“‘ Destroying Devil ” (Hoax Corner Part 20 )

351

LONG JOURNEY
Chasing The Boat

citoxnew171

Mabes TNI Cilangkap
Ruang Rapat Panglima

Tampak dalam ruangan yang luas, Panglima beserta Kepala Staff Angkatan di dampingi masing2 Pimpinan Satuan baik AD, AU maupun AL sedang melakukan pembahasan serius, diantaranya ada beberapa orang asing.
Panglima: “saudara saudara sekalian, hari ini saya kumpulkan saudara saudara untuk membicarakan opsi militer terbatas selain operasi militer yang sedang kita lakukan sekarang, yaitu mengejar 2 kapal selam yang telah menimbulkan bencana di Sumatera. Sesuai pertemuan kita kemarin di Medan Merdeka, saya telah memberitahukan Presiden soal opsi yang telah kita setujui kemarin. Presiden telah menyetujui opsi yang kita ajukan, soal operasi militer di Pasifik. Dan hari ini kita kedatangan beberapa utusan dari Perancis yang diwakili oleh Laksamana dari  Perancis yang diutus ke Indonesia, serta Laksamana dari Armada Pasifik yang ditemani oleh Kepala FSB.
Silahkan, rapat akan diteruskan oleh KSAL, selaku Kepala Pelaksana Operasi”.

KSAL: “Terima kasih Panglima, baik akan saya jabarkan maksud kedatangan teman teman kita dari Rusia dan Perancis hari ini.
Rusia kembali menawarkan bantuan langsung berupa beberapa kapal perang dan kapal selam mereka untuk kebutuhan operasi ini.
Dalam daftar yang saya terima, mereka sudah menyiapkan Frigate ASW 2 unit, KS Oscar II, KS Sierra II serta kapal2 logistik yang sudah berlayar dari Vladivostok 4 hari yang lalu. Kemudian Perancis menawarkan Rubin Class, serta beberapa kapal perang sebagai pengalih perhatian armada US di “secure rest area” mereka. Posis kapal kapal ini sudah dalam wilayah Melanesia. Sedangkan untuk “holding and safe house” di wilayah tersebut, Perancis menyediakan pangkalan militer mereka sebagai “starting point” pasukan kita disana. Pengangkutan pasukan akan dilakukan oleh AL Perancis dari suatu titik di Timur Indonesia, pada H-4 sebelum operasi. Pasukan ini akan terdiri dari 2 Kompi Gabungan Kopasuss, Tontaipur, Taifib Marinir, Kopaska, serta Dalpur Paskhas. Surat permohonan sudah kami sampaikan ke masing masing kesatuan dan sepertinya sudah dalam proses perekrutan personil. Ada point penting yang akan saya sampaikan, 1-2 unit kecil akan ikut dalam KS Oscar dan Sierra II, titik keberangkatan akan melalui Miangas atau Anambas sebelum menuju titik “aman” di sekitar “secure rest area.
Penjemputan akan dilakukan pada H-5 dengan menggunakan kapal Yani Class serta beberapa LST Frosch sebagai pendukung.”
Kemudian Laksamana Perancis mengacungkan tangannya, hendak menyampaikan sesuatu.

Laksamana Perancis: “Hormat saya untuk Panglima dan Kepala Operasi. Pemerintah saya menawarkan bantuan teknis maupun bantuan langsung militer kami untuk misi ini. Surat resmi sudah kami sampaikan ke Istana 2 hari yang, dan respon Presiden RI positif dalam hal ini. Kami menyiapkan unit2 Legion Asing kami yang akan berangkat dari Perancis bila kami sudah mendapat lampu hijau dari Militer Indonesia. Satu flotilla kami sedang menuju ke Timur Indonesia melalui Pasifik Melanesia Ring. Flotilla kami berisi satu scorpene, satu rubin class, 2 frigate ASW dan 1 Mistral dan beberapa kapal logistik. Meski masih dalam taraf Sea Trial, Mistral kami siap mengakomodasi satuan satuan militer anda. Pemerintah kami juga menawarkan full upgrade dan retrofit Mirage 2000N dan kami siap mengirimkan rudal rudal strategis bila diperlukan oleh militer Indonesia. Demikian yang pemerintah kami tawarkan kepada Indonesia”.

KSAL: “terima kasih Laksamana. Apa yang ditawarkan oleh pemerintah anda akan kami pertimbangkan matang matang. Akan menjadi perhatian kami selaku pelaksana operasi ini. Dari Rusia, silahkan Laksamana”.

Laksamana Rusia: “terima kasih panglima dan kepala pelaksana operasi. Seperti yang sudah pemerintah kami tawarkan sejak pertama operasi ini dilangsungkan, kami mendapat perintah dari Kremlin bahwa kami menambah jumlah armada operasi ini, seperti yang sudah disampaikan tadi bahwa Oscar dan Sierra kami sedang menuju ke wilayah yang akan menjadi “meeting point” kita. Silahkan di tentukan dimana kami harus “menjemput” satuan2 pelaksana operasi “Destroying Devil. Dan ini saya sampaikan hasil foto satelit yang menggambarkan “secure rest area” di wilayah Melanesia Panglima”

KSAL: “terima kasih Laksamana atas bantuan selama ini, meski anda harus kehilangan 1 Delta dalam operasi ini. Saya pun kehilangan prajurit prajurit terbaik saya dalam Delta tersebut”.

Ka Bais: “ijin menyampaikan Panglima, laporan dari asset kami di Melanesia, nama kode “short” bahwa dia sudah melakukan aktifasi sejumlah 10 personil dengan nama kode “Melanesian Soldier Grup” disingkat “MSG” dan siap melakukan infiltrasi ke pangkalan/pelabuhan di sekitar sana beserta alat demolisi nya. Kemudian aset kita yang di Mindanao pun sudah siap melakukan aksi di Manila bila diperlukan, nama kode “Subic” dengan anggota sekitar 15 orang. Perlu diingat bahwa “subic” akan menjadi perantara kita dengan pemerintah lokal bila diperlukan untuk menjadi “meeting point” bagi unit2 kita disekitaran Laut Philipina. Demikian penjelasan saya panglima”

KSAL: “hhmm usul yang bagus Ka Bais, baik saya tentukan bahwa “meeting point” akan berada di wilayah Filipina, Laksamana Rusia akan langsung mengerahkan armada nya ke wilayah tersebut. Pelaksanaan “meeting point” adalah H-2 dari sekarang pada Jam yang telah ditentukan”.

Dermaga Ujung Surabaya, Pangkalan Armatim
Terlihat kesibukan yang tidak biasa di dermaga