INDONESIA BELUM AKAN BERDAULAT SAMPAI KIAMAT SEKALIPUN (Part 2)

16

FB_IMG_1544109673753

INDONESIA BELUM AKAN BERDAULAT SAMPAI KIAMAT SEKALIPUN (Part 2)

 

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia, dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ’05
Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta.

 

Begitu gegap gempita nya pada saat itu, tapi apakah kita benar merdeka? Kemerdekaan itu bukan hanya sekali jadi dan merdeka, tapi kemerdekaan itu adalah suatu yang berkelanjutan dan harus terus menerus diperjuangkan.

Sudah siapkah kita untuk memperjuangkannya secara terus menerus? Mari kita kembali melihat sejarah pada saat Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Kemerdekaan yang kita dapat adalah by design, bahkan hampir semua negara dan Bangsa didunia merdeka karena by design agar terlihat seperti merdeka dan terlepas dari perbudakan, namun nyatanya sampai sekarang kita dan seluruh bangsa didunia masih menjadi budak, singkatnya kemerdekaan kita hanyalah sebuah deception atau penipuan.

FB_IMG_1578226552454

Waduh nanti saya diprotes lagi, oke suatu kebenaran kita Proklamasi di tahun 1945, suatu fakta kita punya UUD 1945, dan kebenaran pula kita punya Pancasila. Tapi taukah dibalik semua itu? Diatas sudah saya singgung, kemerdekaan itu bukan hanya sekali jadi dan merdeka, tapi kemerdekaan itu adalah suatu yang berkelanjutan dan harus terus menerus diperjuangkan.

Fakta sejarah kemerdekaan itu tidak dapat sepihak kita klaim merdeka, tapi harus ada yang mengakui juga bahwa kita merdeka, karena itu Bangsa Indonesia mempunyai hutang yang besar kepada Bangsa Palestina, karena Bangsa Palestina lah yang pertama kali mengakui kemerdekaan Bangsa Indonesia. Dan pengakuan itu harus diraih (diperjuangkan)!

Kembali lagi ke permasalahan kemerdekaan, di Islam Rukun Nikah itu harus ada Ijab dan Qobul, sama seperti orang menikah, kemerdekaan harus ada Ijab dan Qobul. Indonesia mau memproklamasikan kemerdekaan silahkan saja, tapi apakah pihak-pihak yang menjarah bangsa ini setuju dengan itu? Menerima dengan legowo Indonesia Merdeka? Oh tentu tidak!

Makanya ada Agresi Militer 1 dan 2, perang terus-menerus tidak menyelesaikan masalah, pinternya penjajah, dibuatlah akhirnya ada yang pro dan ada yang kontra terhadap perang berlarut-larut, contoh Jendral Sudirman memilih perang terus dengan jalan perang gerilyanya, dan ada yang tidak setuju dengan perang terus-menerus dalam merebut, meraih dan mendapat pengakuan merdeka.

Akhirnya pecah suara, dan dipilihlah untuk diplomasi dan terjadilah KMB (Konferensi Meja Bundar), disekolah kita tidak pernah diajarkan isi dan makna dari KMB (Konferensi Meja Bundar) yang sebenarnya, yang diajarkan hanya(tanggal, tempat, delegasi dsb), dan disekolah hanya diajarkan di KMB (Konferensi Meja Bundar) kita dapat pengakuan kedaulatan, dan harus merasa bangga terhadap pencapaian diplomasi tersebut, karena hebat bisa menyeret penjajah pada meja diplomasi. Padahal isinya KMB (Konferensi Meja Bundar), you olang bolehlah merdeka yaw, tapi you olang mesti setuju 3 syarat ekonomi, yaitu (intinya) : 

  1. Kita harus mempertahankan perusahaan-perusahaan asing yang ada di INDONESIA
  2. Kita harus mematuhi IMF dalam mengelola ekonomi Indonesia
  3. Kita harus dan mau (bersedia) menerima warisan hutang dari Hindia Belanda (penjajah yang berhutang yang dijajah yang nombokin)

Mari flashback kembali, Soekarno pernah membawa INDONESIA keluar dari PBB dan membuat PBB tandingan, dan menggaungkan NEOKOLIM. (monggo search google atau baca buku, kunjungi museum, atau taman pintar) saya ga perlu ceritain lagi ya biar ga kepanjangan. hihihihi….

FB_IMG_1505732591025

Jaman penjajahan dahulu para penjajah harus membawa bala tentara untuk menguasai sumber daya alam, jaman modern sekarang ini tidak perlu, karena para penjajah hanya perlu membuat sebuah data di komputer dan data tersebut hanyalah berupa data yang tidak ada nilainya sama sekali. Contoh untuk membeli BBM dari Indonesia, negara Amerika hanya perlu mengetik, dan seperti sihir data tersebut muncul di komputer kita sebanyak sekian dolar. Abrakadabra… BBM / hasil bumi kita ditukar dengan sebuah data di komputer. Karena uang sekarang yang beredar kebanyakan adalah byte komputer bukan uang nyata, kalau perbadingan mungkin hanya 1/100 antara uang yang beredar kartal dan uang giral. Jadi BBM kita (Indonesia) hanya ditukar dengan uang giral (metode pemindah bukuan). Amerika modal dengkul bisa beli BBM kita, sedangkan kita apakah kita bisa seperti itu? Kita bikin byte komputer lalu beli Helikopter Bell Boeing V-22 Osprey, ga bisa bos, karena transaksi harus pake dolar, dan kita harus membeli dolar Amerika dengan harga perbandingan  $1 USD = 14,874 Rupiah.

Anotasi 2020-07-21 013125

Alasan semua bangsa dan negara didunia dimerdekakan adalah dengan digantikannya Emas dengan uang kertas, konsep negara nasional dibarengi dengan konsep uang kertas dengan BANK CENTRAL dan HUTANG NEGARA (PUBLIC DEBT).

Kita memang merdeka tapi kita dimiskinkan, kita dibodohi/ditipu oleh penjajah. Setelah merdeka kita harus membangun, mulai dari SDM dan infrastruktur, SDM mereka memberi solusi untuk meyekolahkan anak-anak bangsa ditempat mereka, pulang dari sekolah ya doktrinnya (ilmu pengetahuannya) ya sesuai pemahaman penjajah (mind kontrol), ingat kebohongan yang terus menerus diulangi dan dibesar-besarkan akan menjadi suatu kebenaran, contohnya kayak corona sekarang, saya pribadi (penulis dan kebanyakan dari anggota MPG) percaya kalau corona itu by design.

Dulu ada istilah “MAFIA BREKELEY”, dan namanya baru merdeka, mana punya resource SDM dsb, singkat cerita lalu datanglah seolah penyelamat ngasih hutangan, hutangan untuk membentuk SDM, membangun infrastuktur dsb, ngasih hutangan gimana caranya, ya mau ga mau kita harus ikut, dan pakai (cetak) uang kertas, dan untuk mencetak uang kertas syaratnya apa? Kita harus punya Bank Central. Sampai sini dapat mengikuti?

Jadi yang kaya ya tetep negara penjajah, hanya kali ini seolah dia tidak menjajah, karena legal dan ada agrement (Ijab dan Qobul) antara kedua belah pihak. Ibarat pelari marathon dan pelari cepat. Secepat apapun mereka (penjajah) menyembunyikan kebohongan, kebenaran pasti akan mengejar dan memberhentikanmu. Camkan itu!

Ayo jalan-jalan lagi ke 30 September 1960, Indonesia mengguncang dunia dengan sebuah pidato oleh putra bangsa terbaik Indonesia selama kurang lebih 90 menit. Dengan judul pidato To Build The World A New (Membangun dunia Kembali). Saya skip juga pembahasannya ya… karena kepanjangan dan sudah pernah disinggung disini. Saya tau pasti pada males juga kan mencari tau, ini saya kasih tau, ga perlu nyari-nyari lagi silahkan browsing disini To Build The World A New yang ditulis Letkol Laut (P) Salim, terbit di Maritimnews.com tanggal 30 September 2016.  http://maritimnews.com/2016/09/mengenang-pidato-bung-karno-30-september-1960-to-build-the-world-a-new/

Saya tau kenapa kita jauh dari nenek moyang dan sejarah bangsa kita sendiri karena memang kita kebanyakan males membaca dan lucunya disekolah pelajaran sejarah Bangsa kita ini hanya sekedar sepintas saja, terlihat dari jam pelajaran yang sedikit sama halnya dengan pelajaran agama, padahal sudah dikasih petunjuk lewat Lagu Indonesia Raya, “bangunglah jiwanya, bangunlah badannya”. Jadi yang mesti diutamakan adalah jiwa bukan badannya.

 

TO THE POINT, jika ingin INDONESIA BERDAULAT, TUTUP BANK INDONESIA ATAU ALIH FUNGSIKAN, GANTI MATA UANG KITA JANGAN RUPIAH TAPI GANTI DENGAN KOIN EMAS SEMISAL DINAR ATAU DIRHAM. BERANI? Mungkin ada yang jawab berani, tapi siapkah kita terima konsekuensinya? Siapkah kita berperang? Siap kah kita dengan akan adanya ancaman dan gangguan dari perpecahan semisal PPRI, OPM, GESTAPU dsb? Sanggupkah mewujudkan “BHINEKA TUNGGAL IKA” dan kita bersatu padu sebagai satu bangsa, bangsa INDOENSiA, satu tanah air, tanah air INDONESIA dan mengesampingkan ego kita, mulai dari warna kulit, partai, daerah dsb?

Jika semua pertanyaan tadi sudah terjawab dan berani mengganti Rupiah dengan koin emas sebagai alat tukar berarti kita sudah satu langkah Kuda kalau di catur, dan kita akan menjadi pemenang (men CHECK MATE lawan kita).

Tambahan bangsa yahudi adalah bangsa yang mengumpulkan emas, bahkan mereka yang memegang paling banyak dari emas yang beredar saat ini, bahkan mereka mengklaim papua nugini bagian dari keturunan yahudi, papua nugini pulaunya bersatu dengan IRIAN JAYA (Papua sekarang). Jadi wajar jika papua sekarang memanas dan akan terus memanas karena adanya kandungan emas, dsb. Mereka mengincar EMAS kita. Karena mereka percaya sistem yang mereka bangun dengan uang kertas dsb, akan runtuh, dan ini hanya masalah waktu! Ayo bersatu dan bergerak bung, sebelum terlambat! #ALLINDONESIANLIVEMATTER #BERSATUSEBELUMTERSAPU #KEMERDEKAANTANPAKEDAULATANITUMEMALUKAN 

FB_IMG_1544489704231

 

Source gambar : GOOGLE, ARSIP WEB

Share.

16 Komentar

  1. ichamp Juara on

    Saya tergerak comment, baca soal osprey… Emang jadi ospreynya ya? Dibayarnya pake apa ya? Hihihihi….

  2. SU 35 Egypt sudah mulai berdatangan… SU 35 TNI AU entah kapan… Lah kok Egypt bisa Indonesia ngga bisa?

    • SU 35’Gsruda sepertinya tdk akan keluar saat damai, mungkin klo situasi high alert baru akan nampak di udara….

  3. ..”..kemerdekaan kita hanyalah sebuah deception atau penipuan”. yang jadi penipu sapa ya?berani gak tunjuk hidung.

    • ichamp juara on

      Kalau melihat dari sejarah, nekolim itu suatu penjajahan, pidatonya Bung Karno pas di PBB sudah sangat jelas, kalau nekolim itu penjajahan gaya baru, kalau menurut saya yang menjajah sekarang sesudah memahami diatas iya yang bikin PBB sama uang kertas, BANKSTER, sejatinya kita adalah slave, kerja susah payah, mereka hanya tinggal ketik di komputer muncul duit direk kita, abis itu mereka tinggal cetak duitnya, (CMIW *correct me if I’m Wrong).

      Makanya ngeri sekali kalau sampai uang digital meraja rela, karena kita bisa kaya dan jatuh miskin mendadak. Dan yang mengontrol itu yang berkuasa (BANKSTER)

      Makanya judulnya Pidatonya Bung Karno membangun kembali dunia, bukan membuat tatanan dunia baru (CMIW *correct me if I’m Wrong).

      monggo sesepuh, maaf tergerak buat coret-coret lagi,

      • Nasakaom itu idenya untuk menghadapi Nekolim (penjajahan gaya baru ) oleh pak karno. ide yang orisinel tetapi tidak bagus dan tidak manjur. karena unsur nasakom aslinya kan dari barat semua , sedangkan nekolim unsurnya dari bule barat.
        Apa mungkin keduanya bisa berhadapan sebagai musuh yang saling meniadakan ?….

        menurutku , itu tidak akan terjadi… karena satu sama lain cenderung akan saling melengkapi, dan saling mendukung dengan penampilan luar yang menipu.

  4. jika kemerdekaan itu “pemberian”, maka pemberi punya 2 pilihan, kembali memberikannya kepada kerajaan belanda yg sudah ratusan tahun bekerjasama dgn pengalaman dan pengetahuan yg fasih dlm seluk beluk negosiasi. atau memberikannya kepada calon negara baru yg (secara teori) masih “mencari jati diri” dgn pemimpin-pemimpin yg baru yg kemungkinan minim pengalaman negosiasi terutama dibidang keamanan, ekonomi dan politik.

  5. jika mereka “memberi” kemerdekaan tak ada salahnya kita berterima kasih, tapi segera setelahnya kita mengucapkan maaf karena kita memupus harapan mereka. kita mengisi kemerdekaan TIDAK dengan cara yg mereka inginkan, kita mengisi kemerdekaan hidup kita sesuai jati diri kita sendiri sebagai bangsa indonesia dgn segala kekayaan dan kepintarannya. dan yg terpenting kita hidup berbangsa dan bernegara berlandaskan agama.
    peperangan maupun diplomasi/negosiasi bukan dua hal yg terpisah jauh, keduanya akan selalu ada beriringan. diplomasi di atas meja, diplomasi di bawah meja, jalan pintas pintu belakang. apa jadinya jika diplomasi tanpa kekuatan (perang) dibelakangnya? musuh enteng menjawab: “kamu tidak dalam posisi untuk bernegosiasi”.
    keputusan telah diambil para pemimpin kita dimasa lalu, kalaupun terjadi kesalahan itu adalah hal yg manusiawi dan tugas kita adalah belajar darinya. dimasa lalu diputuskan mencampur orang-orang berhati putih dengan kelompok orang berhati hitam dalam satu wadah. bagaimana mungkin warna putih yg menghadirkan seluruh warna dgn pencerahan maksimum harus disandingkan dgn warna hitam yg dipenuhi kekosongan dan kegelapan. warna putih yg sudah disempurnakan tidak akan pernah bisa menyatu dgn warna hitam yg selalu berusaha meniadakan NYA.
    menyerahkan ekonomi kita pada cara barat? mengeluarkan uang berdasarkan utang+bunga = riba, tdk jelas bagaimana uang diterbitkan, jml uang yg sangat mungkin melebihi jumlah barang, jml uang yg tidak terkontrol, semua akan berujung pada ketidakjelasan. ini adalah sistem yg harus ditinggalkan.

  6. Yang digaungkan bukan nekolim (neo kolonialisme imperialisme ) kayaknya…tetapi nasakom, (di gaungkan dan dipromosikan )…. seperti paham trinitas ( 3 tapi satu)…..nasional agama dan komunis (nasakom)…tetapi gagal.

    kalau ndak salah ada hubunganya dengan ajaran trisakti nya cak karno. lah negeri montotheisme (pancasila) kok dipaksakan dengan ajaran trisakti..emang mampu, ya gagal lah…. ibarat mimpi di siang bolong atau menegakkkan benang basah.

  7. gitu ada pejabat negara yg ngomomg investasi untuk kemajuan bangsa / kemakmuran rakyat Indonesia dan ALIH teknologi.Ternyata hanya peng-ALIH-an sda ke negeri sebrang.Disini hanya dapat ampasnya aja dah bangganya minta ampun,diklaim sebagai keberhasilan dan kesuksesan yg luar biasa……
    #dibodohintapibangga

  8. Orang2 islam berpendidikan sedikit lebih dalam macam bapak Sudirman memang cenderung untuk senang berperang berlarut terhadap tentara tentara salibis penjajah …istilahnya tak ada kompromi untuk menegakan prinsip dan konsep agamanya karena mereka tahu kalau musuh itu tak bisa dipercaya untuk diajak hidup berdampingan karena wataknya memang begitu….sedangkan orang2 islam yang punya pendidikan gaya barat lebih dalam dibandingkan pendidikan islam nya akan cenderung bersekutu dan mau di setir setir dengan berbagai alasan karena mereka sesungguhnya nggak ngerti secara mendalam prinsip dan konsep agamanya dalam berbagai bidang terutama dalam menata kehidupan bangsa, negara dan masyarakat….. ya akhirnya begini keadaan yang kita terima …. amburadul. Maju nggak terbelakangg nggak, makmur nggak, pintar nggak….

    Padahal jelas…. menurut yang satau aku kehilangan jiwa tentara dari pihak belanda sudah menembus 359.000 prajurit dalam berbagai perang di indonesia pada masa itu…. mereka sudah kehabisan segalanya. tetapi pemimpin besar selalu meremehkan kekuatan perang prajurit kita… dan selalu berusaha untuk mengagung2 kan kekuatan sekutu dan menekankan untuk selalu berusaha berunding dengan sekutu. Ada apa ini?

    Seharusnya keputusan perang terus dilakukan sampai mereka betul2 kehilangan lebih banyak lagi prajurit yang dikirimkan sampai mereka kehilangan nafsu untuk perang disini…..diplomasi dilakukan jika bisa membawa keuntungan mutlak dipihak kita. Tidak ada negoisiasi yang bisa mengakibatkan kerugian dipihak kita. Itupun jika terpaksa harus rugi (memberi mereka sedikit kemenangan diplomasi ) tidak boleh lebih dari 5 % saja dari semua poin hasil diplomasi. Lah hasil KMB malah semuanya merugikan kita,,,,, lebih dari 70% padahal situasi perang dilapangan ada kendali di pihak kira.

  9. “tetapi pemimpin besar selalu meremehkan kekuatan perang prajurit kita… dan selalu berusaha untuk mengagung2 kan kekuatan sekutu”.

    Dalam konteks ekonomi sekarang ini,pemimpin kita selalu meremehkan kemampuan / skill anak-anak bangsa.
    Kenapa harus pake TKA pak ?
    Alasannya selalu karena kita belum mampu,ini teknologi tinggi,di Indonesia belum ada yg mampu mengerjakannya….

Leave A Reply