THE DEAL lalu Belajar Sambil Bekerja

41

THE DEAL..!
Setelah sukses mengantongi dan memenuhi pemesanan 2 unit helicopter AS365 N3 Dauphin milik Basarnas, 6 unit EC725, 11 unit AS565 MBe Panther Twin Engine, 6 unit AS550 Fennec single engine dan AS555 Fennec twin engines, akhirnya Indonesia dan Airbus sepakat untuk terus melanjutkan kerjasama yang saling menguntungkan. Bersama PTDI sebagai representasi pemerintah RI, Airbus secara bersama-sama akan terus terlibat dalam pengembangan skuadron angkut tempur TNI.

Masuknya armada MBT yang memiliki bobot besar, TNI merasa perlu untuk melengkapi diri dengan sarana transporter kelas berat yang lebih besar, kuat dan tangguh. Tidak dijelaskan jenis transporter mana yang disepakati oleh kedua belah pihak ini..!

 

yayan helo

BELAJAR SAMBIL BEKERJA
Senyum..! Masih ingat dengan pembelian kapal sejenis kapal Makassar Class milik Philippines dari PT PAL Indonesia..? Itu adalah sukses besar kita di luar negeri..!
Berbekal ilmu yang diperoleh dari hasil ToT antara PAL dan DSME, akhirnya kita bukan saja mampu membuat kapal sejenis yang daya angkutnya lebih besar, melainkan kita juga mampu menjualnya ke negara lain yang bahkan sukses mengalahkan negara si pemilik teknologinya sendiri.

Ya, dalam project itu, PAL Indonesia berhasil mengalahkan sang guru, DSME Korea. Hanya satu kata, bangga..!
Tak berhenti sampai di situ, pihak Philippines rupanya sedang terpikat oleh produk-produk militer yang diusung oleh perusahaan atau industri strategis yang dimiliki Indonesia. Setelah pengadaan bom latih, parasut, peluru dan seragam militer, kini mereka juga datang dengan membawa uang yang tidak sedikit..!
Ke PTDI mereka memesan dua unit ASW helicopter dari jenis AS565 MBe Panther twin engine sebagaimana yang telah diorder oleh TNI AL..! Tentu saja permintaan ini tidak disia-siakan..! PTDI menyanggupi permintaan Philippines, dan sinyal setuju pun datang dari Eurocopter..!

Tanda-tanda relokasi pabrik untuk helicopter sejenis ini pun kian terbuka. Setelah sukses membangun airframe yang kokoh dan dipping sonar yang handal, para ahli PTDI pun kembali mendapatkan tawaran teknologi lainnya yang lebih canggih. Sayang, detail teknologi yang akan diperoleh PT DI ini, masih dinyatakan sebagai sebuah rahasia..!

yayan 1
Sekedar untuk merevisi tulisan saya sebelumnya mengenai jumlah AS565MBe Panther twin engine yang dipesan TNI AL, ternyata kita bukan memesan 11 unit, melainkan 16 unit.

Kupu-kupu seksi itu akan turut menghiasi setiap dek kapal corvete nasional dan semua SIGMA yang dibangun bersama negeri Kincir Angin, Belanda..!

Saya yakin, kelak kita pun akan menawarkan korvet nasional ini dalam kemasan komplit, ada telur dan juga satenya. Tinggal pilih, mau sate ayam atau sate daging..? Hahaha..! Sate jerapah..? Itu mah udah kuno, lha wong Swedia aja udah gak pake..! Salam hangat..!

By;Patku Yayan Indocuisine

Share.

41 Komentar

    • DJOKDJAKARTA, 19 DESEMBER 1948

      Para penerjun payung dari KST (Korps Speciaale Troepen atau sejenis Kopassus-nya Belanda) mendarat di tengah pemukiman penduduk dekat Lapangan Maguwo, Yogyakarta dan langsung menguasai Yogyakarta dari tangan pasukan TNI pada 19 Desember 1948.

      Mereka yang diterbangkan sejak pukul 02.00 dari Lanud Andir Bandung, kemudian secara cepat menguasai ibu kota RI tersebut serta menawan para pemimpinnya termasuk Sukarno-Hatta. TNI sendiri tak pernah menyangka Belanda akan menyerang pada hari itu, Ketika melihat beberapa pesawat B-25 Mitchell, P-51 Mustang dan pesawat penyergap P-40 Kittyhawk melayang di udara Jogja, alih-alih menembakan meriam penangkis serangan udara, sebagian dari mereka malah melambai-lambaikan tangan karena mengira pesawat-pesawat tersebut milik AURI (memang pada hari itu ada pengumuman latihan gabungan dari semua matra di tubuh TNI).

      Begitu rentetan senjata membahana barulah mereka sadar Belanda menyerang dan mereka tak memiliki kesiapan untuk membalasnya, kecuali sekitar 30 prajurit pangkalan Maguwo dan sekelompok pasukan tentara dari KRIS (Kebaktian Rakjat Indonesia Sulawesi) yang secara berani sempat melakukan penghadangan dan penggangguan terhadap pasukan Kolonel Van Langen sebelum masuk ke Istana via Jalan Solo.

      Tapi Van Langen sebagai sinyo kelahiran Yogya yang lulusan Akademi Breda, cukup tahu bagaimana caranya menjepit pasukan bandel ini. Dia memecah pasukannya, salah satunya yang menerobos barikade TNI via Kantor Pos. Pasukan inilah yang pada akhirnya berhasil menduduki Istana/Gedung Agung dengan lebih cepat dan menawan Soekarno-Hatta cs.

      Akibat serangan tiba-tiba itu, TNI kehilangan sekitar 40 prajuritnya, sedangkan korban dari pihak militer Belanda nol. Saat penerobosan dan penyerangan ke Istana itu, Van Langen sendiri yang memimpin pasukan tersebut langsung dari jeep wilys-nya. Sementara Jenderal Spoor mengikuti jalannya pertempuran via radio di pesawat komando.

      Konon, sebelum melakukan penyerangan yang dikenal sebagai Operasi Burung Gagak tersebut, Spoor yang kala itu mengenakan jaket kulit, kacamata hitam dan topi pet menyapa Kolonel Van Langen dengan salam dua jari yang mengisyaratkan simbol “victorie”, tanda kemenangan

      http://garudamiliter.blogspot.com/2014/12/djokdjakarta-19-desember-1948.html?m=1

  1. weee brita dari bung Yayang emang slaluu membuat tersenyum gembira dan membanggakan deh pokoknya…

    salam hanggat bung Yayan, smoga sehat slaluu…

  2. Mantab Bung Yayan artiketnya. Semoga alutsista dalam negeri banyak dipakai oleh TNI dan negara tetangga biar ikut2an pakai, amin. Moga sehat2 semua

  3. Malam semua suhu suhu patga, semuanya adalah untuk kejayaan ibu pertiwi.
    semoga perjuangan para petinggi tni yg bercita cita membuat tni semakin di segani kawasan segera terwujud.
    amin.

  4. Nice artikle Paktu Yayan…

    Sepi ing pamrih, rame ing gawe.. begitulah ungkapan buat TNI dan para ahli Negeri ini..
    Dalam diam berkarya dan dalam sepi mengasah Ilmu..

    Semoga para Ahli dan hulubalang kita,sllu diberikan kesehatan dan dukungan dari Pemimpin Negeri ini..
    Indonesia itu besar, namun kita tidak sadar bahwa kita itu besar.. SAATnya BANGKIT dan bicara ” KITA BISA “

  5. Wah wah wah,
    makin keren sj nih pt di.
    Ane harap pt di bukan hanya pandai merakit, tp juga mampu membuat heli sendiri yg kemampuannya setara dgn produk luar.
    Ane yakin dgn itu masyakat akan lbh bangga lagi pdnya.
    Selamat utkmu, pt di!
    Semoga kamu bisa sukses meraih kepercayaan internasional dan bisa menjadi produsen pesawat terkemuka didunia. Amin!

  6. @ Bung Yayan dan para patriotgaruda fan. Saya yakin ini bukan hoax. Mengingat ini adalah ilmu yang sudah terbukti dari PTDI dan kenyataan Philipina sdh memesan makassar class. Meskipun gak ada gambar ato foto. Mungkin utk yang masih kategori “hoax” meskipun aku sendiri suka berita tsb tergantung bagaimana kita menelaah nya. Seperti KS, pengadaan kelas kirov, Su 34, dll. Sekali lagi tergantung kita menelaah nya..Hanya Allah dan pembuat keputusan yang tahu. Kita harus bangga akan semangat patriot TNI kita meskipun alutsista tidak semua sesuai dan matra masing2. Setidaknya sdh ada langkah kedepan utk swasembada alutsista INDONESIA.

  7. Fikri Tanizaki on

    Seperti biasa…tulisan Patku Yayan maknyuss..enak dikunyah…dan klimaksmenggelegar selalu di paragraf akhir…hehehe…Terimakasih, Patku Yayan…semoga anda sekeluarga selalu diberi kesehatan disana…

  8. Contoh pd matra udara
    Integrasi produk PT. LEN & PT. Inti sprt instrumen kokpit, radio komunikasi, sensor dll trutama pd F16 block 52id
    Pengembangan datalink nasional berbasis datalink 16 NATO stlh Lockheed Martin & Rathaeyon mau berbagi source code link 16 kpd PT. LEN & PT. Inti diterapkan pada Bung Tomo Class, MBT Leopard, F16 block52id & PKR 10514

    Ada yang mau menambahkan?

Leave A Reply