Lirik Kuno Navajo (20) : Pencarian dan perlindungan

52

Lirik Kuno Navajo (20) : Pencarian dan perlindungan
===================================================

dedenew217

Ruang kendali CoilCore :

“Kami sudah berhasil meretas video kamera jalanan di area yang terkait tuan. Kami mulai dari sekitar titik terakhir mobilnya berhenti dan memperluas secara radial area penyigian (scanning).”
“Ada hasil?”, jawab tuan Rubinstein lewat layar video konferensi di ruang itu.
“Ya… mobilnya masih tertangkap kamera H6. Dengan arah yang ditujunya seharusnya mobilnya kemudian terlihat di H5, namun itu tidak terjadi.”
“Artinya?”
“Jika mobil itu masih di jalanan, seharusnya ada di ruas ini tuan.”
Layar kemudian menunjukkan sebuah area jalanan yang digaris merah oleh sistem.
“Jika tidak ada…”, lanjut analis sistem informasi geografis di ruang kendali itu, “itu artinya dia menuruni area hutan Quzenito.”
“Baik. Oke. Kalian sudah menyigi daerah itu?”
“Kami sudah menempatkan satelit penjejak panas di daerah itu. Itu wilayah penyigian yang cukup luas. Sejauh ini citra termal menunjukkan beberapa obyek namun kita tidak bisa menyimpulkan dengan pasti.”, jawab sang analis.
Analis tersebut kemudian melanjutkan, “Kami bisa melakukan analisa yang lebih detail pada tiap grid dengan citra yang lebih tajam namun tentunya membutuhkan waktu lebih lama. Akan lebih memudahkan jika ada pemantau di lapangan yang mengkonfirmasi obyek-obyek tersebut.”
“Oke. Lakukan penyigian yang lebih detail! Saya akan gerakkan Praetorian untuk mencari secara langsung di area itu.”, jawab tuan Rubinstein menutup percakapan saat itu.

**********************************************************************

arman30

Peter melipat sebuah kertas. Dia baru saja menuliskan beberapa buah bait lirik sebuah lagu kuno Navajo. Lirik-lirik itu bukan sekedar lirik namun di dalamnya tersembunyi kode petunjuk yang mengarahkan kepada kordinat tempat dia menyimpan catatan-catatan rahasianya.

“Aku sudah mengamankan catatanku. Sekarang aku harus ke Pajarito.”

Peter akan meminta tolong kepada kepala suku teman Alex untuk mengantarkannya ke stasiun radio tempat Nakai melakukan siarannya. Disana dia akan memberitakan apa yang terjadi pada dirinya, pada Tawfeeq dan pada rekan-rekannya ilmuwan lain yang juga bernasib malang seperti Tawfeeq. Jika memungkinkan, dia juga akan mencari pengobatan untuk menyembuhkan atau minimal mengurangi rasa nyeri yang perlahan mulai terasa di perutnya. Apalagi kamp tempat kepala suku sahabat Alex yang dia lupa namanya itu sudah tidak jauh lagi dari sini.

Saat itu Peter sedang merendam kakinya di sungai dan membalut bagian pahanya dengan ikatan yang dirobek dari jaket milik Otto. Suhu air teramat dingin yang dirasakannya diharapkannya dapat memperlambat jalannya racun keseluruh tubuhnya. Setelah dirasakan rasa sakitnya agak berkurang, Peter pun kembali ke Hummer yang disembunyikannya di pinggir sungai dibawah lebatnya dedaunan pepohonan. Mobilnya belum dihidupkan kembali dan dia sudah kembali ke bagian kemudi mobil itu. Dia menimang telepon selulernya yang masih tersambung ke charger listrik.

“Aku sudah bisa menggunakannya. Namun jika aku menyalakannya sekarang, mereka akan segera melakukan triangulasi sinyal dan menemukanku. Nanti saja di Pajarito aku menelepon Alex dan Shannon ketika kabar tentang kejahatan tuan Rubinstein telah disebarkan oleh Nakai.”

Peter kemudian menghidupkan mobil dan melanjutkan perjalanan menuju Pajarito dengan menyusuri hutan. Di satu titik, dia melintas di jalan raya sebelum akhirnya kembali memasuki hutan yang menuju ke arah Pajarito. Peter sadar bahwa pihak Praetorian pasti terus mencarinya karena itu dia sengaja menghindari jalan raya. Dia juga beruntung ketika Praetorian mulai memeriksa hutan Quzenito, Peter telah meninggalkan area itu. Dalam kondisinya yang semakin lemah, Peter memasuki kamp Navajo tempat sahabat kakaknya bermukim di komplek reservasi Pajarito. Dia berusaha mengingat area tempat kepala suku teman Alex itu bermukim. Dia ingat ada sebuah tanda kepala suku di rumah orang itu dan tanda itu yang dicarinya. Di tengah rasa kepayahan yang dialaminya, Peter memperhatikan satu per satu rumah-rumah yang dilewatinya.

“Semoga dia masih hidup dan kepala suku belum berganti kepada yang lain.”

**********************************************************************

Sementara itu terjadi “kebisingan” mendadak di dalam hutan Quzenito. Dua helikopter berputar-putar diatasnya sementara itu dibawah puluhan pria menyusuri area dalam hutan dengan bantuan senter. Beberapa lainnya dengan menggunakan mobil ikut serta dalam pencarian itu.

“Masih belum ada tanda keberadaannya?”, tanya tuan Rubinstein semakin gusar.
“Kami masih membutuhkan waktu tuan.”
“Itu yang kita tidak punya! Semakin lama kalian mencarinya, semakin tipis harapan data-data di laboratorium bisa dipulihkan!”
Tuan Rubinstein melanjutkan, “Ini saatnya meminta bantuan sheriff sahabatku untuk menggerakkan assetnya.”

**********************************************************************

arman31

“Tog! Tog! Tog!”

“Pak kepala suku! Paak…”

Suara gedoran keras di pintu membuat sang istri kepala suku bergegas keluar membukanya.

“Ada apa?”, tanyanya kepada sekelompok pemuda Navajo di luar rumah.
“Dia bilang dia harus bertemu bapak kepala suku.”, jawab seorang pemuda menunjuk kepada seorang lelaki yang terbaring di depan rumah.
“Siapa dia?”
“Kami tidak tahu. Tiba-tiba saja dia pingsan ketika kami tanya maksud kedatangannya.”
“Rasanya saya mengenali wajah ini… Bawa masuk ke dalam.”

Mereka pun mengangkat Peter ke kursi panjang di ruang tamu. Seorang lagi membawa tas Peter yang terjatuh ketika dia pingsan. Pada saat itu sang kepala suku Charanimo juga keluar ke ruang tamu.

“Saya tahu dia. Dia juga seorang Navajo. Dia Peter Spearwood, adik dari Alexander Spearwood. Kakaknya sudah lama mencarinya.”, kata Charanimo.
“Angkat dia ke kasur di kamar tamu. Navva siapkan air panas.”, perintahnya kemudian kepada para pemuda itu dan istrinya.

Di kamar Peter tersadar dari pingsannya. Rasa teramat sakit di perutnya tadi membuatnya kehilangan kesadaran sesaat.

“Mereka… menyuntikkan… racun… ke tubuhku. Aku… susah… bernafas…”

“Baik. Istirahat dulu. Aku akan siapkan obat-obatan.”

Charanimo, yang juga seorang tabib, menyiapkan obat-obatan tradisional yang diperlukan. Berpuluh-puluh tahun hidup di bawah penindasan pemerintahan kulit putih yang selalu ingin menyingkirkan mereka membuat Charanimo mengetahui banyak seluk beluk tentang racun dan zat kimia. Pemerintahan kulit putih telah sering meracuni mereka baik lewat udara, air maupun makanan yang mereka olah. Karena itulah Charanimo selalu menyiapkan obat-obatan herbal dan tradisional untuk melawan racun-racun tersebut atau minimal mengurangi dampaknya.

**********************************************************************

“Permisi bu, maaf menghalangi, ada blokade jalan.”, seorang sheriff muda menyapa seorang ibu yang mengendarai sebuah sedan pada sebuah blokade jalan beberapa kilometer dari situ.
“Ada apa? Apakah ada kecelakaan?”, ibu tersebut merespon dengan khawatir.
“Bukan bu. Kami sedang mencari pelarian. Apakah ibu belum lama melihat mobil ini? Atau orang ini?”, tanya petugas tersebut kemudian sambil menunjukkan sebuah foto mobil dan foto Peter.

Ibu tersebut memperhatikan sesaat, “Ya… mungkin saya salah tapi sepertinya saya melihat mobil itu melintas di samping saya.”
“Di mana ibu melihatnya? Bisakah ibu menunjukkan di peta?”
“Disini. Dia kemudian berbelok di pertigaan ini. Ketika saya kemudian melewati pertigaan itu, mobilnya sudah tidak terlihat lagi di jalan.”
“Baik bu. Terimakasih atas informasinya. Silahkan jalan kembali.”

**********************************************************************

arman32

Setelah meminum obat yang diberikan Charanimo lalu kemudian beberapa kali muntah, kondisi badan Peter sudah agak lebih baik. Namun Peter belum benar-benar sembuh dan masih terbaring di kamar tamu kepala suku itu. Setelah menyantap makanan yang dihidangkan Navva, istri Charanimo, Peter menceritakan secara singkat apa yang telah dialaminya kepada Charanimo.

“Pak kepala suku.. apakah engkau tahu dimana radio Nakai berada?”
“Ya tentu saja aku tahu. Ada perlu apa?”
“Aku harus mengabarkan apa yang terjadi lewat radionya agar seluruh dunia tahu apa yang terjadi.”
“Kamu masih terlalu lemah untuk kesana. Aku akan memanggil Nakai dan engkau bisa ceritakan semua kepadanya.”
“Terimakasih kepala suku. Bisakah kamu lakukan sekarang?”
“Tunggu sebentar.”, sambil mengangkat telepon selulernya untuk memanggil Nakai, Charanimo balik bertanya, “Tidakkah kita perlu mengabari keluargamu?”
“Ya, tapi tidak sekarang. Mereka akan segera menemukanku begitu aku menyalakan telepon genggamku.”

Charanimo mengangguk, “Baik”. Nampaknya teleponnya menyambung karena sesaat kemudian dia berkata di telepon, “Nakai… kerumahku sekarang juga. Sangat penting.”

**********************************************************************

Ya… memang sangat penting tapi sebentar ya.
Harus menunggu sambungannya dulu nih. Hehe… 😀

Bersambung ke bagian (21)

By Patsus Namraenu biro Jabodetabek
Gambat By Google dan Patsus Citox

Share.

52 Komentar

  1. allhamdulillah…sehat bung nam ??
    Menu ba’da saur yg lengkap dg sajian link navajo anda bung…
    Mengesankan dan sll sy ikuti serialnya bung….
    Salam…
    Jayalah Indonesia !

    • Alhamdulillah saya sehat wal afiat bung Trahlor.
      Semoga anda juga demikian ya.
      Dan juga semoga puasa yang kita jalani lancar dan penuh hikmah sehingga kita bisa menjadi individu yang bertakwa.
      Terimakasih telah mampir dan ikut meramaikan.

      Salaam. Jayalah Indonesia!

  2. sudah mantap cm eman bersambungnya…segitu masifnya ya kekuatan tsb sampai bisa mengerahkan sherif wilayah utk ikut mencari jg..

    • Yah begitulah kekuatan kaum “pemodal” di negeri “itu” bung Syamsul.
      Mempengaruhi pemerintahan untuk menggerakkan militer melakukan invasi ke negara lain pun mereka bisa bung.

  3. salam buat bung Nam, mantab nih, uda d tggu2 alhmdulillah keluar juga hehe…

    bung Nam jgn lma2 ya, biasanya seminggu sekali hehehe…

    salam juga buat Bung Trahlor, salam buat semua rekan PatGa, smoga selalu sehat dan lancar shaumnya, aminn…

    Hiduplah Indonesia Raya !!!

    • Salaam bung Ken Door. Terimakasih telah menunggu dan mampir di lapak ini.
      “Semoga selalu sehat dan lancar shaumnya”. Saya amin-kan doanya bung.
      Hiduplah Indonesia Raya !!!

  4. Assalamualaikum bung Nam, semoga sehat selalu…
    Semakin penasaran.. & hrs bersabar menunggu seri berikutnya.. 🙂

    • Wa alaikum salaam bung Zen Qien.
      Alhamdulillah saya sehat wal afiat bung.
      Semoga anda juga demikian ya.
      Silahkan ditunggu ya lanjutan serialnya.
      Salaam …. ^_^

  5. Alhamdulillah … semoga lanjutannya lebih cepat terbit karena bakal keburu dikejar Mudik Lebaran yg bisa menyita waktu he he…

  6. salam kenal bung Nam ..
    deskripsi yang runut, sederhana, jelas tapi sangat menegangkan ya bung .. salut bung Nam untuk pencerahannya ..
    ditunggu bung Nam .. untuk lanjutan ceritanya ..
    jangan lupa pula bung Hadna, bung Trahlor serta bung Yayan … hehe
    salam kompak semuanya bung …

    • Salam kenal kembali untuk anda bung Kingsoka.
      Terimakasih atas apresiasinya bung.
      Siaap. Di tunggu lanjutannya ya.
      Salam kompak juga bung.

      • dear bung Namraenu …

        salam sehat selalu bung ..
        dah 2 minggu belum terbit bung Nam .. untuk lanjutan ceritanya ,,
        hehehe …. apa masih diedit nama tokoh dan tempatnya bung?
        pasti patga yang lain juga setia menunggu bung …. hehehe

      • Selamat siang bung Kingsoka.
        Alhamdulillah sehat selalu bung.
        Serial ini sampai edisi ke 25 sudah siap tayang kok.
        Tapi memang bergilir dengan artikel-artikel lainnya jadi sabar aja ya.
        Salaam … ^_^

  7. Seru sekali bung Nam….sepertinya ini kejadian tidak jauh dari negeri kita ya….kisah penduduk pribumi yang dikebiri….dan diasingkan serta dikuasai pemerintahnya…hmmmm moga2 aja salah….prediksi saya… ditunggu kelanjutannya… ngga pake lama ya….peace ahhh

    • Terimakasih telah mampir bung MLogic05.
      Kisah ini memperlihatkan bagaimana perlakuan sebenarnya kaum tertentu yang selama ini memaksakan HAM, demokrasi, dan hak-hak pribumi kepada pihak lain padahal mereka sendiri bertindak lebih parah dari yang mereka katakan.
      Dan memang serial ini memiliki kaitan dengan negeri ini. Selain tentang tsunami yang dibahas beberapa episode lalu, menjelang akhir serial ini akan ada misteri kedua yang juga berhubungan dengan negara kita.
      Ditunggu ya kelanjutannya.
      Salaam … ^_^

  8. Hmm.. jadi inget enemy of the state, asset negara dikerahkan utk melakukan perburuan..

    semakin klimaks menuju final, smg tak ada alur ala Game of Throne ato twisted ending pada perjuangan Peter, Nakai dan Alex…

    • Terimakasih atas atensi setianya bung Kasamago.
      Terus terang saya sempat bingung dengan apa yang dimaksud dengan alur ala “Game of Throne” tapi setelah dapat pencerahan dari teman saya baru paham maksudnya. Seperti yang sudah saya bocorkan sebelumnya nasib Peter akan diketahui pada edisi depan dan akan dipertegas lagi pada edisi berikutnya.
      Dan untuk mengingatkan lagi bahwa kisah tentang Peter ini merupakan flashback yang sedang diceritakan oleh sang kepala suku Charanimo kepada tokoh utama serial ini yaitu Martin. Jadi kalau terjadi “apa-apa” terhadap Peter, yah… harap maklum ya. 🙂
      Salaam …. ^_^

  9. terima kasih bung @Namraenu….

    beru baca awal sambungan cerita saja jantung ini langsung deg degan… benar2 luar biasa, jauh menegangkan daripada nonton film. saya belum pernah merasa penasaran, tegang dengan hanya membaca. namun cerita bersambung ini telah berhasil membuat merinding, tegang, penasaran dll…

    terima kasih bung @Nam, mohon dengan sangat agar dapat segera dilanjutkan..

    oh yah.. beberapa waktu yang lalu di National Geografi ada / diulas dikit tentang peralatan pemancar / antena milik US yang dapat mempengaruhi cuaca…

    apa bisa di babar cerita lanjutan tentang prajurit kita yg sedang bertempur (penugasan khusus).

    Dari semua kisah (cerita) yang diangkat disini, menurut saya merupakan satu kesatuan. saling terkait satu dengan yang lainnya (Lirik Kuno Navajo, Destroying Devil / HOAX CORNER, dll) alias tidak berdiri sendiri.

    salam sukses & sehat selalu tuk bung @ Nam sekeluarga

    Tuhan memberkati.

    Jack

    • Terimakasih atas apresiasinya bung Jack.
      Senang jika anda bisa menikmati dan mengikuti alur cerita ini.
      Tentang kelanjutan kisah pasukan khusus kita, biar bung hadna yang meneruskan ya.
      Bagian saya adalah kisah-kisah konspirasi global yang terkait dengan negeri ini.
      Salam sukses dan sehat selalu juga untuk anda sekeluarga bung.
      Salaam … ^_^

  10. salam sehat untuk para sesepuh semua maaf saya mau bertanya apakah cerita ini murni fiksi ataukah ada peristiwa nyata yg diselipkan atau disamarkan sekian tksh untk bung nam semga sehat selalu.amiin.

    • Bakulo Wajaro on

      Hehehhehe…sehat selalu bung @tkg ac… Ini cerita asli yg diselipin hoax atau cerita hoax yg diselipin info nyata..hehhehehehe..
      Fenomena Teh manis.. Air teh yg dikasih gula.. Atau air gula yg dikasih teh..?keh..keh..keh… Kalo udah di aduk ga bakal bisa dipisahin lagi..xixixixiixi..bikin suugeerrr..
      Adios amigos bikin puyeng mr rubinstennya..huehehehehehe.

      • pemburu rajawal on

        Bikin sueger buanget bung BW, apalagi santapan kulinernya blimbing hitam smoked beaf.

        Apa ada hubungannya dg operasi bintang hitam di timur tembok rumah?

        #edisi ngaco..wkwkwkwk

        • Bakulo Wajaro on

          Hehhehehehe.. Timur pekarangan rumah lagi rame bung @pr…hehehehehe
          Banyak kambing albino masuk pekarangan kebun kali yak..mari berburu…xixixiixixi…
          Ados amigos berburu mania..

          • mulai kapan Bung ramenya? cuma dateng nyari rumput sampil ngembak ngembek atau sambil bawa tusuk sate Bung kambingnya..hhhee

    • Bung Tukang AC (Id ini mengingatkan saya pada seseorang… 😀 ),
      Sudah di bantu jawab oleh bung Bakulo Wajaro ya bung.
      Sehat selalu juga untuk anda bung.
      Salaam … ^_^

      Untuk bung Bakulo Wajaro :
      Terimakasih sudah bantu menjawabkan.
      Salaam … ^_^

  11. Wkwkwkwkwk…. bersambung lagi. Wewwww ada h8bungannya dg nagara kita. Semakin joss pasti. He he bung nam, berharap ada cerita hasil penelitiannya di bawa bing trahlor ke Indonesia. Thanks bung, jangan lama lama… nanti kalo lama lama bisa diambil orang 😉

    • Dari Madiun ya bung?
      Saya suka lho pecel madiun. Itu salah satu makanan tradisional favorit saya.
      Selamat datang di web PatGa ya.
      Salaam … ^_^

  12. Salam bung nam… semoga bung nam slalu diberi kesehatan dan kesempatan oleh Allah…. saya dri pulau garameto…hehe

    • Dari pulau Garameto? Garam? pulau Madura ya bung? 🙂
      Terimakasih atas doanya ya bung IceHawk. Aamiin YRA.
      Semoga bung juga selalu diberi kesehatan dan kelapangan oleh Allah SWT.
      Salaam … ^_^

  13. saya ucapkan trmksih pada patga dan para patku dan patsus.semua artikelnya membuat saya makin cinta tanah air.semoga ada sesuatu yg bisa saya lakukan untk negeri ini.sebagai bakti saya pada nkri.

  14. Mantapzzzzzzz.pada seri ini saya tertarik pada ‘ pemerintah kulit putih mmeracuni kami lewat udara,air dan makanan olahan’ini yang kita kagak sadar.dittunggu kelanjutannya Bung .Nam.

Leave A Reply