyaman didalam kotak nomer 1, kemudian karena suatu alasan kita di pindah ke kotak nomer 2 maka hasilnya adalah kebingungan.
      Contoh misal kita sudah nyaman dengan kondisi yang damai, tiba” LCS memanas atau sonotan menyerang kita tiba” maka hasilnya kebingungan. :)

  6. Sesuatu hal yang dirahasiakan biarlah tetap menjadi rahasia. Tak perlu kita tahu mengenai isi kerahasiaan itu. kelak bila saatnya tiba maka rahasia itu akan terungkap.
    Sesuatu yang misteri, tetap akan menjadi misteri.. imho.

  7. Bola pingpong, dilihat dari bentuk; bulat, artinya kehidupan akan senantiasa berputar alias tidak ada ujungnya, mungkin sama dengan filosofi roda.

    Dilihat dari kegunaan ; hanya bisa memantul. Artinya setiap kali kita pukul bola itu dengan keras, maka bola tersebut akan memantul lebih cepat dan lebih tinggi . Berarti jika kita “menekan” hidup kita lebih kuat maka akan menghasilkan lompatan lebih tinggi.
    Simpel nya belajar rajin maka hasilnya bagus.

    Maaf hipotesa newbe.

  8. Dalam permainan bola ping pong, bolanya akan mengikuti dengan cepat ke mana arah yg diinginkan oleh pemainnya, tanpa ada halangan apapun kecuali net yg membatasi.
    Klo menurut saya, anak ini adalah tipe anak yg sangat berbakti dan sangat percaya kepada ayahnya, bahwa segala hal yg diarahkan ayahnya semata-mata untuk kebaikannya, sehingga dia mau mengikuti segala arahan dari ayahnya tanpa mau menerima imbalan yg berlebihan dari ayahnya yg sangat dia kagumi.
    Dari cerita ini bisa digambarkan seorang ayah yg bijaksana dan seorang anak yang pinter dan bijaksana ketika dia besar… :)
    Maaf analisis orang kampung… :)

  9. Sang anak tidak menginginkan hadiah yang mewah hanya menginginkan waktu dengan sang ayah mungkin dengan bermain ping pong.

    Mmmmmm…..

  10. tukang bohong on

    Your Commentbola ping pong ya…
    dalam konteks berbangsa & bertanah air konsep pertahanan semesta(ipoleksosbudhankam) dianalogikan sbg cerita tsb..
    belajarlah seperti bola ping pong..
    1. kedinamisan dalam pantulan/gerakan/percepatan/kecepatan sangat dipengaruhi oleh orang yg memukulnya.. (akan dibawa negara ini tergantung pada orientasi kebijaksanaan para pemimpin)

    2. “penghargaan” akan menjadi percuma jika kita tidak mengetahui apakah “penghargaan” tsb akan membuat kita lebih baik..

    3. sebagai pengingat kesadaran si”almarhum” bahwa apa yg dilakukannya selama ini akan kembali kembali kpd dirinya sendiri..

    4. dirinya si”almarhum” adalah sebagai penentu, menjaga “amanat” bagi dirinya sendiri..

    5. bola pingpong ringan,sederhana, berwarna, kecil, berguna, namun bisa sangat MEMATIKAN..

  11. Bola pimpong itu ibarat bendera kita jiwa kita sebagai bangsa Indonesia yg cinta tanah air. anak kecil – hingga dewasa ibarat kita sndiri. dimanapun kita berada kita berprestasi jiwa kita tetap NKRI, meskipun kita jauh diluar negeri Jiwa kita tetap NKRI. intinya mungkin disitu..:) jiwa nasionalisme tidak bisa dijual atau digantikan oleh apapun!!

  12. Hidup itu tidak melulu harus tentang keberhasilan yang telah kita miliki… kegagalan adalah misteri yang paling sering kita Alami
    Belajar dari cerita diatas, bila kita sudah tahu APA arti hidup, kita tak membutuhkan semua yang ada di Dunia ini…

  13. bola ping pong tetap bola ping pong…. tetapi bukan bola nya yang menjadi objek filisopi, bisa bola kasti, bola volly, bola kaki, dll…. tetapi menurut saya jalan ceritanya yang menjadikan itu suatu arti…
    1. Seseorang anak jangan menunda membahagiakan orang tuanya…
    didalam cerita ini orang tua tsb sampai dia sakit tetap ingin mengetauhi sebab musabab anaknya memilih
    bola ping pong, adalah suatu kebahagiaan baginya bila dia mendapatkan suatu jawaban….
    2. Seseorang itu apabila berjanji harus ditetepati secepatnya, jangan ditunda2….
    didalam cerita ini si anak telah berjanji dan akan menjawab maksud sebenarnya atas hobby dan
    keinginannya
    Dan …….. Ada lho beberapa penulis di patga ini yang belum merealisasikan janjinya… “karena ada kata
    BERSAMBUNG…” hehehe….
    3. Jangan memberikan harapan kepada orang lain, apabila kita tidak dapat mewujudkannya…. apalagi
    harapan kosong…
    didalam ceri ini si anak sepertinya memberikan orang tuanya harapan, tetapi tidak secepatnya
    diwujudkan….
    untuk sementara ini yang saya tangkap pada alur cerita tsb

  14. Misteri yg menarik.
    Makna dr cerita diatas mngkin bkn pd bola pingpong ny, tp bgmn sang anak tumbuh berkmbng mnjdi sosok sukses ktka dewasa dg perjuangany sendiri tnp mau tergoda oleh hal2 duniawi nan fana yg tdk dtg dr jerih payahnya sendiri. Perhatian Orang Tua ny pula yg mnjdi pilar semangat juang sang anak.
    So intiny adalah bertaqwa pada Tuhan, berbakti pada orangtua, mengabdi pada bangsa n negara

    Kasamago.com | Yakena.com

  15. Bakulo Wajaro on

    Hehehehehehehe… Misteri yg menimbulkan beragam pertanyaan dan beragam analisa. Hanya bola ping pong yg selalu dimintanya dari ayahnya sbg hadiah dari setiap kesuksesan yg diperolehnya dalam setiap keberhasilan dalam hidupnya.. si anak merupakan seorang individu yg selalu mawas diri dan tdk ingin terlena dgn semua fasilitas hadiah yg ingin diberikan ayahnya.. Dia berfiikir cukup sudah ayahnya memberikan pendidikan dan kehidupan yg baik utknya dan bersyukur dg hal itu, krn suatu saat hadiah yg ingin diberikan oleh ayahnya pun akan dapat ia peroleh dgn hasil kerjanya sendiri dan filosofi dari bola ping pong itu sendiri bagi si anak adalah guna mengingatkan diri dan hatinya utk selalu membalas semua yg diberikan org tuanya baik pendidikan maupun kehidupan dgn keberhasilan yg membanggakan mereka (si anak selalu berusaha mengembalikan/memantulkan bola ping pong kpd orangtuanya dgn pantulan yg lebih baik) dan hal ini juga mengandung pesan dan makna bagi kita berikan pengabdian yg terbaik untuk negerimu tanpa menuntut byk thd negaramu.. Spt sebuah pesan yg pernah disampaikan seorang tokoh dunia “jangan tanyakan apa yg dapat diberikan oleh negaramu tp tanyakan pada dirimu apa yg dapat kamu berikan kpd negaramu” Salam Patriot Garuda NKRI harga Mati..!!! Adios Amigos !

  16. klo sy gni bang, dr prmintaan prtma-akhir bola pingpong. pilosopinya mnrut ane, kadang idup itu ky bola pingpong. kadang naek-trun, muter2, belok, ngebut trus pelan. jd kita nikmatin aja. toh smua yg dr bawah bakal ke atas. n klo dah diatas sbisa mungkin buat kagak lupa ma yg dibawah. n hasil nya, dia bs tetep brthan dg prestasi bagus. n dia jg cm pngin nunjukin terima ksh ke bokap ny, wlopun jumlah bola ny gak sbanding dg pngorbanan bokapnya buat nyekolahin n bahagiain tu anak. maap pendapat awam…

  17. coba nimbrung menganalisa, apakah si anak itu Indonesia, prestasinya itu perumpamaan kekayaan (SDM & SDA)nya, si Bapak umpama negara2 adi daya, bola pingpongnya????? saya tdk tau apa saja yg mereka tawarkan agar kita seperti Jepang, Korsel dll, mf min klo analisanya gak nyambung

  18. jawabannya bagus2 n masuk akal semua, tp apapun jawabannya akan tetep salah kl kagak sesuai kemauan ma empunya pembuat cerita..
    secara enih kek menebak isi pikiran :D

    tp ane coba ikutan jawab..

    kenapa si anak cuman minta bola pingpong daripada semua hadiah berupa materi dari bapaknya, karna si anak ingin jg seperti bapaknya..

    berjuang tanpa ada yg ngasih iming2 hadiah dari siapapun..si anak ingin mencontoh n meniru kemandirian, kerja keras, kemandirian n keberhasilan bapaknya dalam hidupnya yg pada waktu ntu kagak bergantung orang tuanya..
    bola pingpongnya sendiri cuman pengalihan buat pembaca biar tambah bingung..

    nb: ane yakin jawaban ane salah..

  19. Di kalangan Bani Israil ada seorang ahli ibadah (‘abid). Ia didatangi kaumnya yang menginformasikan bahwa ada sekelompok orang yang menyembah pohon besar.

    Mendengar pohon disembah, ahli ibadah itu merasa kesal dan marah, lalu mengambil kapak untuk menebang dan menumbangkan pohon itu.

    Dalam perjalanan menuju pohon itu, ia bertemu dengan Iblis (setan) yang menyerupai seorang syeikh. “Hendak kemana kau pergi?” tanya Iblis. “Saya akan menebang pohon yang telah menyesatkan banyak orang itu?” jawabnya.

    Setan berdiri di depan pohon itu untuk menghalangi sang ahli ibadah agar tidak mendekatinya seraya berkata: “Aku tidak akan membiarkanmu menebang pohon ini. Apa urusanmu dengan mereka. Biarkanlah mereka bebas menyembah apa yang mereka inginkan.”

    Ahli ibadah itu menyergah: “Bagaimana aku membiarkan mereka tersesat; sementara tugasku adalah membebaskan mereka dari kemusyrikan menuju ketauhidan.”

    Keduanya kemudian terlibat duel. Ahli ibadah mampu mengalahkan setan. Karena kelelahan, ia tidak jadi menebang pohon itu, lalu pulang ke rumah. Pada hari berikutnya, ia kembali membawa kampak untuk menebang pohon.

    Iblis kembali muncul dengan wujud seorang syeikh, dan kembali menghalanginya untuk menebang. Iblis tahu ahli ibadah itu miskin. Iblis lalu merayunya untuk tidak menebang pohon kemusyrikan itu dengan iming-iming uang.

    “Hai ahli ibadah, sebaiknya engkau tidak usah menebang pohon. Sebagai gantinya, engkau akan kuberi dua dinar setiap hari. Engkau miskin. Dengan dua dinar itu engkau dapat memenuhi kebutuhanmu sehari-hari,” rayu Iblis.

    Keduanya pun mencapai kata sepakat. Ahli ibadah itu menerima dua dinar pada hari pertama dan kedua. Pada hari ketiga, ia gigit jari karena Iblis tidak lagi memberinya dua dinar. Ia kembali marah dan menghunuskan kampak.

    “Aku harus menebang pohon ini sampai akar-akarnya,” gumam ahli ibadah. Iblis kembali muncul menghalanginya. “Kali ini engkau tidak akan bisa menebang pohon itu, wahai ahli ibadah!” Maka terjadilah perkelaihan, dan kali ini ahli ibadah bertekuk lutut di hadapan Iblis.

    Ahli ibadah itu bertanya, “Kenapa engkau kali ini bisa mengalahkanku, padahal sebelumnya aku dengan mudah dapat mengalahkanmu?”

    “Kemarin lusa engkau dapat mengalahkanku lantaran engkau marah semata-mata karena Allah. Allah melindungimu dan memberimu kemenangan karena engkau ikhlas. Kali ini engkau kalah sebab engkau marah karena tidak lagi menerima dua dinar dariku.”

    ——————————-
    Kesimpulan Saya…
    Pemuda itu tidak menginginkan pemberian dari Ayahnya…
    Pemuda itu juga tidak benar-benar menginginkan bola ping-pong…

    Tujuannya menuntut ilmu bukanlah semata-mata untuk hal yang bersifat duniawi…

  20. Cerita ini tak lebih sebuah perumpamaan, kita hidup di dunia tak lebih mengejar point-point target pencapaian yang disimbolkan oleh sang anak sebagai bola pingpong, setiap point yang kita kumpulkan maka semakin banyak bola pingpongnya, lantas muncul pertanyaan untuk apa point- point target pencapaian itu semua kalau sang empunya sudah meninggal dunia?? bukankah cukup 1bola pimpong saja yang dibutuhkan utk bermain tenis meja, yang merepresentasikan point berupa pahala agar kita bisa bermain( mempertanggungjawabkan) dihadapan sang Pencipta? Allahuaklam….

  21. tidak logis dengan sejak sd anak itu sudah berpikir seperti itu, pikiran anak anak tidak akan sejauh itu, semoga bisa jadi masukan untuk penulis dalam hal menggambarkan sebuah cerita walupun hanya sebuah analogy. analogy yg baik berseting logis dan menghasilkan implementasi yg baik pula dari pembaca, filosofinya kabur

  22. Sederhananya sampai sekarang ga ada yg tau ap maksud n tujuanya…….
    Yang a sesalkan ia trus menyimpan info meski sdh ada yg tanya……..seakan dia tau kapan harus di ceritakan…..dan akirnya dijadikanlah ama tuhan misteri info itu…hmmmm harusnya dia tau ajal kapan aja bsa datang…he he he

  23. Ikutan jawab ya bung, maaf kalo salah : kalo kata mamang gundul sih, kenapa ntu anak minta bola pingpong, dan menolak hadiah mewah lainnya, secara pemikirin anak ‘sd’ sdh sejauh itu.. pdhal anak itu sendiri tdk mengambil filosofi pingpong itu sendiri, semakin keras di pukulkan semakin keras pula pukulan baliknya, malah kadang melenceng dr yang di inginkan,, jd tuh anak tidak ingin sesuatu yang dia dapatkan mendapatkan imbal balik berupa hadia dari ayahnya, karna bisa membuat impiannya itu melenceng dari yang diinginkan, dan bola pingpong itu sendiri hanya sebuah simbol pengingat atas pencapainnya selama ini,.
    Nb : sorry kalo salah n kaga nyambung, hehe

  24. Dari cerita diatas, terlihat satu keluarga kaya. Ayah terlihat negatif, seperti memanjakan anaknya. Anak terlihat positif, seperti memiliki jiwa sederhana dan mandiri.

    Sang ayah, yang sudah berpengalaman, mengetahui kebutuhan si anak, berusaha memberikan kebutuhan si anak pada waktu yang tepat. Tetapi si anak hanya meminta bola pingpong, bukan satu set alat permainan pingpong dan bukan yang lain. Artinya, si anak menganggap bola pingpong hanya sebagai simbol saja. Si anak ingin mengatakan kepada ayahnya, bahwa perhatian dan kasih sayang ayahnya seperti bola pingpong, bagian luar terlihat utuh, sedangkan dalamnya kosong.

    Si anak menuntut perhatian ayahnya secara berlebihan, karena tidak mau memberitahukan alasannya. Ketika ayahnya sakit keras, mau meninggal, barulah si anak bersedia mengatakan alasannya. Tapi si anak lupa, bahwa yang menentukan hidup mati manusia itu Tuhan, bukan si anak. Ketika si anak meninggal lebih dulu, dia tidak sempat memberitau ayahnya.

    Si anak tidak tahu, bahwa tanggung jawab sebagai orang tua 99,99% berakhir ketika sianak sudah menikah. Seharusnya, si anak memberitahukan alasannya ketika menerima hadiah perkawinan dari ayahnya.

    Pelajaran yang bisa diambil adalah orang tua kita itu bukan malaikat, pasti pernah berbuat salah kepada kita. Kadang satu kesalahan kecil yang terjadi di masa kecil kita, secara tidak sadar, kita menyimpanya dialam bawah sadar kita. Jika kita tidak berani memaafkan kesalahan tersebut, kita akan dihantui kesalahan tersebut. Yang lebih parah lagi, kalo kita sudah punya anak, secara tidak kita sadari, kita akan memperlakukan anak kita seperti memori yang tersimpan di alam bawah sadar kita.

  25. Cobalah untuk memahami kemauan seseorang.
    Oot.kenapa akhir2 ini disalah satu tv swasta menayangkan film sniper sampe beruntun?mungkinkah ini simbol dari suatu mau ada gerakan target ya?mudah2 an cuma kebetulan.hanya coba peka. Dengan keadaan lingkungan berbangsa.salam.

  26. Secara Bapaknya aja ngk Tau maksud dari permintaan anaknya yg selalu meminta bola pingpong, dari anaknya SD sampai menikah, coba bayangin berapa tahun tuh bapak nunggu jawabanny si anak. Kalian semua pada sok tau pengen menjawab yg notabene bukan keluarganya dan baru tau dari cerita ini aja.
    maaf ya bung admint ane jga ngk bisa menjawab. cuma yang maha kuasa aja yg mengetahuinya.
    hehehehe….

  27. Bung YPG saya ikutan ya…,
    Yang ditanya adalah tentang Filosofi Bola Pingpong, Hakikatnya namanya Bola emang buat di gulirkan atau pun di tepuk, kenapa harus Bola Pingpong kenapa ga Bola Bowling ato lainnya, waduh ga tau juga sih…
    Bola ping pong apabila ditepuk dia akan memantul sesuai dengan kekuatan yang diterima dan arahnya menuju arah yang dituju oleh si penepuk bola….walaupun bobotnya ringan dia mampu merespon tekanan yang diberikan dengan menyalurkannya menjadi kekuatan yang luar biasa….bahkan kalo kena smash…gak jarang jadi merah merona dan rasa sakit …., walaupun bola kosong tak ada isi dia mampu memberikan efek diluar dugaan…..
    Wah tau apalagi..malah sempoyongan…saya… paniang…hehehe..
    Terimakasih.

  28. turun gunung on

    Saya coba ya …
    +
    +
    – Sianak menggambarkan pemerintah
    – Bola ping pong gambaran kebijakan dan strategi pemerintah
    – siayah menggambarkan kita sang pembaca

    Kita slalu bertanya lah kok bigitu,kok begini kebijakan yg di ambil pemerintah gak sesuai dengan harapan kita,gsk suai keinginan kita

    Apapun cacian dan hinaan yg dilontarkan sianak tetap kekeh akan kebijakannya,demi kejayaan bangsa ini

    • kalau menurut saya nih gan.. pendapat orang awam filosofi
      saya nemu ini artikel dari salah satu komentar liners di salah satu post Dr*ft SMS gan

      yang saya tangkap:
      >sang anak orangnya gak enakan, malu (dilihat merahasiakan misteri bola pingpong)
      >sang bapak seperti orang sukses dan sibuk dengan pekerjaannya terus ekspresinya selalu serius/senyum kepaksa dihadapan anaknya karena aslinya sang bapak lagi mikir keras kerjaannya (dilihat dari hadiah yg dia tawarkan)

      dari segi logis anak sd
      waktu sd.. sang anak bercitacita jadi atlet tenis meja seperti komentar atas ane ini gan^^^ tapi dia malu untuk mengatakannya (mungkin) karna jarang komunikasi sama si bapak, bapaknya sibuk kerja dan bisa berkomunikasi lancar pas pembagian nilai aja.

      dari segi logis anak smp
      waktu smp.. si anak masih bercitacita jadi atlet tenis meja gan.. tapi dia mulai ragu karena mengenal banyak jenis olahraga baru/lingkungan baru (pelajaran ekstra/ekstrakulikuler/teman baru), karena itu dia malu mengatakannya atau (mungkin) dia keasikan dengan teman baru dan hobby baru jadi dia mulai punya senggang dengan bapaknya dan lebih bermain sama tementemennya..

      dari segi logis anak sma
      waktu sma.. nah sang anak mulai sibuk belajar, jarang keluar.. fokus belajar (dilihat dari ranking dia yg selalu teratas) sang anak (mungkin) udah mengurungkan niat buat jadi atlit tenismeja gan.. tapi dia mulai sadar gan kalau waktu yg SANGAT BERHARGA dia lalui sama sang bapaknya itu DISAAT pembagian nilai aja gan.. karna disaat itu sang bapak punya waktu banyak untuk melihat/berbicara dengan si anak sebegitunya sang anak gan.

      dari segi logis anak kuliahan
      waktu kuliah (mungkin bisajadi sang anak merantau karna diliat prestasi dia yg cemerlang).. kenangan apa yg dia ingat gan? ya ketika bapaknya tanya “mau hadiah apa?” dan EKSPRESI sang bapak yang selalu kaget/kebingungan/tanyakenapa saat mendengar jawaban dia selalu bola pingpong.. karna selama ini mungkin sang anak jarang komunikasi/jarang melihat ekspresi itu dari wajah sang bapak dan menganggap itu ekspresi PRICELESS banget gan..

      oke sekarang nikah dan punya anak gan
      sudah jelas sang anak udah punya kesibukan sendiri skrg kan?
      dan skrg sang bapak yang punya banyak waktu “santai” / masa pensiun.. sudah jelas ekspresi dia yg serius/senyum kepaksa berubah jadi ekspresi datar yang menikmati saatsaat masa pensiun..
      tapi.. kenapa sang anak masih minta bola pingpong? yaitu tadi.. EKSPRESI sang bapak (mungkin) gak pernah BERUBAH dari sebelumsebelumnya.. selalu PRICELESS.. dan sang anak bingung untuk menjelaskan kenapa dia milih bola pingpong.. karna dia bingung dari mana.. yg awalnya cuma minta utk citacita jadi sebuah kenangan indah bersama sang bapak.

      terus bapaknya sakitsakitan..
      dia otw ke bapaknya..
      dia meninggal diperjalanan..
      the end gan analisis saya maaf panjang banget..

  29. dengan memanfaatkan rasa penasaran bapaknya, sang anak berusaha memancing agar ia tetap disekolahkan lebih tinggi.
    jiahhh ngaco dah saya

  30. coba lagi ah nuwun sewu sesepuh
    dlm permainan pingpong pasti dilakukan berlawanan pasangan main,peraturan nya simple, siapa yg menang dia akan terus bermain jd bila dua set menang dia akan mendapat lawan yg berbeda. adakalanya mendapat lawan yg lebih buruk dr kita atau bahkan mendapat lawan seimbang atau lebih hebat dari kita.
    terkadang musuh yg lebih hebat dr kita memberi komentar atau mengajari teknik memukil yg lebih baik. dgn kemenangan terus menerus dan belajar dr musuh ug telah dikalahkan akan mengantarkan kita mjd juara.

  31. coba jawab juga deh…bola ping pong yah ? ada yg meng ibarat kan ini itu . menganalisa ini itu . pdhl nih anak baru klas 1 sd waktu dia minta bola ping pong untuk pertama kalinya. mungkin pada waktu pertama kali dia mendapatkan hadiah bola ping pong tersebut . dia tau cara menggunakan untuk mendapatkan kesenangan. entah bermain bersama ayah nya.teman temannya . atau siapa pun . karna memang dia masih anak anak.
    sampai ia tumbuh remaja dan dewasa . kesenangan seperti yang didapat waktu kecil mulai susah didapatkan . oleh karna itu. setahun sekali dia meminta bola pong pong kepada ayah nya . berharap agar esensi kesenangan yang dulu didapat lewat bola ping pong tersebut muncul lagi dalam diri nya . cz kadang penat juga jadi orang dewasa . hehehehehe…..itu ajah sih dari saya

  32. Ass.wr.wb
    Nama saya Gelar, saya mempunyai pengalaman bermimpi yang berujung “eureup eureup” (dalam bahasa Sunda).

    Saya bermimpi didatangi sesosok Kuntilanak. Kuntilanak tersebut berbicara kepada saya dengan sangat lantang, keras, nada marah.

    “Mana bola ping-pong aing? Mana bola ping-pong aing?” terus berulang. Jika dalam bahasa Indonesia menanyakan “mana bola pingpong saya?”

    Beberapa jam saya sebelum comment di blog ini, saya menceritakan mimpi saya kepada teman saya. Meskipun mimpi ini sudah agak lama, namun dalam diri saya masih bertanya tanya. Apa hubungan Kuntilanak tersebut dengan bola pingpong? Sampai sampai saya terbangun dan terkena eureup eureup/erep erep.

    Kata teman saya, emang ada kaitannya bola pingpong dengan kuntilanak atau hantu perempuan. Dia bercerita juga, om nya ketika tidur dilempar bola pingpong dan melihat sosok makhluk gaib perempuan.
    Menurut kalian gimana? Sumpah, saya merinding setelah dengar pernyataan teman saya.

  33. Sbnernya ini arti sbuah kisah atau kiasan. Kurang tepat klo orang berfikir akan pingpongnya..
    Klo ikuti alur akal..mungkin nalar anak sd takmungkin bs mngerti orang tua nya 100%..
    Jd klo saya baca inj lebih ke kiasan…

    Intinya ini untuk seorang pemimpin yg jujur mungkin lebih sperti orang bodoh..
    Kiasan ” d beri tas/motor/mobil namun ia ttp memilih bola pingpong..”
    Nah permintaan awal itu sbuah pingpong kn..itu adalah smua hasil kerja halalnya..
    Nah klo hadiah yg lain yg d tawarkan adalah sesuatu yg bebau berlebihan atau itu bs jd kiasan sperti korupsi…karana walau dy d tawarkan lebih mewah dy ttp bola pingpong..
    Dan pesan terakhir itu inti sarinya..seorang pemimpin jujur itu justru lbih bnyak orabg bertanya2 karna itu sulit d mengerti..sperti bola pingpong..knp mntanya bola pingpong…padahal ada pilihan yg lain..
    Sampai pada akhirnya tak ad sesuatu jawaban dr kiasan d atas..
    Sama halnya kejujuran lebih bnyak tak terlihat bhkan smua kayaknya..
    Jadi itu kisah d atas kiasan bukab karna menggantung..tp itu memang ending d buat kiasan yg cukup berat d mengerti..

Leave A Reply