Surabaya, 1 Desember 2018

29

FB_IMG_1544109673753

 

 

 

 

Ada cerita menarik dibalik kejadian 1 Desember 2018 di Surabaya kemarin. Dan banyak pertanyaan muncul dibenak saya. Mengapa mesti Surabaya? Kenapa di tgl 1 Desember 2018? Kenapa ada warga Sonotan? Kenapa ada wartawan asing berkumpul, mulai dari BBC, Reuters, CNN?

 

Apa yang mereka inginkan, hingga reunian di Surabaya? Siapa yang membiayai? Mendatang kan AMP Jawa-Bali-Nusra ke Surabaya? Mengapa tiba-tiba ada seorang etnis yang dari dulu BUKAN BANGSA INDONESIA, yang tidak jelas asal-usulnya sebagai WNI atau WNA yang datang dengan Bahasa membela keadilan untuk saudara-saudara kita? Setali tiga uang, banyak juga dari Lembaga, yang membela, mendampingi saudara-saudara kita.

 

Teka-teki yang sulit, dan tentunya cukup rumit, sekali salah melangkah, habislah digoreng jadi HAMburger.

 

Saya kutip perkataan Bung Karno “Kita tidak bodoh, tapi dibodohkan. Kita tidak miskin, tapi dimiskinkan. Oleh sebuah sistem”.

Saya kutip juga perkataan Panglima Besar Jendral Sudirman “Jangan mudah tergelincir dalam saat-saat seperti ini, segala tipu muslihat dan provokasi-provokasi yang tampak atau tersembunyi dapat dilalui dengan selamat, kalau kita waspada dan bertindak sebagai patriot’’

 

Semua proxy dimainkan, masih dengan isu yang sama, dan tentunya para patriot tetap harus eling lan waspada, karena musuh kita banyak, dan ada yang selalu siap menggunting dalam lipatan.

 

IMG_20181206_232417

Penutup, bela negara itu kesadaran untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai profesi atau peran masing-masing

Pertanyaan untuk semua, sudahkah kita bertindak sebagai Patriot?

 

PS : HAM TANPA KAM HANYALAH OMONG KOSONG

dedenew549

 

 

 

Share.

29 Komentar

  1. Mantab,hancurkan para separatis,persetan dengan ham,itu hanyalah omong kosong belaka….karena pencetus ham adalah pelanggar ham terberat di dunia ini…

  2. *AKSI HEROIK PASUKAN TNI YONIF 755/YALET DI POS MBUA, DISERBU OPM/KKSB KARENA MENYELAMATKAN WARGA*

    Publik digemparkan dengan aksi pembantaian Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB atau dulu disebut Organisasi Papua Merdeka/OPM) pimpinan Egianus Kogoya terhadap 31 orang karyawan PT Istaka Karya yang sedang bekerja membuat jembatan untuk jalan trans Papua.

    Aksi pembantaian tersebut terjadi pada tanggal 1 Desember 2018, disebabkan karena anggota KKSB marah difoto saat upacara oleh salah satu karyawan PT Istaka Karya. Karyawan perusahaan tersebut merupakan warga pendatang, oleh karenanya KKSB kemudian berusaha memburu dan membunuh semua warga pendatang yang ada disana.

    Mendengar hal itu, puluhan warga pendatang ketakutan dan berlari menyelamatkan diri ke Pos TNI terdekat di Mbua. Pos TNI ini memiliki kekuatan 21 personel TNI dari Yonif 755/Yalet dipimpin oleh Danpos Letda Inf M. Rizal.

    KKSB rupanya tidak gentar dan tetap berupaya mengejar warga pendatang yang berlindung di Pos TNI Mbua. Mereka menggunakan warga pribumi (warga asli Papua simpatisan KKSB) sebagai tameng yang bergerak di barisan depan.
    Selanjutnya KKSB beserta simpatisannya terus berusaha merangsek maju dan menyerbu pos TNI.

    Salah satu prajurit Pos Mbua yang diwawancarai menuturkan, “Waktu itu tanggal 1 Desember 2018, jam menunjukkan pukul 18.30 wit ketika KKSB dan warga simpatisan mulai menyerang pos TNI. Mereka menyerang dengan menembaki dan memanah ke arah pos kami.”

    Suasana saat itu sudah gelap sehingga Danpos Letda Inf M. Rizal dihadapkan pada pilihan yang sulit untuk tetap bertahan di pos atau mundur meninggalkan pos. Danpos kemudian ingat akan penekanan Pimpinan TNI bahwa dimanapun bertugas mereka tidak boleh melanggar HAM.

    Mengingat hal itu maka apabila anggota TNI di Pos Mbua saat itu bertahan dengan membalas tembakan ke arah kerumunan massa KKSB yang menyerbu Pos, konsekuensinya akan jatuh puluhan bahkan ratusan warga pribumi yang dijadikan tameng oleh KKSB. Hal ini jelas akan melanggar HAM karena tidak semua warga yang ikut menyerbu pos TNI membawa senjata. Lagipula sulit untuk bisa menentukan mana sasaran bersenjata atau tidak bersenjata pada situasi gelap malam seperti itu.

    Saat situasi kritis itu, Danpos memutuskan pasukan untuk mundur meninggalkan pos sambil tetap melindungi warga pendatang yang akan dibunuh KKSB. Pos terpaksa ditinggalkan agar tidak meresikokan keselamatan warga sipil dari kedua belah pihak. Pemunduran ini dilakukan secara heroik dibawah hujan tembakan KKSB dan panah warga.

    Selama pemunduran itu puluhan KKSB dan ratusan simpatisannya tetap mengejar sambil terus menembak dan memanah anggota TNI dan warga dilindungi aparat.

    Salah satu dari tembakan itu mengenai Serda Handoko di bagian wajah. Sementara satu tembakan lainnya mengenai Pratu Sugeng Suyono di bagian tangan. Keduanya masih sadar saat itu dan dibantu oleh rekan-rekannya untuk tetap bergerak menjauhi kejaran KKSB.

    Pasukan TNI bersama warga berusaha terus berjalan menembus gelapnya hutan Papua untuk bisa mencapai tempat yang aman kearah Wamena.

    Selama perjalanan luka Serda Handoko banyak mengeluarkan darah sehingga akhirnya ia gugur kehabisan darah. Rekan-rekannya memutuskan untuk meninggalkan jenazah Serda Handoko di perjalanan agar sisa pasukan bisa bergerak lebih cepat mengingat KKSB dan warga simpatisannya terus mengejar di belakang mereka.

    Setelah berjalan selama 2 hari 3 malam menembus hutan, akhirnya pada tanggal 4 Desember 2018 pukul 11.11 WIT pasukan TNI beserta warga pendatang yang sudah kelelahan itu bertemu dengan pasukan dari Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi yang dipimpin oleh AKP Zacharia Asgar.

    Kepada pasukan Satgas Nemangkawi, anggota TNI Yonif 755/Yalet memberitahukan bahwa di belakang mereka ada puluhan KKSB bersenjata dan ratusan warga simpatisan sedang mengejar mereka.

    Mengetahui informasi tersebut, AKP Zacharia Asgar memerintahkan kepada pasukannya untuk membuat perimeter pengamanan. Tidak lama kemudian terdengar bunyi letusan tembakan sebanyak dua kali dari sisi kanan gunung yang ditembakkan oleh KKSB ke arah rombongan aparat tetapi tidak mengena.

    Aparat keamanan kemudian berusaha mengejar ke arah suara tembakan tersebut, namun KKSB dan warga simpatisannya ternyata sudah mundur dan melarikan diri masuk ke hutan.

    Setelah situasi aman, pasukan melakukan penyisiran untuk mencari jenazah Serda Handoko. Setelah ditemukan, jenazah prajurit TNI itu beserta sisa pasukan TNI dan warga pendatang dievakuasi ke Wamena. Pratu Sugeng Suyono dievakuasi ke rumah sakit di Wamena untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

    Berkaca pada kejadian ini, ada nilai-nilai ketauladanan dan pengorbanan para prajurit TNI di pos Mbua yang dapat dijadikan contoh bagi para prajurit TNI lainnya. Danpos Mbua telah mampu meminimalisir jatuhnya korban dari pihak warga sipil simpatisan KKSB yang dimanfaatkan sebagai tameng oleh KKSB saat menyerbu pos TNI.

    Apabila Danpos Letda Inf M. Rizal salah mengambil keputusan saat itu, maka tidak menutup kemungkinan akan jatuh banyak sekali korban warga sipil dari kedua belah pihak.

    Seluruh anggota TNI di pos MBua beserta warga sipil pendatang yang berlindung didalamnya juga akan menjadi sasaran serbuan KKSB beserta simpatisannya yang berjumlah ratusan orang dengan senjata campuran.

    Keputusan pasukan mundur dari pos Mbua untuk meminimalisir korban sipil adalah sebuah keputusan yang tepat, sehingga korban sia-sia dari warga sipil dapat dihindari. Ini menjadi satu catatan penting dan positif bagi TNI menjelang peringatan Hari HAM sedunia pada tanggal 10 Desember nanti.

  3. Pemburu rajawali on

    Itu jendral salah kaprah dlm instruksi nya mengenai ham. Jika ada warga sipil terancam nyawa oleh pemberontak dan lari ke out post maka wajib di lindungi dan wajib pertahankan post nya. Sekarang SDH menjadi bubur,tupoksi ham harus di evaluasi! Sipil pegang senjata serbu bukan lah sipil tapi kombantan hostile enemy.
    Hold your post and protect civilian itu yg utama. Masalah HAM no seribu.

  4. Pemburu rajawali on

    Forward out post kita itu di bawah standar,kenapa di bawah standar! Tak ada munisi anti Riot seperti granat kejut,granat asap dan lebih parahnya tak ada NVG..mayoritas NVG ada di markas komando pusat,dan tak ada pula alat bidik scope di tiap senjata prajurit..ini kelemahan yg di lihat oleh pemberontak OPM sehingga sipil simpatisan di jadikan tameng hidup dg harapan jd HAM. Nyawa prajurit juga berharga Krn mencetak prajurit protein dan handle bisa habiskan ratusan-milyaran rupiah. Sy apresiasi danTon nya tapi sy dongkol dg kebijakan pusat yg anggap remeh.. di pusat tahu banyak pihak bermain kalo mau operasi senyap ya hrs di hancurkan dulu Puskodal OPS nya di Jakarta,Surabaya,Bali baru OPM akan hancur dg sendirinya Krn tak ada LG dukungan politik,senjata,finansial dan moral

  5. ikut mendukung para ksatria nusantara membabat habis OPM baik yg di kota2 besar seperti Jakarta Surabaya Bali Bandung Jogja Makassar dan di 10 distrik tersebut.
    untuk yg mjd komprador2nya udah dech segera dibalikpapankan dengan senyap itu ….

    # NKRI adalah Negara Hukum Yang Berdaulat Atas Wilayah Kedaulatannya !

  6. pencari kebenaran on

    Bung PR bagaimana prospek mobilisasi operasi militer skala besar (>30ribu) di papua seperti aceh 2003, atau karena 5 bulan sudah mau pemilu jadi tak mungkin?

    • pencari kebenaran on

      harus tunjukkan national sovereignty di garis yang bermasalah, lawan negara lain aja begitu apalagi penyandang senapan hibah

    • Pemburu rajawali on

      @pk itu jika terjadi open invasion bung! Tapi tak menutup kemungkinan terjadi.karena apa? Kita sudah kenyang di gertak dg deploy battle grup expedition sejak era 50-2000 an. Itu lah sebab kita sering latihan gabungan setaraf divisi trimatra dan antar cabang. Alhasil cukup sukses membuat mereka berfikir ulang 13x.. jika hadapan sekelas OPM sih tak perlu sampai buat Operasi Militer terbuka cukup operasi militer intelijen gabungan 3matra utk hindari gesekan HAM walaupun kadang kita sering abaikan sesuai kondisi di lapangan. Jujur saja kita kecolongan habis dg gugurnya 31+ sipil kemarin tapi percayalah nyawa mereka tak akan sia2. Cukup lah komunitas badan intelijen luar yg Shock dan lemas dg counter attack dari para ksatria.. sekarang semua yg berafiliasi dg gerakan tsb sudah susah tidur,makan dan bergerak karena mrk tahu tinggal tunggu waktu sang malaikat maut Datang menjemput.

      • Ini baru TOP …bikin bangga punya ksatria nusantara yg memburu hancur-leburkan pemberontak OPM dan afiliasinya di kota2 besar di jawa dan bali yg berbaju AMP, LSM,LBH .
        Agar disegerakan unt kader2 AMP lapis 1, 2, 3 termasuk afiliasinya baik kelompok kiri maupun bagian intelijen asing yg terlibat yg di kota besar di jawa n bali supaya dibalikpapankan…..silently!
        #kitalumattebasmusuhNKRI!

    • pencari kebenaran on

      syukurlah kalau saran saya sama sekali belum diperlukan , karena operasi militer di wilayah sendiri pasti memberi efek buruk terutama international image.
      tapi sebenarnya OPM itu semakin kuat atau semakin melemah? lalu TNI memang kesusahan membasmi OPM, atau karena beberapa alasan belum/tidak bisa menghancurkan OPM padahal aslinya bisa basmi dalam 1 musim?

  7. Pemerintah sampai saat ini msh menganggap musuh utama kita adl Radikalisme dan Teroris, sprti yg disampaikan olh Mendagri. Sdg jelas sudah smpai saat kejadian ini terjadipun pemerintah msh menyebutnnya sbg Kriminal Bersenjata…Itu sngt jelas menunjukan berat kemana,sangat disayangkan sekali. Sy berharap dan berandai-andai para **** disana berani bertindak tegas,babat habis para kriminal…walaupun tanpa sepengetahuan atasan tertingginya. Walaupun sy ragu itu…

  8. Dari sisi aku…OPM adl proxi daripada asing bikin kacau nusantara…dan aksi2 daripada OPM ini di 10 distrik masih bersifat sporadis dgn kekuatan senpi otomatis dan masih belum ada bentuk2 penguasaan thd simbol2 negara atau wilayah ….kalo deploy sekian puluh ribu pasukan maka kurang efektif dan efisien ya….krn konteksnya perang anti gerilya maka pasukan nusantara berada dalam jumlah efektif krn ada rasio killing per ksatria adl misal sebut 1 ksatria : 6 pemberontak . sehingga pasukan ksatria akan dideploy dalam 1 regu kecil (5-7org) yg akan disebar pd banyak titik tertentu unt berburu. Tiap progres regu akan dimonitor dan diganti oleh regu berikutnya unt lanjutkan misi yakni kejar…buru…tembak…kuasai…kejar terus …tumpas tak bersisa sampai abis.
    Ststtt….ini omongan angan2ku ya…jangan serius….namun terbuka unt sisi pandang lainnya darimu , OK?
    …..hunting seasons is open now….upsss.

    #salam hormat unt bung PR, BW, Benny

  9. Setuju dengan bung PR, bila ingin lancar buatlah operasi rahasia dulu di basis2 mereka di jakarta, surabaya dan bali selain utk melemahkan basis dukungan logistik, financial dan politik juga utk mengetahui informasi dari jaringan opm itu lalu baru berdasarkan informasi tsb dan dicocokkan dgn lapangan kita melakukan operasi senyap kpd opm.

  10. Pemburu rajawali on

    @pw hehehe..ssssttt..ini jg khayalan ku loh! Kalo di deploy LRPP dg kualifikasi Hunter killer per grup 10 personel seperti mimpi ku 3hari lalu lsg turun 10 grup apa tidak gilani..hehehe!

    As we think! Senyap lebih efektif,efesien dan bebas HAM..safety is free,weapon ready and shoot

  11. @bung PK,sekedar bertanya….bung PK asli WNI kan?bukan WNA, karena bahasanya kadang kurang luwes sj untuk org yg memang lahir di Indonesi. Maaf jika kurang berkenan, siapapun bung PK, tdk mengurangi respek sy thdp anda bung.

    • pencari kebenaran on

      walah, sampai dianggap orang asing. selain kakek buyut saya dari Turki, saya 98% orang kepulauan Nusantara kok, tidak usah khawatir. Tidak, saya tidak bisa bahasa Turki.
      Mungkin hanya karena saya terbiasa membaca dan mengetik dalam bahasa baku saja makanya sampai saya bahasanya kurang luwes, tapi itu hanya dalam ranah komunikasi tulisan kok. Dalam komunikasi lisan saya percaya saya tidak segitu bakunya.

  12. bung bung sekalian … belum ada ya berita di media cetak atau online .. hasil perburuan terhadap teroris teroris di Papua … belum apa apa dibilang TNI pake bom???
    monggo bung PR .. atau yang lainnya … apa ada albino lagi yang ditidurkan?

    • Pemburu rajawali on

      Ga boleh ya pakai bom? Itu bukan bom kok hanya sebuah silinder bulat berpemandu yg di cantelkan di bawah sayap pesawat.. kalo bom yg di maksud kaya bom mobil kita tak punya..hehehe! Gimana jika pakai baterai artileri utk bantuan tembakan rapat jarak jauh coba..

  13. Quote Napaleon Bonaparte : seribu Singa jika dipimpin oleh anjing akan berkelahi seperti anjing! Tapi seribu anjing jika dipimpin oleh Singa akan berkelahi seperti Singa!

  14. Sebagai sipil saya berharap tidak ada kejadian seperti ini lagi(terbunuhnya warga sipil oleh separatis) dan saya harap agar segera di lakukan ops senyap di kota²besar bersamaan dengan di Papua biar mereka tau berurusan dengan siapa mereka itu….#NKRIHARGAMATI

Leave A Reply