Pemuda dan Kesadaran Bela Negara

13

Pemuda dan Kesadaran Bela Negara

Korwil SBY1

Pemuda adalah seseorang yang berjiwa besar dalam menghadapi segala hal.

SedangkanBela negara adalah tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Pembelaan negara bukan semata-mata tugas TNI, tetapi segenap warga negara sesuai kemampuan dan profesinya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Pemuda dan kesadaran bela Negara adalah sesuatu yang memiliki keselarasan dalam jiwa masing-masing orang terutama dari dalam diri pemuda. Membangun Kesadaran Bela Negara pada pemuda merupakan sesuatu yang penting dan tidak bisa dianggap suatu hal yang sepele, karena pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang tidak dapat didisparitaskan dari sejarah bangsa ini. Kendati pun demikian, kesadaran bela negara ini jangan pula ditafsir hanya berhubungan dengan angkat senjata melawan musuh dari negara luar belaka, melainkan harus lebih luas memandangnya, sehingga dalam pengejawantahannya, pemuda lebih kreatif mengimplementasikan arti bela negara ini dalam kehidupannya tanpa menghilangkan hakekat bela negara itu sendiri.

Dalam hal ini Pemuda harus sadar bahwa masa depan bangsa dan kepemimpinan negara berada di tangannya. Karena itu pemuda harus mengetahui asas kepemimpinan.

Asas Kepemimpinan adalah kesadaran dan kemauan. Sikap dan ciri pemimpin yang baik adalah:
1. Berilmu, berakhlak, berintegritas, professional, dan pandai
2. Dapat membuat keputusan dan bertangguing jawab atas keputusannya.
3. Dapat mempengaruhi bukan dipengaruhi dan mampu menjadi contoh
4. Bersedia mendengar masukan dan kritik
5. Bisa memberi semangat dan motivasi

Korwil sby

Serta pemuda perlu memiliki pengetahun tentang kepemimpinan. Dari apa itu pemimpin, ciri-ciri, dan tugasnya. Pemimpin adalah seseorang yang pandai dan menggunakan kepandaian tersebut untuk menggerakkan diri, organisasi dan masyarakat. Diantara kepandaian yang harus dikuasai adalah:
1) Pandai mengurus diri dan organisasi, termasuk mengatur waktu, keperluan diri sendiri, dan kerja
2) Pandai mendengar dan menghormati apapun pendapat dan kritikan
3) Pandai menganalisa dalam membuat keputusan
4) Pandai berkomunikasi dengan bahasa yang santun
5) Pandai menulis dan mendokumentasi dan mengerti Iptek

Ada pun seorang pemuda dituntut untuk tidak apatis (masa bodoh) atas segala masalah yang menimpa bangsa dan negara. Baik itu masalah bencana alam sampai bencana sosial ekonomi dan politik yang dimana alam bernegara dirusak oleh kebanyakan generasi tua yang haus akan kekuasaan. Pemuda sebagai generasi penerus dan pemegang tali kekuasaan, harus melawan segala kerbobrokan yang ada. Baik di area sosial atau pun politik.

Salah satu solusi jangka panjang menjaga keutuhan, keamanan, dan kenyamanan hidup berbangsa dan bernegara, Indonesia membutuhkan fundamental ekonomi, budaya, dan pertahanan keamanan nasional yang kuat dan kokoh. Tanpa fundamental ketahanan nasional yang kuat, ancaman keamanan dan kenyamanan bangsa sangat rentan. Untuk itu, solusinya adalah pendidikan kewarganegaraan melalui pendidikan bela negara.

Pendidikan bela negara ini menjadi penting, karena pertama kebutuhan legal. Secara hukum, khususnya merujuk Pasal 30 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kewajiban bela negara. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan bela negara menjadi sesuatu hal yang legal dan dipayungi konstitusi negara yang sangat kuat.

Kedua, sebagaimana merujuk pada penjelasan di atas, pendidikan bela negara menjadi sesuatu yang wajib, sejalan dengan kenyataan empiris yang berkembang saat ini, yaitu jika dikaitkan dengan kondisi empiris Indonesia yang berada pada persimpangan kepentingan dunia. Realitas empiris inilah yang menjadi satu kebutuhan Indonesia untuk melakukan reorientasi sistem ketahanan nasional.

BELA NEGARA

Dan salah satu upaya lain dalam bela Negara yang dapat dilakukan generasi muda adalah dengan mengikuti Resimen Mahasiswa. Resimen Mahasiswa (disingkat menwa) adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Markas komando Menwa bertempat diperguruan tinggi di kesatuan masing-masing yang anggotanya adalah mahasiswa atau mahasiswi yang berkedudukan di kampus tersebut. Menwa merupakan komponen cadangan pertahanan negara yang diberikan pelatihan dasar militer seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, terjun payung, bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi dan sebagainya.

Menwa

(Keterangan Foto: Patsus M.Amin (AMX) saat menjadi Menwa di Awal 90an )

Jadi apabila seluruh para pemuda sudah memiliki bekal dalam diri mereka berupa pengetahuan terhadap kesadaran bela Negara mak a dengan otomatis mereka tidak akan ada keraguan lagi untuk membela Negara ini terutama dari Negara lain dizaman yang telah maju ini.

Tetapi terkadang ada juga individu-individu yang tidak mempedulikan Negara dimana ia dilahirkan dan dibesarkan orang-orang ini lah yang dapat merusak bangsa ini. Kita sebagai warga Negara harus memiliki kesadaran dari dalam diri kita demi kemajuan bangsa ini dan membela Negara ini.
Hal penting yang harus disadari pemuda adalah bahwa pemuda tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab atas problematika bangsa yang dihadapi saat ini.
Pemuda harus berperan serta dan berada dalam garis terdepan, dalam melakukan perubahan, hanya dengan demikianlah pemuda menjaga keutuhan bangsa ini, mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang lebih besar, untuk mengantisipasi terjadinya penjajahan gaya baru disegala aspek, atas derasnya arus globalisasi yang tak terbendung juga merupakan salah satu menjaga negara ini.

Hal lain yang tak kalah pentingnya, pemuda harus memiliki kepekaan sosial dan memiliki tanggung jawab atas kondisi masyarakat saat ini, maka harus turut serta mencari solusinya.

Dengan membangun kesadaran itulah, maka pemuda telah melakukan salah satu dari sekian banyak aspek untuk menjaga keutuhan Negara ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Patsus DIAN Say. Korwil Surabaya

Share.

13 Komentar

  1. Kesadaran Bela Negara. bagi saya yang berkecimpung di dunia pendidikan, Pendidikan Bela negara saya susupkan dalam kegiatan pembiasaan yang berkaitan dengan rasa cinta tanah air, rasa bela negara sehingga anak mempunyai mental yang tangguh dan menjadi pribadi disiplin dalam segala bidang. Kegiatan pembiasaan ini juga cukup memberikan kontribusi dalam meningkatkan nasionalisme pada peserta didik. Trims.

  2. Selamat Hari bela negara.

    Pemuda yang tangguh adalah bukan pemuda yang jago tawuran atau jago pacaran
    Tapi pemuda yang berbakti kepada ibu pertiwi menerapkan nilai nilai murni pancasilais dalam kehidupan bermasyarakat dan berjiwa patriotik serta nasionalis

  3. wahai pemuda pemudi Indonesia, singsingkan lengan baju untuk mengabdi dan bekerja keras membangun Indonesia Raya..

    selain menwa, ubaloka, karang taruna, ukm, dll jg merupakan wadah efektif membnntuk pemuda bela negara..

    • Betul sekali..tanpa menafikkan peran organisasi lainnya, Menwa (Resimen Mahasiswa) adalah salah satu ratih (rakyat terlatih) yang paling siap dalam hal bela negara dengan pola pembinaan yang jelas dan terarah melalui Diksarmil (Pendidikan Dasar Kemiliteran), Suskalak (Kursus Kader Pelaksana), Suskapin (Kursus Kader Pimpinan), serta kursus lainnya. Salam..

      • Koreksi sedikit bung..tidak semua kampus ada Menwa. Kondisi Menwa sekarang sangat berbeda dengan era SKB-nya 3 Menteri (Dalam Negeri, Pertahanan, Pendidikan) dulu. Dengan SKB tsb Menwa memiliki keistimewaan sebagai salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) khusus dibandingkan dengan UKM lainnya. Kondisinya sekarang ini cukup memprihatinkan, banyak satuan2 yang dulu jaya sekarang bubar seperti yang terjadi di almamater saya.

  4. Wah kita kalah dong sama USA…ngga cuman menwa aja yg jadi komponen cadangan..rakyat sipil secara luas juga bisa, polisi, pemain football, karyawan dll.

Leave A Reply