Tiga UAZ yang tragis ( Serial Menara Impian Aurora )

35

Bagaiman kelanjutan dari Serial Navajo ? Tentunya akhir kisah lengkapnya akan dibabarkan di Novel yang sedang dalam proses penerbitan

arman48
Untuk mengobati kekangenan member patriot garuda akan kami berikan serial terbaru yang berjudul Menara Impian Aurora
dimana Serial ini adalah bagian dari TRIOLOGI Novel yang akan diterbitkan, Pembaca Patriot Garuda.com diberi kesempatan untuk membaca dulu serial kjelanjutan dari Navajo, Trilogi Serail ini semua akhirnya ada hubunganntya dengan Indonesia.
Serial ini akan kami tampilkan seminggu sekali di web ini.
Selamat menikmati

Menara Impian Aurora (1) : Tiga UAZ yang tragis
======================================

Di tengah gelap dan dinginnya musim salju di akhir tahun 2007, tiga unit jip UAZ melintas di hutan daerah Sakshni yang merupakan sebuah wilayah yang dikuasai pemberontak Abkhazia. Ketiga UAZ itu meninggalkan jejak yang jelas di tengah salju yang cukup tebal.
Di dalam ketiga jip itu, tiga unit kelompok bersenjata Abkhazia yang merupakan bagian dari pemberontak sibuk mengobrol dan bercakap-cakap. Dalam jip yang paling depan terdapat komandan regu beserta pengawalnya sedang membahas sebuah topik yang sebenarnya tidak begitu penting.

“Aku heran dengan orang-orang Georgia itu.”, kata Shal sang sopir yang duduk disamping sang kepala regu.
“Para pria harus sudah berpengalaman dengan wanita sebelum menikah, tapi pada saat bersamaan wanita sebaiknya masih perawan ketika menikah.”, lanjut Shal.
“Lalu dari mana pria bisa mendapatkan pengalaman yang ‘diperlukan’ jika seluruh wanita sibuk mempertahankan keperawanannya?”, Shal menutup kata-katanya dengan sebuah pertanyaan.

“Kamu ingin tahu dari mana Shal?”, tanya Rog sang kepala regu dengan wajah isengnya.

Semua orang tahu jika Rog sudah menunjukkan wajah itu maka kemungkinan besar kata-katanya yang diucapkan kemudian bukanlah sesuatu yang serius dan cenderung merupakan sebuah candaan. Meski begitu, Shal tetap saja meresponnya.

“Ya dari mana bos?”
“Untuk mendapatkan pengalaman seperti ‘itu’, mereka mencari sebuah pohon untuk dilubangi. Hahaha…”, jawab Rog sekenanya sambil tertawa.
Shal tertawa mendengar jawaban dari sang kepala regu. Jelas jawaban itu mengada-ada.

Josh yang duduk dibaris belakang ikut tertawa mendengar gurauan Rog sang kepala regu. Sambil tetap memantau komunikasi dengan anggota tim lain di dua jip lainnya dengan menggunakan pesawat HT-nya,
Josh ikut larut dalam canda tawa kedua rekannya. Namun seorang pria lain yang juga duduk dibaris kedua di samping Josh hanya diam tak bersuara. Dengan wajahnya yang dingin dan kaku, dia menatap keluar mengamati keadaan sekitar.

Setelah suara tertawa reda dan suasana kembali tenang, Rog melanjutkan gurauannya.

“Mungkin itu sebabnya mereka mendatangkan ratusan guru bahasa Inggris dari Barat. Guru-guru itu mungkin punya ‘kegunaan’ lain. Hahaha…”
“Oh ya? Wah… Shal, kamu bisa memanfaatkan mereka.”, saran Josh kepada Shal.
“Memanfaatkaan bagaimana?”, tanya Shal. Meskipun dia tahu kemana maksud pernyataan Josh namun Shal berpura-pura tidak memahaminya.
“Kamu juga belum menikah dan tidak memiliki banyak pengalaman kan?”
“Aku tidak butuh itu Josh. Terimakasih untuk sarannya.”
“Ayolah Shal…Kamu bisa menyusup ke Georgia dan coba berkenalan dengan mereka. Hanya dengan yang wanita tentunya.”, Josh meledek Shal.
“Kamu tahu Josh? Sepertinya Shal tidak begitu pemilih dalam soal itu. Hahaha…”, Rog ikut menimpali gurauan Josh.

Shal hanya tersenyum kecut mendengar gurauan dari kedua rekannya.

Sebagai seorang pria yang belum menikah dan masih muda serta belum memiliki banyak pengalaman bertempur, Shal kerap dijadikan bahan olok-olokan timnya. Apalagi dia memang belum lama bergabung dengan kelompok pemberontak itu sehingga dia kerap dianggap remeh oleh yang lainnya. Namun tidak demikian dengan pria pendiam yang duduk di samping Josh. Sejak bergabung beberapa bulan lalu, Shal hampir tidak pernah berinteraksi dengan pria yang seolah tidak perduli pada candaan kedua rekannya itu.

“Tapi bos… bagaimana kalau yang berhasil didapatkan Shal hanyalah seorang wanita tua yang gendut?”, nampaknya Josh masih melanjutkan candaannya bersama Rog.
“Tidak masalah. Yang saya khawatirkan jika yang didapatkannya adalah seorang pria tua setengah botak. Hahaha….”, Rog pun segera menyambut gurauan dari Josh itu.

arman45

Di tengah suara tertawa riuh-rendah Rog dan Josh yang meledek Shal, pria pendiam yang duduk di samping Josh memotong kegembiraan mereka.

“Para guru bahasa Inggris itu hanyalah samaran.”

Suara tertawa Rog dan Josh segera terhenti begitu mendengar kata-kata si pria tersebut.

“Mereka adalah anggota intelijen dinas rahasia Barat yang menyamar.”, lanjut pria itu.

Pria itu, Ivan, adalah anggota dinas intelijen Russia yang disusupkan ke tubuh pemberontak Abkhazia dalam menghadapi pemerintah Georgia yang didukung Barat.

“Tujuan mereka apa?”, tanya Rog. Kali ini dengan expresi wajah serius.
“Banyak. Salah satunya adalah untuk mengawasi dan mengumpulkan informasi tentang keterlibatan kami di sini.”, jawab Ivan masih dengan wajah dinginnya.
“Hal lainnya?”, Josh ikut bertanya.
“Aku tidak bisa bilang hal lainnya. Terlalu riskan informasi itu disebar kepada sekumpulan milisi amatiran yang kerjanya hanya tertawa-tawa saja.”

Menyadari Ivan menyindir mereka, Rog dan Josh serta Shal hanya terdiam.

Suasana pun menjadi hening di dalam UAZ yang paling depan itu.

Belum lama suasana keheningan itu tercipta, tiba-tiba jip yang dikemudikan Shal berhenti mendadak. Demikian pula kedua jip dibelakangnya.

“Ada apa?”, tanya Rog.
“Aku tidak tahu.”, jawab Shal kebingungan.
“Radio komunikasi juga mendadak mati.”, kata Josh yang sejak tadi memonitor keadaan lewat pesawat HT-nya.

Shal berusaha menyalakan kembali jip yang mereka tumpangi namun hanya suara mesin mogok yang terdengar. Begitu pula yang terjadi pada kedua jip dibelakangnya. Suara mesin mobil yang coba dinyalakan kembali terdengar jelas di keheningan malam ditengah hutan itu.

Di tengah upaya Shal mencoba menjalankan kembali mesinnya, tiba-tiba jip yang mereka tumpangi dan juga kedua jip lain dibelakangnya berputar dan bergerak sendiri. Ketiga jip tersebut seperti tertarik dan terseret ke satu arah yang sama. Beberapa meter jip-jip tersebut terseret sebelum terhenti.

“Ada apa ini?” tanya Josh kebingungan dan mulai panik.
“Aku tidak tahu. Ada sesuatu yang menarik …..”

Belum sempat Rog menyelesaikan kata-katanya, jip yang ditumpanginya dan kedua jip lainnya bergerak lagi. Kali ini gerakan tarikan yang terjadi sangat kencang. Bahkan jip yang kedua akhirnya menabrak dengan sangat keras sebuah pohon pinus dan tersangkut di situ. Sementara kedua jip lainnya kemudian terangkat beberapa meter kemudian terbanting ke tanah.

Terdengar suara desingan lembut yang semakin keras dari tempat terakhir kedua jip tersebut terbanting.

“Suara apa itu…”, tanya Shal lemah dengan tubuh yang penuh rasa sakit akibat bantingan ke tanah yang mereka alami.

Belum sempat mereka memulihkan diri, kali ini kedua jip tersebut terangkat begitu tinggi hingga 10 meter. Terdengar suara teriakan kepanikan dan ketakutan dari dalam kedua jip yang melayang di udara tersebut. Menyadari bahaya yang akan terjadi, Ivan menahan pintu jip yang terbuka dan berusaha untuk melompat ke pohon terdekat. Detik berikutnya, kedua jip itu terjatuh dari ketinggian 10 meter. Suara hempasan kedua jip tersebut terdengar begitu keras memecah keheningan malam. Suara jeritan kesakitan dan kepedihan yang dialami oleh para penumpang kedua jip tersebut terdengar begitu memilukan.

Seolah ada yang tidak puas dengan apa yang dialami para milisi tersebut, kedua jip tersebut kembali terangkat ke udara lalu sekali lagi terbanting dengan keras ke tanah. Kali ini begitu terhempas, sudah tidak terdengar suara apapun dari dalam kedua jip tersebut. Sedangkan jip yang menabrak pohon pinus sudah tidak terdengar suara apapun sejak tadi.

Suasana kembali sunyi senyap namun jelas aroma kematian telah merebak begitu kuat. Tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dari para lelaki malang di dalam ketiga jip UAZ tersebut. Mereka telah tewas oleh sebuah cara kematian yang begitu aneh. Cara kematian yang begitu tragis dan menyakitkan namun sangat sulit untuk dipercaya.

arman46

*****************************************

Ini adalah lanjutan dari serial Navajo namun perjalanan kisah ini masih panjang jadi sabar dulu saja ya. 🙂

Oleh Patsus Namraenu
Gambar Oleh Google dan Patsus Dede Sherman

Share.

35 Komentar

  1. Akhirnya……. ada serial baru pengganti serial Navajo Thx berat bung Namreanu,di tunggu launching Novel Navajo nya

  2. Selamat pagi rekan-rekan semuanya…
    Mohon maaf baru sempat menyapa kembali.
    Mohon maaf juga novel “Navajo” belum bisa terbit sampai hari ini.
    Dua bulan terakhir saya ikut dalam sebuah proyek yang mengharuskan saya sering keluar kota. Pada saat yang hampir bersamaan, laptop saya rusak dan waktu itu belum sempat saya perbaiki karena sulit meluangkan waktu untuk urusan ini.
    Alhamdulillah… laptop sudah diperbaiki dan urusan penulisan novel bisa diteruskan kembali. Dan semoga urusan penerbitan “Navajo” juga bisa kembali jalan setelah mogok sebulan.

    Oh ya… tentang “Aurora”…

    Ini berkutat tentang percobaan sebuah senjata pemusnah kehidupan di muka bumi.
    Saya belum bisa kasih bocoran banyak tentang jenis senjatanya tapi arena-nya dimulai dari sekitar Russia dan berakhir di sekitar Australia.
    Dan tentu saja sebuah negara yang berada diantara keduanya juga akan menjadi salah satu panggung dalam serial ini. Negara apakah itu? Ya… tentu saja negara yang kita cintai ini. NKRI. ^_^
    Ok deh… segitu dulu ya. Semoga bisa menghibur sekaligus memperluas wawasan kita bersama.
    Salaam … ^_^

  3. wah serial baru nih… mau nyimak dari pertama sampe akhir sambil nunggu novelnya keluar. kayaknya lebih seru dari Dan brown punya…

  4. Bung Nam, kenapa serialnya tidak langsung dibukukan saja. Kalo lewat web bikin kepo, penasaran, gregetan. Jadi Bung Nam bisa menulis tema lain seperti tulisannya dulu. Salam.

    • Iya sih bung Ngloram. Saya setuju dengan ide anda.
      Saya juga kepikiran begitu sebenarnya. Tapi sayangnya kendala waktu dan hal teknis lainnya membuat saya belum bisa mewujudkan hal itu. Yang “Navajo” aja belum terealisasi sampai sekarang. Eniwei… ternyata masih ingat ya kalau saya juga menulis hal-hal lain di web ini?
      Salaam …. ^_^

  5. Baru dimulai saja sudah bikin gemeteran bacanya… lansung menanjak….ehhh sudah habis dan bersambung… siap menanti lanjutannya…

  6. kayak teknologi di Transformer..

    berarrti, Perang 5 Hari Russia cs vs Georgia hanyalah sebagian kecil petaka yang muncul dipermukaan.

    Semoga segera Terbit Novel nya, tak sabar sblm Dan Brown merilis kelanjutan Inferno..

  7. Bakulo Wajaro on

    Hehehehe… Serial yg sgt makyus melepaskan dahaga semua warga yg telah lama menunggu..
    Bravo bung Nam.. Terimakasih..ditunggu lanjutannya..
    Adios amigos# jd inget percobaan ilmuwan eropa yg pernah ditayangkan di tv ttg suatu alat super medan magnet yg bisa membuat seseorang melayang diudara (tanpa alat) dan tak menyentuh tanah setelah melompat dari ketinggian tanpa parasut dsb..

  8. ….akhirnya ada yg rilis jua….. Prolog nya udah mengusik jiwa unt bervisualisasi….. Xixixi…
    Jika ada teknologi super magnet…. Tentunya akan dibarengi dgn hadirnya teknologi anti gravitasi ….Hihihi….

    Salam unt bung Nam… Smg lapang kerjakan agenda nya, biar publis terus artikelnya… Hehehe….

  9. aq seneng tenan, Yen onok maneh cerito sing seru….
    tapi ojo suwe2 bung nam…
    janji tiap Minggu keluar, berarti koyo Navajo maneh tiap senen terbit..
    tapi ojo dalu2 bung nam, koyo cerito Navajo terbit jam 12 Dalu sampek ngantuk ngenteni…
    cerito iki mesti gawe sanjata sakti mondro Guno…
    wes , tak entenenane …
    monggo di mulai….suwun..

  10. Bung Nam, bagaimana dengan kisah pengirimian unit khusus ‘cerita tentang pasukan / Desy yang cedera dalam perjalanan di hadang dengan sejumlah rintangan itu ” pasukan garuda.

  11. Kayaknya kisah based from true story nih bung Nam…?
    Mantap lanjutkan !!!
    Kl bisa sih agak panjang bung biar seluruh warga puas hehehehe…

  12. U bung admin PG, kok serial hoax corner gk ad lgi ya, tulisan2 bung NS, sangat menggugah nurani kebangsaan namun kita jga perlu tau contoh aksi dri prajurit2 kita, ketika sejarah pahlawan mulai terlupakan d bangku pendidikan sekarang, setidaknya generasi sekarang tau bahwa tentara kita msh kuat seperti para pahlawan NKRI waktu merebut perjuangan dahulu. Mohon responnya ya bung admin PG.

Leave A Reply