NEGARA HUKUM YANG MELANGGAR HUKUM DAN MELANGGAR HAK ASASI MANUSIA

11

NEGARA HUKUM YANG MELANGGAR HUKUM DAN MELANGGAR HAK ASASI MANUSIA

BGYG

Didalam sebuah kelas, seorang Dosen sedang menjelaskan kepada mahasiswa yang diajarnya mengenai apa itu negara hukum.

Indonesia menyatakan dirinya sebagai negara hukum dimana kekuasaan negara memiliki keyakinan harus dijalankan dengan atau atas dasar hukum yang adil dan baik. Bahkan disebutkan dalam undang-undang dasar yang telah di amandemen jika Indonesia dengan tegas menyebutkan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Pernyataan itu di tulis di undang-undang dasar 1945 (amandemen) pasal 1 ayat 3. Namun muncul pertanyaan dibenak saya, apakah benar negara Indonesia negara hukum?

Jika menilik arti dari negara hukum itu sendiri Indonesia sudah termasuk negara hukum, karena didalamnya terdapat berbagai norma-norma atau peraturan-peraturan dalam berbagai aspek yang bersifat memaksa dan mempunyai sanksi yang tegas apabila dilanggar. So setiap warga negara harus sadar dan meyakini jika Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum bukan kekuasaan.

Maaf nuwum sewu Pak, ciri-ciri negara hukum apa aja Pak? Salah satu mahasiswa mengangkat tangannya. Dosennya menjawab ciri-cirinya sebagai berikut :

1. Ada sistem tatanegara yang sistematis

2. Hukum sebagai tolak ukur, acuan, patokan atau supremasi hukum

3. Adanya perlindungan dan pengakuan terhadap Hak Asasi Manusia

4. Sistem peradilan yang memiliki persamaan kedudukan dan tidak memihak dihadapan hukum

Dosen berhenti sejenak dan berceloteh kecuali jika ada fulusnya atau dekat dengan penguasa, semua mahasiswa dalam ruangan tersenyum bahkan ada yang bersorak ketika mendengar dosen mengatakan ini. Ssst.. jangan keras-keras. Dosen pun melanjutkan penjelasannya.

5. Adanya pembagian kekuasaan yang jelas

Jelas jika berkoalisi atau menjadi team sukses pada saat kampanye minimal kebagian menjadi Dirut salah satu BUMN

6. Adanya sistem peradilan perdata dan pidana

7. Adanya legalitas dalam arti hukum itu sendiri

Contoh karena penghitung dari suara pemilih dalam suatu pemilihan umum menyatakan salah satu paslon lebih banyak yang memilih dibanding calon yang lainnya, calon yang menang mempunyai legalitas sebagai pemenang, terlepas dari adanya kecurangan perhitungan suara pemilih dalam pemilihan umum.

Karenanya dalam hal kepemimpinan, jabatan itu bisa diberikan tapi kepercayaan itu mesti diraih, karenanya walaupun memenangkan pemilu, pejabat belum tentu dipercaya dan memiliki legitimasi.

Pak ijin berbicara, silahkan bicara, Bapak apakah pendukung salah satu paslon yang kalah dan sakit hati? Semua mahasiswa tertawa, sang Dosen pun terkekeh karena pertanyaannya. Dosen menjawab dengan tegas, seperti yang Bapak jelaskan sebelumnya pemilu itu hukumnya “haram” sambil tetawa, karena tidak sesuai Pancasila, tidak adanya musyawarah untuk mufakat, yang ada hanya adu rayu, adu kuat, adu lobi untuk dimenangkan oleh si penghitung suara dan sponsor. Jadi siapa yang paling berani “memotong daging sendiri” dan yang paling menguntungkan sponsor yang akan menang.

Oke balik lagi ke pembahasan, sudah paham ya, mengapa Indonesia disebut negara hukum, mahasiwa serempak menjawab paham, namun ada satu orang mengangkat tangannya dan bertanya, Pak jika Indonesia negara hukum berarti Indonesia menjunjung tinggi hukum dan mengakui hak asasi manusia kan Pak? hmmm tapi saya ragu akan hal itu! Dosen menjawab kenapa kamu ragu? Mahasiswa menjawab kemarin saya dipaksa agar di vaksin, padahal jelas pemaksaan /mandatory tersebut melanggar hak asasi manusia dan melanggar undang-undang dasar 1945 yang sudah diamandemen. Jika tidak mau di vaksin saya tidak boleh berpergian, tidak boleh masuk ke pusat perbelanjaan, tidak boleh berkerja didalam kantor, karena setiap ke tempat umum mesti menunjukan sertifikat vaksin, padahal jelas sekali didalam undang-undang dasar 1945 (amandemen) Pasal 28 dari A sampai dengan G saya diperbolehkan mendapatkan informasi, diberi kebebasan berpergian, diberi kebebasan dari intimidasi, bebas dari rasa takut, diberi kebebasan untuk mempertahankan hidup. Tapi melihat kelakuan aparatur negara dengan mandatory vaksin saya merasa negara ini bukan negara hukum, bahkan jika memang negara hukum pun, negara  hukum ini melanggar hukum dan melanggar hak asasi saya sebagai manusia.

photo6015052521128704611Karena negara harusnya mengakui dan melindungi hak asasi saya sebagai manusia, namun sekarang negara tidak hanya tidak melindungi bahkan merampas hak asasi saya sebagai manusia yang merdeka. Dosennya menyela, udah curhat dan misuh-misuhnya? Mahasiswa yang tadinya menggebu-gebu terdiam dan tersipu malu.

Kalau sudah ayo bergerak, ingat Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha merubahnya. Mahasiswa adalah agent of change. Mahasiwa menyela tapi Pak… Hmmm… Terdiam beberapa saat, Dosen berteriak tapi apa? Tapi kalau kita nanti bergerak akankah kita di persekusi atau dikriminalisasi? Lah kan diatas sudah dijawab jika negara Indonesia negara hukum, kalau kamu melanggar hukum ya bisa dikriminalisasi, namun di persekusi harusnya tidak karena dijamin undang-undang Dosen menjawab mahasiswanya.

Hmm… Tapi Pak kalau nanti bergerak dan chaos terus civil war gimana? Lah kamu mikirnya terlalu jauh, civil war terjadi jika korban dipersenjatai, jika korban tidak dipersenjatai namanya itu bukan civil war tapi genosida.

photo6012568462368552868 photo6012568462368552825

Sekian tamat.

Bukan lautan hanya kolam lumpur, kail dan jala sudah banyak yang nganggur, tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang sudah habis di curi, orang bilang negeri kita negeri kaya, tapi hasil buminya entah kemana, orang bilang tanah kita tanah surga, tapi sayangnya salah kelola.

Ssst… Jangan ribut dulu ya, sekarang sedang ada yang pusing menentukan dua pilihan.

photo6014820262182238475Gambar Dari GOOGLE

Tulisan dari Patsus Rimba Raya. Biro Aceh

PS :  Mari kita sering-sering berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, khusus yang beragama Islam, rajinlah membaca surat Al-kahfi.

 

Share.

11 Komentar

  1. Orang apabila sudah tidak takut lagi sama tuhan maka akan mengaku TUHAN .. Sejarah selalu berulang, anehnya MANUSIA YANG SOK BERKUASA MENGAKU TUHAN TIDAK MAU BELAJAR DARI SEJARAH …. ENGGAK USAH JAUH JAUH, SEJARAH DEKAT AJA BAGAIMANA AKHIR HIDUP MUSTAFA KEMAL ATTATURK ,,, SAMPAI HARI INI MATI KENA AZAB DARI ALLAH SWT ….

    LAGAK JADI TUHAN MALAHAN MENDATANGKAN KEBINASAAN DAN KEHANCURAN SEDANGKAN PARA AULIYA ALLAH YANG SENANTIASA MENGINGAT ALLAH SWT MAKA ALLAH SWT MULIAKAN HIDUPNYA BAIK DIDUNIA MAUPUN DI AKHIRAT.

    TIDAK ADA JAMINAN VAKSIN KEBAL DARI PENYAKIT
    DAN TIDAK ADA JAMINAN YANG TIDAK DIVAKSIN PASTI SAKIT

    SEMUA nya ingatlah KULLU NAFSIN ZAIKATUL MAUT, DAN TIDAK ADA YANG LEPAS DARINYA TERMASUK FIR’AUN ZAMAN KE ZAMAN

  2. Pejuangzaadul on

    Pemimpin silih berganti kepentingkan kelompok tetep yg utama. Rakyat biasa mau jadi presiden ngimpi di siang bolong. Klo ada rakyat biasa yg bisa jadi presiden ga usah di percaya karna itu hanya boneka pinokio yg di poles sesemikian rupa.
    Klo mau jadi presiden minimal lu punya parpol klo ga punya parpol ya orang yg duitnya ga ada serinya.
    System bernegara yg di buat oleh para penjahat yg pasti harus menguntungka penjahat. Orang baik dan bener liat dari kejauhan aja klo perlu pindah negara biar ga ikut jadi setan dan sesat.

  3. gambar kartun kapitalis dan komunis duduk satu meja di bawah tanah, pagar kawat duri dgn alutsista khas perang dunia 2 menunjukkan bahwa kerja sama antara mereka sudah terjadi sebelum tanggal 24 oktober 45. karena setelah itu meja telah dipindahkan ke atas tanah dimana meja besar ditempatkan dlm ruangan disebut dewan sekuriti berada di dalam bangunan besar gabungan negara2 dunia. dewan sekuriti sbg kumpulan negara2 (yg saat itu ditakdirkan sebagai) pemenang perang bertindak sebagai kekuatan inti yg mampu mengelola peperangan, salah satunya menghancurkan sisa kekuatan lama yaitu negara 1001. tahun 91, kemudian tahun 03 mereka kembali menyerang dgn memaksakan alasan berita kepemilikan senjata pemusnah massal, yg pada akhirnya ternyata itu adalah sebuah kebohongan besar.

    • Elit kapitalis dan komunis berasal dari orangtua yang sama. Mustahil jeruk makan jeruk. Lebih baik pengikutnya yang ditumbalkan.

  4. tahun 15 ada petunjuk bahwa dewan sekuriti akan berbagi peran bersama dewan kesehatan, tahun 19, bermula dari negara komunis yg jg anggota dewan sekuriti memproduksi berita kali ini menyangkut kesehatan yaitu wabah penyakit, diikuti produksi alat deteksi, memaksakan larangan berkumpul (yg lebih sering berlaku pada komunitas tertentu), produksi zat imunisasi baik lokal dan global sesuai standart dewan kesehatan. dan sudah bisa ditebak, dgn berbagai cara mereka berusaha memaksakan penggunaan zat tersebut ke rakyat. mereka pasti punya tujuan.
    semua hal itu bagi rakyat berhubungan dengan kepercayaan dan kepercayaan itu tidak akan pernah bisa dipaksakan, semakin dipaksakan semakin terlihat jelas bahwa kebohongan ini semua nyata adanya.

  5. Semuanya sudah diatur sesuai dengan kemauan segelintir anak bangsa(t) demi kepentingan golongan mereka. Offtopic: Lama tak bersua, kaum Patriot Garuda semuanya. Selamat atas sahnya akad nikah Jendral 08 dengan Jeng Parly. Rencananya ingin punya 36 atau 42 anak ya??

  6. what;s wrong about JAKARTA GREATER …Can’t Access, server not found

    just closed or problem with payment ….

  7. Negara hukum mensyaratkan para pemangku hukum terlepas dari kekuasaan. Kepolisian, jaksa, dan hakim saat ini sdh tersandera shg hukum hanya permainan bagi yg kuat kepada lemah.

Leave A Reply