MERABA LANGKAH SENDIRI

30

MERABA LANGKAH SENDIRI

Saya yakin diantara para pecinta dunia militer dan kedirgantaraan nasional ada yang sedang tidak sabar menantikan terwujudnya pesawat tempur project bersama antara Korea Selatan dan Indonesia, atau yang lebih kita kenal dengan kode KFX/IFX. Project ini sejatinya adalah project ambisius Korea Selatan untuk bisa menjadi salah satu pemain besar dalam industri pesawat tempur dunia. Merangkul Indonesia, pertimbangannya tentu bukan karena semata-mata faktor dana, karena pihak Korea sendiri saya yakin bisa memikul dana itu sepenuhnya. Namun harus diakui, bahwa sejelek apapun, Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang telah terbukti dan berpengalaman dalam industri pesawat terbang. Bahkan harus diakui, bahwa Indonesia juga merupakan negara Asia pertama yang mampu membangun dan menerbangkan pesawat komersial produksi sendiri, yang kita kenal dengan nama N250.

Berangkat dari pengalaman dan kemampuan ini pulalah, kita bertekad mengirimkan para ahli pesawat kita ke Korea untuk berkolaborasi dengan para ahli dari negeri Ginseng tersebut. Jangan minder, karena ternyata semua masukan dari para ahli Indonesia, mampu menjawab atas setiap permasalahan yang dihadapi. Bahkan ketetapan untuk memilih double engine untuk menggerakan pesawat ini juga tak lepas dari pemikiran dan kemauan kuat para enginer kita. Kita sangat tahu apa dan bagaimana spesifikasi kebutuhan nasional terhadap berbagai kemungkinan ancaman di masa mendatang. Pemilihan double engine juga menjadi sebuah pertimbangan agar tidak terjadi gap yang terlampau lebar diantara pesawat KFX/IFX yang didaulat sebagai pesawat tempur Gen 4.5 dengan pesawat F35 buatan US yang sudah mengusung konsep teknologi Gen 5.0.

images (7)

Yang menarik dari semua proses yang sedang berjalan adalah justru terletak pada berbagai trik dan intrik yang senantiasa melatarinya. Sebelum ini, project prestisius ini juga akan melibatkan Turki, selain Indonesia dan Korea sebagai share holder. Keinginan Turki yang tidak mampu terpenuhi agar bisa memegang kontrol yang lebih dengan menuntut kepemilikan share yang lebih besar, menyebabkan negeri Ataturk itu hengkang dan batal bergabung. Begitupun dengan Airbus yang tereliminasi dari persaingan karena kalah bersaing dengan Lockheed Martin. Terpilihnya LM, secara tidak langsung telah membuka pintu bagi masuknya General Elektrik untuk menyuplai engine.

Dari rangkaian proses ini, sepertinya dunia sudah bisa memiliki gambaran utuh tentang wujud, bentuk dan kemampuan pesawat KFX/IFX nanti. Ya, konon pesawat itu tidak akan lebih baik dari JAS Gripen E/F series besutan Swedia dan Brazil. Rasanya sangat sulit disanggah, karena semua detail part dan specifikasi yang digunakan juga setali tiga uang, alias serupa atau sama..!

Ah, kok cuma sekelas Gripen sih..? Nada kecewa itu pastinya akan banyak keluar dari para pecinta TNI. Hehehe..! It’s ok, not bad..! Tapi perlu diingat juga dengan trik dan intrik yang masih sangat mungkin terjadi. PTDI sejak awal merangkul Euro Fighter untuk kerjasama teknologi. Dan jangan lupa, PTDI juga mitra penting Airbus lho..! Turki udah pasti akan lebih dulu mengakuisisi F35. Atraktifnya lagi, Indonesia buru-buru melakukan peningkatan kerjasama teknologi militer dengan Turki..! Lengkap sudah gambaran cerita IFX ini di masa mendatang..!

Dari kerjasama ini, diperkirakan kita akan mendapatkan sekitar 50 hingga 80 unit pesawat tempur IFX yang katakanlah setara dengan JAS Gripen E/F Series. Menurut perkiraan awal, untuk menyetarakan kemampuan KFX/IFX dengan F35, konon kita perlu melewati proses hingga ke tahap pembangunan KFX/IFX Block 3.!

Woooow..! Gila bener..! Eh, lama bener..! Akankah kita masih mau untuk tetap bekerja sama dengan Korea untuk program pengembangan IFX kita..? Ah, rasanya walaupun mungkin bangsa ini dikenal sebagai bangsa penyabar, namun untuk yang satu ini, saya yakin kita gak akan sabar lagi. Hengkang dan pulang..! Kita akan mengembangkannya sendiri, atau setidaknya bekerjasama dengan Turki, dengan dukungan teknologi dari Euro Fighter, dan mempersilahkan Airbus untuk menyuplai keperluan enginenya..! Avionic dan senjata..? Kita dan Turki juga punya, bahkan mungkin bisa lebih hebat dari yang buatan Korea..! Semoga..!

By Patku Yayan@indocuisene

Gambar ilustrasi by bung Dhimas Afihandarin

Share.

30 Komentar

  1. Mantap.. semoga lancar
    Btw tulisan bung ps, dll sama update alutsista kok jarang dibahas di patga akhir akhir ini…?

    • batin nimbang on

      pertanyaan yang sama bung. ada baiknya patga juga mengangkat berita resmi dari Kemenhan. atau media TNI. bisa juga dari suratkabar nasional. dan di bahas di mari dengan masukan dari patku yang ada di mari…
      maaf cuma sekedar usulan…
      terlalu lama menanti artikel yang diangkat dan hanya dari 2 atau 3 orang yang aktif…
      sekali lagi maaf bila salah…
      saya hanya sangat mencintai TNI… dan gila akan berita alutsista

      • Naga Samudra on

        Kami akan selingi dengan Berita copasan nantinya atas permintaan Pengunjung
        walau web kami bukan berbasiskan berita/News .
        terimakasih

      • Akuurr..meski selama ini sy kbnykan silent reader tapi sy tau bung ss, erick h, ps, nar, ndan sarkem, bung nr, dll dari semenjak beliau2 ada diforum topix..kalo gak salah di alutsista rahasia buatan indonesia, beliau2 kemudian meramaikan warjag, tapi ntah kenapa beliau2pun diwarjag gak pernah muncul lg termasuk bung yayan. Dari beliau2lah sedikitnya sy jadi tau apa itu alutsista dan perkembangannya. Jadi mudah2an kedepannya beliau2 meramaikan kembali forum patga ini..

        • Saya juga kangen sama Bung Vandelezep di forum topix Alutsista Rahasia Buatan Indonesia. Tidak lupa salam hormat juga buat Bung Pajajaran. Jika beliau muncul kharismanya terasa, semuanya pada tertib. Kadang jawabannya singkat tapi langsung goal. Terakhirkali forum topix dibuka sepi meski Bung Pajajaran sempat muncul, eh tak lama setelah itu topix tak bisa lagi dibuka. Sedih rasanya.
          Bung Pajajaran juga muncul di forum topix KISAH ATM TEWAS DIBANTAI TNI di PERBATASAN KALIMANTAN. Salam hangat juga buat Bung Letkol CKGL.

  2. patriot kecil on

    Sajian informasi segar di jumat pagi… Memang saya bukannya pesimis dengan harapan project IFX… masalahnya kemana dana 2 M dollar perginya ..?? sampai kini kok bermain di OMDO saja… yah… 😀
    Salam NKRI

  3. Mungkin kita juga harus melihat kedekatan Rusia pada kita. sehingga alternatif makin banyak dan kita bisa memilah dan memilih spesifikasi macam apa yang bisa kita dapat..Salam bung NKRI_JAYA, sehat selalu

  4. Assalamu’alaikum. Yang perlu disadari adalah. ANDA PERCAYA, KAMI BISA. Seperti contoh produk N250 yang sukses meskipun belum sempat produksi massal dan menurut cerita bikin saham Fokker rontok. Senjata SS1 berbagai varian nya, hasil TOT dengan FNC Belgia. Kapal LHD produk PAL hasil TOT Korea. Maka saya percaya IFX bakal terwujud, meskipun lama. Karena sebagai warga negara kita harus percaya, karena itu sama saja dengan do’a.
    Kita percaya para pemangku jabatan pertahanan bangsa sejati NKRI (tidak takut tekanan) akan membikin skenario dari A – Z. Kalau tidak dari sekarang kapan lagi. Lebih baik terlambat daripada beli peralatan canggih namun masih impor, ya kurang aman. Wa’alaikumsalam

  5. Sukhoi Boy on

    Semoga IFX kita bisa cepet keluar, dan tinggal bisa produksi masal. Tp menurut saya bisa kah IFX kita dikembangkan bersama Sukhoi untuk mendapat kekuatan dr Barat dan Timur, mau kah Sukhoi melakukan pengembangan bersama PT.DI ? Semoga. Kita doa kan yg terbaik untuk Fighter Pertama Indonesia. Salam NKRI 🙂

  6. lebih baik kerjasama dengan Euro Fighter karena sudah sangat jelas dan detail, apalagi kalau kita jdi beli Typhoon, varian Typhoon kita beda dari yang lain, lumayan dpt ToT engine EJ200 ngeri”sedap dan masih banyak lagi. Klo IFX dicoba saja dilanjutkan karena sangat penting untuk Indonesia karena untuk pengalaman LFX nanti yang sudah gen 5.

    Btw seperti tulisan nya bung Jalo ! Maaf klo salah, soalnya hampir mirip.

    • Sukhoi Boy on

      Maaf bung PAK FA, LFX itu fighter yg mana ya . Maaf saya kurang tau
      Maklum Newbie jd kepo 😀

      • LFX : Lapan Fighter eXperiment, semacam mirroring project KFX di Indonesia. Jadi jika nantinya proyek itu berhenti di tengah jalan, Indonesia tetap bisa meneruskannya. Hanya sepertinya kok sudah dihentikan ya (CMIIW)

  7. Adalah lebih elok kiranya bilamana Illustrasi KFXnya juga diberi akreditasi pembuatnya.

    Kedua Illustrasi KFX pada artikel adalah buatan saya. yang saya tempatkan di Deviantart. pada link berikut.

    http://stealthflanker.deviantart.com/art/KFX-Indonesian-Variant-3-Views-293230886

    http://stealthflanker.deviantart.com/art/KF-X-Indonesian-Variant-2-Seater-294227311

    Bukan apa-apa tapi untuk menghindari “Salah kira” Yang belakangan jamak terjadi, dimana publik menganggap illustrasi/render 3D buatan seorang artis sebagai barang yang beneran ada.

    Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

    • Naga Samudra on

      Pertamanya Kami mohon maaf karena Tidak Tahu
      Yang kedua Terimakasih dan kami sudah cantumkan nama anda bung Dhimas
      Semoga menjadi bahan acuan oleh pengambil keputusan dan Pemerintah
      Akan sangat membanggakan

  8. ingsun pribadi on

    mudah2an langkah yang sudah ditapaki tidak berhenti ditengah jalan oleh karena gangguan dari iblis syetan laknatullah yang ndak ingin negeri ini berjaya….
    Semoga Allah selalu menyertai dan melindungi bangsa ini dengan rahmatNYA …
    ammieenn….

  9. Pager Wojo on

    …ehmmmm….sepertinya dugaan dari pengambil putusan adalah benar bhw korsel akan setengah hati krn ada titipan pesanan dari sekutu utamanya.

    …..inilah kenapa contigency plans slalu menjadi problem solving tools yg paling memberikan kemanfaatan terbesar.

    ….pokoknya…kemandirian membangun pesawat tempur harus diwujudnyatakan…awalilah pd geneerasi 4 atau 4,5 sbg pondasi awal…..ingat: target utama adl membangun pesawat tempur mandiri generasi 4,5

    NKRI berdaulat…..Jayalah Slalu.

  10. hayoo IFX lebih canggih dr F-35?? knp tidak,,kan banyak para ilmuwan dr negeri sendiri yg tidak perlu diragukan lagi

  11. kmmpuan mngmbngkn pespur sndiri sptny tngh ngetren.. smkin trsdar akn pntingnya nilai mnguasai tenologi kasta elite..

    yakin, slm g ad hantu, ular, tikus yg mnggnggu. PTDi mmpu merancang IFX nmun dg kmmpuan ala Gen 5.0 ..

  12. lamaddukellng on

    Kenapa patga selalu sulit diakses ya
    Klopun sudah mau masuk eh lama amat loadingnya
    Mohon admin ditingkatkn lagi kemampuan servernya, tks

  13. Durian medan on

    Salam kenal semua .:d warga baru nih ..hehe tambah semangat baca artikelnya. Moga terwujut secepatnya

  14. Kesulitan buat mesin? kenapa tidak dibongkar pesawat tempur yang jatuh sejak dulu atau pesawat F16 yang kemarin gagal tinggal landas? Apa ada aturan pesawat jatuh harus dikirim ke produsen? Susah mana mempelajari sistim elektronik dibanding mesin?
    Seingatku sejarah pesawat jet merupakan sebuah roket/rudal dinaiki kemudian mengalami modifikasi bertahap dan makan waktu. Teori cara kerja mesin sudah diketahui tinggal menerapkan dan ada kemauan serta dana.
    Kenapa harus ada lelang pengadaan pesawat? Kenapa tidak lelang pengadaan mesin, radar, navigasi, dll dengan tot. Kelak kita gabungkan dengan cara sistim kita sendiri.
    Bangsa kita sudah ada yang bisa buat radar, susah bisa buat sofware, sudah punya satelit, sudah bs bikin pesawat….knp mesin belum bisa??? Dimanakah kesalahan kita? Sarjana teknik mesin sudah ratusan lebih…kemana mereka? Kalau berpikir sendiri memang sulit maka harus bergabung. Buatlah minimal seperti iran sudah buat mockup pesawat tempur canggih dan aq tidak tahu itu memang bisa terbang atau sesuai dengan artinya. Namun dunia akan bertanya dan menganalisa. Atau kemampuan ahli metalurgi tidak ada??sehingga mesin tidak dapat dibuat?
    MAJULAH IPTEK NKRI

  15. Buat pespur bukan seperti buat tempe semalem bisa kelar dibutuhkan riset serta ribuan part dari berbagai suplayer utama sampai 2rd dan 3rd layer.sudah siapkan vendor utk back up semua komponen pespur…mari kita tanya galileo?

Leave A Reply