BANGSA yang PANCASILAIS
Sebagai bangsa Indonesia kita diwarisi Sejatinya Bangsa Indonesia yaitu Bangsa yang mempunyai Nilai Nilai warisan Leluhur bangsa Indonesia Asli . Bangsa yang mempunyai karakter yang sangat Ideal sebagai bangsa yang unggul, Kita diwarisi 13 Nilai nilai yang tercakup dalam 4 Konsensus dasar Kebangsaan.
Bangsa Indonesia ditakdirkan mempunya nilai nilai luhur terefleksi sebagai Bangsa yang Pancasilais, adalah bangsa yang menerapkan Pancasila sebagai koridor dalam berbangsa dan bernegara sehingga sebagai bangsa yang Rahmatan lil Alamin.
Bangsa Indonesia dan Pancasila nya bisa menjadi panutan dan bisa mengubah dunia bila memang Pancasila itu tegak dan didalami dan diamalkan dengan sungguh sungguh . Saya kira semua mengerti dan paham bagaimana IDEALNYA bila bangsa Indonesia dengan Pancasilanya sebagai bangsa Pancasilais
Karena tahu ancaman Pancasila bisa menjadikan Bangsa ini bisa merubah dunia bahkan memimpin dunia maka tentu akan ada gerakan dan program program menghentikan Pancasila sebagai ideologi satu satunya bangsa ini, dengan berbagai cara .
Siapa kira kira yang tidak menginginkan Bangsa Indonesia memegang teguh
1. Berketuhanan Yang maha Esa,
Makna ” Ketuhana Yang Maha Esa adalah Tauhid . dan definisi nya dalam Kamus Bahasa Indonesia Esa adalah Tunggal/satu. Dan definisi MAha Esa adalah amat tunggal (Allah) ALIRAN PLURALISME selalu berkata TUHAN ITU SATU, hanya cara menyembahnya saja yang berbeda beda .yang artinya bangsa yang memeluk agama, baik itu agama samawi maupun agama ardhi. masyarakat yang beragama mesti mengenal Tuhan takut dosa dan mengejar pahala. sehingga menjadi bangsa yang beriman bukan bangsa yang bar bar sehingga disebut Bangsa yang memilki nilai religius.
Nilai Relijius dalam individu dalam keterkaitan individu dengan sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan sakral, suci agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujutkan masyarakat yang berketuhanan yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya. Nilai religius memiliki nilai nilai spiritual yang tingi berdasarkan agama dan keyakinan yang dipeluknya, memiliki toleransi yang tinggi terhadap pemeluk agama dan keyakinan lain yang tumbuh serta diakui di Indonesia.
Ini Konsekwensi dari nilai religius yang mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa.
2. Manusia yang adil dan beradab
Bansa yang ber Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mempunyai
Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengandung makna : kesadaran sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai moral dalam hidup bersama atas tuntutan mutlak hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.
Yang perlu diperhatikan dan merupakan dasar hubungan semua umat manusia dalam mewujudkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab adalah pengakuan hak dan kewajiban asasi manusia. Manusia harus diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang sama derajatnya., yang sama hak dan kewajiban asasinya. Untuk itu perlu dikembangkan juga sikap saling mencintai sesama manusia, sikap tenggangrasa atau tepo seliro. Oleh karena itu sikap dan perilaku semena-mena terhadap orang lain merupakan perbuatan yang tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Nilai Kekeluargaan yang terkandung dalam Pancasila adanya pengakuan bahwa bangsa Indonesia merupakan satu keluarga besar yang memiliki perasaan senasib dan sepenanggungan, mengalami ujian dan penderitaan penjajahan yang sama dimasa lalu. Antara individu yang satu dengan individu yang lain diilat oleh kesamaan sebagai bangsa Indonesia. Karena itu kedudukan mereka sama dan sederajat serta harus diperlakukan secara adil dan beradab sesuai cita rasa kemanusian.
Dalam masyarakat Jawa ada istilah “tepo slira” yang artinya kurang lebih bahwa kita sebagai manusia diharapkan memperlakukan manusia yang lain seperti kita memperlakukan diri kita sendiri dan dalam bahasa yang berbeda masyarakat bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dipastikan mempunyai sikap hidup seperti ini .Oleh karena itu bisa juga dikatakan bahwa Kemanusian Yang Adil dan beradab digali dari warisan budaya bangsa Indonesia sendiri.
3 .Persatuan Indonesia
Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi Persatuan mewarisi nilai dasar KESELARASAN yang memiliki kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk memahami dan menerima budaya budaya daerah atau kearifan lokal sebagai konsekwensi dari bangsa yang bersifat plural/ majemuk. Selaras atau harmoni adalah keadaan yang menggambarkan keteraturan ketertiban ketaatan karena masing masing unsur yang terlibat melaksanakan peran dan fungsi secara tepat. Sehingga timbul rasa nikmat dalam suasana damai. Manakala terjadi perilaku kehidupan yang menyimpang dari norma norma kehidupan yang harmonis.
Hidup rukun dalam satu kebhinekaan dengan toleransi yang tingi . sehingga tercipta kerukunan umat beragama, suku suku dan ras bersama membangun Bangsa dan Negara sehingga bisa membangun peradaban yang beradab
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijkasanaan dalam permusyawarat perwakilan
Sebagai bangsa yang mewarisi nilai krekayatan dan menjunjung tinggi musyafarah untuk menyampai Mufakat. Bukan konsep Demokrasi menang kalah dan Voting,
Nilai Kerakyatan
Pada hakekatnya nilai nilai religius, kekeluargaan dan keselarasan hanya mampu ,mengembangka dirinya masing masing ketika kesemuanya bersintetis dalam wujud diri dalam nilai kerakyatan, Sintetis ini demikian ketika berwujud diri dalam nilai kerakyatan maka pada satu titik puncak kulminasi kehidupa idealis bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mencerminkan dua kandungan nilai inhenren dalam sebuah wadah nation state yaitu nilai esosentrisme. Rakyat merupakan kandungan jiwa atau roh (Esoterisme) dalam sebuah raga/badan (eksoterisme) yang disebut sebagai negara . Didalm rakyat muatan nilai religiusitas, kekeluargaan dan keselarasan sebagai bagian dari penyatuannya terhadap makrokosmos.
Keseimbangan nilai religius keluarga dan selaras anatra satu dengan yang lain menghadirka equlibrium praktis agama, etnis, adat istiadat, bahasa, pola/cara berpikir, bertindak maupun berprilaku pada negara menghadirkam suatu nilai keteraturan dalam nilai kerakyatan . Hakekat keteraturan sejati yang harus diemban dalam misi kerakyatan menempatkan posisi bangsa Indonesia dalam hubungannya terhadap keteraturan nilai kerakyatan dalam ideologi Pancasilka sebagai kaidah nilai kesadaran sejati
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia
Nilai Keadilan
Keadilan adalah kondisi ideal secara moral mengenai sesuatu hall baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawis, Filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad 20 menyatakan bahwa “Keadian belum lagi tercapai. ” Kita tidak hidup didunia yang adil ” Kebanyakan orang percaya bahwa bahwa ketidak adilan harus dilawan dan dihukum dan banyak gerakan sosial dan politis diseluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita keadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. Keadilan intinya adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Keadilan merupakan suatu sifat dari kata adil yang berarti tidak membeda bedakan satu sama lainnya . Atau suatu perlakuan yang sama/ setara dan tidak didasarkan pada perbedaan perbedaan tertentu yang bersiday natural fisik dan non fisik (identitas luktural). Dengan kata lain keadilan mengacu kepada perbuatan atau perlakuan yang adil/ setara dengan tidak memandang latar belakang identitas sosial atau kelompok yang ada dalam berbagai kehidupan masyarakat suatu negara.
Pancasila menjelaskan pengertian keadilan ini dalan wujud keadilan sosial. Hal ini menjustifikasikan keadilan sosial yang dimaksut sebagai pengejawantahan niali nilai keadilan yang menjadi dasar hubungan sosial keamsyarakatan negara bangsa Indonesia .
Keadilan sosial menjadi paripurna dari niali nilai religius, kekeluargaan , keselarasan dan kenyataan. Dengan menjadi paripurna, berarti masyarakat yang adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD NRI 1945. Keadilam sosial harus berangkat terlebih dahulu dari landasan awal internal diri manusia Indonesia yang berangkat dari pemahaman akan nilai religius yang menentukan fungsi sosial hubungan antar manusia dalam ikatan kekeluargaan dan keselarasan .
Sungguh Sangat luhur nilai nilaI yang diwariskan pendahulu bangsa kepada bangsa Indonesia, tidak mustahil bila Pancasila tegak maka bangsa ini menjadi panutan dan pedoman bangsa bangsa lain. Melihat potensi bangsa yang begitu besar maka akan banyak kepentingan yang akan menjegal bangsa ini menjadi bangsa yang Pancasila is,, Mereka takut hegemoni dan kekuasaan yang sudah mereka kuasai selama ratusan tahun pada suatu saat akan diruntuhkan oleh bangsa yang religius, beradab , bersatu, bermusyawarah dan berkeadilan, Akhir jaman nanti bangsa Pancasila is adalah bangsa yang bangkit melawan dan menjadi lawan yang tangguh.
bersambung
catatan kaki
* A) AGAMA SAMAWI
Pengertiaan Agama Samawi ialah :
* B) AGAMA ARDHI



6 Komentar
Kalau tafsirnya sesuai kepekaan dan kecerdasan akan timbul perbedaan makna dan keterangan sehingga menyimpang dari maksud sesungguhnya.
PLUR
Dan satu lagi super religius
Bahasa langit memang memerlukan waktu tenaga pikiran yg maksimal utk menafsirkannya secara bijak
bangunlah jiwanya dengan Pancasila
sila pertama adalah dasar dari sila sila selanjutnya,semua adalah mata rantai proses dan sebagai tujuan adalah sila kelima bisa tercapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
sila pertama proses membangun manusia manusia dengan nilai nilai Ketuhanan/agama dengan baik dan benar hingga setiap perilaku manusia Indonesia mampu mencerminkan segala ajaran yg terdapat pada agama yg dianut masing masing dan mencapai tataran manusia yang adil dan beradab,yang beretika, yang berbudi luhur yang ahlakul karimah, yang dipenuhi cinta kasih yang mampu memilah dan memilih mana yang merusak persatuan dan kesatuan sebagai satu bangsa dan mana yang bisa menguatkan rasa persatuan dan kesatuan Indonesia.
Memiliki kemampuan menghadirkan HIKMAT KEBIJAKSANAAN dalam setiap musyawarah yg ada untuk meraih keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia
menurut pendapatku :
Sesunngguhnya manusia2 yang mengaku dan berpegangan dari keyakinan akan tuhan yang ahad (satu) mempunyai ciri2 yang jelas….yaitu akhlak (budi pekerti) , moralitas yang agung (besar) dan luhur (tinggi).
Oleh karena itu 4 sila terakhir adalah perwujudan dan pelaksanaan dari sila pertama.
tinggal merumuskan lebih detail kedalam segi kehidupan bernegara dan berbangsa. Sedangkan kehidupan individu tetap sesuai pada agama nya masing2.
kehidupan bernegara dan berbangsa sudah barang tentu tak akan bertolak belakang dg kehidupan pribadi masing2….terutama bagi pemeluk agama terbesar/mayoritas.
jangan sampai terjadi sudah ada konsep yg bagus malah banyak dari kehdupan bernegara dan berbangsa
lebih senang mengadopsi pola pikir dan pola tingkah (walau sebagian/sedikit) dari negara 2 yang bertentangan dg konsep pancasila…yg malah mungkin memang dirancang oleh mereka (musuh) untuk menjalankan agenda jahat guna menghancurkan bangsa dan negara ini.