Lirik Kuno Navajo (24) : Totem Sang Pemberani

74

Banyak desakan untuk melanjutkan ditayangkan kembaliΒ  serial Navajo di web ini, baiklah kami kasih bonus satu serial lagi,
Novel serial Navajo masih dalam proses pembuatan dan penerbitan dlam bentuk Novel.
Kita kasih bocorannya Navajo adalah serial pertama dari Lima serial membongkar Konspirasi Global yang semuanya ada hubungannya dengan Indonesia.. Semua Serial yang kami siapkan dalam bentuk novel dan kisah kisah awal sebagai spoiler seperti serial Navajo dan akan tetap kita shareΒ  secara esklusive melalui web Ini.Β  karena Navajo identik dengan PATGA
Silahkan menikamati bonus sambungan Lirik Kuno Navajo

dedenew217

Lirik Kuno Navajo (24) : Totem Sang Pemberani
=============================================

Martin menghela nafas panjang mendengarkan keseluruhan kisah yang diceritakan Charanimo. Dia salut atas upaya keras yang dilakukan pamannya itu namun tentu saja dia sangat bersedih atas kematian pamannya yang tragis.

“Jadi siapa yang bertanggung jawab atas kematian pamanku?”
“Tidak ada yang mau bertanggung jawab.”, jawab Charanimo, “Tapi bagaimanapun Rubinstein dan Praetorian harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada Peter.”.
“Lalu dimana mayatnya sekarang?”
“Mereka membawanya untuk memastikan itu memang dia dan untuk menutupi kejahatan yang mereka lakukan.”
“Kenapa engkau tidak memberitahu ayahku? Atau istrinya Shannon?”

Charanimo terdiam.

Nakai yang kemudian membuka suara, “Mereka menutup semua akses. Setelah malam itu semua orang dalam penampungan yang memiliki telepon genggam tidak bisa lagi menggunakannya karena tidak ada sinyal. Semua pesan yang dikirimkan gagal. Mereka juga memutus sambungan telepon dari dan ke penampungan. Kekuasaan dan kemampuan teknologi mereka sangat luar biasa. ”

Charanimo berbicara kembali, “Kami sebenarnya berharap Alex untuk datang berkunjung namun tidak ada kabar darinya sampai kemudian saya mendapat informasi kalau ayahmu sakit-sakitan.”

“Ya. Malam itu setelah menerima panggilan telpon darimu yang ternyata adalah dari Peter, dia pun mencoba menghubungi balik setelah menjalani sesi terapinya. Namun, seperti juga yang dialami oleh anda, dia tidak bisa menelpon balik. Ayahku segera menyadari bahwa ada kekuatan besar yang sedang menutup aksesnya.
Malam itu juga, dia langsung memesan penerbangan ke Los Alamos namun sewaktu di bandara dia kemudian jatuh pingsan. Dari sejak saat itulah dia sakit-sakitan dan tidak pernah benar-benar sembuh hingga akhirnya meninggal dunia beberapa bulan lalu.”

Charanimo dan Nakai berpandang-pandangan mendengar penuturan Martin itu. Martin bisa melihat wajah mereka jelas mengekspresikan sebuah kekhawatiran.

“Ada apa?”, tanya Martin penasaran. Baik Charanimo maupun Nakai tidak langsung menjawab. Sepertinya mereka menunggu satu sama lain yang akan menjawabnya.

“Malam itu …”, Charanimo akhirnya berkata, “aku mendengar Rubinstein berkata kepada seseorang di telepon untuk ‘mengurusi’ ayahmu agar tidak membuat lebih banyak masalah.”
“APA??? Jadi… ayahku pun diracun seperti paman Peter?”. Jelas Martin kaget bercampur marah mendengar pengungkapan Charanimo itu.
“Aku tidak tahu pasti tapi itu yang di katakan Rubinstein malam itu.”

Martin terdiam mendengar informasi itu. Baru saja dia mengetahui bahwa pamannya telah terbunuh, kini dia juga mendapatkan informasi yang sangat menyakitkan hatinya itu. Ternyata Rubinstein dan Praetorian pun bertanggung jawab atas kematian ayahnya. Sungguh keji mereka yang telah menyebabkan kematian orang-orang yang dicintainya.

Charanimo menyadari apa yang dirasakan oleh Martin.

“Martin… mereka pun sebenarnya punya niat untuk menghabisi kami. Bisa saja mereka kemudian meracuni sumber air kami atau membunuhi kami lewat cara yang lain. Namun telepon dari seseorang di malam itu kepada Rubinstein membuat mereka tidak lagi mengganggu kami. Mereka pergi begitu saja membawa rongsokan Hummer itu dengan mayat Peter di dalamnya.”

Charanimo melanjutkan, “Walau begitu tetap saja kami semua diancam jikalau ada diantara kami yang berani menceritakan apa yang terjadi di malam itu. Rubinstein tidak akan segan-segan menggerakkan Praetorian untuk melakukan pembalasan yang akan membuat kami sangat menyesal.”

“Siapa orang yang menelpon Rubinstein? Apakah pernah ada penyelidikan dari pihak berwenang?”

“Aku tidak begitu jelas karena dia menjauh ketika menerima telepon dari orang ini. Tapi….”, Charanimo terdiam sejenak, “aku mendengar dia menyebut nama ‘Van Cleef’.”
“Van Cleef? Hmmm… Mungkin dia atasan atau orang yang disegani oleh Rubinstein.”, kata Martin menduga-duga.
Charanimo hanya mengangkat bahu.
“Bagaimana dengan penyelidikan polisi?”, tanya Martin lagi.
“Penyelidikan? Ya keesokan harinya ada sebuah tim yang menyelidiki lokasi ledakan namun hanya itu. Tapi kami tidak tahu siapa mereka. Mereka tidak memperkenalkan diri dan tidak memakai atribut tertentu. Itupun setelahnya tidak ada kelanjutan apa-apa. Kasus ini sepertinya menguap begitu saja.”

Martin terdiam kembali.

Meski dia menyadari bahwa pihak yang dihadapinya memiliki kekuasaan yang besar namun dia tidak menyangka pengaruh pihak tersebut bisa sebegitu hebat. Karena pengaruh merekalah, kasus ini kemudian menemui jalan buntu sehingga semua upaya untuk memecahkan kasus ini menjadi tertutup dan terbentur tembok yang sangat kokoh.

“Martin… sekarang kamu sudah mengetahui apa yang terjadi pada pamanmu. Biarkanlah dia pergi dengan tenang. Kami telah membuatkan totem di tempat kejadian sebagai tanda kenangan atas perjuangan dan keberaniannya. Juga sebagai peringatan bagi kita semua. Kamu bisa berdoa di situ.”

“Terimakasih telah membuatkan totem untuk pamanku. Tapi jelas masalahnya tidak selesai sampai disini. Mereka belum mengembalikan mayat pamanku. Mereka juga masih sering mengawasi rumahku. Ini semua harus diakhiri. Dan jika aku mau menuntut lebih jauh, mereka belum membayarkan kekurangan imbalan yang dijanjikan. Keponakan- keponakanku semua masih butuh biaya dan Shannon istri pamanku harus bersusah payah bekerja sambil mengurusi losmen untuk memenuhi kebutuhan mereka.”

“Ya… aku pun ingin hidup normal kembali di penampungan dan tidak berkeliaran seperti ini.”, Nakai juga mencurahkan apa yang selama ini dirasakannya.

“Eh ya… kenapa Nakai akhirnya hidup mengemis seperti itu?”, Martin jadi teringat nasib sang Navajo yang mengantarkannya ke penampungan itu.

“Sesuai dengan kesepakatan pada rapat adat malam itu, Nakai harus pergi meninggalkan penampungan untuk menjalani hukuman karena telah menyebabkan kesulitan bagi penampungan. Dia juga tidak punya pekerjaan lagi di sini karena stasiun radionya dihancurkan Praetorian. Di samping itu, saya memberikannya perintah khusus untuk menyanyikan lirik kuno Navajo kepada keluargamu sampai ada yang memahami seperti yang dititipkan Peter kepadaku.”, jawab Charanimo.

“Istri pamanmu, adiknya dan anak-anaknya tidak mengerti pesan itu. Alex tidak pernah datang. Untung kamu akhirnya muncul…”, Nakai menyambung.

“Sejak semula pesan itu memang hanya ditujukan untuk ayahmu atau dirimu karena menurut Peter hanya kalian yang akan mengerti maknanya.”

“Ya, aku tahu makna pesan itu. Itu sebuah kordinat. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan di situ dan aku akan kesana mencarinya. Mungkin itu sebabnya selalu ada yang mengawasi rumah bibiku. Mereka sepertinya curiga bahwa sebelum mati Peter berkomunikasi pada seseorang dan menantikan orang tersebut untuk muncul.”

“Jauhkah tempat itu? Kapan kamu akan kesana?”, tanya Charanimo.

“Aku kesana malam ini juga. Tempat itu dekat dari sini. Peter pernah mendatanginya sewaktu membantu ayahku dalam kasus pencemaran sungai dulu.”

“Biarkan Nakai menemanimu. Kamu orang asing di sini dan tidak ada yang mengenalmu. Siapa tahu kamu butuh bantuan seseorang yang mengenal wilayah dan orang-orang disini.”, kata Charanimo.

“Bagus. Terimakasih bapak kepala suku. Sebelumnya saya ingin melihat lokasi tempat dimana pamanku tewas.”
“Oke… Nakai antarkan Navajo muda sahabat kita ini kesana.”

***************************************

arman43

Di situ diarea pepohonan yang tumbuh cukup jauh di seberang rumah kepala suku Charanimo, Martin berdiri memikirkan dan membayangkan huru hara yang terjadi di malam itu. Di kesunyian malam yang dingin, Martin menatap totem yang menjadi penanda lokasi ledakan mobil yang menewaskan pamannya. Tidak lupa dia mendoakan pamannya agar tenang di alam sana. Agamanya mengajarkan bahwa dimanapun dia dapat mendoakan keselamatan bagi arwah orang yang telah meninggal tanpa terbatas oleh tempat tertentu. Namun tempat itu seolah mengingatkan akan perasaan ketakutan, kepanikan, dan kekalutan yang dialami pamannya sebelum sebuah ledakan merenggut jiwanya dengan tragis.

“Aku akan mencari keadilan untukmu paman. Apalagi ternyata mereka juga dibelakang kematian ayahku. Kakak yang sangat memperdulikan nasibmu paman.”

Martin bergumam pelan dan seolah berbicara kepada angin. Dia berharap kata-katanya didengar di alam sana dimana Peter dan ayahnya Alex telah mendahului mereka.

Sebenarnya Martin merasakan kegelisahan dan kebingungan akan apa yang harus dilakukannya. Pihak yang dihadapinya jelas pihak yang sangat berkuasa dan bisa melakukan apapun untuk mencegahnya menuntut balas. Namun dalam hembusan angin dingin yang membuatnya merinding, Peter seperti mendengar “bisikan” samar. Semacam pesan yang meyakinkannya untuk tidak berputus asa dan untuk tetap berani menghadapi situasi berbahaya yang dialaminya. Martin merasakan ada kekuatan “lain” yang hadir memberinya semangat untuk mencari keadilan bagi kematian ayah dan pamannya.

“Tuhan Yang Maha Esa Penguasa Alam Semesta…. sungguh tiada daya dan upaya melainkan atas ijinMu. Lindungilah hambaMu yang lemah ini….”

Dengan doa itu, Martin pun meninggalkan totem yang menjadi penanda tragedi atas pamannya. Dan dengan doa itu pula Martin memberanikan diri untuk menyusun rencana berikutnya.

***************************************

arman44

Apa dan bagaimana rencana Martin? Berhasilkah dia menjalankan rencananya menghadapi kekuatan besar yang jahat itu?

Oleh Patsus Namraenu
Gambar oleh Google dan Patsus Citox

Share.

74 Komentar

    • Jika tidak banyak kendala yang berarti, semoga di bulan September (pertengahan atau akhir) sudah bisa terbit. Doain lancar ya bung Bulba.

      Salaam… ^_^

  1. salam hangat bung namrenu…
    tokoh baru lagi nih( martin) …. tkpnya berubah lagi …alur ceritanya makin misteri …. joss gandos bwt bung namrenu bikin nagih…

    • Salam hangat kembali bung Aaarrrggghhh
      Terimakasih telah “nagih” dengan serial ini. Hehehe… πŸ˜€

      Oh ya sebagai informasi, Martin bukan tokoh baru kok bung. Martin bahkan tokoh protagonis utamanya. Jika bung membuka kembali edisi-edisi sebelumnya, Martin menjadi pusat alur cerita sebelum fokus alur cerita flashback dan berpindah ke tokoh Peter lalu mulai edisi ini hingga akhir kembali lagi ke Martin. Semoga cukup jelas ya bung.

      Terimakasih sekali lagi ya.
      Salaam… ^_^

    • Betul bung Kasamago.
      Kurang lebih demikianlah rencananya tapi apakah akan berjalan semudah itu?
      Kita lihat saja nanti,…. dalam novelnya… πŸ˜€
      Salaam … ^_^

  2. Bung nam ijin tanya apakah novel nanti itu hanya berisi navajo atau 4 kjadian lg sperti penjelasan di atas bahwa ad 5 kjadian yg besangkutan dngan indonesia ataulg ad pnambahan artikrl hoax corner.

    • Seri “Lirik Kuno Navajo” adalah satu dari lima SERIAL yang sedang kami persiapkan bung Molimo. Jumlah peristiwa atau kejadian yang akan di”bahas” tidak terbatas pada jumlah serialnya kok. Semoga cukup jelas ya.
      Salaam … ^_^

  3. jakun naik turun on

    salam hangat bung namraenu semoga sehat selalu sampai karatan bung nunggu seri yg 24 ini, semoga lajutanya lancar lagi amin.

    • Salam hangat kembali bung JNT.
      Waduuh… sampai karatan ya? Hehe… πŸ˜€
      Kemungkinan besar lanjutannya dalam bentuk novel ya bung.
      Salaam … ^_^

    • Salam kembali bung Hadikesuma.
      Semoga Martin berhasil ya… (lho saya kan udah tau endingnya πŸ˜› )
      Salaam … ^_^

  4. Bung namraenu apa serial novel navjo ini dri awal cerita sampai akhir
    Atw lanjutan seri yng dipatga
    Salam kenal bung

    • Yang di novel tentu seluruhnya dong bung B.A.J, dari awal sampai akhir.
      Ok bung. Salam kenal kembali. Salaam… ^_^

    • Kami masih memikirkan cara terbaik untuk menerima pesanan untuk novel ini bung DragonFlares. Satu yang jelas adalah untuk sementara kami hanya melayani pesanan secara online dan belum akan didistribusikan lewat jaringan toko buku. Untuk lebih jelasnya, tunggu pengumuman kami berikutnya ya.

      Salaam …. ^_^

  5. Bung NAMRAENU, aduh jadi gk sabar nih nunggu novel terbit. Pokoknya saya pesan satu !! titik….Hehehe
    salamm.

    • Belum perlu inden bung Putune Yutno. Tunggu kalau sudah terbit saja ya.
      Nanti akan ada pengumuman di artikel ini saat novelnya sudah dicetak dan siap dipesan.
      Ditunggu saja ya bung.
      Salaam …. ^_^

  6. Salam kenal bung nam… Senang sekali membaca serial lirik navajo ini, membikin banyak inspirasi kita juga kesadaran akan banyaknya musuh disekitar NKRI ini… Ngomong2 hoax cornernya dilanjutkan lagi nggak bung… Mksih.

    • Belum perlu inden bung Putra Lembah Tidar. Tunggu kalau sudah terbit saja ya.
      Nanti akan ada pengumuman di artikel ini saat novelnya sudah dicetak dan siap dipesan.
      Ditunggu saja ya bung.
      Salaam …. ^_^

  7. Solo Sonic Boomn…………….

    Selamat untuk keluarga patga, pasus, patku di Solo Area…atas konser sonic boomnya yang merdu dan sexy….

    #colekbung @PR…ganti knalpot Bung…….heheheh

    • Ya kurang lebih seperti itu bung Ikada.
      Dan memang rencananya di salah satu dari lima novel itu akan di”bahas” juga tentang penerbangan MAS yang malang itu.
      Salaam … ^_^

      • Salam bung Namraenu…
        Jadi lirik kuno Navajo adalah sekuel pertama dari 5 novel yg akan diterbitkan oleh Patga yah bung???
        Berarti ada 5 novel yang saat ini dalam antrian untuk dimiliki…nabung ah…

    • Hehehe… πŸ˜€
      Siaap bung Abu Nawas.
      Terimakasih atas doanya ya. Sukses selalu juga untuk anda bung.
      Salaam … ^_^

  8. salam bung Nam ..
    hehe pertanyaan saya tentang Peter di artikel sebelumnya belum kejawab di serial ini bung ..
    Martin pun sudah yakin Peter tewas … kok saya belum yakin ya .. hehe
    apa nanti itu muncul di novel nya ya bung?

    • Salam bung Kingsoka.
      Saya sebenarnya pengen banget “kelepasan” menjawab pertanyaan anda bung, tapi gak seru dong karena jadi spoiler. Hehehe… πŸ˜€
      Di novelnya nanti ada jawabannya kok. πŸ™‚
      Salaam … ^_^

  9. saya pesan bung jangan lupa tanda tangan penulis…….limited edition….100 pemesan pertama dapat kaos patga..keren tuh…

  10. Tukang Ngitung, PhD. on

    Bung Nam,

    Serial Lirik Kuno Navajo adalah satu2nya serial yang saya gemari di Patga.

    Penuh dengan intrik mungkin sekelas seperti serial Jason Bourne di bioskop.

    Boleh tahu kira2 harga 1 novelnya berapa ya dan pembayaran transfer ke mana ? Dan bukti transfer di email ke mana ?

    Bolehkah saya dapat soft copy lengkapnya saja ? Saya jamin tidak akan saya cetak ataupun upload ke web lain sebab saya sangat menghargai hak cipta.

  11. Banderolnya jangan mahal2 ya bung nam… Hehehehe
    Maklum saya cuma buruh kecil.
    Btw di artikel ini banyak patsus (bung pocong syerem, bung pemburu rajawali, bung hadna, bung trahlor) pada menghilang dari forum, trus denger2 ada kapal tiongkok tenggelam diperairan sumut , apa ini ada hubungannya ?
    Buat admin tolong bocorannya dong…

  12. Bung Nam.. Ceritanya nanggung,seneng banget bikin penasaran…
    Oiya Bung Nam klo cerita hoax yg berkaitan dengan keadaan negri sekarang ada gak bung?
    Sepertinya semakin kesini negri kita semakin menyedihkan..

  13. Bung Nam, kalau boleh Saya usul, nanti novel yang akan terbit dalam versi cetak kalau bisa disertakan gambar-gambar yang dramatis tetapi original artinya bisa dari gambar tangan, digital dsb, bukan gambar copas dari internet. Sehingga para pembaca semakin imaginatif dalam memahami tulisan novel tsb. hehe…
    Saya nunggu antrian novelnya sebagai member setia patga, hahaha….

Leave A Reply